Godaan Si Lugu

Godaan Si Lugu
Tidak Sabar


__ADS_3

Setelah naik turun dari mobil sebanyak empat kali untuk menggunakan fasilitas GPS ( Gunakan Penduduk Sekitar) saat sinyal mengacak, akhirnya Arga sampai di panti asuhan tempat dia dan Leo dulu pernah tinggal selama dua tahun. Sampai akhirnya Arga diadopsi dan ditemukan oleh nenek kandungnya dari pihak papa kandungnya yang sampai sekarang masih hilang.


Arga disambut hangat oleh pendeta Jaya Dwipa yang juga merupakan kepala panti asuhan merangkap kepala desa di sana.


Joana terkejut saat ia melihat Mama Mia di sana.


Mama Mia langsung memeluk Joana dan mengajak Joana masuk ke dalam sebuah aula yang cukup besar. Di sana Joana disambut oleh teriakan selamat datang dari lima belas anak yang berdiri mengitari meja makan berbentuk persegi panjang yang sangat panjang.


Mama Mia mengajak Joana duduk di sebelahnya dan Arga menyusul duduk di sebelahnya Joana setelah ia selesai menyampaikan niatnya ke Bapak pendeta Jaya Dwipa.


Joana menoleh ke Mama Mia dan dengan wajah yang masih terkejut dia bertanya, "Mama Mia kok bisa ada di sini?"


"Mama Mia adalah istri Bapak pendeta Jaya Dwipa. Mama Mia berjualan baju untuk membiayai hidup anak-anak yatim piatu di sini" Sahut Arga.


Joana menoleh ke Arga sebentar lalu menoleh ke Mama Mia dan Mama Mia menganggukkan kepalanya dengan senyum semringah. "Arga juga banyak membantu di sini. Arga mengirim banyak uang ke sini sehingga kami bisa mendatangkan guru untuk mengajar anak-anak di sini"


Joana menoleh ke Arga untuk memberikan senyum bangga.


Arga merona malu dan untuk menutupi wajahnya yang memerah malu, dia mengambilkan sepiring nasi untuk Joana dan berkata, "Mama Mia terlalu melebih-lebihkan"


Mama Mia tekekeh geli mendengar ucapannya Arga. Lalu, ia bertanya, "Kamu hamil?" Mama Mia menyentuh perut Joana yang masih rata.


Joana mengangguk malu dan canggung.


"Nggak usah malu dan canggung. Semua orang pernah melakukan kesalahan. Yang penting kalian bisa belajar dari kesalahan itu dan bertanggung jawab atas semua konsekuensinya dengan baik" Sahut Mama Mia sembari mengusap lembut rambut indahnya Joana.


"Besok, Bapak akan segera memberkati pernikahan kalian. Jam delapan pagi, kalian harus sudah siap di depan altar gereja" Sahut Jaya Dwipa.


"Baik" Sahut Joana dan Arga secara bersamaan.


Diam-diam, Arga menggenggam tangan Joana yang ada di bawah meja dan dia makan sambil terus menautkan tangannya dengan tangan Joana. Joana tersenyum bahagia dia merasa sangat dicintai oleh Arga Hewitt.


"Rumah kamu udah dibersihkan anak-anak" Ucap Mama Mia.


"Ah, iya. Terima kasih banyak adik-adik. Udah bersihkan rumah Kak Arga"


"Sama-sama Kak Arga" Sahut kelima belas anak yatim piatu secara kompak.


"Tapi, Joanq belum boleh tinggal satu atap sama kamu" Sahut Mama Mia dengan sangat cepat.

__ADS_1


"Lho kenapa? Dia toh udah hamil anakku. Kenapa nggak boleh tinggal satu atap" Protes Arga dengan mulut mengerucut.


Joana tersenyum geli melihat ekspresi lucunya Arga.


"Harus begitu Arga. Kalian harus menahan diri semalam saja. Agar pemberkatan besok, ada gregetnya. Ada sakralnya dan bukan hanya formalitas saja" Sahut Jaya Dwipa.


"Baiklah" Sahut Arga masih dengan mulut mengerucut.


"Lalu, Ana tidur di mana?" Arga langsung menoleh ke Mama Mia"


"Ana tidur denganku. Dia akan tinggal di rumah Pastori malam ini" Sahut Mama Mia. Mama Mia mengelus pipi Joana, "Kamu nggak keberatan nggak, kan, Sayang, tidur sama Mama Mia malam ini?"


"Nggak" Joana langsung menggeleng cepat dan kembali berkata, "Aku justru senang bisa ngobrol panjang sama Mama nanti malam"


Mama Mia langsung menggemakan tawa renyahnya ke udara dan Arga semakin melancipkan bibirnya.


Beberapa jam kemudian, setelah selesai makan, Joana membantu mau membantu anak-anak mencuci piring dan gelas. Joana juga bersedia mengakrabkan diri dengan anak-anak dengan cara mengobrol di ruang tengah lalu melanjutkannya dengan bermain game twisted tongue. Game tersebut menyebutkan kata berulang-ulang seperti, "Kuku kakekku kaku-kaki" Dan kata-kata itu harus diucapkan dengan ritme cepat.


Permainan dibagi menjadi dua tim. Kepala timnya adalah Arga dan Joana.


Timnya Arga akhirnya kalah dan hukumannya, memasak roti bakar untuk yang menang.


Arga seketika bersyukur karena Joana, bisa merasa bahagia di tempat yang sederhana dan sangat terpencil.


Private jetnya Leonard Alexander akhirnya mendarat dengan selamat di bandara dan panggilan masuk di telepon genggamnya membuat ia berkata ke asisten pribadinya, "Kita ke bar Hewitt besok pagi saja. Kita ke kantor. Ada masalah di sana"


Setelah menghabiskan roti bakar dan malam semakin larut, tanpa sepengetahuan siapa pun, Arga menculik Joana DNA membawa Joana pergi ke balik pohon besar.


Dia mengungkung Joana di sana dan sambil mengelus pipinya Joana, Arga bertanya, "Kamu bahagia, Manisku?"


Joana menyenderkan kepalanya ke batang pohon besar itu dan berkata, "Aku sangat bahagia. Aku rasa, aku akan sangat betah tinggal di sini"


Arga langsung memagut bibirnya Joana dan Joana refleks mendorong dada Arga sambil berkata, "Mas, nanti ada yang lihat"


"Nggak akan ada yang lihat" Arga memeluk pinggangnya Joana dan kembali memagut bibirnya Joana.


"Mas!" Joana kembali mendorong Arga dan langsung berlari kecil meninggalkan Arga sambil berteriak, "Aku harus segera balik. Takut Mama Mia mencariku"


Arga meraup wajah tampannya dan sambil terkekeh geli dia kemudian berteriak, "Rindukan aku dalam tidurmu dan mimpikan aku, ya!"

__ADS_1


"Iya!" Teriak Joana dengan senyum riang.


Saat berjauhan dengan Joana, Arga mulai merasakan keresahan. Dia khawatir kalau Joana dan anak yang di dalam perutnya Joana merasa tidak nyaman tidur terpisah darinya. Karena Arga, juga mengalami tidak nyaman tidur sendiri tanpa ada Joana di pelukannya. Dia kecanduan memeluk Joana di dalam tidurnya.


Arga akhirnya keluar dari dalam rumahnya dan menatap rumah Pastori yang berhadapan dengan rumahnya. Arga akhirnya nekat melangkah lebar ke depan untuk mengetuk pintu rumah Pastori.


Jaya Dwipa membukakan pintu, "Ada apa?"


"Apakah Ana membutuhkan sesuatu?"


Jaya Dwipa menggelengkan kepala dan berkata, "Kembalilah dan tidurlah! Besok kamu harus bangun lagi!"


"Oke" Dengan wajah kecewa, Arga berbalik badan saat Jaya Dwipa menutup pintu Pastori.


Arga menghela napas panjang dan berbalik badan lagi untuk mengetuk pintu rumah Pastori.


Jaya Dwipa kembali membukakan pintu dan kembali bertanya, "Ada apa?"


"Emm, apa Ana mengigau? Dia suka mengigau. Kalau mengigau, dia mencari aku"


Jaya Dwipa kembali menggelengkan kepalanya, "Jangan khawatirkan Ana! Ana sudah masuk ke kamar dengan Istriku. Mereka asyik mengobrol"


"Benarkah? Apa aku boleh ikut bergabung mengobrol dengan mereka dan .........."


Jaya Dwipa mendorong pelan dada Arga dan setelah ia menutup pintu, ia merangkul Arga dan berkata, "Aku akan tidur di rumah kamu untuk menemani kamu biar kamu nggak kesepian dan bolak-balik mengetuk pintu rumahku. Apa kita mau main catur dulu? Main kartu dulu juga bisa"


Arga menghela napas panjang dan terpaksa mengiyakan sarannya Jaya Dwipa.


Setelah akhirnya ia merebahkan diri di atas kasur, Arga menjadi tidak sabar menunggu pagi tiba. Dia ingin segera menikahi Joana. Dan pria berparas tampan berbola mata hijau itu benar-benar menganggap serius pernikahan. Dia ingin hidup bersama dengan Joana dan anaknya untuk selama-lamanya di desa terpencil itu. Alhasil dia tidak bisa memejamkan kedua bola matanya sama sekali.


Mama Mia bertanya ke Joana, "Apa kamu sungguh-sungguh mencintai Arga?"


"Iya" Sahut Joana dengan cepat.


"Kenapa? Apa karena ia tampan atau karena ia adalah Papa dari anak yang kamu kandung saat ini?"


"Bukan karena itu, Ma. Tapi, karena Mas Arga, mau mendengarkan semua perkataanku dengan tenang dan Mas Arga benar-benar mendengarkan" Sahut Joana.


"Arga memang pria yang berhati emas. Dia selaku menolong seseorang tanpa ragu dan selaku bersedia mendengarkan setiap keluh kesah seroang dengan baik dan bersedia membantu bila diperlukan" Sahut Mama Mia.

__ADS_1


Joana tersenyum semringah dan berkata, "Dan aku beruntung bisa bertemu dengan Mas Arga dan bisa bertemu dengan Mama Mia dan semua yang ada di sini"


__ADS_2