Godaan Si Lugu

Godaan Si Lugu
Beda


__ADS_3

Akihiro kalang kabut saat ia tidak menemukan Joana di kamarnya. Dia langsung berteriak penuh amarah dan langsung memberikan perintah ke anak buahnya untuk menemukan Joana.


Namun, dua jam berikutnya, Akihiro tetap harus menelan kemarahannya saat anak buahnya memberikan laporan, Joana tidak ditemukan di seluruh penjuru vila maupun di seluruh penjuru pulau.


Di saat Akihiro melangkah lebar untuk menaiki speedboatnya dan hendak mencari Joana di sepanjang pesisir, tangan kanannya datang dan berkata, "Tuan Hiro, semua tamu sudah datang dari satu jam yang lalu. Kita harus segera memulai pestanya"


Akihiro terpaksa mengurungkan niatnya untuk mencari Joana dan memilih untuk memulai pesta liarnya yang ilegal itu sambil berkata ke anak buahnya, "Teruskan pencarian!"


Mario kembali ke hotel dan saat ia mebuka pintu kamar hotel, ia menemukan Joana meringkuk di dalam selimut dan tengah menikmati mimpi di kala pekatnya langit malam telah menyapanya.


Mario berdiri di tepi ranjang. Ia mengamati Joana cukup lama. Dia sangat mencintai Joana dan tidak bisa ia pungkiri lagi. Dia tidak ingin menyakiti Joana walaupun dia menyimpan banyak kekecewaan dari sikapnya Joana, namun entah kenapa dia tidak bisa membenci Joana.


Tapi, beda halnya terhadap Leonard Alexander. Dia tidak bisa melupakan semua hal yang telah Leonard lakukan padanya. Maka tidak bisa ditawar lagi, ia bertekad mengusut tuntas kematian mama dan ayahnya, lalu memenjarakan Leonard Alexander, karena ia yakin seratus persen kalau Leonard Alexander yang telah membunuh mama dan ayahnya.


"Aku akan bawa Ana ke panti asuhan saja. Di sana, Ana akan aman. Dengan begitu Ana akan aman dan aku bisa bebas menjalankan misi balas dendamku. Sebenarnya aku sangat kecewa sama Ana, dia udah menggugurkan anakku dan minta cerai. Tapi, entah kenapa hari kecilku berkata kalau Ana sebenarnya tidak menginginkan semua itu" Gumam Mario lirih.


Mario lalu duduk menghadap meja dan membuka laptopnya di sana. Dia menunggu Joana bangun, lalu mengajak Joana makan malam setelah itu, ia akan membawa Joana ke panti asuhan.


Joana bangun dan setelah makan malam malam selesai, Mario mengatakan semuanya ke Joana dan dia blak-blakan mengenai rencana balas dendamnya. Dia sudah tidak bis lagi menolerir tindakan kejinya Leonard Alexander.


Joana tersentak kaget dan langsung bangkit berdiri. Dia mundur ke belakang dengan gegabah sampai kursi yang dia pakai duduk sebelumnya terjungkal jatuh ke lantai. Joana terus menggelengkan kepalanya dan wajahnya tampak pucat ketakutan. Joana berdiri di persimpangan hati.

__ADS_1


"Kenapa? Kau tidak dapat menerima kenyataan kalau Papa kamu ternyata sejahat itu? Bahkan aku juga punya bukti. Ada seseorang yang baik hati memberikan bukti itu ke aku. Papa kamu juga telah membunuh mantan pacarku, ibu tiri kamu, Paloma. Paloma ketahuan berselingkuh. Leonard membunuh Paloma dan selingkuhannya di pulau pribadi"


Joana terus melangkah mundur dan menggelengkan kepalanya sambil memegang dadanya yang bergemuruh karena ketakutan. Untuk kabur dari kenyataan mengerikan yang dia dengar dari mulut Mario, Joana duduk berjongkok, menutup kedua telinganya sambil berteriak, "Kau bohong!!!!! Kau pembohong besar!!!!!! Papa bukan orang yang sepeti itu, nggak mungkin!!!!!!" Air mata tampak menetes di lantai.


Rahang Mario terkatup rapat karena marah.


Mario kemudian berkata, "Aku sudah memperlihatkan diriku setransparan ini ke kamu dan kamu masih menyebutku pembohong? Lalu, bagaimana dengan Papa kamu, hah?!"


"Jangan mentang-mentang sekarang kau kaya raya dan berkuasa, kau bisa mengarang cerita sesuka hati kamu" Joana bangkit berdiri, namun kepalanya masih tertunduk dan isak tangis masih terdengar.


Mario menggertakkan giginya. Dia merasa tersinggung mendengar ucapannya Joana. Lalu, ia berkata, "Baiklah Miss Joana Alexander. Papa kamu memang berdarah biru. Punya kuasa dan kaya raya. Lalu, dengan begitu Papa kamu boleh membuat cerita sesuka hati dia, membunuh orang sesuka hati dia dan aku yang kau tuduh mengarang cerita di sini? Lelucon macam ini? Kau sama sekali tidak masuk akal, Miss Joana Alexander. Dan kau juga sama! Kau membunuh anakku, lalu ..........."


"Aku tidak membunuh anak kita!!!!!" Joana menegakkan wajahnya dan menatap Mario dengan sorot mata ambigu.


"Aku keguguran. Waktu itu kau dorong aku sampai punggungku membentur tembok dan aku jatuh pingsan. Dokter mengatakan kalau aku kehilangan bayiku, bayi kita, karena aku masih sangat muda untuk hamil. Jadi, benturan fisik dan psikis yang aku alami waktu itu, membuatku keguguran"


Mario mundur selangkah dan langsung bertanya, "Apa buktinya? Kau selalu mengatakan kalau aku pembohong. Maka aku juga bisa berkata seperti itu kalau aku tidak lihat buktinya"


Joana mengangkat wajahnya dan sambil menggertakkan gigi ia berucap, "Antarkan aku pulang!"


"Hei! Apa yang menjengkelkan kamu, hmm? Aku hanya minta bukti. Kalau kau tidak punya, maka kau lah yang pembohong besar di sini"

__ADS_1


Dengan darah mendidih, Joana melotot pada lelaki itu.


"Apa? Kau marah dituduh sebagai pembohong? Atau kau marah karena kau ketahuan tengah berbohong saat ini, hah?"


"Kau bisa tanya pada Tante Alma. Aku menyuruh Tante Lama memberikan surat ke kamu dan ........."


"Surat itu berisi pernyataan kalau kamu telah menggugurkan bayiku dan kamu minta cerai"


"Bukan begitu isi suratku. Nggak mungkin Tante Alma......"


"Yang kasih surat itu ke aku adalah Rosa. Aku bahkan membawa surat kamu itu ke mana pun aku pergi. Kau jangan berbohong lagi!" Mario tiba-tiba menegang kepala Joana dengan kedua tangannya. Dihentaknya krpala Joana ke arahnya ketika wanita itu berusaha berpaling. "Tatap aku dan katakan kalau itu tidak benar!"


Joana menatap lekat-lekat kedua bola mata hijaunya Mario dan dengan wajah garang dia berkata, "Mana suratnya? Boleh aku melihatnya?"


Mario melepaskan wajah cantiknya Joana dan dia menyerahkan dompetnya uang tergelatak di meja ke Joana.


Joana membuka dompet Mario dan terkesiap kaget saat ia melihat ada foto pernikahannya dengan Arga Hewitt di dompet itu. Joana mengangkat wajahnya untuk melihat Mario dan Mario langsung berkata, "Kertasnya ada di balik foto itu"


Joana lalu mengabaikan foto itu dan mengambil secarik kertas yang terlipat di bawah foto pernikahan itu. Joana mengembalikan dompet Mario lalu ia membuka lipatan surat yang ai keluarkan dari dalam dompet Mario.


Beberapa detik kemudian, Joana berlari ke nakas untuk mengambil kertas dan pensil. Dia menulis di kertas itu beberapa kata dan menunjukkannya ke Mario, "Lihat! Tulisanku dan tulisan di surat yang diberikan oleh Rosa sangat beda, kan? Ini buktinya kalau surat yang diberikan oleh Rosa ini bukan surat dariku"

__ADS_1


Mario seketika mematung. Tiba-tiba Mario melangkah lebar dan memeluk Joana sambil berkata dengan isak tangis, "Aku bodoh sekali. Aku tidak pernah sama sekali melihat tulisan kamu dan aku memercayai surat yang diberikan oleh Rosa. Kau tahu, aku merasa sangat lega saat ini, Ana dan maafkan aku. Maafkan semua kebodohanku di masa lalu".


Joana membeku di dalam pelukannya Mario.


__ADS_2