
Joana terus melangkah ke pintu. Di saat ia membuka pintu, ia dikejutkan dengan ruang makan dan melihat bartender tampan yang dia lihat semalam, tengah memasak di dapur yang ada di ujung ruang makan.
Joana berjalan dan duduk di depan meja bar. Dapur itu dibuat menyerupai meja bar. Joana tersenyum dan ia memutuskan untuk bangkit berdiri, memutari meja bar untuk mendekat ke bartender tampan yang tengah menghisap jari telunjuk saat jari telunjuk itu terkena pinggiran penggorengan yang sangat panas.
Joana menarik tangan pria tampan itu dan membawanya ke wastafel. Dia membuka keran dan meletakkan jari telunjuk pria tampan itu yang terkena pinggiran penggorengan yang sangat panas sambil berkata, "Untuk mengobati luka bakar caranya bukan memasukkan jari ke dalam mulut, tapi diguyur dengan air dingin seperti ini"
Pria tampan itu langsung menarik jarinya dari genggaman tangan Joana sambil mematikan keran. Dan di saat Arga menoleh dan ingin mengatakan sesuatu ke Joana, gadis itu dengan cepat telah berdiri di depan penggorengan untuk merampungkan omelet buatannya Arga.
Arga berdiri di sebelah kanan hadis itu tepat di saat gadis itu mematikan kompor dan mengangkat omelet yang sudah matang sempurna dari atas wajan. Arga terus berdiri di tempatnya sambil menunggu gadis itu menaruh omelet di atas piring dan meletakkan piring berisi omelet itu di atas meja bar.
Lalu Joana berbalik badan dan melangkah untuk berdiri di depannya Arga. Dan di saat Arga ingin membuka mulut untuk mengatakan sesuatu, Joana langsung menyambar, "Aku tanya sesuatu sebelum kamu katakan sesuatu, boleh?"
Arga mengangukkan kepalanya.
"Apa kamu tidak merasakan sesuatu saat kamu terus menatapku semalam?"
Arga berdeham canggung dan langsung berkata, "Siapa yang menatapmu terus semalam?"
"Aku lihat kamu beberapa kali menatapku saat aku menjilati es krim vanila yang ada di atas cocktailku" Sahut Joana dengan wajah polosnya.
"I...itu karena, a....aku merasa kalau kita pernah bertemu sebelumnya" Sahut Arga masih dengan wajah canggung.
"Lalu, apa kau tidak merasakan sesuatu pas kamu menelanjangi aku dan memandikan aku semalam?" Tanya Joana dengan nada datar dan wajah tanpa dosa.
"Hei!" Arga langsung berteriak panik dan kembali berkata, "Aku hanya memandikan kamu dan sama sekali tidak mengambil keuntungan dari kamu" Sahut Arga dengan memasang wajah sangat serius.
__ADS_1
"Aku tahu. Aku ingat semuanya. Makanya aku tanya apa kau merasakan sesuatu saat itu?" Tanya Joana dengan wajah penuh tanda tanya.
"Aku tidak merasakan sesuatu" Ucap Arga sambil memalingkan wajahnya.
"Bohong. Kalau kau tidak merasakan sesuatu, kenapa kau tadi melamun sampai jari telunjuk kamu kena pinggiran wajan yang sangat panas?" Sahut Joana.
Arga kembali menatap Joana dan berdeham canggung dan ia kemudian segera berkata, "Aku memikirkan pacarku. Pacarku pergi ke Italy selama sebulan dan dia sama sekali belum menghubungi diriku dan.......hhhhmmmpptthhh!"
Ucapan Arga terputus karena pagutan bibirnya Joana. Joana lalu melepaskan pagutannya dan bertanya, "Kamu rasakan sesuatu saat ini? Karena, aku merasakan sesuatu yang aneh di dalam sini sejak semalam" Joana menepuk dadanya, laku kembali berkata, "Rasanya panas dan ada bisikan liar di otakku yang mengatakan kalau aku bisa jadi gadis yang tidak baik-baik"
Arga mengecup bibirnya Joana dan mereka kemudian saling memagut bibir cukup lama dan tiba-tiba, Arga memegang kedua bahunya Joana sambil berkata, "Cukup! Aku punya pacar dan aku bukan pria yang baik untukmu. Aku akan antarkan kamu pulang setelah Mona membawakan baju ganti untukmu"
"Mona? Apa Mona itu nama pacar kamu?" Tanya Joana.
"Bukan, Mona itu salah satu pegawai wanita di barku" Sahut Arga sembari melangkah menuju ke meja makan.
"Teman kamu pergi dengan adik laki-lakiku. Aku udah telpon Jerry dan dia bilang kalau dia udah antarkan Novi pulang ke rumahnya" Sahut Arga.
"Syukurlah" Sahut Joana.
"Kamu anak orang kaya dan kata teman kamu kemarin, kamu nggak pernah keluar rumah selama ini. Lalu kenapa kamu bisa berakhir di bar milikku dan minum cocktail? Di gelas kelima kamu udah masuk itu bukti kalau kamu itu gadis baik-baik yang belum pernah minum minuman beralkohol sebelumnya. Lalu kenapa, kau nekat menciumku tadi?" Arga menatap Joana dengan menautkan alisnya.
Joana meletakkan garpu dan sendoknya lalu berkata, "Tunanganku berselingkuh dengan wanita yang bukan wanita baik-baik. Dia berselingkuh pasti karena bosan dengan aku yang hanyalah gadis baik-baik ini. Untuk itulah aku mencoba untuk menjadi liar. aku mencium kamu karena aku juga ingin merasakan menjadi pelakor di saat kamu mengatakan kalau kamu udah punya pacar"
"Dan itu berhasil membuatmu lebih baik?" Tanya Arga.
__ADS_1
Joana menggelengkan kepalanya.
Seorang wanita muda muncul di depan mereka dan dia mengembalikan kartu hitam miliknya ke Joana sambil berkata, "Nona, kartu kamu telah diblokir"
"Kamu pasti yang bernama Mona. Kenalkan, aku Joana Alexander" Sahut Joana sambil mengulurkan tangannya.
Wanita yang bernama Mona langsung tersenyum. lebar dan dia segera menyambut uluran tangan Joana sambil berkata, "Apa kamu balerina terkenal itu? Aku suka menonton Opera balet lewat ponselku. Dan aku menyukai pebalet yang bernama Joana Alexander"
"Iya itu aku" Sahut Joana dengan senyum malu dan Mona langsung memeluk erat Joana. Mona melepaskan pelukannya saat ia mendengar Arga berdeham.
Mona menoleh ke Arga dengan kesal dan bertanya, "Ada apa Bos? Ganggu aja!"
"Lalu, kamu beli baju untuk dia pakai uang apa?" Tanya Arga.
"Pakai uang yang buat belanja bahan minuman dan sekarang aku minta gantinya biar aku bisa pergi lagi untuk belanja, Bos" Mona menengadahkan telapak tangannya di depa. Arga. Arga langsung merogoh saku celananya dan memberikan segepok uang ke Mona.
Mona kemudian pamit pergi untuk belanja.
Sepeninggalnya Mona, Arga langsung berkata, "Maafkan aku mengecup bibir kamu tadi. Itu karena aku ingin menyadarkan dirimu kalau aku bukanlah pria baik-baik, jadi jangan bertindak lebih jauh terhadap diriku!"
"Oke. Tapi, apa aku boleh tinggal di sini untuk sementara waktu?" Joana menatap Arga dengan sorot mata memohon.
Arga langsung tersedak kopi yang ia minum. Lalu setelah berhasil meredakan batuknya karena tersedak, Arga berucap "Nggak! Mana boleh pria dan wanita tinggal di atap yang sama tanpa menikah"
Joana langsung menangkupkan tangannya dan kembali memohon, "Tolong! Emm, sebulan saja. Aku masih malas bertemu dengan tunanganku dan aku malas bertemu dengan Papaku dan aku masih berhutang sama kamu untuk baju ganti dan sarapan ini. Kartuku diblokir dan aku tidak bisa bayar hutang aku ke kamu sekarang. Aku akan bekerja di bar kamu dan akan membayar semua hutang aku ke kamu dengan gajiku selama bekerja di sini?" Joana masih menatap Arga dengan sorot mata memohon.
__ADS_1
Arga menghela napas panjang dan akhirnya ia menganggukkan kepalanya.