
Kedua bola matanya Joana terus mengikuti perputaran jam. Dia tidak bisa tidur nyenyak karena setiap lima belas menit sekali ia meras mual dan terpaksa bangun untuk berlari ke wastafel dan muntah-muntah di sana.
Tepat di jam lima pagi, Joana bangun dan berlari ke kamar mandi untuk melakukan tes di alat kehamilan. Joana lalu duduk di atas closet (toilet duduk) dan seketika menatap nanar alat tes kehamilan yang menampilkan garis dua berwana merah menyala.
"Aku harus nelpon Novi" Joana langsung berlari keluar dari dalam kamar mandi untuk menelepon sahabatnya, "Vi, garis dua"
"Hah?! Garis dua apa?" Tanya Novi yang masih belum sepenuhnya bangun di jam lima pagi.
"Aku hamil" Ucap Joana lirih.
Novi tersentak kaget, langsung bangun dan sontak mengumpat, "Sial! Lalu, kau mau apa?"
"Antarkan aku ke rumah sakit. Kasih alasan ke Papa aku nanti jam setengah tujuh, kalau ada berkas yang harus aku tandatangani, jadi aku harus datang ke sekolahan"
"Oke. Aku mandi sekarang juga. Jangan lupa pakai seragam lengkap. Hari ini Rabu, pakai seragam batik putih dan bawa dress untuk kamu ganti baju nanti" Ucap Novi dengan nada panik.
"Oke" Sahut Joana.
Mona mual dan muntah saat ia mencoba minuman racikannya Leo. Leo langsung panik dan segera membawa Mona ke rumah sakit tanpa pamit ke Arga.
Arga masih merenung di dalam kamarnya. Dia tidak ada semangat untuk memulai harinya. Arga masih terus memikirkan Joana. Rasa sakit kehilangan Joana lebih pedih dibanding dengan rasa sakit saat ia kehilangan Paloma.
Beberapa menit kemudian, Novi dan Joana sampai di rumah sakit swasta yang letaknya agak jauh dari kediamannya Leonard Alexander agar Leonard tidak mengetahui kalau mereka pergi ke rumah sakit alih-alih pergi ke sekolah.
Joana dan Novi berganti baju di toilet rumah sakit dan setelah keluar dari dalam toilet dengan baju bebas, mereka berdua menuju ke ruang dokter spesialis dan mencari pintu yang bertuliskan dokter spesialis kandungan. Setelah menemukan pintu yang bertuliskan spesialis dokter kandungan, Novi menyuruh Joana duduk di depan pintu itu sambil berkata, "Aku akan daftar dulu"
Joana menahan lengan Novi, "Pakai nama siapa? Jangan namaku!"
Novi menghela napas panjang dan berkata, "Tenang saja! Kita pakai nama Mamaku. Mamaku juga hamil saat ini. Aku akan punya adik di umurku yang segini"
Joana tersenyum dan berkata, "Terima kasih, Vi"
__ADS_1
Paloma diam-diam datang ke bar Hewitt. Dia merindukan Arga. Bagaimanapun cintanya hanya untuk Arga walaupun hatinya untuk kekayaannya Leonard Alexander. Paloma mencari Arga karena ia terbakar cemburu saat ia tahu Arga menyembunyikan Joana Alexander.
Arga tersentak kaget saat ia melihat Paloma berdiri di depan garasi mobil. Arga mengabaikan Paloma dan meneruskan kegiatannya mengecek mesin mobil pickup kesayangannya.
Paloma berjalan mendekati Arga dan berkata, "Kau juga selingkuh, ya? Kau diam-diam selingkuh di belakangku, ya? Sejak kapan kau berhubungan dengan Joana Alexander? Apa kau mencintainya?"
Arga diam membisu dan terus menunduk ke mesin mobil.
"Arga!" Paloma mendelik dan membentak Arga. "Jawab aku!"
Arga menutup kap mobil dan berjalan menjauhi Paloma untuk mencuci tangannya di wastafel.
Paloma berlari mengikuti Arga dan mendekap Arga dari arah belakang.
Arga langsung melepas gelungan tangan Paloma di perutnya dan berputar badan untuk menghadap Paloma, "Kau gila atau apa, hah?! Kau ternyata wanita yang seperti ini. Menjijikkan. Aku menyesal pernah berpacaran denganmu dan hampir menikah denganmu"
Plak! Paloma menampar.kerws pipinya Arga
"Kenapa kau tampar kau?" Arga mendelik ke Paloma sambil mengelus pipinya yang terasa pedih terkena tamparan kerasnya Paloma.
"Aku tidak perlu kasih jawaban atas pertanyaan kamu. Karena kamu, bukan siapa-siapaku lagi. Ingat status kamu dan ingat kalau kau sedang hamil anaknya Leonard brengsek itu" Arga menatap Paloma dengan wajah dingin.
"Aku tidak hamil. Aku hanya membodohi Leonard. Aku hanya ingin hartanya lalu kembali ke kamu" Sahut Paloma dengan santainya.
"Cih! Memangnya aku masih mau denganmu? Aku tidak suka barang bekas, Paloma. Apalagi jika itu adalah bekasnya Leonard Alexander. Pergilah dan jangan temui aku lagi!" Sahut Leonard.
"Ba.....barang? Kau bilang aku barang?" Paloma mendelik ke Arga
Arga mendorong Paloma dan berkata, " Kalau kau tidak mau pergi, aku yang akan pergi" Arga lalu berlari kencang meninggalkan Paloma.
Paloma berteriak kencang, "Dasar brengsek kau Arga!!!!!!"
__ADS_1
Arga terus berlari kencang keluar dari pekarangan rumahnya dan mengabaikan teriakannya Paloma. Arga akhirnya berhenti di taman dan duduk di sana.
Mona dan Leo keluar dari ruang dokter umum dan saat mereka melintasi selasar khusus untuk para dokter spesialis, Mona dan Leo mengerem langkah mereka hampir bersamaan dan saling pandang untuk berkata, "Joana? Kenapa Joana keluar dari dalam ruangannya dokter spesialis kandungan?"
"Kau ikuti dia! Aku tunggu di mobil. Kepalaku pusing dan aku masih lemas, nih" Mona berucap sembari mendorong Leo untuk segera mengikuti Joana.
Leo menghela napas panjang dan diam-diam mengikuti Joana. Joana menuju ke apotik dan di sana, Leo mendengar Joana berucap ke gadis yang ada di sampingnya Joana,"Kenapa aku harus hamil? Apa aku gugurkan saja kandunganku ini? Aku akan menikah dengan Darren Benn tahun depan dan sekarang aku malah hamil anaknya Arga Hewitt. Aku harus bagaimana, Vi?"
Leo seketika mematung dan melongo. Lalu, ia segera berlari mengikuti Joana ke pelataran parkir dan dia sontak berlari lebih kencang lagi untuk menangkap tubuh Joana yang tiba-tiba jatuh pingsan.
Novi bertanya ke Leo, "Kamu siapa?"
"Aku adiknya Arga Hewitt. Aku akan bawa Joana ke rumah Kakakku karena ia hamil anaknya Arga. Kamu ikut aku atau pulang?" Leo menatap Novi.
"Aku ikut. Aku mau memastikan kalau kamu beneran bawa sahabatku ke rumah Arga Hewitt"
Paloma kembali ke kantornya Leonard Alexander dan tersentak kaget saat ia melihat suaminya duduk di ruangannya.
Leonard menatap tajam istri cantiknya sambil bertanya tanpa ekspresi, "Darimana kau?"
Paloma langsung duduk di atas pangkuannya Leonard Alexander dan sambil menggelungkan lengannya di leher kokoh suaminya, ia tersenyum dan berkata, "Aku cari rujak, Sayang. Tiba-tiba aku pengen makan rujak. Anak kita yang pengen"
"Kenapa nggak nunggu aku? Aku juga pengen beli sesuatu untuk calon anak kita. Kenapa pergi sendiri? Kalau kamu kenapa-kenapa gimana? Kalau anak kita kenapa-kenapa gimana?" Arga berucap masih dengan ekspresi datar.
"Maafkan aku. Aku nggak akan mengulanginya lagi" Paloma mengecup bibirnya Leonard dan Leonard langsung luluh. di bawah dekapannya Paloma.
Arga pulang ke rumahnya satu setengah jam kemudian.
Arga langsung naik ke lantai atas dan kedua bahunya melonjak ke atas saat ia mendengar Leo berteriak, "Ana ada di kamar kamu! Dia pingsan!"
Arga menautkan kedua alisnya karena dia, masih belum bisa mencerna ucapannya Leo dengan benar.
__ADS_1
Novi menatap Arga dan berkata, "Ana, hamil anak kamu dan dia pingsan. Lalu, adik kamu membawanya ke sini"
"Hah?!" Arga langsung menarik rahang bawahnya lebar-lebar