Godaan Si Lugu

Godaan Si Lugu
Kepikiran


__ADS_3

Joana terpaksa memutar badan dan langsung menundukkan wajahnya.


Arga refleks mencubit dagunya Joana dan ia angkat wajah Joana sambil berucap, "Kenapa kau menghindariku kalau kau membebaskan aku dari penjara? Untuk apa kau bebaskan aku kalau kau tidak mau bertemu lagi denganku?"


Joana menghela napas panjang, lalu berkata, "Jangan temui aku lagi! Aku tidak ingin Papaku berbuat lebih kejam lagi padamu. Aku tidak mau sesuatu yang buruk menimpa kamu, Mas"


"Maafkan aku! tadi aku......."


"Lupakan yang sudah terjadi. Aku nggak akan meminta kamu bertanggung jawab dan......"


Arga melirik kantong plastik dan langsung memotong kalimatnya Joana untuk bertanya, "Kamu beli apa? Apa kamu sakit? Kamu sakit apa?"


Joana tersentak kaget dan langsung mendorong tubuh Arga untuk melarikan diri. Arga berhasil menarik lengannya Joana dan kantong plastik yang Joana genggam, terlepas dari genggamannya dan jatuh di atas lantai.


Joana langsung menarik lengannya dari cengkeramannya Arga dan berlari keluar dari dalam apotik.


Arga hendak mengejar Joana, namun pandangannya tertuju ke kantong plastik yang tergeletak di atas lantai.


Arga sangat penasaran apa yang ada di dalam kantong plastik itu dan dia memilih untuk memungut kantong plastik itu terlebih dahulu sebelum ia keluar mengejar Joana.


Arga mengambil obat yang ada di dalam kantong plastik dan menanyakannya ke penjaga apotik, "Obat ini obat apa?"


"Itu pil pencegah kehamilan" Sahut penjaga apotik.


Arga langsung berlari keluar meninggalkan apotik untuk mengejar Joana. Namun, terlambat. Joana sudah menghilang Arga bergumam, "Kenapa kau cepat sekali hilangnya? Aku cuma ingin mengatakan jangan minum pil pencegah kehamilan karena kalau kau hamil, aku akan bertanggung jawab. Dan aku ingin mengatakan kalau aku mencintaimu, Ana"


Arga lalu masuk ke dalam mobil dan berkata, "Jalan! Kita pulang"


Alma menoleh ke Joana yang tengah bersandar ke jendela mobil untuk bertanya, "Non, uang di dompet Tante berkurang tiga ratus ribu rupiah"


Joana tersentak kaget dan langsung menoleh ke Alma, "Iya. Nanti Ana akan ganti di rumah"


"Bukan begitu, Non. Tapi, apa yang Non beli kok sampai semahal itu? Setahu Tante, obat sakit kepala tidak semahal itu" Sahut Alma.

__ADS_1


"Ah, itu, emm, ada kok. Tadi ada obat sakit kepala yang harganya segitu karena Ana, minta obat sakit kepala yang terbaik"


"Lalu di mana obatnya?" Tanya Alma. "Tante lihat, Non keluar dari dalam apotik sambil berlari dan tidak bawa kantong plastik"


"Jatuh tadi, Te. Obat yang aku beli jatuh saat berdesakan antre dan karena ramai, aku malas memungutnya" Sahut Joana sembari memalingkan wajahnya untuk menutupi kebohongannya.


"Ooooo. Sayang juga, ya, Non, obat semahal itu jatuh" Sahut Tante Alma.


"Hmm" Sahut Joana tanpa menoleh ke Alma.


Boy ngebut dan lebih cepat tiga puluh menit dari biasanya untuk sampai ke kediaman mewahnya Leonard Alexander.


Joana langsung berlari cepat ke lantai dua dan segera melesat masuk ke dalam kamarnya.


Alma langsung mengunci kamar nona besarnya yang sangat ia sayangi seperti putrinya sendiri dan bergegas turun ke lantai bawah.


Joana masuk ke kamar mandi dan saat ia hendak melepas kaosnya Arga, ia mencium kaos itu dan menangis sesenggukkan.


Leonard menceritakan semuanya ke Paloma, istrinya yang tengah hamil muda dan Paloma tersentak kaget saat ia mendengar nama Arga Hewitt.


Leonard menatap istrinya yang tengah duduk di atas pangkuannya dengan menautkan alisnya dan sontak ia bertanya, "Kenapa kau sepertinya kaget saat mendengar nama Arga Hewitt? Apa kau mengenal pemuda brengsek itu?"


Paloma merebahkan kepalanya di pundak Leonard, lalu berkata, "Aku nggak kenal dengan pemuda brengsek itu. Aku hanya heran saja kok ada nama sebagus itu di sini. Dia orang mana emangnya?"


Leonard mengelus perut istrinya yang masih rata sembari berkata, "Aku nggak tahu ia orang mana. Nggak penting juga kalau aku tahu"


Paloma mengelus dada bidang suami tampannya sambil berkata, "Iya, kamu benar, Sayang. Nggak usah kita bahas lagi pemuda itu"


Paloma kemudian bangkit berdiri saat ia mendengar pintu diketuk.


"Masuk!" Sahut Leonard dengan suara bass-nya


Asisten pribadinya Leonard yang bernama Rama, masuk dan langsung melapor, "Tuan, Arga Hewitt telah keluar dari penjara"

__ADS_1


Leonard tersentak kaget dan langsung berteriak kesal, "Kok bisa?"


Asisten pribadinya Leonard yang berwajah lokal itu menyahut, "Non Ana mencabut tuntutan dan memberi pernyataan kalau dia tidak diculik oleh Arga Hewitt. Dan soal pemukulan, Arga bebas dengan uang jaminan"


Leonard langsung bangkit berdiri dan berkata ke Paloma, "kita pulang sekarang juga!"


Rama bergegas berputar badan untuk mengikuti langkah lebar tuan besarnya.


"Aku mau masuk ke kamar" Sahut Arga.


Arga terkejut saat ia melihat Leo duduk di tepi ranjangnya. Arga mendelik ke Leo, "Keluar! Aku mau rebahan. Aku capek banget hari ini"


Leo bangkit berdiri dan bertanya, "Bercak darah apa itu? Apa itu darahnya Ana? Apa kalian sudah melakukan itu dan........"


Alih-alih menjawab pertanyannya Leo, Arga mendelik dan berteriak sangat kencang, "Keluar!!!!!!"


Leo langsung berlari keluar dan saat ia sampai di ruang tamu, ia melihat Rendy memegang strip obat dengan wajah kebingungan.


Leo merebut strip oba itu dan ia bertanya ke Rendy, "Obat siapa ini?"


"Itu yang tadi dibeli oleh Bos Arga. Tapi, kenapa Bos Arga membeli obat penunda kehamilan? Padahal yang Bos tadi sakit kepala. Apa petugas apotik salah mengambilkan obat, ya?" Rendy semakin melengkungkan kedua alisnya ke dalam.


Leo langsung berkata sambil menepuk pundaknya Rendy, "Bos kamu tidak sakit kepala. Dia sakit asmara. Dan pil pencegah kehamilan ini, aku rasa ia beli untuk Ana. Dia dan Ana sudah begituan"


Rendy langsung menutup mulutnya yang ternganga. Lalu ia bergumam dengan mulut tertutup, "Astaga! Kenapa bisa jadi runyam begini"


"Kita doakan saja, Ana tidak hamil karena aku ke sini, mau kasih tahu ke Arga kalau Ana putri tunggalnya Leonard Alexander. Tapi, dilihat dari wajah kalian, sepertinya kalian sudah tahu siapa sebenarnya Joana Alexander" Sahut Leo.


Dan karena terus kepikiran Ana dan pil pencegah kehamilan, Arga melompat dari jendela kamarnya, berlari ke garasi untuk melajukan mobil pickup kesayangannya ke kediamannya Leonard Alexander.


Leo dan Rendy langsung berlari turun saat mereka mendengar ada suara pickupnya Arga.


Leo langsung masuk ke dalam mobil mewahnya Arga sembari berteriak ke Rendy, "Tunggu apalagi?! Masuklah! Kita harus segera susul si Arga. Aku rasa ia menuju ke kediamannya Leonard brengsek itu"

__ADS_1


Rendy langsung melompat masuk ke dalam mobil.


Leonard langsung berlari ke lantai atas dan saat ia berhenti di depan pintu kamarnya Ana, ia mendobrak pintu itu dengan wajah geram dan napas menderu penuh amarah.


__ADS_2