
Mario berdiri di depan mikrophone dan seketika Leonard Alexander mematung. Leonard menoleh ke asisten pribadinya uang bernama Hendra, "Dia siapa? Kenapa dia mirip banget dengan Arga Hewitt?"
"Dia anak angkatnya Nyonya Aika, Tuan" Sahut Hendra.
"Kenapa dia mirip banget dengan Arga Hewitt?"
Aika yang berdiri di sebelah Mario, langsung berbicara di depan mikrophone, "Perkenalkan ini adalah anak angkat saya. Namanya Mario Alexei. Anak kandung saya yang bernama Akihiro Alexei masih berbaring koma di rumah sakit. Saya kewalahan mengurus istana bisnis saya, maka saya mengangkat Mario menjadi anak angkat saya untuk membantu saya mengurus istana bisnis saya. Mohon bimbingan Anda semua, Mario masih baru di dunia bisnis"
Tepuk tangan bergemuruh dan suasana kembali senyap saat Mario berkata, "Perkenalkan nama saya Mario Alexei. Mungkin ada beberapa orang di sini yang merasa wajah saya tidak asing. Wajah saya ini memang pasaran, kali, ya"
Gelak tawa memenuhi ruangan dan kembali senyap saat Mario berkata, "Saya mohon bimbingannya"
Leonard Alexander langsung menoleh ke asisten pribadinya, "Selidiki dia. Kenapa nama marganya Alexei?"
Aika lalu menggandeng lengan Mario turun dari podium diiringi tepuk tangan para tamu yang hadi di pesta tersebut.
Sesampainya di bawah podium, Aika langsung meninggalkan Mario untuk menemui sekretaris pribadinya.
Mario tersentak kaget saat Rendy berbisik di telinganya. "Kau yakin?" Tanya Mario.
"Yakin. Aku udah dapatkan duluan rekaman CCTV. Nenek sihir dan sekretaris pribadinya pasti tengah kebakaran jenggot saat ini karen mereka tidak mendapatkan rekaman CCTV"
"Ana di mana sekarang?" Tanya Mario.
"Ada di sebuah kamar. Aku sudah taruh orang terbaik kita untuk menjaga Ana. Ana aman saat ini"
Mario menggertakkan gerahamnya dan langsung melangkah lebar untuk mencari Aika. Saat ia menemukan Aika, ia segera menarik lengan Aika dan berbisik, "Aku butuh kamu. Kita ke kamar kamu sekarang juga!"
Aika menyeringai senang mendengar bisikannya Mario itu. Maka dengan tanpa berpikir panjang, Aika mengajak Mario ke kamarnya dan saat Aika hendak mencium bibirnya Mario, Mario mendorong Aika sambil berkata, "Aku nggak mau lagi jadi pemuas napsu liar kamu"
"Bukankah kamu mengajakku ke kamarku untuk memuaskan napsu liar kita?"
"Aku nggak bilang gitu, tadi"
"Kamu nggak bisa menolakku. Kita terikat kontrak dan......." Aika berucap sembari menggelungkan lengannya di leher Mario.
Mario mengurai gelungan tangan Aika dan sambil menghempaskan kedua tangan Aika di udara, ia berucap, "Siapa bilang? Kau ceroboh dalam menulis kontrak kerja sama kita. Aku menemukan point bahwa kerja sama kita bisa berakhir kalau aku bisa membayar semua hutangku ke kamu"
"A...aku nggak pernah nulis point itu di kontrak kerja sama kita"
"Ada. Baca lagi kontrak kerja sama kita" Mario menatap Aika tanpa ekspresi.
"Hahahaha! Kau pikir kau bisa bayar hutang kamu? Dengan apa kau bisa bayar hutang kamu, hah?!"
__ADS_1
"Anak kamu ginjalnya rusak semua karena narkoba. Kamu mencari donor ginjal yang cocok ke sana kemari, kan?"
"Hmm"
"Dan kamu belum menemukan yang cocok, kan?"
"Hmm"
Mario menghela napas panjang, lalu ia berucap, "Kau wanita Iblis. Aku sebenarnya menyesal bertemu denganmu. Tapi, apa boleh buat nasi udah jadi bubur"
"Apa yang sebenarnya ingin kau sampaikan?"
Aika menyeringai kesal.
"Aku menemukan DNA aku dan Akihiro, sama. Kami terlahir dari DNA ayah yang sama. Kamu dan Ayahku? Sial! Kalian tega berselingkuh di belakang Mamaku"
"Lalu, kenapa?" Aika tersenyum tipis tanpa ada rasa bersalah di wajah cantiknya.
"Aku sekarang mengerti kenapa kau sematkan marga Alexei di belakang nama Akihiro. Akihiro ternyata adik tiriku. Dasar wanita Iblis!"
"Jangan berbelit-belit! Katakan apa maksud kamu!" Aika mendelik dengan tidak sabar.
"Aku melakukan tes kesehatan beberapa Minggu yang lalu dan ternyata ginjalku bagus dan cocok dicangkokkan ke Akihiro. Aku akan bayar semua hutangku dengan ginjalku. Tapi, dengan syarat, jangan pernah menyentuh Joana Alexander! Hanya aku yang boleh menyentuh Ana"
Mario menggertakkan gerahamnya dan berkata, "Aku punya buktinya dan Jangan pernah mencoba macam-macam denganku kalau kau tidak ingin menyesal!"
"Sial! Bukankah kau ingin balas dendam? Apa salah kalau aku ingin membantumu saat ini? Toh, aku juga yang membantu kamu dalam misi balas dendam kamu selama ini"
"Tapi, nggak dengan Joana Alexander! Kamu boleh lakukan apa saja dengan Leonard Alexander, tapi Joana Alexander adalah urusanku. Jangan ikut campur urusanku dengan Joana Alexander!" Mario melotot ke Aika.
"Kau berani melawanku sekarang?"
Mario menghela napas panjang lalu berkata, "Aku kasih kamu waktu untuk berpikir soal cangkok ginjal. Kalau kamu nggak setuju dengan cangkok ginjal, maka aku akan bayar hutangku dengan cara lain" Lalu, ia berbalik badan dan pergi meninggalkan Aika.
Aika seketika mematung. Hatinya bergemuruh penuh kecemburuan.
Darren Benn berhasil mengejar Devi dan dia membawa Devi ke apartemennya. Darren berhasil meyakinkan gadis perawan incarannya untuk menyerahkan segel keperawanan.
Mario melangkah masuk ke dalam kamar dengan ditemani Rendy. Mario langsung menautkan kedua alisnya saat ia menemukan Joana berguling di atas kasur ke kanan dan ke kiri dengan mendesis, "Panas! Kenapa panas sekali? Apa AC kamar ini rusak?"
Mario langsung menoleh tajam ke Rendy, "Ana kenapa?"
"Minuman Ana mengandung obat perangsang. Aika ingin memberikan Ana ke salah satu klien terbesarnya"
__ADS_1
Mario mengepalkan kedua tinjunya dan bergumam, "Dasar wanita iblis!"
"Ana pingsan tadi kenapa dia bangun sekarang? di....dia ingin buka baju, ya?"
"Sial! Jangan lihat! Keluarlah sekarang juga!" Mario melotot ke Rendy.
Rendy langsung berbalik badan dan pergi meninggalkan Mario sambil.bergumam, "Siapa juga yang mau melihat"
Mario duduk di tepi ranjang dan dia mencoba menenangkan Joana dengan merengkuh lalu memeluk erat tubuh Joana sambil berkata, "Ssssttt! Jangan bergerak ke sana kemari terus! Kamu bertambah pusing dan semakin kesakitan nanti"
Joana mendorong dada Mario dan saat ia menatap wajah Mario, ia menangis terisak, "Mas Arga Hewitt. Aku senang kamu datang. Aku sangat merindukanmu. Papaku jahat, suamiku si Darren Benn jahat, Bosku yang bernama Mario Alexei juga jahat. Semua pria di dunia ini jahat! Hanya kamu yang baik" Joana mengelus dadanya Mario.
Mario merapikan rambut Joana sambil berkata dengan nada sedih, "Kemarin saat kamu mabuk, kamu memanggil nama Darren Benn. Sekarang, saat kamu terpengaruh obat, kamu memanggil nama Arga Hewitt. Lalu, apa aku ini bagimu, Ana?"
"Panas! Panas banget! Tolong aku, Mas Arga Hewitt, tolong aku!" Joana mencengkal kerah bajunya Mario.
"Kenapa kamu memanggil nama Arga Hewitt? Sial! Kenapa kau memanggil nama Arga Hewitt? Aku jadi merasa aneh. Aku cemburu pada diriku sendiri? Cih! Aku udah gila"
Mario tersenyum menyedihkan sambil terus merapikan rambut Joana yang masih bergerak liar di dalam pelukannya.
"Mas Arga ! Sakit! Seluruh tubuhku terasa sakit. Ah! Tidak! Sekarang terasa panas. Tolong aku!"
Mario menghela napas panjang dan sambil membopong Joana ke kamar mandi, ia berkata, "Karena kamu memanggil nama Arga Hewitt, aku nggak bisa menghilangkan rasa sakit di tubuh kamu saat ini dengan penyatuan raga. Aku terpaksa memakai cara lain"
Rosa menelepon Rendy, "Mario mana?"
Rendy yang masih duduk di sofa panjang yang ada di depan pintu kamarnya Mario, menjawab, "Bos sedang sibuk saat ini"
"Apa Mario udah pulang? Kenapa dia tinggalkan aku sendirian di sini?"
"Kamu punya kaki dan tangan, kan? Kalau Bos sibuk, kamu bisa, kan, pulang sendiri?" Sahut Rendy acuh tak acuh.
Mario menurunkan Joana dengan hati-hati di bawah shower. Lalu ia putar keran ke tanda berwarna biru dan dari shower mengucur air dingin.
Joana seketika menjerit kaget dan kesakitan. Joana menggerakkan badan dan kepalanya untuk menghindari kucuran air dingin. Mario langsung mendekap erat tubuh Joana sambil berkata, "Ini satu-satunya cara agar pengaruh obat perangsang di badan kamu hilang. Aku temani kamu,nih. Aku juga kena guyuran air, aku temani kamu, cup,cup,cup, jangan menangis!"
Mario tersentak kaget saat Joana berkata, "Aku sangat merindukan kamu, Mas Arga" Lalu, Joana mencium bibirnya Mario.
Mario mengikuti permainan ciumannya Joana sambil terus menahan dirinya untuk tidak bertindak lebih di saat gairahnya meronta hebat ingin dipuaskan.
Lima belas menit kemudian, Joana jatuh pingsan dan Mario melucuti dress Joana yang basah kuyup, mengusap tubuh Joana dengan handuk, lalu ia membopong Joana ke kasur. Dia menyelimuti tubuh polos Joana dengan selimut tebal. Lalu, ia kembali ke kamar mandi untuk meredakan gairahnya dengan bermain solo.
Setelah keluar dari dalam kamar mandi dengan mengenakan jubah mandi, ia naik ke ranjang dan mengirim pesan text ke Rendy, "Siapkan baju ganti untuk Joana besok pagi"
__ADS_1