Gairah Cinta Bodyguard Putri Penguasa

Gairah Cinta Bodyguard Putri Penguasa
Begitu antusias menunggu kehadiran cucu


__ADS_3

Mansion utama Hillatop


Indonesia


Semua kekuarga tampak berkumpul menjadi satu, keramaian jelas terlihat di mana-mana, suara berisik saling sapa, obrolan yang pecah dan saling berbagi rindu jelas terdengar dimana-mana.


Para keluarga yang lama tidak berkumpul jelas berbaur memecah keheningan Mansion utama keluarga Hillatop tersebut.


Mereka akan bersiap-siap untuk pergi ke kediaman Abimanyu besok pagi, Kak Ayana nya akan melakukan acara 7 bulanan kehamilan nya.


Semua keluarga jelas bahagia menyambut calon cucu pertama.


Bisa Freya lihat bagaimana ekspresi Daddy Allzigra nya, laki-laki tua itu menunggu dengan berdebar-debar momentum mendekati kelahiran cucu pertama nya.


Bahkan saat menelepon dirinya di uni Emirat Arab, sang Daddy terus bertanya kapan dia pulang ke Indonesia, laki-laki tua itu ingin mengajak Freya untuk pergi berbelanja perlengkapan untuk calon cucu nya.


"Jadi kapan kita pergi belanja?"


Sang Daddy nya tiba-tiba mengejutkan Dirinya yang tengah berbaring di atas kursi sofa.


Freya merasa tubuhnya benar-benar tidak enak dalam beberapa waktu ini, sudah hampir 1 Minggu terus begini.


Pusing, lelah, tidak nyaman bahkan dia belakangan menjadi cukup manja dan cengeng soal banyak hal.


Dia gampang sekali merasa sedih jika ada yang bicara dengan nada tinggi kepada dirinya.


Pokoknya dia jauh lebih sensitif dari biasanya.


"Daddy?"


Freya jelas terkejut, langsung berusaha membenahi posisi tidur nya.


Sejenak bola mata Freya mencari sosok Zoe, biasanya laki-laki itu akan memijat kaki dan tubuh nya jika di uni Emirat Arab, tapi sejak mereka tiba semalam, laki-laki itu berusaha memasang jarak agar hubungan mereka tidak begitu kentara di hadapan Daddy Allzigra.


"Tentu saja setelah acara kak Ayana kan dad?"


Jawab Freya atas pertanyaan Daddy nya tadi.

__ADS_1


Sang Daddy terlihat manggut-manggut.


"Ahhh kamu tahu sayang? Daddy sedikit hmmm kamu tahu? maksud Daddy seperti orang yang pertama kali jatuh cinta pada mommy mu, rasa nya Daddy tidak sabaran ingin menggendong seorang cucu"


"kira-kira kita harus membeli apa lebih dulu?"


Sang Daddy nya bicara begitu antusias, terlihat Rona penuh bahagia di balik wajah tua yang masih terlihat kharismatik tersebut.


"topi yang lucu, kaos kaki dan kaos tangan, 🤔 hmmm stroller atau bahkan baby tub juga harus, tapi dad ngomong-ngomong anak kak Gao dan kak Ayana laki-laki atau perempuan? bukankah aneh jika seandainya kita membeli aneka warna pink untuk bayi laki-laki?"


Tanya Freya cepat ke arah Daddy nya.


"Mereka tidak mau memeriksa jenis kelamin nya"


Tiba-tiba raut wajah Daddy nya berubah.


"Ahhh itu juga bagus, memang seharusnya menerima dengan penuh kebahagiaan apapun jenis kelamin baby nya nanti"


Jawab Freya cepat.


Freya seolah-olah kembali berfikir.


"Warna golden atau silver bisa menunjukkan untuk dia jenis kelamin baby, atau putih terlihat lebih natural"


Freya mencoba untuk memberikan saran.


Sang Daddy nya terlihat manggut-manggut.


"Itu warna-warna yang indah"


Ucap Daddy nya kemudian, laki-laki itu terlihat mengulumkan senyuman nya, kemudian dia menatap wajah Freya untuk beberapa waktu.


Allzigra terlihat menyentuh lembut wajah Freya.


"Kamu baik-baik saja hmm?"


Tanya laki-laki itu tiba-tiba.

__ADS_1


"Ahh?"


Freya jelas bertanya sambil mengerutkan keningnya.


"Daddy fikir Sejak semalam kamu pulang, wajah kamu terlihat lebih tirus dan pucat"


Ucap Daddy nya pelan.


Freya terlihat menyentuh wajah nya sendiri.


"Benarkah? aku tidak menyadari nya"


Daddy nya mengangguk cepat


"Apa Zoe menjadi kakak yang baik untuk kamu selama di Uni Emirat Arab?"


Tanya Daddy kemudian.


Buru-buru Freya mengangguk kan kepalanya.


"Zoe sangat baik, dia begitu memanjakan ku dad, dia laki-laki yang begitu penuh tanggung jawab dan luar biasa, bahkan dia selalu memperlakukan aku seperti seorang tuan putri"


Freya bicara dengan penuh semangat.


Mendengar ucapan putri nya Allzigra jelas merasa tenang.


Dia fikir hubungan kakak adik yang buruk dulu kini berubah begitu baik dan drastis.


"Tapi wajah kamu benar-benar pucat, Daddy fikir kamu sakit hmmm? sebaik nya Daddy panggil kan dokter keluarga untuk memeriksa keadaan kamu sekarang juga"


Allzigra menatap khawatir putri nya itu.


Freya fikir itu mungkin pilihan yang cukup baik, dia belum sempat memeriksakan dirinya ke dokter kemarin.


"Baiklah, itu bukan masalah"


Jawab nya sambil mengembang kan senyuman nya.

__ADS_1


__ADS_2