
Beberapa menit kemudian, Joana keluar dari dalam ruang ganti pakaian dan Arga kembali bangkit berdiri dengan ekspresi terkejut. Joana muncul di hadapannya dengan dress panjang selutut pias bermotif bunga-bunga matahari kecil berwarna kuning cerah. Joana tampak sangat cantik dan menawan.dengan mini dress berwarna cerah berkerah V itu.
Napas Arga tercekat dan sontak ia kesulitan menelan air liurnya sendiri di saat ia melihat Joana berdiri di depannya Arga dengan menangkup dua gundukan sintal dan membetulkan letaknya.
"Kali ini kenapa lagi? Lidah kamu masih dimakan kucing, ya? Hobi kok kaget dan tertegun" Mama Mia berkata sembari mengulum bibir menahan geli.
Arga sontak tersedak air liurnya sendiri. Pria tampan berbola.ktq hijau itu kemudian berdeham dan langsung melangkah maju. Arga melewati Joana begitu saja sembari berbisik ke Mama Mia, "Lain kali jangan kasih Ana baju yang aneh-aneh.
Mama Mia hanya mengulum bibir menahan senyum saat ia mendengar bisikannya Arga.
Arga lalu meneruskan langkahnya keluar dari dalam toko bajunya Mama Mia. Dan Joana bergegas menyusul Arga setelah ia memeluk Mama Mia dan mengucapkan terima kasih.
Arga menunggu Joana naik dan memasang sabuk pengaman, lalu ia melajukan mobilnya dalam diam. Benak Arga membayangkan semua keindahan yang ada di diri Joana.
Joana yang tidak menyukai kesunyian, memencet tape yang tertanam di dashboard mobilnya Arga.
Arga tersentak kaget dan refleks mematikan tape-nya.
Joana menoleh ke Arga dengan mendelik dan sambil bersedekap ia bertanya, "Kenapa dimatikan?"
"Aku suka kesunyian" Sahut Arga.
"Tapi, aku nggak suka kesunyian. Hidupku sudah sangat sunyi selama ini. Aku sering sendirian di rumah" Sahut Joana dengan mengerucutkan bibirnya.
Arga melirik Joana dan karena merasa kasihan, Arga lalu berkata, "Terserah kamu lah. Kalau mau dengerin musik, silakan aja"
Joana tersenyum lebar dan langsung menghidupkan kembali tape yang tertanam di dashboard mobilnya Arga.
Kumpulan lagu romantis.tempo dulu mengalun indah memenuhi mobilnya Arga.
Joana menoleh ke Arga untuk bertanya, "Kamu suka lagu-lagu tempo dulu? Kamu, kan, seorang bartender. Kenapa nggak suka musik rock atau musik yang joyful-joyful?"
__ADS_1
"Faktor U, Nona. Kau lupa, ya, kalau aku ini udah berumur dua puluh delapan tahun" Arga menanggapi ocehannya Joana tanpa melirik ke Joana.
"Ada yang berumur empat puluh tahun suka musik beatbox, rock, pokoknya yang joyful-joyful. Bukan yang melow kayak gini" Sahut Joana sambil menoleh sekilas ke Arga.
Arga diam tidak menanggapi ocehannya Joana.
Joana mengerucutkan bibirnya saat ia melihat Arga mengabaikannya. Lalu, Joana bertanya, "Kamu orang mana, sih? Kamu punya bola.mata hijau.yang sangat indah"
"Papaku orang Italy dan Mamaku asli dari sini" Sahut Arga.
"Mamaku juga orang sini dan Papaku orang Thailand. Kata orang, aku mirip dengan Papaku" Sahut Joana dengan senyum bangga.
"Aku nggak nanya" Sahut Arga.
Joana kembali mengerucutkan bibirnya lalu menatap ke arah depan.
Beberapa menit kemudian Arga memarkirkan mobil pickup kesayangannya di area parkir restoran langganannya. Karena, kesal terus diabaikan oleh Arga, Joana melompat turun dari dalam mobil pickup-nya Arga dan melangkah masuk ke dalam restoran bernuansa danau buatan itu sambil bersedekap dan mengerucutkan bibirnya.
Joana menunggu Arga di depan loket pemesanan makanan dan tiba-tiba Joana menoleh ke belakang saat ia merasakan pundaknya ditepuk oleh seseorang. Joana tersenyum senang karena ia pikir yang menepuk pundaknya adalah Arga. Namun, Joana sontak berputar badan dan mundur beberapa langkah ke belakang sambil berucap, "Siapa kamu?"
Joana menggeram kesal dan sambil berteriak, "Nggak mau!" Ia menendang kaki pemuda yang berniat meraih tangannya.
Pemuda yang kena tendang kakinya Joana sontak mengangkat kaki kanannya yang kena tendang itu dan sambil melompat-lompat dengan satu kaki ia mendelik ke Joana.
Teman pemuda itu sontak meraih pergelangan tangan kanannya Joana sambil berteriak, "Berani benar kau menendang kaki temanku?!"
Joana menarik pergelangan tangan kanannya dari genggaman tangan pemuda yang tidak dia kenal itu tepat di saat Arga datang. Arga langsung mendaratkan bogem mentahnya ke wajah pemuda yang telah berani bersikap tidak sopan pada Joana.
"Siapa Kau!?" Terima pemuda yang lainnya lagi.
"Kamu Paman atau Papanya?" Tanya pemuda yang telah menurunkan kakinya ke lantai.
__ADS_1
"Dia pacarku" Sahut Joana sambil bersedekap.
Arga sontak menoleh ke Joana dengan wajah penuh tanda tanya.
"Kau bohong! Dia tampak seperti Paman atau Papa kamu. Kalau pacar, kenapa dia tampak jauh lebih tua dari kamu?" Tanya pemuda yang sudah merasakan tendangan Joana di kakinya.
"Tidak penting siapa aku. Kalian cepat pergi dari hadapanku atau mau aku buat kalian babak belur dan berakhir di IGD?" Arga mendelik ke ketiga pemuda yang tampak masih memiliki niat menggoda Joana.
"Oke. Kami pergi" Sahut pemuda yang masih belum kena tendangan dan bogem mentah. Dia segera.merangkul teman-temannya dan melangkah pergi meninggalkan Joana dan Arga.
Arga menoleh ke Joana, "Kau sekarang tahu, kan, kenapa aku minta kamu ganti baju. Kamu pakai dress kayak gini aja ada yang menggoda dan hendak melecehkan kamu. Apalagi kalau kamu pakai celana pendek kamu yang tadi, bisa lebih parah kejadiannya daripada ini"
"Iya. Kamu benar. Terima kasih sudah menjaga aku dan melepaskan aku dari pemuda-pemuda brengsek tadi" Sahut Joana dengan senyum tulus.
Arga menghela napas panjang, lalu ia segera memesan makanan dan minuman. Setelah itu, Arga mengajak Joana duduk di salah satu gazebo yang menghadap ke danau buatan.
Joana menoleh ke Arga untuk bertanya, "Ada kolam ikan. Apa aku boleh kasih makan ikan-ikan itu?"
"Hmm. Tapi, jangan jauh-jauh dari gazebo ini!" Sahut Arga sambil memainkan telepon genggamnya.
Joana memekik senang dan langsung memberi makan ikan-ikan itu dengan makanan ikan yang disediakan di pinggir kolam.
Beberapa menit kemudian, Arga memanggil Joana untuk makan.
Di saat Joana mencuci tangannya, Arga mengupaskan kulit udang untuk Joana. Arga juga memotong steak ikan yang Joana pesan menjadi potongan kecil-kecil yang mudah untuk disantap.
Joana tertegun saat ia duduk di depannya Arga. Saat Joana mengucapkan kata, "Terima kasih" Ada desiran hangat abnormal di hati Arga dan Joana yang membuat mereka menikmati makanan mereka dalam keheningan.
Beberapa jam berikutnya, Arga bergegas masuk ke kamar mandi yang ada di luar kamarnya dan saat ia menggosok rambutnya dengan shampoo, lampu mati.
Joana yang takut gelap, berteriak kencang dan sontak membuka pintu yang ada di sampingnya dan saat lampu kembali menyala, Arga terkejut begitu pula dengan Joana.
__ADS_1
Ternyata Joana masuk ke dalam kamar mandi dan saat ini, dia berdiri di depannya Arga yang telanjang bulat dengan rambut yang masih penuh dengan busa shampoo.
Joana dan Arga bersitatap dalam kebekuan mereka.