Godaan Si Lugu

Godaan Si Lugu
Perjodohan kedua


__ADS_3

Joana memalingkan muka dan berucap, "Yeeaahhh. Kita suami istri yang hanya ada di atas kertas dan dalam waktu tiga ratus enam puluh lima hari, kita akan bercerai"


"Bukankah itu yang kau inginkan?" Mario bertanya begitu, karena ia berharap, Joana akan menjawab dengan kata tidak.


Namun, harapan hanyalah tinggal harapan. Joana diam membisu dan masih memalingkan wajahnya.


Mario terkejut saat pintu kamar terbuka dan Novi melangkah masuk dengan Rendy di belakang.


Mario bangkit berdiri dan menatap Rendy.


Rendy langsung bertanya, "Nyonya mencari kamu. Beliau menunggu kamu di lantai bawah"


Mario menoleh ke Joana dan dia berkata ke Novi saat Joana masih memalingkan muka, "Jaga Ana dengan baik selama aku pergi. Maafkan aku Ana, aku nggak bisa hadir di pemakaman suami kamu, besok"


Mario lalu mengajak Rendy keluar dari kamarnya Joana. Mereka langsung menuju ke lantai bawah dan Mario tersentak kaget, "Nenek sihir itu ada di dalam ruangan ini?"


"Iya. Dia minta kamu diobservasi hari ini juga. Itu berarti, kamu harus dirawat inap di sini, malam ini juga" Sahut Rendy dengan raut wajah sedih.


Mario menghela napas panjang lalu bertanya ke Rendy, "Kamu bawa berkasnya?"


"Bawa. Tapi, apa kamu yakin akan menyerahkan salah satu ginjal kamu untuk anaknya nenek sihir itu?"


"Hmm. Karena hanya dengan cara inilah aku bisa terbebas darinya dan bisa melindungi Ana dari sentuhannya"


"Aku harap kamu akan baik-baik saja dan sehat terus saat ginjal kamu diambil satu, nanti" Rendy menatap sahabat yang sangat ia sayangi itu dengan ekspresi sedih.


Mario tersenyum dan setelah menghela napas panjang, ia mengajak Rendy masuk ke dalam.


Aika tersenyum dan Mario langsung berkata, "Sebelum aku menjalani rangkaian tes kesehatan, tandatangani dulu berkas ini!"


Aika tersentak kaget. Dia tidak menyangka kalau Mario akan memojokkan dirinya di depan dokter terkenal. Aika langsung menandatangani berkas yang diberikan Mario tanpa membacanya terlebih dahulu dan dia langsung mengembalikan berkas tersebut ke Mario sambil berkata ketus, "Sekarang jalani semua tes kesehatannya!"


Lima jam berikutnya, seluruh tim dokter yang menangani operasi cangkok ginjalnya Akihiro Alexei, berdiri di depan Aika dan berkata, "Sebelumnya Mario Alexei sudah melakukan tes apakah ginjalnya cocok untuk Akihiro Alexei, dan hasilnya cocok. Tadi, kami hanya melakukan. tes darah dan jantung. Semuanya fit dan besok, cangkok ginjalnya sudah bisa kita mulai"


"Hah?! Secepat itu?" Aika langsung menarik rahang bawahnya lebar-lebar.


"Iya. Mumpung kondisi Mario dan Akihiro dalam kondisi yang sama-sama fit"


Aika tertawa kegirangan dan langsung berkata, "Oke. Siapkan semuanya. Lakukan cangkok ginjalnya secepat mungkin"


Novi menatap Joana dan bertanya, "Kenapa kamu mengabaikan Arga, eh, Bos kita tadi?"


"Mario Alexei maksud kamu?" Tanya Joana.

__ADS_1


"Hmm"


"Nggak papa. Aku lagi malas aja berurusan dengannya"


"Tapi, aku lihat di mata kamu, kamu masih menyimpan perasaan padanya"


"Entahlah. Mungkin. Bisa jadi. Tepi, apa yang bisa aku harapkan darinya. Dia menyimpan dendam padaku dan Papaku dan........"


"Aku lihat dia tidak dendam padamu. Dia masih sangat peduli padamu"


"Dia tidak bisa ditebak orangnya dan dia sudah memiliki tunangan. Aku juga sudah menandatangani perjanjian perceraian dengannya. Tahun depan, aku sudah bercerai dengannya"


"Kenapa kamu ambil keputusan secepat itu? Kamu, kan, belum mengenalnya dan........"


"Justru itu yang membuatku ingin bercerai dengannya. Aku belum, emm, lebih tepatnya, aku tidak mengenalnya" Joana tersenyum getir.


"Terserah kamu saja lah. Tapi, aku doakan kalau kamu akan hidup bahagia dan menemukan pasangan hidup yang baik kelak"


"Amin" Sahut Joana.


"Aku punya rahasia besar"


"Apa itu?" tanya Joana.


"Benarkah? Dengan siapa?"


"Dengan Pak Rendy. Eh, Mas Rendy" Sahut Novi malu-malu.


"Hah?! Serius?!" Joana langsung menarik rahang bawahnya.


"Serius dong. Aku bertekad mulai hari ini, aku akan terus berjuang mendapatkannya"


"Aku doakan kamu bisa mendapatkan Rendy walupun sebenarnya Rendy itu sebelas dua belas dengan Mario"


"Beda. Rendy beda dengan Mario. Rendy lebih perhatian, hangat, dan lembut"


Joana tekekeh geli melihat ekspresi berlebihan di wajah Novi saat Novi memuji-muji Rendy. Lalu, Joana berkata, "Yeeaahhh, aku percaya sama penilaian kamu ke Rendy walaupun aku juga punya penilaian sendiri mengenai Rendy"


Tiga bulan tanpa terasa telah berlalu sejak Darren Benn meninggal dunia dan sejak Mario Alexei pamit akan pergi ke luar kota.


Joana yang masih diharuskan masuk kerja di kantor ya Mario, merasa jenuh karena dia tidak mengerjakan apapun di sana. Mario tidak ada di tempat maka dia juga tidak memasak untuk Mario. Rendy memutuskan Joana tetap masuk kerja padahal tidak ada yang dikerjakan oleh Joana, adalah semata-mata untuk melindungi Joana dari tangan jahatnya Aika. Bahkan saat Joana pulang, Rendy menyuruh anak buahnya mengawal Joana secara diam-diam sampai Joana tiba di rumah dengan selamat


Aika tersenyum lebar saat putra tunggalnya yang sudah koma selama bertahun-tahun akhirnya membuka mata dan bisa duduk dengan tegak. Mario yang terbaring di bed sebelahnya Akihiro, malah belum membuka kedua bola matanya.

__ADS_1


Setelah dipastikan Akihiro sehat dan fit, Akihiro diijinkan pulang ke rumah.


Aika memeluk erat tubuh kurus putra tunggalnya dan langsung berkata, "Besok sore, dokter udah ijinkan kamu pergi keluar rumah. Mama sudah siapkan makan malam dengan keluarga Alexander. Mama ingin menjodohkan kamu dengan putri tunggalnya Leonard Alexander yang sangar cantik dan Mama yakin banget kalau Joana Alexander memenuhi kriteria cewek favorit kamu"


"Terserah Mama saja. Karena Mama sudah membangkitkan aku dari tidur panjang, maka mulai hari ini, aku akan menuruti semua perintah Mama"


"Semuanya?" Aika tersenyum bahagia.


"Semuanya. Aku janji" Sahut Akihiro.


Lalu Akihiro menatap mamanya dengan wajah yang masih lemah.



Aika memahaminya karena Akihiro memang baru saja bangun dari tidur panjang.


Leonard Alexander seolah tidak heran dengan perjodohan putrinya. Dia kembali tergiur kontrak kerja sama yang sangat besar dengan Aika dan dia bersedia menerima tawaran Aika untuk menjodohkan anak mereka.


Perjodohan itu dilakukan secara tertutup dan Rendy pun tidak bisa mengendus acara perjodohan tersebut.


"Mama benar" Sahut Akihiro.


"Benar apanya?" Tanya Leonard ke Akihiro.


"Putri Om sangat cantik. Dia elegan, lembut, rambutnya indah, dan parasnya sangat cantik. Dia sesuai dengan kriteria saya" Ucap Akihiro blak-blakan tanpa malu-malu.


Joana hanya bisa tersenyum sopan dan memilih untuk tetap diam membisu.


Aika dan Leonard langsung tertawa kegirangan mendengar ucapannya Akihiro.


"Jadi, kamu mau menikah dengan Joana tahun depan? Karena untuk tahun ini nggak bisa. Joana baru saja berduka. Suaminya meninggal dunia tiga bulan yang lalu" Sahut Aika.


"Aku setuju. Mau kapan pun, aku tetap akan setuju menikah dengan Joana Alexander" Akihiro terus menatap Joana dengan sorot mata yang terkagum-kagum.


"Dan kamu, Ana?" Tanya Leonard Alexander.


Joana tahu benar kalau pertanyaan papanya itu hanya formalitas belaka. Dan ujung-ujungnya, mau tidak mau, dia harus mau. Karena putus asa dan merasa kalau dia memang tidak pernah memiliki pilihan, maka Joana Alexander pun menyetujui perjodohan keduanya yang kali ini dengan seorang pemuda tampan berdarah campuran Jepang-indonesia, yang bernama Akihiro Alexei.


...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...


...Mau promosi karya baru, nih...


^^^Jika berkenan, mampir, ya🙏😍😘🤗❤️^^^

__ADS_1



__ADS_2