
Darren tidak bisa tidur semalaman. Dia dihantui mimpi buruk akibat penyesalannya berselingkuh dari Joana. Dia sangat merindukan Joana dan karena ingin segera bisa menemukan calon istrinya, Darren memutuskan pergi ke kantor polisi di pagi-pagi buta.
Leonard Alexander juga merasakan kegelisahan yang sama. Dia mulai menyadari bahwa sesungguhnya dia menyayangi Joana saat Joana menghilang. Leonard juga didera rasa penyesalan yang begitu dalam karena telah menjauhi Joana sejak Joana lahir ke dunia ini. Leonard juga pergi pagi-pagi buta meninggalkan istri cantiknya yang masih tertidur lelap untuk menemui detektif handal yang dia sewa untuk mencari Joana.
Sementara itu, Arga tampak bingung di depan meja makan, Joana asyik berendam air panas di dalam bath-tub.
Arga mencubit dagunya dan bergumam, "Ada roti tawar dan selai cokelat. Tapi, sepertinya gadis kecil itu suka makanan rumahan. Aku akan masak nasi dan masak sarapan sederhana untuknya"
Setelah memasukkan beras yang sudah dicuci ke dalam rice cooker dan memencet tombol on, Arga membuat telur orak-arik yang dicampur dengan irisan tipis buncis dan wortel. Lalu, pria tampan berkulit putih bersih dan berhidung mancung itu dengan bola mata hijau itu, membuat sosis bakar. Sambil membakar sosis, ia bergumam kesal, "Kenapa pikiranku terus terarah ke lingerie hitam yang dipakai Ana kemarin dan pikiranku terus mengingat ciumanku dengan Ana? Dasar otak mesum!" Arga memukul pelipisnya dengan spatula yang terbuat dari plastik tahan panas dan aman untuk makanan.
Setelah sosis bakarnya matang, Arga meletakkan sosis bakar itu di meja makan, bersebelahan dengan telur orak-arik. Dia lalu mengecek rice cooker dan tersenyum senang saat nasinya sudah matang sempurna. Kemudian, pria tampan yang sangat pandai meracik berbagai macam minuman itu, menuangkan susu instan ke dalam gelas, setelah itu ia menyomot roti tawar, meletakkan sosis bakar ke tengah roti tawar itu, lalu ia menggulungnya dan membawa pergi roti tawar gulung berisi sosis bakar itu menuju ke garasi mobilnya.
Joana keluar dari dalam kamar mandi setelah mandi selama hampir satu jam penuh dan dia berhenti melangkah saat ia melewati cermin besar yang ada di dalam kamarnya. Joana memutar badan menghadap ke cermin dan menatap pantulan dirinya di cermin itu. Joana tersenyum dan bergumam, "Benar kata Mama Mia, aku udah gede sekarang ini dan setelan baju model begini, sangat cocok untukku"
Arga menggigit roti gulung isi sosis bakar sembari bergumam, "Kenapa perasaanku baik-baik saja alih-alih merasa sedih, stres atau hampir gila dengan pengkhianatannya Paloma. Kenapa kesedihanku dan kekecewaanku karena dibohongi dan ditinggal menikah oleh Paloma, menguap begitu saja kalau aku melihat Ana? Ada apa dengan diriku?" Arga lalu menjejalkan gigitan terakhir roti tawar gulung isi sosis bakar itu ke dalam mulut, lalu ia menenteng tas khusus berisi perkakas perbengkelan dan berjalan menuju ke mobil pickup kesayangannya.
Dengan berbalut celana jins pendek yang pas membentuk bokong indah dan seksinya dan blus putih dengan kerah model V yang rendah berlengan pendek, Joana melangkah keluar dari dalam kamar dengan penuh rasa percaya diri.
Joana celingukkan saat ia tidak menemukan keberadaannya Arga di sudut manapun. Bahkan di ruang keluarga yang dibingkai kaca tembus pandang, Joana juga tidak melihat Arga di sana.
Gadis muda yang masih berumur belasan dan sangat lugu itu, kemudian duduk di meja makan dan tersenyum,."Dia menyiapkan ini semua untukku?" Joana mencicipi orak-arik telur dengan irisan tipis buncis dan wortel, lalu bergumam, "Emm, enak banget masakannya"
__ADS_1
Gadis muda nan cantik yang memiliki rambut dan kaki jenjang yang sangat indah itu, kemudian membawa gelas dan piring ke wastafel dan dia bergumam, "Bagaimana caranya mencuci piring dan gelas? Aku akan cari Mas Arga dulu untuk nanya"
Joana bergegas ke garasi mobil saat ia mendengar ada suara berisik dari arah sana.
"Mas, aku mau nanya" Joana berdiri di depan mesin mobil saat ia melihat Arga rebahan di bawah mobil.
Arga menarik turun badannya agar dia bisa mengangkat kepala dan melihat Joana. Namun, sontak ia membeku saat kedua bola matanya menangkap kaki jenjang indahnya Joana dan saat ia refleks mengangkat kepalanya, kepalanya terbentur badan mobil bagian bawah. Arga mengaduh sekalian mengumpat kesal, "Aduh! Kenapa kau pakai baju kayak gitu?"
Joana berjongkok dan sambil mengusap keningnya Arga dengan keluguannya, dia bertanya, "Kali ini apa yang salah dengan baju yang aku pakai ini? Kenapa semua yang aku pakai nggak bener di mata kamu? Padahal menurut kacamatanya Mama Mia, semua baju yang aku pakai, bagus dan cocok untukku"
Arga menepis tangannya Joana dari keningnya dan sambil bangkit berdiri, dia berucap, "Yeeaaahhh! Terserah kamu dan Mama Mia aja. Apa yang ingin kau tanyakan?"
"Apa salahnya? Aku ada di garasi mobil dan sedang membetulkan mesin mobil, jadi panas dan aku buka aja kaosku" Arga mendelik kesal ke Joana.
"Kau......kau tidak boleh bertelanjang dada lagi di depanku" Joana langsung berbalik badan dan memunggungi Arga dengan napas menderu.
"Hei, anak kecil! Kemarin kau pakai lingerie aja aku diam aja dan kenapa sekarang aku seperti ini, kau protes?" Arga bertanya dengan nada heran.
"Pokoknya itu tidak sopan, titik. Pakai kembali kaos kamu dan ajari aku caranya mencuci piring dan. gelas" Sahut Joana.
"Kau kemarin bisa menggoreng omelet, tapi kenapa nggak bisa cuci piring dan gelas?" Arga berucap sembari memakai kembali kaosnya.
__ADS_1
"Aku kemarin cuma melanjutkan gorengan kamu. Aku bisa karena sebelumnya aku, kan, melihat kamu" Sahut Joana sembari melangkah masuk menuju ke anak tangga.
Arga mengikuti Joana dengan helaan napas panjang.
Arga kemudian mengajari Joana mencuci piring dan gelas dengan cara menyusupkan kedua tangan di kedua sisi badannya Joana dari arah belakang.
Mereka menahan napas dan saling berdeham jika tangan mereka secara tidak sengaja saling bersentuhan. Setelah menyelesaikan kegiatan mencuci piring, Arga bergegas berlari ke kamar mandi untuk mendinginkan tubuhnya. Arga bergumam di dalam kamar mandi, "Kenapa akhir-akhir ini aku sering merasa kepanasan, padahal cuaca sering mendung"
Sementara itu, Joana masih mematung di depan wastafel dan bergumam, "Kenapa jantungku berdegup nggak jelas kayak gini? Aku nggak pernah merasakan seperti ini saat aku bersama dengan Mas Darren"
Arga muncul di depan Joana dengan kaos dan celana jins belel yang panjang. Lalu ia menyerahkan dua lembar uang berwarna biru ke Joana.
Joana menerima uang itu dan bertanya, "Apa ini?"
"Itu uang gaji kamu. Udah aku potong seratus ribu rupiah untuk biaya kamu tinggal dan makan di sini" Sahut Arga dengan wajah dan sikap santai.
Joana menatap uang di tangannya dengan terharu karena baru pertama kalinya ia memegang uang hasil jerih payahnya sendiri. Joana kemudian mengangkat wajah cantiknya untuk menatap Arga dan refleks dia memeluk leher Arga dengan kedua lengannya dan berkata, "Terima kasih banyak. Ini uang pertama yang aku pegang. Dan ini uang hasil dari jerih payahnya sendiri. Terima kasih banyak"
Arga tanpa sadar berucap, "Lepaskan pelukan kamu kalau kamu nggak ingin aku cium!"
Joana mengerjapkan-ngerjapkan kelopak matanya beberapa kali dan menatap lekat wajah tampannya Arga tangan mengeluarkan suara.
__ADS_1