
Rendy mengajak Novi untuk makan malam bersama di kencan pertama mereka dan Novi terus mengulas senyum bahagia di wajah manisnya.
Rendy berkata, "Aku menjadikan kamu pacarku karena Mario. Aku janji sama Mario kalau Mario sadar, aku akan menjadikanmu pacarku"
"Aku nggak peduli apapun alasannya. Yang penting, kamu dan aku adalah satu sekarang ini. Aku sangat mencintaimu" Novi menatap Rendy dengan sorot mata penuh cinta.
Leonard Alexander tersenyum puas dengan laporan yang ia terima dari anak buahnya. Dengan menyeringai penuh arti, ia bergumam, "Aku tinggal berurusan denganmu, Arga Hewitt. Oh, tidak! Aku harus memanggilmu Mario Alexei sekarang ini"
Akihiro ditangkap saat ia tengah bermain asyik dengan anak gadis di bawah umur. Polisi menggerebek vila pribadi Akihiro Alexei dan menangkap semua orang yang berpesta gila di sana.
Aika berteriak kencang di dalam kamarnya dan melemparkan telepon genggam super mahalnya ke tembok setelah ia mendengar kabar, putra tunggal kesayangannya, Akihiro Alexei, ditangkap polisi di pulau pribadinya, karena kedapatan berpesta miras, narkoba, dan melakukan permainan ilegal yang liar dan penuh gairah.
Joana yang masih membeku di dalam pelukan Mario, membuat menarik pelukannya untuk memandangi wajah cantiknya Joana Alexander. Wanita yang selalu membuat hatinya kembang kempis tidak karuan dan wanita yang selalu membuat jantungnya berdetak abnormal. Wanita itu juga mampu mengacaukan semua pikirannya Mario.
Mario dan Joana bertemu pandang. Seketika itu Joana berpikir alangkah indahnya kedua bola mata hijaunya Mario dan Mario berpikir alangkah indahnya bulu mata lentiknya Joana.
Mario mengangkat tangan ke pipi Joana dan ibu jarinya mengelus bibir wanita itu. Mario mengelus bibir Joana beberapa kali sementara matanya mengikuti setiap gerakan lambat ibu jarinya.
Mario merasa tersentuh dengan kerapuhan Joana. Ia belum pernah merasakan bibir selembut itu. Ditatapnya mata Joana dalam-dalam. Mata besar dengan bulu mata lentik, lugu, tampak bingung, dan penuh air mata berkilauan.
Bertindak berdasarkan insting semata, Mario merendahkan kepalanya dan mencium bibir Joana. Ciumannya lembut dan ia melakukannya hanya untuk menenangkan Joana semata. Namun, bibirnya tertanam penuh pada bibir lembutnya Joana. Mario menekan lebih dalam dan lidahnya mulai bergerak lincah di dalam mulut Joana.
Lama kelamaan, ciuman itu berubah menjadi ciuman palin sensual, intim, dan membangkitkan gairah yang pernah dirasakan oleh Joana Sensasi menggairahkan itu, menusuk langsung ke seluruh indra perasanya Joana. Dada Joana menggelenyar kala jantungnya mulai berdetak abnormal. Joana langsung mendorong Mario. Ia menyemburkan protes, "Apa kau menyelamatkan aku hanya untuk ini? Untuk memuaskan gairah kamu? Kenapa kamu suka sekali menciumku tanpa ijin dariku, hah?!" Joana mengusap bibirnya dengan punggung tangannya. Hasrat yang tiba-tiba muncul membuatnya ngeri, karena ia masih belum memercayai lelaki itu. Lelaki yang masih membuatnya merasa tak aman dan tak pasti.
__ADS_1
"Aku hanya ingin menenangkan kamu. Aku pikir aku tidak perlu minta ijin untuk mencium kamu, karena kamu itu masih Istri sahku" Mario menatap tajam wanita pujaan hatinya tepat di bibir wanita itu yang masih tampak basah dan lebih merah dari sebelumnya dan itu karena ulahnya.
Joana mendelik dan berkata, "Sekarang, apa yang akan kau lakukan? Setelah kau tahu kalau aku tidak berbohong, apa yang akan kau lakukan?"
"Dan, apa yang akan kau lakukan?" Mario balik bertanya.
"Aku masih belum memercayaimu. Jadi, aku akan tetap seperti ini"
"Tetap seperti ini yang bagaimana?" Mario meraih pinggang Joana dan mendekapnya.
Joana mengumpat di dalam hati saat dirinya kembali membeku di dalam pelukannya Mario.
"Karena, kau diam. Aku akan katakan kalau aku akan tunjukkan ketulusanku mencintaimu. Aku akan buat kamu merobek perjanjian perceraian kita. Aku juga akan memutuskan hubunganku dengan Rosa. Aku akan buktikan semua ucapanku ini. Aku janji! Jadi, mulai sekarang, cobalah belajar untuk percaya padaku dan bersandar hanya padaku saja"
Joana menatap kedua bola mata hijaunya Mario dalam diam.
Saat Joana kembali mendorong tubuh Mario dan berbalik badan, Mario menangkap tangan Joana. Dia memeluk Joana dari belakang dan mencium tengkuk Joana. Lalu, ia memutar tubuh Joana untuk ia peluk dengan erat dan dia kembali mencium bibir Joana dengan lebih mendamba dan menghamba. Dia menghamba untuk memohon cinta Joana Alexander.
Ditariknya Joana ke dalam pelukannya dan didekapnya. Joana mencengkeram kemeja Mario sewaktu pria itu mengangkatnya menuju ke ranjang. Mario menatapnya dengan penuh semangat, lalu merebahkannya perlahan di atas tempat tidur.
Mario mengelus pipi Joana sambil berkata, "Sudahkah kukatakan kalau kau wanita yang sangat cantik. Bahkan wanita tercantik di dunia ini" Mario lalu mengelus leher Joana.
Joana menggelengkan kepala sampai membuat rambutnya menggesek jari-jarinya Mario yang tengah membelai lehernya.
__ADS_1
Mario berdecak, "Aku malu pada.diriku sendiri saat ini"
Joana masih mematung.
"Aku selalu tampak tolol kalau di depan kamu. Aku selalu kalah dengan pesona kamu. Aku selalu tak berdaya menghadapi keluguan kamu. Tapi, aku lebih menyukai wanita seperti kamu. Lugu dan apa adanya. Aku menyukaimu, mencintaimu, dan menyayangi kamu yang lugu dan apa adanya ini, Ana" Ujar Mario dengan suara parau menahan gairah.
Kemudian ia menunduk dan ditekannya mulutnya pada mulut Joana. Bibir mereka tanpa mereka berdua sadari, membuka. Lidah mereka saling bersentuhan. Ketika ciuman mereka semakin dalam dan menuntut, Mario menggeser dress Joana dari pundak hingga terbuka dan dress itu meluncur jatuh ke lantai.
Tubuh Joana bergetar hebat sewaktu tangan Mario meluncur ringan di atas tubuh polosnya dan acap kali berhenti di lekukan untuk merasakan dan menikmati keindahan lekukan itu.
Joana memekik lirih saat tangan Mario sampai di sebuah lembah dan bermain asyik di sana.
Joana sudah tidak mampu lagi untuk mendorong tubuh Mario dan berlari menghindari Mario. Dia lebih memilih untuk menyerah kalah di dalam permainan cinta yang ditawarkan oleh Mario. Joana tidak mampu melakukan apapun. Dia tidak mampu berpikir dan hanya mampu melakukan gerakan suka rela tanpa ia sadari.
Mario menghentikan sejenak serangan sensualnya untuk melepas kaosnya. Dan dengan gerakan cepat, ia melepas ikat pinggang tanpa melepaskan pandangannya dari dada Joana polos dan tampak naik turun dengan cepat.
Setelah meluncurkan celana kainnya Dinata karpet, Mario naik ke atas tubuh Joana dan bibirnya bergerak dari satu titik ke titik yang lain. Bergeser dari satu tempat ke tempat yang lain. Joana menunduk untuk melihat gerakan bibir Mario yang mencari-cari. Joana sungguh tidak pernah menyadari sebelumnya bahwa bibir lelaki itu ternyata mampu membangkitkan gairah dan membuatnya kelimpungan.
Kepala Mario bergerak ke bawah, udara yang dihembuskan dari hidung Maio mengusap lembut kulit Joana. Lelaki itu kemudian menciumi perut dan setiap tulang rusuknya. Saat wajah Mario menyusup ke lembah kenikmatan, Joana memekik kencang, "Lakukan sekarang!"
"Kau yakin?"
Joana hanya mampu menganggukkan kepala karena akal sehatnya membeku total kala itu
__ADS_1
Mario berkata, "Sial! Aku nggak bawa alat pengaman dan di hotel juga tidak menyediakannya dan........"
"Lakukan saja!!!!" Joana memekik kencang dan Mario langsung melesak masuk untuk menyatu dengan raganya Joana Alexander.