Godaan Si Lugu

Godaan Si Lugu
Terhina


__ADS_3

Rendy terpaksa melajukan mobilnya ke apartemennya Novi.


Beberapa menit kemudian, Rendy berdiri canggung di depan pintu apartemennya Novi.


"Pencet bel nggak, ya? Ah! Apa besok aja ke sininya" Rendy berbalik badan dan hendak pergi, namun ia justru berdiri berhadapan dengan Novi.


"Kenapa kau di sini?" Tanya Novi.


Alih-alih menjawab pertanyannya Novi, ia bertanya, "Kenapa kau ada di luar apartemen?"


"Kebiasaan, ya. Ditanya malah balik tanya"


"Dan kenapa sekarang ini kamu berbicara pakai bahasa informal sama aku?"


Novi meringis, "Maaf, pak. Saya merasa kalau kita ini sudah akrab, karena saya udah nembak Bapak, kemarin, hehehehe"


Rendy mendengus kesal dan saay Rendy hendak melangkah melintasi Novi, Novi langsung mencekal pergelangan tangannya Rendy, "Bapak mau apa ke sini? Kok malah pergi? Bapak mencari saya, kan?"


"Nggak. Siapa yang mencari kamu?" Rendy berucap sambil menarik tangannya.


"Lalu, kalau tidak mencari saya, kenapa Bapak berdiri di depan pintu apartemen saya?"


"Upacara" Sahut Rendy asal dan Novi langsung tergelak geli.


Novi lalu mengamati wajah Rendy dan langsung menyemburkan tanya, "Ah! Apa Pak Rendy mau kasih jawaban ke saya? Apa Pak Rendy akan bilang iya ke saya dan kita akan pacaran mulai sekarang dan ....... hmmpppt"


Karena kesal dengan keceriwisannya Novi, alih-alih pergi meninggalkan Novi, Rendy malah membungkam mulut Novi dengan mulutnya.


Rendy kemudian menarik mulutnya dan langsung memegang tangannya Novi sambil berkata, "Maafkan aku. Aku telah bertindak impulsif"


Novi tersenyum dan meletakkan lengannya di bahu Rendy. Novi mulai menggerakkan tubuh sehingga ia berada lebih dekat dengan Rendy sambil bertanya, "Apa ini artinya, kita udah jadian?"


Rendy mencoba memeluk Novi dan hanya bisa mengangguk pelan. Novi memekik girang lalu ia mencondongkan wajahnya ke depan dan mencium Rendy.


Mario berjalan mendekati Joana dan Joana terus melangkah mundur sampai punggungnya membentur pintu.

__ADS_1


Mario langsung mengungkung tubuh Joana sambil berkata, "Aku sangat merindukan kamu, kucing liarku"


Joana mendorong tubuh Mario, tapi Mario bergeming.


Joana mendengus kesal lalu berkata, "Jangan macam-macam! Akihiro ada di atas dan dia akan segera turun untuk mengecek keadaanku"


"Kau hebat bener jadi cewek, ya? Baru beberapa bulan tidak bersama denganku, kau sudah berada di pelukan pria lain"


"Jangan urusi urusanku! Urus saja tunangan kamu si Rosa itu! Dia selalu mengira kalau aku menyembunyikan kamu dan ingin merebut kamu darinya. Dengar, ya, katakan ke Rosa kalau aku bukanlah pelakor" Joana mendelik ke Mario.


"Tapi, kau tukang selingkuh. Istri yang nggak setia. Masih punya suami, tapi berpacaran dengan pria lain di kapal mewah ini. Kalian mau ke mana?"


"Bukan urusan kamu!" Joana mencoba mendorong lebih keras tubuhnya Mario, namun Mario tetap bergeming.


Joana kembali mendengus kesal dan melotot ke Mario sambil mendesiskan kata, "Minggir!"


"Kamu mau ke vila pribadinya Akihiro, ya? Jangan ke sana, Ana! Kau akan menyesalinya kalau ke sana. Akihiro bukanlah pria baik seperti yang kamu lihat saat ini, dia ........"


"Dia nggak seperti kamu. Paling nggak, dia berkenalan denganku memakai nama aslinya. Tidak seperti kamu, cih" Joana bersedekap di depan Mario.


Mario menggeram kesal dan mulutnya langsung menyambar mulut Joana. Perempuan pujaan hatinya Mario itu mengelak dengan menggeleng keras kepalanya dari satu sisi ke sisi yang lain sambil berteriak, "Tidak. Tidak!"


Joana pertahannya melemah. Dia mengutuk dirinya sendiri kenapa dia begitu mudah ditaklukkan oleh pria brengsek itu


Mario tidak mengunakan tangannya sama sekali. Dia hanya menggunakan sejumlah kecupan secara tepat. Lidahnya merupakan perpaduan sempurna antara perintah dan ciuman. Panasnya ciuman pria itu melelehkan embusan napas perlawanan terakhir Joana.


Joana benar-benar melemah karena itu adalah ciuman membabi-buta yang belum pernah Mario berikan padanya.


Ketika akhirnya Joana mengangkat kepalanya bibir Joana tampak merah muda menggoda dan tampak basah seksi, matanya menggelap disapu kabut gairah, tubuhnya terasa hangat dan lunak. Dada Joana naik turun dan napasnya menderu dengan cepat. Mario menurunkan pandangannya ke dada Joana dan dengan tanpa permisi, ia nekat menyentuhnya. "Oh, Manisku, kau terasa sangat luar biasa"


Joana merasa terhina akan kebebasan Mario atas dirinya. Dia langsung mengutuk dirinya sendiri saat ia merasakan dirinya menyetujui perbuatan pria itu. Saat ia berhasil membebaskan diri dari pria itu, dia langsung melotot dan berteriak, "Kenapa kau lakukan itu?!"


Joana cukup terguncang dan dengan masih terengah-engah ia menghadapi Mario yang tampak senang melihat kemarahannya.


Mario berkata dengan santai, "Aku hanyalah menjalankan tugas seorang Suami menaklukkan Istri yang liar dan suka selingkuh"

__ADS_1


Sebelum Joana sempat membalas ucapan pedasnya Mario dengan setimpal, Mario berlari ke jendela dan melompat turun"


Joana berlari untuk melihat apakah Mario terjatuh ke air atau tidak? Kalau jatuh ke air, Mario bisa mati tenggelam. Namun, ia melihat Mario melambaikan tangan di atas Speedboat.


Joana mendengus kesal saat ia melihat pria itu sudah pergi.


Joana tersentak kaget saat pintu kamarnya diketuk Joana langsung. menutup jendela dan berlari cepat ke pintu. Ia membuka pintu, "Mas....."


Akihiro mendorong pintu dan langsung mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru kamar sambil berucap, "Apakah ada orang di kamar ini?"


"Aku orangnya" Sahut Joana.


"Aku mendengar kamu bercakap-cakap dengan seseorang" Akihiro menoleh tajam ke Joana


Joana menatap Akihiro dengan gusar dan mulutnya seketika terasa kering.


"Mana orangnya? Siapa dia?" Tanya Akihiro.


"Itu tadi, emm, aku nonton drama Korea di ponselku dan aku jengkel pas lihat adegan si pria berselingkuh dan melakukan KDRT. Jadi, aku bergumam marah-marah sendiri tadi"


"Mana dramanya? Boleh aku lihat?"


Joana tersenyum lebar dan dengan penuh percaya diri dia mengambil telepon genggamnya karena ia memang melihat drama Korea saat ia melangkah menuju ke kamarnya tadi.


"Nih! Mau lihat bareng?" Tanya Joana sambil memperlihatkan layar telepon genggamnya ke Akihiro


Akihiro langsung menghela napas lebar dan tersenyum lebar saat ia menemukan Joana telah berkata jujur kepadanya.


"Baiklah. Kita makan, yuk! Chef dan timnya udah siapkan makanan spesial untuk kita"


"Ayo" Sahut Joana dengan wajah ceria sambil menggelungkan kedua tangannya ke lengan atasnya Akihiro.


Joana duduk berhadapan dengan Akihiro dan sambil mengunyah kue keju, Joana bertanya, "Apa yang akan kita lakukan di vila kamu?"


"Ada pesta di sana. Kamu akan aku kenalkan dengan teman-temanku"

__ADS_1


"Pesta? Pesta apa? Aku nggak suka pesta"


"Tapi, pesta kali ini kamu akan suka" Akihiro tersenyum penuh arti.


__ADS_2