Godaan Si Lugu

Godaan Si Lugu
Kejutan


__ADS_3

Joana memekik kegirangan. Dia berulangkali mengucapkan kata terima kasih dan dia langsung bangkit berdiri sambil mengambil semua piring dan gelas yang ada di meja makan. Arga langsung merebut piring dan gelas dari tangan Joana dengan berkata, "Kamu bukan pembantuku. Pekerjaanmu bukan di sini. Biar aku yang cuci semua piring dan gelas ini. Kamu mandi dan aku akan ajari kamu cara bekerja di bar. Aku tunggu di bawah kalau kamu tidak temukan aku di sini"


Joana menganggukkan kepala dengan senyumannya lalu ia berlari kecil menuju ke kamar untuk mandi dan berganti baju"


Darren sampai di kediaman mewahnya Leonard Alexander dan di sana dia langsung panik saat mendengar Alma berkata, "Non Ana tidak pulang dari kemarin. Tuan Leonard telah pulang dari perjalanan dinasnya di Italy dan langsung memblokir kartunya Non Ana begitu tahu kalau Non Ana tidak pulang semalam"


"Dia bersama Novi. Apa Bibi tahu alamatnya Novi?"


"Non Novi menelepon Tuan dan mengatakan kalau Non Novi dan keluarganya mengajak Non Ana ke luar kota untuk jalan-jalan. Untuk itulah kenapa Tuan marah dan memblokir kartunya Non Ana. Karena, Non Ana pergi tanpa pamit terlebih dulu sama Tuan" Sahut Alma


Darren langsung meraup kasar wajah tampannya dan pamit.


Darren menuju ke kantornya dengan pikiran kalut. Dia langsung membanting ponselnya ke lantai sampai ponsel itu hancur berkeping-keping saat ia beberapa kali menelepon ponselnya Joana dan Joana tidak mengangkat teleponnya.


Darren tersentak kaget saat ia merasakan pinggangnya dipeluk oleh seseorang dari arah belakang, Dia mengira Joana yang memeluknya. Namun, di saat ia memutar badan untuk memastikan bahwa yang memeluknya adalah Joana, alih-alih tersenyum semringah, Darren justru berteriak, "Keluar dari sini!"


Samantha langsung bersimpuh di atas lantai dan memeluk kedua kakinya Darren. Samantha terisak menangis dan berkata, "Maafkan aku! Jangan putuskan hubungan kita! Aku mohon! Aku sangat mencintaimu"


"Cih! Kamu mencintaiku apa mencintai hartaku?" Darren berkata sembari mendorong tubuhnya Samantha.


"Aku mencintaimu. Tentu saja aku mencintaimu" Isak Samantha.


Darren melangkah mundur menjauhi Samantha sembari berucap, "Kalau kau mencintaiku kenapa kau membawa pergi dompet dan mobilku kemarin?"


"Itu karena aku terpaksa. Aku nggak bawa uang kemarin dan kamu meninggalkan aku begitu saja untuk mengejar gadis brengsek itu!" Isak Samantha dan Darren langsung berteriak penuh amarah, "Dia bukan gadis brengsek! Dia gadis yang aku cintai dan akan kau nikahi dua bulan lagi"

__ADS_1


Samantha langsung bangkit berdiri dan berkata di tengah isak tangisnya, "Tega kamu! Tega kamu mencampakkan aku begitu saja!? Dasar laki-laki brengsek!!!!!"


Darren langsung memanggil satpam dan tidak begitu lama kedua satpam itu datang untuk menyeret keluar Samantha dari dalam ruang kerjanya Darren.


Sementara itu, Joana tengah asyik belajar bagaiman cara menjadi pelayan di barnya Arga Hewitt.


Arga Hewitt lalu berkata, "Oke, udah selesai. Kamu orangnya cerdas juga ternyata. Kamu bisa dengan cepat belajar. Sekarang ikut aku!"


"Ke mana?" Tanya Joana.


"Belanja baju untuk kamu selama sebulan dan membeli seragam bar untuk kamu" Sahut Arga sambil melepas celemeknya dan meriah kunci mobil dan ponselnya. Di saat Arga memutari meja barnya, Joana langsung mengikuti langkahnya Arga dengan wajah berseri-seri.


Arga mengajak Joana ke sebuah toko baju. Pemilik toko baju itu adalah teman akrabnya Arga.


"Siapa gadis itu? Dia pacar baru kamu? Kalau iya, aku lebih menyukai gadis ini daripada pacar kamu yang sebelumnya" Sahut wanita paruh baya pemilik toko baju itu yang sudah menganggap Arga seperti putra kandungnya sendiri.


Joana yang masih asyik mengedarkan pandangannya ke seluruh toko itu, tiba-tiba berbalik badan untuk mendekati wanita paruh baya yang dipanggil Mama Mia oleh Arga. Joana langsung bertanya, "Apa Anda bisa membantu saya memilih baju? Saya belum pernah belanja baju sendiri soalnya"


Wanita yang memiliki nama panggilan mama Mia itu langsung tertawa senang dan memeluk pinggang rampingnya Joana sembari berkata, "Tentu saja, mari Mama Mia pilihkan baju yang cocok buat kamu, Manis"


Joana lalu berbisik di telinganya wanita yang biasa dipanggil mama Mia itu, "Dan pakaian dalam juga"


Mama Mia langsung tergelak geli, lalu berkata, "Oke, Manis, yang itu juga akan aku pilihkan"


Arga hanya bisa menghela napas panjang dan menggeleng-gelengkan kepalanya saat ia melihat tingkah mama Mia dan Joana.

__ADS_1


Arga yang duduk di kursi kasir, mencoba menelepon kembali nomer ponsel kekasihnya dan dia kembali merengut kesal saat operator yang menjawab panggilan teleponnya. Dengan kesal, Arga mematikan ponselnya dan ia jejalkan ponsel itu di saku kemejanya.


Joana menjajal semua pakaian dalam dan semua baju yang dipilihkan oleh wanita paruh baya pemilik toko baju itu, di kamar ganti. Dan mama Mia berjalan mendekati Arga.


Mama Mia lalu berkata, "Gadis itu apa anak orang kaya? Apa kamu menculiknya?"


Arga melotot ke mama Mia dan sontak menyemburkan protes, "Apa kau nampak seperti seorang penculik, Cih! Enak aja!"


Di saat mama Mia ingin membuka suara kembali, dia dan Arga dikejutkan dengan bunyi dering ponselnya Arga, "Halo, ada apa Ren?"


Rendy, asisten pribadinya Arga sontak berkata, "Bos, Anda harus cepat ke hotelnya Bos yang ada di jalan Arjuna!"


"Emangnya ada apa, Ren?" Arga langsung bangkit berdiri.


"Kekasih Anda, Paloma Wijaya, menikah di sini dengan Leonard Alexander" Sahut Rendy.


Arga langsung menoleh ke Mama Mia, "Tolong jaga Joana sebentar! Aku mau ke hotelku. Ada urusan mendesak di sana" Arga bergegas berlari kencang keluar dari dalam toko bajunya mama Mia sambil memasukkan ponselnya ke dalam saku celana jinsnya dan pria tampan itu bergegas masuk ke mobil pickup-nya. Tidak menunggu lama, mobil pickup itu Arga lajukan meninggalkan pelataran parkir toko bajunya menuju ke hotelnya.


Tanpa Joana ketahui, Papanya dan Paloma, menggelar resepsi pernikahan mereka di sebuah hotel berbintang lima di pagi hari itu, di saat ia tengah asyik mencoba baju di toko bajunya mama Mia. Pernikahan Leonard Alexander dan Paloma Wijaya itu dipercepat karena Paloma berkata ke Leonard Alexander, kalau dia telah berbadan dua.


Arga sampai di salah satu hotel mewah miliknya yang berada di jalan Arjuna lebih cepat lima belas menit dari biasanya sampai-sampai dia kena tilang polisi karena, ngebut di jalan protokol.


Ckkiittttt! Arga mengerem dadakan mobil pickup-nya dan dia langsung melemparkan kunci mobilnya ke satpam yang berjaga di lobi depan hotelnya di saat ia melesat berlari masuk ke dalam hotel.


Rendy menyambut Arga di lobi dalam dan langsung mengajak Arga ke aula besar yang berada di lantai dua hotel tersebut.

__ADS_1


Dan saat Arga sampai di depan pintu aula besar yang ada di lantai besar, Arga tertegun menatap foto sang pengantin. Dia melihat kekasihnya yang cantik memeluk mesra pria lain di dalam foto itu.


Arga lalu berteriak kencang dan mengambil pigura foto itu untuk ia benturkan di atas lantai. Kemudian ia berteriak, "Paloma Wijaya keluar kau!!!!! Keluarrrrr!!!!!!!!!"


__ADS_2