
Freya jelas menelan salivanya saat sila mengganti panggilan mereka dengan panggilan video call sambil berkata.
"Freya aku... maksud aku ini memalukan, aku ingin bicara sejak dulu tapi cukup malu mengatakannya, katakan pada ku jika kamu tidak akan marah"
"Ada apa?"
"Berjanjilah lebih dulu jika kamu tidak marah pada ku"
Freya jelas semakin mengerutkan alis nya, menatap layar handphone nya dimana wajah sila terlihat bersemu merah.
"He em, baiklah"
Bisa dia lihat ekspresi sila saat ini, perempuan itu terlihat menarik nafas berat nya dari seberang Sana.
"Bisakah kamu mendekati aku dan Zoe? akh... bagaimana mengatakan nya? hmmm aku tertarik pada kakak laki-laki kamu"
Sila bicara dengan tersipu-sipu malu, terlihat jelas sahabat nya jadi serba salah.
Duaarrrrrr.
Bagaikan mendengar petir di malam hari tanpa ada angin dan hujan, pernyataan sila jelas membuat dia terkejut.
Menyukai Zoe?.
Tiba-tiba senyuman manis di balik bibirnya menghilang berganti ekspresi, dia merasa tidak suka dan sedikit marah.
Suka pada Zoe?.
Jantung nya jelas berdetak begitu kencang.
"Frey"
Sila bicara cepat mengejutkan dirinya.
Entah setan mana yang ada difikiran nya saat itu, dia dengan buru-buru berkata.
"Zoe sudah memiliki seorang kekasih"
Bohong Freya cepat.
__ADS_1
"Ya?"
Sila jelas terkejut, dia langsung mengerutkan keningnya.
"Benarkah?"
Bisa dia lihat raut wajah kecewa dibalik layar handphone nya itu.
"Tapi dia bilang jika dia..."
Belum juga sila selesai bicara Freya dengan cepat menyela.
"Mereka baru saja jadian"
Gadis itu jelas menggenggam erat telapak tangan nya.
Dia tidak mau dan tidak suka seseorang menginginkan Zoe, dia benci ketika sila berkata sila menyukai Zoe.
Dia benar-benar benci mendengar nya.
"Maafkan aku karena tidak bisa membantu kamu"
"Apa kamu sering menghubungi nya? jika iya jangan terlalu sering, sebab kekasihnya sedikit pencemburu"
Hingga akhirnya mereka menghabiskan obrolan hanya untuk beberapa waktu, setelah itu Freya langsung menutup panggilan nya.
Gadis itu terlihat langsung masuk ke kamar mandi, menyandarkan tubuhnya di belakang pintu kamar mandi untuk beberapa waktu.
Freya sejenak memejamkan bola matanya, dia terlihat memijat sejenak kepalanya dengan jemari-jemari indah nya.
"Aku pasti sudah gila"
Batin Freya pelan sambil menarik pelan nafasnya.
******
Freya secara perlahan membuka bola matanya, cahaya lampu kamar cukup menyilaukan bola matanya saat ini, sejenak dia kembali memejamkan bola matanya hingga akhirnya sebuah suara membuat dia kembali membuka bola matanya.
Freya langsung membalikkan tubuhnya ke arah belakang, dia bisa melihat sosok Zoe yang terlihat sibuk mempersiapkan makanan pagi untuk dirinya.
__ADS_1
Gadis itu memperhatikan baik-baik punggung Zoe untuk waktu yang cukup lama, seketika dia mengembangkan senyuman nya.
Gadis itu mencoba membenahi bantal nya, masih dengan perasaan enggan dia berkata.
"Zoe"
Laki-laki itu seketika terkejut, dia langsung menoleh ke arah belakang.
"Kamu sudah bangun?"
Tanya laki-laki itu cepat.
"Gao akan pergi menemui rekan bisnis nya dari Xavier company, dia meminta kita untuk menemui investor lainnya"
Ucap Zoe cepat sambil mencoba mendekati Freya.
Laki-laki itu kemudian langsung duduk tepat disamping Freya dan berkata.
"Kamu menghindari aku selama 3 hari ini, kenapa?"
Tanya Zoe cepat kearah gadis itu.
Yah Freya menghindari Zoe setelah kejadian malam itu, bahkan Zoe cukup Sulit untuk membicarakan persoalan malam itu pada Freya sejak beberapa hari yang lalu.
Di takut gadis itu secara tidak langsung ingat kejadian malam itu bahkan bisa jadi membenci dirinya.
Alih-alih peduli ucapan Zoe, Freya Tiba-tiba berkata.
"Apa sila menghubungi kamu?"
Mendengar pertanyaan Freya jelas membuat laki-laki itu terkejut.
"Ya?"
"Apa kamu menyukai sila?"
Tanya Freya sekali lagi.
Laki-laki itu jelas mengerut kan keningnya.
__ADS_1