Godaan Si Lugu

Godaan Si Lugu
Cerita


__ADS_3

"Kenapa Mas bilang kalau Mas akan berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Memangnya Mas melakukan hal apa?"


"Panjang ceritanya. Besok kalau pas longgar, aku akan ceritakan semuanya ke kamu"


Pasangan pengantin baru itu akhirnya tiba di rumah yang tidak begitu besar. Tapi, rumah itu nampak asri dan nyaman untuk ditempati. Arga langsung berkata, "Kamu duduk dulu! Aku akan bersih-bersih"


"Aku juga mau bantuin"


Pasangan pengantin baru yang tengah dimabuk cinta itu, membersihkan rumah dengan penuh canda tawa dan sesekali saling mendaratkan ciuman dan pelukan mesra.


Setelah selesai merapikan rumah, Arga mengajak Joana duduk di depan televisi sembari menunggu sayur sop dan nasi matang.


"Kamu hebat, Mas" Joana memeluk pinggang Arga dan menyadarkan kepalanya di dada Arga.


"Apanya yang hebat?"


"Bisa bersih-bersih rumah sambil masak sop dan nasi"


Arga mencium kening Joana dan berkata, "Kamu juga hebat. Dalam kondisi hamil masih aja semangat bersihin rumah"


Arga langsung tertegun saat ia mendengar berita di televisi. Wanita bernama Paloma ditemukan meninggal di rumah kekasihnya. Paloma dan kekasihnya saling bunuh di rumah itu karena terbakar cemburu.


"Itu Istri Papaku" Joana langsung menegakkan badannya.


Arga seketika mematung. Dia memang kecewa berat dengan Paloma, namun dia sungguh tidak menyangka kalau Paloma adalah wanita yang suka berselingkuh dan perasaannya menjadi semakin tidak karuan saat ia mendengar fakta, Paloma mati dibunuh oleh kekasih gelapnya Paloma. Dia bersyukur walaupun dia dibakar cemburu saat ia menemukan Paloma menikah dengan Leonard Alexander, dia tidak sampai membunuh Paloma.


Joana menoleh ke Arga dan saat ia melihat Arga mematung, Joana langsung bertanya, "Mas, Mas kenal dengan salah satu korban itu? Mas kenal sama korban yang cewek atau korban yang cowok?"


"Paloma adalah mantan tunanganku" Arga menoleh pelan ke Joana.


Joana langsung menutup mulutnya yang ternganga.


"Maaf aku nggak bilang sebelumnya. Aku juga baru tahu kalau Papa kamu adalah Leonard Alexander saat aku ditangkap oleh polisi. Dan setelah itu kita terpisah" Arga mengusap rambut Joana dengan wajah sedih dan menghela napas berat.


Joana langsung memeluk Arga dan berkata, "Aku paham perasaan kamu, Mas. Ada aku sekarang ini. Mas, bisa lampiaskan semua perasaan Mas ke aku. Mas bisa curhat apa aja ke Aku"

__ADS_1


Arga memeluk Joana erat dan sambil terisak menangis, ia berkata, "Terima kasih udah datang di hidupku"


Arga lalu melepaskan pelukannya untuk bertanya, "Kamu nggak marah karena aku nggak cerita ke kamu soal Paloma?"


Joana menggelengkan kepalanya.


"Kamu nggak pengen bilang apa-apa saat ini?"


"Aku tahu kalau Paloma bukan wanita baik sejak pertama kali aku bertemu dengannya. Tapi, Papaku tergila-gila pada Paloma. Paloma selalu berkata ketus dan kadang berkata kasar padaku sejak ia menjadi istrinya Papaku. Aku tidak suka dia. Tapi, aku juga tidak membencinya dan tidak menyimpan dendam sama Paloma. Aku juga paham kalau Mas juga tertipu dengan sosok cantik dan lembutnya Paloma seperti Papaku. Tapi, itu bagiku wajar karena Paloma memang sangat sempurna. Aku nggak marah. Itu masa lalu kamu, Mas"


Arga langsung memeluk Joana dan kembali berkata, "Terima kasih, Sayang. Kau tahu, kau jauh lebih sempurna ketimbang Paloma"


"Benarkah?"


Arga melepaskan pelukannya untuk menganggukkan kepala dan mencium bibir Joana dan berkata, "Kau jauh lebih sempurna dari semua wanita di dunia ini, Sayang"


Leonard Alexander menggeram kesal saat ia menemukan bar Hewitt kosong.


Saat Leonard berbalik badan hendak pergi meninggalkan bar Hewitt, dia melihat seorang wanita elegan berdiri dari depannya dengan wajah penuh dendam dan amarah.


"Kau sembunyikan di mana Putraku? Papamu membunuh menantuku dan kau ajak pergi Putraku saat itu. Di mana Putraku sekarang ini?!" Neneknya Arga berteriak kencang penuh dengan dendam dan amarah


"Nyonya, jangan emosi! Ingat jantung Anda" Asisten pribadinya Brenda Alexei, berbisik ke Brenda dan Brenda langsung mengangkat tangannya memberikan kode ke asisten pribadinya untuk diam.


Leonard tertawa terbahak-bahak, "Hahahahahaha" Lalu berkata, "Menantu kamu yang sangat manis dan lembut itu adalah kekasih gelapku. Aku berpacaran dengan Maria, tapi Maria memilih menikah dengan Stevan. Lalu, Maria mendatangiku dan berkata kalau dia hamil dan dia mencoba memeras keluargaku di saat Putra kamu tengah terpuruk secara ekonomi. Lalu..........."


"Bohong!!!!!!" Brenda mulai terengah-engah dan mengelus dadanya. "Maria bukan wanita yang seperti itu. Anak kedua Maria yang saat itu masih ia kandung, bukanlah anak kamu. Kamu bohong!!!!!!!"


"Hahahahahaha! Aku nggak peduli dengan penilaian kamu. Dan fakta yang satunya lagi adalah, aku yang mencekik Maria. Papaku mengaku kalau dia yang membunuh Maria, hanya untuk melindungiku dan Papaku punya kuasa dia mampu menghindar dari hukum. Tzk! Malang benar nasib kamu. Cucu kamu hilang entah ke mana. Putra kamu pun juga belum ditemukan sampai sekarang" Leonard menyeringai di depan Brenda.


Brenda memegang dadanya dan tiba-tiba jatuh di atas tanah


Asisten pribadinya Brenda langsung menjerit dan memeluk bosnya.


Leonard Alexander tertawa terbahak-bahak dan pergi begitu saja meninggalkan Brenda Alexei.

__ADS_1


Arga dan Joana rebahan di atas tikar. Joana bertanya ke Arga sambil menatap bintang-bintang di langit, "Sampai kapan Mas akan mencintaiku?"


Arga meraih tangan Joana untuk ia tempelkan di dadanya dan berkata, "Kamu bisa rasakan debaran jantungku?"


Joana mengangguk dan tersenyum penuh cinta.


"Selama jantungku masih berdebar itu tandanya aku masih mencintai kamu"


Joana langsung tersenyum malu dan Arga langsung memagut bibir Joana penuh dengan kelembutan.


Seorang wanita yang seumuran Arga dan Leo, sembunyi di balik semak-semak. Ia menggenggam erat telepon genggamnya yang sebelumnya ia pakai untuk merekam percakapan neneknya Arga dengan Leonard Alexander.


Saat ia mendengar asisten pribadi neneknya Arga berteriak, "Nyonya!!!! Jangan meninggal!!!!" Wanita muda itu berlari mendekati neneknya Arga dan langsung berjongkok menangis di sana.


Asisten pribadinya Brenda Alexei bertanya, "Kamu siapa?"


Wanita muda itu berkata di sela isak tangisnya, "Saya adalah temannya Leo dan Arga. Saya, Leo dan Arga dulu tinggal di panti asuhan yang sama. Nama saya, Rosa. Saya ke sini ingin bertemu dengan Arga. Tapi, malah menemukan hal menyedihkan begini"


Arga lalu melepaskan ciumannya dan sambil mengelus punggungnya Joana ia berkata, " Aku akan ceritakan awal kisah hidupku"


Joana duduk tegak dan menghadap ke Arga dengan senyum manis, "Aku siap mendengarkan, Mas"


Arga mengusap rambut Joana dan berkata, Aku lahir di dunia ini dengan nama Mario Alexei. Mamaku bernama Maria dan Papaku bersama Stevan. Mamaku dibunuh dengan sangat keji oleh seorang konglomerat dan Papaku hilang. Aku lalu dibuang ke panti asuhan di sini sebelum diadopsi oleh keluarga Sembodo. Dan keluarga Sembodo juga dibunuh oleh konglomerat kejam itu. Mereka menginginkan program canggih yang dibuat oleh Papaku dan mereka mengira aku mengetahuinya. Mereka membunuh keluarga Sembodo dan berniat menculik lalu membunuhku. Tapi, beruntungnya aku, utusan nenekku lebih dulu menyelamatkan aku. Keluar Sembodo tidak selamat tapi aku selamat. Lalu, aku berganti nama. Nenekku memberiku nama Arga dan Hewitt adalah nama keluarga nenekku sebelum nenekku menikah"


Joana melongo di depan Arga, lalu berkata, "Lalu, siapa konglomerat yang tega berbuat sekejam itu pada keluarga kamu, Mas?"


"Sebelum aku katakan siapa konglomerat itu, aku mau bang dulu kalau aku pengen berubah itu juga ada kaitannya dengan konglomerat itu. Sejak kejadian yang aku ceritakan tadi, aku hidup dalam dendam. Aku terus menekan diriku untuk bisa lebih sukses dari konglomerat itu sehingga aku bisa menjatuhkan dan mempermalukannya di depan publik. Aku juga ingin membuat dia mengakui semua perbuatannya dan dipenjara. Tapi, sejak mengenal kamu dan tahu kamu mengandung anakku. Aku memilih kamu. Aku tidak mau tahu lagi soal dendamku"


"Siapa dia, Mas?" Joana mulai panik karena dia tidak ingin nama papanya meluncur keluar dari mulutnya Arga.


"Dugaan kamu benar. Aku bisa lihat ekspresi di wajah kamu kalau kamu takut aku mengatakan nama konglomerat kejam itu adalah Leonard Alexander, kan? Tapi, itu benar. Konglomerat kejam itu adalah Leonard Alexander.


Seketika Joana mematung dan air mata tiba-tiba jatuh dari kedua kelopak matanya dan terus jatuh tanpa bisa ia kendalikan.


Arga langsung memeluk Joana.

__ADS_1


__ADS_2