
Mansion Utama Hillatop
Setelah perayaan pernikahan Gao dan Ayana
Beberapa bulan setelah melewati masa rumit hubungan Ahem dan Hayat
Dapur Utama
Nadya tampak menghentikan kegiatan tangan nya untuk menyiapkan makan malam ketika suaminya berkata,
"Aku fikir kita akan membahas lagi soal perjodohan Zoe"
Wanita itu seketika langsung berbalik, menatap laki-laki yang telah hidup bersama nya lebih dari 30 tahun tersebut.
Allzigra terlihat menyesap kopi milik nya secara perlahan kemudian dia meletakkan cangkir kopi nya ke atas meja lantas laki-laki itu mulai membaca majalah di tangan nya.
"Sayang"
Nadya bicara pelan kemudian berjalan mendekati suami nya.
"Hmmm kenapa?"
"Aku fikir sebaiknya kita tidak membahas soal perjodohan Zoe lagi"
Ucap wanita itu pelan, dia memeluk lembut leher suami nya dari belakang, mengalungkan kedua tangan nya di leher itu kemudian mencoba bersandar lantas memejamkan perlahan bola matanya.
Allzigra jelas mengerut kan keningnya.
__ADS_1
"Kenapa?"
'Bukankah kita sepakat membiarkan anak-anak untuk memilih jodoh mereka sendiri-sendiri? Gao memilih jodoh nya sendiri, meskipun kita pernah membuat kesepakatan bersama keluarga Abimanyu dimasa anak-anak mereka, realita nya Gao memilih Ayana dengan sendirinya"
Ucap Nadya pelan.
"Nadine memilih jodoh nya sendiri, karena dia tahu siapa yang terbaik untuk dirinya"
"Ahem juga memilih jodoh nya sendiri sesuai keinginan nya"
"Bahkan kita menikah pun tanpa campur tangan perjodohan, ingat Diana? wanita yang ingin Papa enar jodohkan dengan kamu? bukankah kamu menolaknya?"
Wanita itu bicara begitu lembut, Mencoba mengingat kan suami nya soal apapun yang bisa di ingat suaminya.
"Pernikahan bukankah menyangkut soal hati? harus ada aspek kecocokan didalam pernikahan, ada visi dan misi serta tujuan, punya obrolan soal masa depan yang ingin di Songsong bersama"
Lanjut Nadya lagi.
Allzigra terlihat diam, dia tidak menyahut atau menjawab, mencoba mencerna ucapan istri nya untuk beberapa waktu.
"Aku hanya khawatir"
Ucap Allzigra pelan.
"Berikan dia waktu hingga kita menyelesaikan urusan pernikahan Nadine dan Aslan, kemudian mari tuntaskan persoalan pelik keluarga Azzura dan Hillatop, setelah itu mari kita mendiskusikan soal Zoe"
Nadya kembali bicara, memutar tubuhnya lantas duduk tepat dihadapan suaminya.
__ADS_1
Dia tahu bicara soal Zoe dan Freya sekarang bukan waktu yang tepat.
Saat ini mereka tengah mengurusi soal pernikahan Nadine dan Aslan, belum lagi PR persoalan hubungan pelik antara Ahem dan hayat, suami nya cukup tertekan menyelesaikan persoalan kedua putra dan putri mereka.
Mengurusi pembatalan pertunangan Nadine dengan kekasih nya yang berakibat pada hubungan Nadine berubah haluan bersama Aslan penerus Del Piero yang sejak awal seharusnya di tunangkan dengan freya.
Perjuangan semua orang Merayu Allzigra demi bisa merestui hubungan Ahem dan hayat dengan jutaan perjuangan luar biasa.
Jika ditambah dengan satu persoalan baru, bisa Nadya pastikan bagaimana kondisi suaminya.
Kemarahan mungkin tidak dapat di elakkan, bisa jadi Zoe akan di buang atau bahkan entahlah Nadya enggan memikirkan nya.
Belum lagi kesehatan sang suami yang mulai menurun karena banyak nya persoalan pelik yang di hadapi belakangan ini.
"Biarkan Zoe kembali ke uni emirat Arab, mengurus perusahaan nya sendiri disana, disini kita fokus pada Nadine dan Ahem lebih dulu"
Ucap Nadya sambil menyentuh lembut tangan Allzigra.
"Setelah semua nya selesai, baru kita membahas soal Zoe"
"Selama disana, biarkan freya yang mengawasi dan mendampingi Zoe, dia akan mengajarkan Zoe dalam menjalankan perusahaan hingga perusahaan Zoe mampu di lepas oleh Hillatop Secara perlahan"
Mendengar permintaan sang istri yang tiba-tiba ingin mengirim Zoe ke uni emirat Arab jelas membuat Allzigra mengerutkan keningnya.
"Apa itu tidak terlalu cepat?"
Allzigra bertanya tanpa rasa curiga maksud dan tujuan dari istri nya.
__ADS_1
"No sayang, ini waktu nya dia memimpin perusahaan nya sendiri, berdiri di atas kakinya sendiri tanpa nama Hillatop yang terus Mengikuti dirinya"