Godaan Si Lugu

Godaan Si Lugu
Lingerie Hitam


__ADS_3

Joana teringat akan ciumannya dengan Arga saat ia melihat bibir Arga dari jarak yang sangat dekat.


Arga pun begitu. Dia langsung menyesali tindakan impulsifnya saat ia memandikan Joana dan saat ia nekat berciuman dengan Joana.


Mereka lalu saling dorong saat jantung mereka berdua berdetak semakin kencang. Mereka lalu saling membuang muka dan melangkah pergi ke tempat.tujuan mereka masing-masing dengan saling memunggungi.


Leo memperhatikan sikap Joana dan Arga dari tempat ia memainkan musik box-nya. Leo menghela napas panjang dan sambil menggeleng-gelengkan kepalanya ia bergumam, kenapa Ana dan Arga bersikap aneh seperti itu? Apa mereka saling suka?


Tiba-tiba terdengar suara teriakannya Joana, "Lepaskan aku pemabuk gila!"


Seorang pemuda yang berdiri sempoyongan menyeringai dan meraih Joana lalu ia peluk dengan erat sambil berkata, "Aku tidak mabuk dan aku bisa lihat dengan jelas kalau kau adalah gadis kecil yang sangat manis dan cantik. Temani aku pulang malam ini dan aku akan berikan uang jajan yang sangat banyak"


Arga menggeram marah dan langsung melompat keluar dari meja barnya saat ia melihat Joana dipeluk seorang pria asing.


Namun, sebelum Arga berhasil mendaratkan bogem mentahnya di wajah pemuda itu, Joana lebih dulu membanting pemuda kurang ajar itu di atas lantai.dan seketika itu pula pemuda itu jatuh pingsan.


Arga terkesiap kaget dan spontan berkata,."Wow!"


Leo berlari mendekat dan langsung bertepuk tangan sambil berkata, "Astaga, Ana! Kau wonder woman ternyata"


Arga kemudian menyuruh Joana naik ke atas sementara ia menarik keluar pemuda yang sudah mabuk berat itu keluar dari dalam barnya.


Leo menyusul Arga untuk berkata, "Kau susul Ana! aku akan panggilkan bocah tengik ini taksi"


Arga menganggukkan kepalanya dan setelah menepuk pundak Leo, dia melangkah masuk kembali ke dalam bar dan berlari cepat untuk naik ke lantai atas.


Darren tunangannya Joana menemui Leonard untuk berkata, "Saya juga sudah menyebarkan anak buah saya untuk menemukan Joana. Dan setelah Joana ditemukan, saya minta segera nikahkan kami, kalau tidak, Joana akan kabur lagi dan saya akan minta Papa saya untuk segera menginvestasikan banyak uang di bisnis baru Anda"


"Aku setuju" Sahut Leonard Alexander dengan senyum lebar.

__ADS_1


Joana tengah berdiri di depan cermin besar yang ada di dalam kamarnya Arga. Joana tengah mencoba memakai baju tidur seksi pemberiannya mama Mia, saat Arga mengetuk pintu.


Joana yang masih lugu dan polos karena, dia memang tidak pernah keluar dari rumah mewahnya, berjalan ke pintu dengan masih mengenakan baju tidur berwana hitam pekat, dengan belahan di dada yang cukup rendah, dan transparan.


Pintu terbuka lebar dan kata apa kau baik-baik saja yang ingin Arga lontarkan, tertelan kembali bersamaan dengan tertelannya air liurnya Arga. Mata Arga melotot saat ia melihat dada Joana yang hampir terbuka seluruhnya dan ia segera berbalik badan memunggungi Joana saat ia melihat lekuk tubuh Joana yang terlihat di balik baju tidur transparan itu.


"Ada apa?" Tanya Joana dengan kepolosannya.


"Apa kau memakainya untuk menggodaku?" Arga bertanya dengan suara sedikit serak di saat dirinya mulai berusaha melawan gairahnya yang sedikit demi sedikit timbul.


"Memakai apa?" Joana balik bertanya dengan nada lugu.


"Kenapa kau pakai lingerie?" Arga bertanya dengan nada kesal dan tanpa menoleh ke belakang.


"Oh, ini. Aku hanya iseng mencobanya karena kata Mama Mia, aku udah dewasa dan sudah nggak pantas pakai piyama atau baju tidur babydoll doll" Sahut Joana dengan santainya.


"Ketegangan? Ketegangan apa maksudmu? Aku nggak ngerti sama sekali" Joana menarik bahunya Arga dengan polosnya sambil berkata, "Kalau ngomong tuh menghadap ke lawan bicara. Kenapa memunggungi aku terus?"


Arga menahan napas saat ia kembali melihat Joana dengan baju tidur seksi berwana hitam transparan dengan bagian dada yang sangat rendah. Kemudian Arga menunjuk Joana, "Kau.....kau ......."


"Aku kenapa?" Joana berkacak pinggang dengan polosnya dan membuat lingerie hitam itu terangkat ke atas dan naluri kelaki-lakiannya Arga membuat kedua bola matanya Arga mengarah ke bawah dan Arga bagaikan terbakar api neraka saat ia melihat dua kaki jenjangnya Joana yang mulus, putih, dan sangat indah.


Arga sontak berbalik badan dan langsung berlari kencang meninggalkan Joana.


Joana menatap laju larinya Arga dengan bergumam, "Ada apa dengannya? Dia kenapa sering berlari tanpa sebab setiap kali berhadapan denganku? Apa aku ini jelek atau apa karena aku bau?" Joana menarik rambutnya yang dikepang untuk ia cium dan berkata, "Rambutku wangi, kok. Aku keramas tadi"


Arga Kembali ke meja bar dan langsung membuka lemari es untuk mengambil satu botol air mineral dingin berukuran sedang. Dia membuka tutup botol air mineral berukuran sedang itu dengan tidak sabar dan dengan napas terengah-engah ia langsung menenggaknya sampai habis.


Leo sontak menyemburkan tanya, "Kau habis melihat apa? Kuntilanak, ya?"

__ADS_1


Arga melemparkan botol air mineral yang telah kosong ke Leo sambil mengumpat kesal, "Sial! Bikin kaget aja. Sejak kapan kau ada di sini?"


"Sejak tadi. Aku menggantikan tugas kamu meracik minuman. Kasihan Boy kau tinggal sendirian di sini" Sahut Leo.


Boy si asisten bartender, tersenyum lebar ke Arga, lalu berkata, "Saya sebenarnya bisa sendiri. Bos Leo hanya mencari alasan untuk bikin cocktail"


Leo meringis ke Arga.


Arga kemudian bersandar ke lemari es dan menghela napas panjang untuk melepaskan ketegangannya.


"Ada apa denganmu? Kamu sakit?" Tanya Leo.


Arga langsung menegakkan badannya dan memakai kembali celemeknya sambil berkata, "Aku baik-baik saja. Sekarang keluarlah dari sini! Terlalu sempit kalau kita bertiga ada di balik meja bar kayak gini"


"Oke, oke, aku keluar" Sahut Leo sembari membawa gelas cocktailnya.


Sementara Joana duduk di depan televisi dan karena terburu-buru ingin melihat berita terkini, dia lupa kalau dia menonton televisi dengan masih memakai baju tidur seksi.


Joana tersentak kaget saat berita di televisi menayangkan foto dirinya dan menampilkan papanya yang berpura-pura sedih kehilangan dirinya dan yang membuatnya lebih kaget lagi, papanya sekaligus mengumumkan pernikahannya dengan Paloma.


Joana langsung mematikan televisi, lalu ia meringkuk di atas sofa sembari bergumam di dalam isak tangisnya, "Kenapa Papa tega menikah dengan wanita itu tanpa ijin dariku? Papa pasti lebih mencintai wanita menjijikkan itu daripada aku, putri kandungnya" Joana terus menangis sampai dia akhirnya ketiduran di atas sofa.


Leo, Mona, dan Boy pamit pulang setelah bar ditutup oleh Arga. Arga kemudian melepas celemeknya, lalu melipat celemek itu dan menaruhnya di tempat biasa. Lalu, pria tampan itu naik ke lantai atas dan mandi di kamar mandi yang letaknya di luar karena, dia pikir Joana pasti sudah tidur dan mengunci pintu kamar.


Selesai mandi, Arga berniat untuk melihat televisi sebentar sebelum tidur dan dia terkejut bukan main saat ia melihat Joana meringkuk di atas sofa dengan mengenakan lingerie hitam dan bagian bawah baju tidur seksi itu tersingkap ke atas. Arga meraup wajah tampannya dan saat ia kembali merasakan ketegangan, dia menunduk ke bawah dan berkata, "Sabar ya Juniorku!"


Lalu dia mendekati Joana, merengkuh tubuh Joana ke dalam pelukannya untuk ia bopong ke kamar. Arga merebahkan Joana perlahan di atas tempat tidur dan dia sontak mengumpat, "Sial!" Saat Joana menariknya sambil mengigau, "Papa! Jangan tinggalkan aku!" Lalu Joana memeluk erat lehernya Arga.


Arga menarik keras lehernya dari pelukannya Joana dan saat ia berhasil menarik lepas lehernya, Arga segera menarik selimut untuk menutupi tubuh Joana yang masih dibalut baju tidur seksi. Kemudian, Arga berdiri tegak untuk memperhatikan Joana. Wajah tirus, hidung kecil yang mancung, bibir tipis yang mungil tapi penuh, membuat Arga bergumam tanpa sadar, "Dia gadis lugu yang sangat cantik"

__ADS_1


__ADS_2