Godaan Si Lugu

Godaan Si Lugu
Sabar!


__ADS_3

Arga Meminta izin ketika akan melakukan ciuman dengan Joana. Namun, ia tidak menggunakan cara verbal. Bahasa tubuhnya yang berbicara. Arga memulainya dengan mendekatkan wajah secara perlahan-lahan sambil sesekali melakukan kontak mata.


Tubuh Joana yang beku dengan pandangan mata yang meredup, diartikan oleh Arga sebagai lampu hijau.


Arga menempelkan keningnya di keningnya Joana dan bertanya di sana, "Apa ini berarti boleh?"


Tanpa Arga duga, ia mendapatkan jawaban lirih dari Joana, "Iya"


Arga menghembuskan napas pendeknya dan seiring dengan degup jantung yang semakin kencang, Arga menyusurkan bibirnya dari kening ke hidung sampai ke pucuk hidupnya Joana dengan menahan napas. Di saat ia mendaratkan bibirnya di bibir Joana, ia hanya memberikan kecupan di sana. Lalu ia menatap Joana yang memejamkan mata.


Sial! Arga mengumpat di dalam hatinya saat ia melihat bibir Joana merekah penuh damba. Pria tampan yang kurus tinggi, namun berbadan atletis itu, langsung memagut bibir atasnya Joana. Dia mengajak Joana berciuman cukup lama, namun belum melibatkan lidah. Ia dan Joana akhirnya bisa menemukan ritme alami saat mereka berciuman. Mereka merasa nyaman satu sama lain dan dengan tidak tergesa-gesa, mereka mengikuti gerakan satu sama lain secara lembut.


Hari nurani dan akal sehatnya Arga langsung menarik Arga dari kenikmatan yang tengah Arga reguk. Sebelum Arga merasa sangat nyaman dan menuntut lebih, Arga menarik bibirnya dari bibir Joana.


Dia sadar kalau Joana masih gadis belasan tahun yang lugu dan polos. Dia sadar bahwa ia tidak seharusnya mengambil keuntungan dari keluguannya Joana. Dia juga sadar bahwa dia jauh lebih tua dari Joana. Jarak umur sebelas tahun membuat ia sadar bahwa ia lebih pantas menjadi seorang Paman bagi Joana. Semua kesadarannya itu, membuat ia merasa harus menghentikan ciumannya sebelum naluri kelaki-lakiannya menuntut lebih.


Joana membuka kedua kelopak matanya saat Arga melepas gelungan lengannya di leher Arga dan Arga melangkah mundur ke belakang.


Joana menatap Arga dan sontak bertanya, "Kenapa berhenti?"


"Kita harus hentikan. Aku minta maaf. Nggak seharusnya aku mengambil keuntungan dari keluguan kamu" Arga berucap dengan wajah datar dan sambil mengusap bibirnya dengan ibu jarinya.


"Kenapa kau mengusap bibir kamu dengan ibu jari kamu?" Joana menautkan alisnya dengan lugu di depan Arga.


Arga tersenyum dan sambil menatap bibir Joana yang masih tampak basah akibat dari ulahnya, Arga berkata, "Aku cuma berpikir, ternyata begini rasanya?"


"A.....apa maksudmu? Begini rasanya? Lalu, apa yang kau rasakan? Apa beda dengan ciuman pertama kita kemarin?" Joana menatap Arga dengan wajah polos dan penuh dengan tanda tanya.


"Tidak ada komentar" Arga tersenyum di depan Joana, lalu ia berbalik badan meninggalkan Joana begitu saja.


Joana mendengus kesal dan sontak berlari menyusul Arga. Di saat ia berhasil meraih lengannya Arga dia menarik Arga sampai Arga menghadap ke arahnya untuk menyemburkan protes, "Tidak ada komentar kau bilang? Apa aku seburuk itu dalam berciuman?"


Arga menghela napas panjang dan bertanya, "Di ciuman pertama kita kemarin, aku bisa tahu kalau kamu belum pernah berciuman sebelumnya dan di ciuman kita barusan, kamu udah bisa lumayan rileks, tapi masih cukup kaku. Aku hanya bisa memberikan komentar seperti ini"


Joana melepaskan lengannya Arga dan berkata dengan wajah lesu, "Iya. Kau benar"


"Maafkan aku kalau saat itu aku mencium kamu dengan sangat liar padahal itu adalah ciuman pertama bagi kamu" Sahut Arga.

__ADS_1


"Tidak. Nggak papa. Emm, maksudku, aku........" Joana langsung memerah malu.


Arga mengumpat kesal di dalam hati saat ia melihat wajah imutnya Joana yang tengah tersipu malu. Dia sungguh ingin mencium Joana saat itu juga, namun dia berhasil menahan diri dengan cara mengepalkan kedua tangannya yang ada di kedua sisi tubuh kekarnya.


"Kenapa kau menatapku seperti itu? Aku ini jelek, ya?" Joana menundukkan wajahnya dengan lesu.


Arga sontak berkata dengan nada kesal, "Oh, astaga Nona! Kau bahkan tidak menyadari kalau kamu itu sangat cantik dan kamu memiliki tubuh proporsional. Kaki jenjang kamu juga sangat indah. Rambut kamu juga"


Joana sontak mengangkat wajahnya dan dengan semringah ia bertanya, "Benarkah?"


"Hmm" Arga menganggukkan kepalanya dengan serius.


"Tapi, kenapa Mas Darren selingkuh dariku? Dan kenapa kamu tidak pernah mau menatapku cukup lama. Kamu sering buang muka kalau kita tanpa sengaja bersitatap" Joana menatap Arga dengan penuh tanda tanya dan wajah sedih.


"Tidak ada komentar saat ini. Daripada kamu terus bertanya nggak jelas kayak gini, aku akan ajak kamu jalan-jalan. Sebagai permintaan maaf ku karena telah mencium kamu lagi, aku akan traktir kamu makan siang"


Joana mematung di depan Arga dengan sorot mata bingung.


"Kalau nggak mau, ya sudah. Aku sendiri" Arga berbalik badan dan berjalan meninggalkan Joana.


Joana sontak berteriak, "Tunggu!" Sambil bergegas berlari kecil menyusul Arga.


"Pernah" Sahut Joana.


"Berapa kali?" Tanya Arga.


"Dua atau tiga kali" Sahut Joana. "Kenapa kau tanyakan itu?"


"Aku ingin tanya ke kamu, tempat apa yang ingin kau datangi sekarang ini?" Tanya Arga.


"Entahlah. Aku tidak pernah berpergian ke mana pun selain ke tempat les dan ke sekolah. Aku ngikut aja" Sahut Joana.


"Oke. Aku akan ajak kamu ke rumah makan apung. Menu di sana semuanya seafood. Kau tidak alergi seafood, kan?" Tanya Arga sambil melirik pahanya Joana yang terpampang nyata dan sangat menggoda.


"Aku menyukai semua makanan dan nggak punya alergi apapun. Aku cuma alergi sama cowok tukang selingkuhan" Sahut Joana.


Arga terkekeh geli dan saat Arga menghentikan mobilnya di depan toko bajunya Mama Mia, Joana sontak bertanya, "Kenapa kemari lagi?"

__ADS_1


"Ini toko baju. Tentu saja aku akan beli baju" Arga berucap acuh tak acuh sambil melompat turun dari mobil pickup-nya.


Joana menyusul Arga sembari bertanya, "Iya kamu tahu. Kamu ingin beli baju lagi?"


Arga membuka pintu toko baju Mama Mia sambil berkata, "Bukan untuk aku, tapi untuk kamu"


"Aku?" Joana menutup pintu toko baju Mama Mia, lalu melanjutkan ucapannya, "Aku udah pakai baju dan aku nggak perlu baju lagi"


"Celana kamu terlalu pendek dan......."


"Haaiiii Cantik!!!!!! Mama Mia seneng banget kamu datang lagi. Mau cari apa?"


Arga mendelik ke Mama Mia, "Carikan dia baju yang pantas untuk anak remaja. Jangan kasih dia celana yang pendek banget kayak gitu!"


Joana sontak mengerucutkan bibirnya dan Mama Mia berkata, "Oke tampan! Aku akan sihir wanita kamu ini menjadi gadis lugu belasan tahun"


Mama Mia lalu mengajak Joana masuk ke dalam dan meninggalkan Arga sendirian di depan meja kasir. Arga lalu memutuskan untuk duduk di atas sofa yang ada di sudut toko baju tersebut dan sambil menunggu Joana keluar dari ruang ganti pakaian, ia membaca majalah.


Saat Arga mendengar suara Mama Mia, "Wah, kamu sempurna pakai ini, Sayang!"


Arga berteriak, "Keluarlah! Aku ingin lihat dulu! Kalau aku tidak cocok, kamu harus ganti lagi! Aku punya banyak waktu hari ini"


Joana berteriak dari dalam ruang ganti pakaian, "Kau yakin ingin melihat yang ini?!"


"Iya! Keluarlah!" Teriak Arga dengan tidak sabar.


Joana keluar dan Arga sontak bangkit berdiri dan membeku.


"Kucing mencuri lidahmu, ya, Tampan?" Mama Mia terkekeh geli melihat ekspresinya Arga.


Arga melihat Joana tampak liar, berani, seksi, percaya diri yang memancarkan suatu kemurnian yang sangat menggoda.


Dengan baju bertali dan sangat seksi, Joana berdiri tidak nyaman di depan Arga saat ia melihat Arga terus menatapnya dengan sorot mata tajam yang seksi.


Daya tarik sensual yang murni dan ekspresi tidak berdosa di wajah Joana yang lugu, membuat Arga menyumpahi dirinya sendiri karena di saat itu juga, ia ingin menculik Joana dan melahap Joana.


Mama Mia langsung menarik Joana masuk kembali ke kamar ganti pakaian sambil berkata, "Aku rasa dia menyukainya. Kita akan tunjukkan dia baju yang lain, ayo!"

__ADS_1


Arga langsung terduduk lemas dan saat ia meraup wajah tampannya, ia mengumpat kesal, "Sial! Kenapa juga ia harus mencoba pakaian dalam lagi? Huuufftt! Sabar Arga! Sabaaarrrr!!!!!"


__ADS_2