Godaan Si Lugu

Godaan Si Lugu
Persyaratan


__ADS_3

Darren Benn berangkat dari rumah pagi-pagi untuk menjemput gebetan barunya. Anak perawan yang menjadi incaran terbarunya.


"Duduk!" Mario menatap tajam ke Joana dan tampak dingin di depan Joana.


Namun, di dalam hatinya Mario memuji penampilan Joana dengan berkata di dalam benaknya, dia cantik sekali dengan kucir kuda asal-asalannya itu. Kacamata yang ia pakai malah membuat dia tampak semakin menarik. Sial! Kenapa kau tercipta sesempurna itu, Joana Alexander?


Joana mematung di tempatnya alih-alih melangkah ke sofa dan duduk.


"Kau mau aku bopong, ya? Kau rindu sama pelukan hangatku, ya, Istriku?" Mario berkata dengan ketus dan tatapannya tajam menusuk hati Joana.


Joana dengan berat hati melangkah maju dan duduk di sofa dengan kesal.


Mario ikutan duduk. Mario bersedekap dan kembali menyilangkan kaki, lalu berkata, "Kamu minta cerai, kan, kemarin malam?"


Sesungguhnya hati Mario terasa sakit saat ia mengucapkan kata cerai.


Joana yang duduk di ujung meja, menatap tajam Mario dan berkata dengan tegas, "Iya"


"Itu permintaan kamu sejak dulu dan maafkan aku kalau aku baru mengabulkannya sekarang" Sahut Mario dengan wajah dingin.


"Apa maksud kamu? Permintaan sejak dulu apa?"


Mario menghela napas panjang dan untuk mengusir rasa perih di hatinya saat benaknya kembali melayang ke masa lalu, ia berteriak kencang, "Jangan banyak bicara! Aku akan kabulkan permintaan cerai kamu. Tapi, ada persyaratan yang harus kamu setujui!"


"Persyaratan apa pun akan aku penuhi. Aku memilih bercerai sama kamu daripada sama Mas Darren, karena aku nggak kenal siapa kamu yang sebenarnya dan........"


"Diam! Aku sudah suruh kamu jangan banyak bicara, kan?!" Mario menggebrak meja dan melotot ke Joana. Mario bisa membohongi semua orang, tapi ia tidak bisa membohongi dirinya sendiri kalau dia cemburu dengan pria yang bernama Darren Benn. Dia kesulitan tidur selama lima tahun selain karena peristiwa pahit di masa lalu yang terus menghantuinya, dia juga selalu merasa sesak napas ketika ia membayangkan Joana Alexander berada di dalam pelukannya Darren Benn.

__ADS_1


Joana terkejut bukan main dan langsung membeku di tempatnya.


Mario menarik kembali tangannya dari atas meja lalu sambil mengepalkan kedua tangan di atas pangkuannya, Mario berkata, "Buka map itu!" Mata Mario tertuju ke map berwarna hitam yang ada di atas meja.


Joana mengambil map itu tanpa mengalihkan pandangannya dari Mario. Dia membukanya dan membacanya, "Syarat pertama, Joana Alexander harus bersedia melakukan apa saja yang diperintahkan oleh Mario Alexei selama tiga ratus enam puluh lima hari. What?! Itu berarti, kan, satu tahun?" Joana menatap Mario.


"Baca sampai selesai dan jangan banyak tanya! Tinggal di akhir nanti, kamu setuju atau nggak. Kalau setuju tanda tangan. Kalau nggak setuju, berarti kita akan menjadi suami istri selamanya" Mario menatap Joana dengan tatapan dingin.


Joana menghela napas panjang dan dia melanjutkan membaca persyaratan dari Mario, "Syarat kedua, Joana Alexander tidak boleh minum minuman alkohol dan pergi ke bar seorang diri lagi selama tiga ratus enam puluh lima hari. Hah?! Persyaratan macam apa ini? Kenapa kamu mengatur hidupku dan ......."


"Kau mau aku ke kursi kamu sekarang ini dan mencium kamu?"


Joana langsung membungkam mulutnya dan menggelengkan kepala.


"Kalau nggak mau. Baca sampai tuntas! jangan banyak tanya!" Mario menatap Joana dengan wajah datar.


"Semua syarat itu untuk kebaikan kamu. Seperti syarat kedua, aku bikin karena aku lihat, kalau kamu stres kamu selalu pergi ke bar. Itu berbahaya untuk kamu dan aku nggak mau menolong kamu terus kalau kamu berakhir teler lagi di bar dan ........."


"Untuk kebaikanku? Cih! Lalu, siapa yang meminta kamu menolongku? Apa kau tahu, aku pergi ke bar dan kecanduan pergi ke bar kalau aku stres, itu karena aku, merindukan Arga Hewitt. Aku sangat merindukan Arga Hewitt!" Joana memekik kesal dan air mata tampak tergenang di pelupuk matanya.


Mario tertegun sesaat, lalu untuk mengusir rasa canggungnya, ia berkata, "Terima kasih sudah merindukan aku dan ........"


Joana mengusap kedua matanya dan berkata ketus, "Aku tidak merindukan kamu. Aku merindukan Arga Hewitt"


Mario kembali tertegun. Dia kemudian berkata tanpa menatap Joana, "Kalau kamu setuju dengan persyaratan itu, cepat kau tandatangani!"


Mario berkata di dalam hatinya, Jangan tandatangani, jangan tandatangani!

__ADS_1


Namun, Mario harus menghela napas berat saat ia melihat Joana dengan penuh semangat menandatangani surat perjanjian perceraian mereka padahal ia mengajukan persyaratan yang dia pikir cukup sulit untuk Joana setujui.


Mario melihat Joana masih menundukkan wajah dan masih asyik menandatangani berkas yang ia ajukan, lalu Mario berkata dengan sorot mata sedih, "Sebegitu inginnya kamu bercerai denganku, ya?"


"Hmm! Karena, aku nggak kenal siapa kamu. Aku kecewa sama kamu. Kamu ternyata seorang pembohong" Sahut Joana dengan wajah serius sambil menyodorkan map ke Mario


Mario mengambil satu lembar kertas dari dalam map yang disodorkan oleh Joana. Lalu, ia meletakkan map itu kembali di atas meja dan sambil bangkit berdiri, ia berkata, "Nanti malam ada pesta para pemegang saham. Suami dan Papa kamu juga hadir. Kamu pasti ikut, kan?"


Joana menggelengkan kepala sambil berkata, "Aku nggak pernah ikut acara begituan. Aku nggak suka pesta"


"Maka aku meminta kamu untuk ikut"


"Kamu nggak bisa mengaturku" Joana langsung bangkit berdiri dan berkacak pinggang.


"Benarkah? Buka map dan baca syarat pertama"


Joana langsung meraih map, membukanya dan membaca syarat pertama, "Joana Alexander harus bersedia melakukan apa saja yang diperintahkan oleh Mario Alexei selama tiga ratus enam puluh lima hari. Sial!" Joana mengangkat wajah cantiknya dan mendengus kesal.


Mario menyeringai penuh kemenangan. Lalu, ia menunjuk ke sofa panjang dan berkata, "Ada paper bag di sofa itu" Sorot mata Mario menunjuk ke paper bag itu, lalu ia menatap Joana dan berkata, "Pakai semua yang ada di dalam paper bag itu dan datanglah ke pesta pertemuan para pemegang saham yang diselenggarakan di hotel The Alexei jam tujuh malam, nanti!"


Saat Mario melenggang ke pintu keluar, Joana langsung memekik, "Kenapa aku harus pakai barang dari kamu? Aku punya banyak baju dan.......


Mario yang sudah membuka pintu, menoleh ke Joana dan berkata, "Kau mau melanggar syarat pertama? Oke, boleh saja. Tapi, aku akan bertindak semauku kalau kamu melanggarnya" Lalu, Mario melangkah keluar dan brak! Dia menutup keras pintu ruang kerjanya Joana.


Joana langsung berteriak, "Dasar gila!!!!! Dasar menyebalkan!!!!!!! Manusia bar-bar!!!!!!"


Mario yang masih bisa mendengar teriakannya Joana di dalam langkahnya menuju ke lift, tersenyum penuh kemenangan.

__ADS_1


Rendy berkata ke Mitha, "Kau boleh masuk sekarang!" Lalu, ia berlari kecil menyusul langkah Mario masuk ke dalam lift khusus untuk Presdir dan CEO.


__ADS_2