Gairah Cinta Bodyguard Putri Penguasa

Gairah Cinta Bodyguard Putri Penguasa
Menikah itu soal hati


__ADS_3

"Bukankah cukup aneh si kembar bertukar posisi? apa uncle Allzigra tahu soal ini?"


Aslan bertanya sambil menatap dalam bola mata Nadine sedangkan tangan kanan nya masih menegang erat pinggang Nadine.


Gadis itu tidak bisa menghentikan batuknya sejak tadi.


Uhukkk


Uhukkk


Rasa dongkol bergelayut di hatinya saat tenggorokan nya sama sekali tidak bisa di ajak berkompromi.


"Aku putri bungsu nya"


Nadine bicara sambil berusaha untuk mencari gelas dan air putih disekitar nya.


Rupanya tangan kiri laki-laki itu sudah menyodorkan air mineral ke arahnya, buru-buru Nadine meraih nya dan meminum nya untuk beberapa waktu.


"Maaf tuan, aku bungsu nya"


Nadine kembali berusaha bicara sambil menetralisir tenggorokan nya, dia meletakkan botol air mineral yang diberikan Aslan pada nya tadi ke atas meja.


Buru-buru Nadine mencoba melepaskan tangan Aslan dari pinggang nya, dia mencoba mundur kembali dari posisi semula nya.


"Aku fikir bukan hal yang baik ketika seorang laki-laki menyentuh perempuan ditempat tertutup seperti ini"


Aslan Tampak melepaskan pelukannya, laki-laki itu ikut mundur dari posisi semula nya.


Alih-alih peduli dengan ucapan Nadine, laki-laki itu berkata.


"kenapa kau Menukar pertemuan antara aku dan bungsu Hillatop?"


Aslan bertanya dengan nada datar nya.


"Aku bungsu Hillatop"


Nadine bicara dengan ekspresi setenang mungkin, dia fikir dia tidak mungkin membuka kedok nya saat ini.

__ADS_1


"Apa perlu aku menyobek gaun mu kali ini dengan sengaja? agar aku bisa kembali melihat tanda di punggung mu seperti pertemuan pertama kita?"


Laki-laki itu bicara sambil menaikkan ujung alis nya.


"Ya?"


Nadine menatap tidak percaya lidah tajam laki-laki dihadapan nya itu.


Dia fikir berani sekali laki-laki itu mengingat kan mereka dengan pertemuan pertama mereka yang sangat memalukan itu dulu.


"Bukankah terdengar tidak sopan ketika penerus Del Piero berkata soal menyobek gaun seorang gadis Secara terang-terangan?"


Ucap Nadine sambil menatap laki-laki dihadapan nya itu dengan begitu intens, bisa dia lihat betapa datar dan dingin nya tatapan mata laki-laki itu.


Aslan jelas Type lawan bicara dengan bola mata dingin seperti orang yang ingin menerkam, bahkan seakan akan tatapan itu membakar penuh dengan kemarahan terhadap sang lawan.


Bisa Nadine tebak Orang dengan tatapan seperti ini biasanya memiliki kepribadian yang emosional, mudah marah, tidak sabaran, dan keras kepala.


Type laki-laki begini jelas sangat sulit untuk dijinakkan, semakin keras saat kita bicara dan memperlakukan dirinya, maka semakin keras orang dengan type begitu memperlakukan kita.


Laki-laki itu mengambil handphone nya dan mencoba menghubungi Daddy nya.


Buru-buru Nadine menyambar handphone tersebut lantas berkata.


"Apa kamu tertarik dengan perjodohan nya?.aku fikir tidak bukan?"


Tanya Nadine tiba-tiba dengan suara seramah mungkin, dia meletakkan handphone Aslan di atas meja dengan perlahan.


Aslan tampak mengerut kan dahinya, dia jelas cukup tidak suka ada yang mengatur pergerakan nya.


"Menikah itu urusan dua hati, dari awal seharusnya bukan Di atur dengan pertemuan, tapi di atur dari sini"


Nadine terus bicara, tangan kanan nya mencoba menunjuk ke arah dada Aslan, dia fikir tidak mungkin kan dia menunjukkan dada nya sendiri.


"Hubungan dengan perjodohan jelas tidak akan berjalan dengan baik, kecuali sejak awal memang ada ketertarikan besar yang terjadi karena mereka punya persamaan, kecocokan atau karena pola fikir laki-laki nya menjadi jauh lebih dewasa dari perempuan nya"


Nadine berusaha mengembangkan senyuman nya.

__ADS_1


"Aku tidak bilang pola fikir kamu tidak dewasa, tapi Realita nya karakter kalian akan berkembang seperti TOM AND JERRY, atau bisa aku kembangkan dengan istilah lebih tepatnya nya singa dan kancil"


Ucap Nadine lagi.


"Kau dengan karakter dingin,kaku, tidak hangat dan cukup garang dipadu dengan Frey dengan karakter lincah, liar, aktif dan cerewet"


"Bisa kau bayangkan bagaimana hubungan kalian berkembang? bagaimana jadi nya saat terdapat perselisihan di antara kalian?"


Tanya Nadine sambil kedua tangannya meraih 2 gelas yang ada di atas meja, dia membenturkan kedua gelas tersebut secara perlahan.


Trangggg


Terdengar jelas bagaimana suara kedua gelas itu ketika beradu dan memekakkan telinga di seluruh ruangan yang mereka tempati saat ini.


"Kau butuh karakter perempuan yang bisa mengimbangi kamu, bukan karakter perempuan yang harus dipaksa menerima sifat kamu atau kamu memaksakan diri untuk menerima sifat lawan kamu"


"Sebab realita nya hubungan harmonis dalam pernikahan itu dimulai dari Saling menerima kekurangan, saling melengkapi antara satu dengan yang lainnya"


Nadine bicara sambil menatap dalam bola mata Aslan.


"Fikirkan lah kembali, menikah bukan hanya soal kamu butuh pendamping, memenuhi sek..dualis..me, mencetak keturunan, memenuhi keinginan orang tua"


"Menikah itu urusan 2 orang dengan gender berbeda, yang setiap hari mereka akan bertemu dengan orang yang sama selama bertahun-tahun, melihat dia dari cantik atau tampan menjadi jelek dan menua, melihat dia dari hal baik nya hingga terbuka semua hal buruk yang tidak kamu suka"


"Kamu akan hidup bersama diri nya dari pagi bertemu pagi, membuat komitmen, membuat kesepakatan, bicara soal hari ini dan masa depan, saling berdiskusi dikala waktu luang, senggang atau tegang, menciptakan suasana rumah menjadi surga bukan neraka"


"Menikah impian seorang gadis, 1 kali tidak lebih, begitu gagal mereka bisa kehilangan arah, tidak bisa memperbaiki diri, tidak bisa mengaku mereka masih seorang pera.wan"


"Menikah itu soal menyamakan tujuan dari hubungan yang kalian bangun. Kalau kamu dan pasangan sudah mengenali kepribadian masing-masing dengan yakin, tentu kalian akan mudah untuk menyamakan langkah dan arah, Kalian bisa mudah menentukan visi misi dalam hubungan, rencana untuk ke depannya bagaimana, mau dibawa ke mana cinta kalian tapi jika sebaliknya maka hubungan itu akan terseret ke dua arah yang berbeda dan menimbulkan kehancuran bukan hanya pada hubungan kalian tapi kadang berdampak buruk pada hubungan dua keluarga besar"


Mendengar ucapan Nadine sejenak bola mata laki-laki itu tak berkedip menatap bola mata gadis dihadapannya itu.


Satu hal yang laki-laki itu sukai ketika Nadine bicara, gadis itu selalu menatap lawan bicaranya dengan tatapan yang langsung menuju ke lawan bicaranya, tidak bergerak, tidak melirik kekiri dan ke kanan juga tidak menunduk atau bahkan membuang pandangannya.


Dia tahu type dengan tatapan seperti itu memiliki memiliki kepribadian yang hangat pada orang lain di sekitarnya, percaya diri, mudah bergaul, dan memiliki kreativitas yang tinggi.


Tidak tahu kenapa baru kali ini dia suka dengan type perempuan yang bisa memberikan penjelasan panjang lebar namun membuat dia tertarik untuk menanggapi.

__ADS_1


__ADS_2