Godaan Si Lugu

Godaan Si Lugu
Akihiro


__ADS_3

Aika tersenyum penuh arti sambil bergumam di dalam hatinya, kalau aku nggak bisa menyentuh Ana, maka dengan cara begini saja aku balas perlakuan kamu ke aku. Berani benar kamu memutuskan hubungan kita begitu saja. Mario Alexei, bersiaplah sakit hati saat kau bangun nanti, kau akan. melihat Ana bersanding dengan. pria lain,


Akihiro memberanikan diri bertanya, "Apakah saya boleh mengajak Ana pergi keluar? Sepetinya Ana bosan dengan obrolan bisnis"


"Oh, tentu saja boleh" Sahut Leonard dengan wajah semringah.


Joana bangkit berdiri saat ia melihat pemuda tampan yang bernama Akihiro bangkit berdiri untuk mengajaknya keluar.


"Kamu ingin pergi ke mana?" Tanya Akihiro.


"Entahlah. Aku tidak begitu suka jalan-jalan. Aku nggak pernah keluar rumah untuk jalan-jalan" Sahut Joana.


"Aku juga kebingungan mau ajak kamu ke mana, karena aku, baru saja bangun dari tidur panjang" Ucap Akihiro dengan ekspresi datar.


"Maksud kamu?" Joana menoleh ke Akihiro.


"Aku koma selama bertahun-tahun dan baru bangun kemarin. Untuk itulah aku belum diijinkan bawa mobil sendiri. Selama beberapa bulan ke depan, aku harus pergi bersama supir pribadi" Sahut Akihiro.


"Kenapa kamu bisa koma selama bertahun-tahun? Maaf, aku banyak tanya"


"Nggak papa. Kita akan menikah tahun depan, jadi wajar kalau kamu pengen tahu lebih banyak soal diriku. Aku koma karena ginjalku rusak semuanya. Untung saja ada orang yang bersedia kasih satu ginjalnya ke aku dan untungnya ginjal itu cocok untukku. Jadi, yeeaahh, di sini lah aku sekarang ini. Bisa bertemu dengan wanita secantik kamu"


Joana tersenyum lalu berkata, "Terima kasih atas pujiannya. Kamu juga lumayan tampan. Wajah Jepang milik Mama kami, nempel persis di wajah kamu"


"Apa kamu suka dengan wajahku ini?" Akihiro menatap lekat kedua kelopak mata hitamnya Joana.


"Emm, Yeeaah, lumayan suka lah" Sahut Joana dan Akihiro tergelak geli.


"Aku suka kejujuran kamu, Ana" Sahut Akihiro kemudian.


"Lalu, kita ke mana sekarang ini?"


"Kamu udah boleh makan apapun? Atau masih dibatasi?"

__ADS_1


"Aku rasa boleh. Dokter tidak mengatakan pantangan makanan kemarin" Sahut Akihiro.


"Aku akan ajak kamu ke toko rotiku kalau begitu"


"Kata Mama, kamu adalah mantan penari balet yang pernah menyabet medali emas di kancah Internasional. Nggak nyangka, ternyata kamu punya toko kue juga?"


"Iya. Pak, tolong belok kanan lalu lurus aja. Nanti, di kanan jalan ada tulisan toko ke Cupcake Cilukba, kita berhenti di sana"


"Baik, Non" Sahut supir pribadinya Akihiro.


Akihiro duduk di salah satu meja yang menghadap ke jalan raya. Kaca transparan yang mengelilingi toko kuenya Ana, membuat para pelanggan bisa menikmati jalan raya.


Joana menyajikan dua piring berisi cupcake keju andalannya dan dua cangkir besar cokelat panas di atas meja.


"Cicipilah! Tapi, jangan bohong! Kalau kamu nggak suka dan ngerasa kalau kuenya nggak enak, bilang aja maka aku........."


"Hmm. Enak sekali! Aku suka banget. Ini makanan terenak yang aku makan pertama kali saat aku bangun dari tidur panjangku. Terima kasih Ana"


"Beneran enak?"


"Syukurlah kalau kamu suka" Sahut Joana dengan wajah cerah ceria.


"Kamu bukan hanya cantik, lembut, dan elegan. Kamu juga, hebat dan mandiri. Aku semakin bersyukur bisa bertemu dan berkenalan dengan kamu dan dengan cupcake kamu ini"


Joana tertawa renyah dan Akihiro langsung berkata, "Kau tahu, kamu terlihat seribu kali jauh lebih cantik kalau tertawa lepas seperti itu"


Joana langsung tersenyum dan berkata, "Terima kasih banyak. Jangan memuji diriku terus! Bisa besar kepala aku nantinya"


"Besar kepala nggak papa yang penting tetap cantik"


Joana kembali tertawa renyah dan berkata, "Aku menyukai selera humor kamu"


Akihiro tertawa dan berkata, "Terima kasih Ana"

__ADS_1


Joana menikmati kebersamaannya dengan Akihiro. Dia juga menikmati setiap momen kencannya dengan Akihiro. Akihiro mampu membuatnya merasa lega, santai dan bebas menjadi dirinya apa adanya. Dia seolah menemukan kembali karakter Arga Hewitt di diri Akihiro.


Keesokan harinya, Rosa menemui Joana di ruang kerjanya Joana dan langsung berkata, "Di mana Mario? Kau sembunyikan Mario di mana?"


"Lho, kamu, kan, tunangannya, kok, malah nanya ke aku di mana Mario? Aku nggak tahu di mana Mario dan aku nggak mau tahu"


"Bohong! Jangan macam-macam denganku! Kalau sampai kamu menyembunyikan Mario dan ingin merebutnya dariku maka aku akan........."


"Aku udah punya tunangan juga. Jadi, jangan sombong Lo. Aku akan menikah tahun depan dan dia orangnya"


Rosa sontak menoleh ke belakang dan ia melihat seorang pemuda tinggi dan tampan melangkah ke Joana lalu memeluk pinggang Joana.


Melihat hal itu, Rosa langsung berbalik badan dan pergi meninggalkan Joana.


Rendy mulai kalang kabut dan merasa panik karena ia melihat Mario, belum menampakkan tanda -tanda untuk sadar, padahal dua Minggu sudah berlaku sejak Akihiro bangun dari tidur panjang.


Rendy diijinkan masuk ke kamar rawat inap ya Mario sejak Akihiro sadar.


"Ayo bangun, Rio! Bangun dan beraktivitas lagi seperti sedia kala. Kau tahu, aku sampai sesumbar dengan Novi. Novi nembak aku dan karena aku panik lihat kamu belum ada tanda-tanda menuju sadar, aku bilang ke Novi kalau aku akan menerima Novi menjadi pacarku kalau kamu sadar dan bangun dalam keadaan sehat. Maka bangunlah dan ejek aku sepuas kamu saat aku akhirnya mau untuk berpacaran dan orang itu adalah Novi. Yeeaah, Novi cantik, sih. Cuma, ia terlalu ceriwis orangnya"


Di Kencan pertamanya setelah pergi ke toko kuenya, Akihiro mendaratkan ciuman di punggung tangannya. Hal itu membantu Joana menentukan bahwa Akihiro adalah seseorang yang ingin menghormati. Jika pria tersebut memang tertarik dengan Anda, kemungkinan besar ciumannya akan terasa sensual.


Sedangkan Akihiro yang benar-benar jatuh hati kepada Joana, ia selalu memperhatikan Joana. Akihiro memperhatikan kalau Joana sepertinya nyaman dengan obrolan mereka berdua. Joana juga sering tertangkap basah sedang memperhatikan semua gerak-gerik Akihiro saat Akihiro berbicara atau bercerita. Bahkan Akihiro merasakan, kalau hampir semua tatapannya Joana seolah menggoda dan sedang menunggu Akihiro untuk melangkah ke tahap selanjutnya. Tidak lagi hanya sekadar mencium punggung tangan dan bergandengan tangan.


Maka di bulan ketiga kencan mereka, Akihiro memberanikan diri untuk mencium kening Joana. Namun, tanpa Akihiro duga, Joana mengecup bibirnya, lalu berlari masuk ke dalam rumah.


Akihiro seketika mematung lalu ia mengusap bibirnya dan sambil tersenyum bahagia, ia bergumam, "Kamu cewek impulsif ternyata dan aku sangat menyukainya"


Keesokan harinya, Akihiro mengajak Joana pergi ke vila miliknya yang berada di pulau pribadi dengan menggunakan kapal mewah miliknya. Joana yang belum pernah naik kapal apalagi kapal mewah, langsung mengiyakan permintaannya Akihiro itu dengan wajah semringah.


Beberapa jam berikutnya, Akihiro dan Ana berada di dalam kapal mewahnya Akihiro. Akihiro yang masih menyetel auto kemudi, bilang ke Joana, "Beristirahatlah di kamar kamu dulu!"


Joana turun ke bawah dan saat ia membuka pintu kamarnya, ia terkejut bukan main. Dia langsung menutup dan mengunci pintu kamarnya sembari mendelik dan menyemburkan tanya, "Kenapa kau bisa ada di sini?"

__ADS_1


Mario tersenyum penuh arti lalu berkata, "Lama nggak berjumpa dengan dirimu, kamu tambah cantik dan menawan, Ana"


__ADS_2