Godaan Si Lugu

Godaan Si Lugu
Degup Jantung


__ADS_3

Rendy langsung menarik Arga dan membawanya masuk ke dalam sebuah ruangan. Rendy membungkam mulut bosnya dengan berkata, "Tuan, Anda ingin mengungkapkan identitas Anda hanya demi wanita murahan itu?"


Arga menatap lekat kedua bola matanya Rendy dan dengan napas menderu dia mematung.


"Jika Anda mengungkapkan diri Anda bahwa Anda pemilik hotel ini, apa Anda sudah ikhlas untuk tidak membalas dendam pada keluarga Alexander? Anda sudah berhasil merebut bisnis perhotelannya Victor Alexander yang sudah membuat Papa dan Mama Anda meninggal karena kecelakaan yang Victor Alexander rencanakan dan saat ini Leonard Alexander merebut kekasih Anda. Apa Anda akan ungkapkan identitas Anda sekarang juga dan melupakan semua dendam Anda?"


Arga menepis tangan Rendy lalu membungkuk, memegang kedua lututnya dan menarik napas tajam, lalu terbatuk-batuk. Kekecewaannya melihat kekasihnya menikah dengan pria lain telah membuatnya merasakan apa itu rasa sesak yang sangat menyakitkan di dada.


Rendy berkata, "Leonard mulai mencari Anda karena Anda sudah berhasil merebut hampir semua pemegang saham dan pelanggan hotel milik keluarga Alexander. Maka, saya sarankan Anda berdiam diri dulu untuk sementara waktu. Kita akan bertindak di waktu yang tepat"


Arga menegakkan badannya untuk berkata, "Yeeeaahhh!!!! Kamu benar. Terima kasih sudah menyelamatkan aku dari kerugian yang sangat besar"


"Sama-sama, Tuan. Untung saja Anda belum jadi mengaku ke Paloma Wijaya jati diri Anda yang sebenarnya. Paloma Wijaya, cewek matre itu hanya tahu kalau Anda hanyalah seorang bartender biasa. Dia mendekati dan merayu Leonard Alexander karena, dia ingin menjadi Nyonya besar di rumah mewah seorang konglomerat. Anda akan rugi kalau Anda menikah dengan cewek macam itu" Ucap Rendy.


Arga melengkungkan punggungnya dan berkata, "Oke. Kau benar. Aku akan balik ke bar aja kalau gitu. Dan, emm, aku udah pecahkan pigura foto di depan pintu masuk ruang pernikahannya wanita brengsek itu. Kirim uang permintaan maaf ke keluarga mereka"


"Baik, Tuan" Sahut Rendy.


Arga lalu pergi dari hotelnya lewat pintu belakang dan kembali ke toko baju mama Mia untuk menjemput gadis kecil yang bernama Joana.


Arga masih belum menyadari bahwa Joana Alexander, gadis kecil yang dia tolong semalam adalah putri tunggalnya Leonard Alexander.


Beberapa menit kemudian, Arga sampai di toko bajunya mama Mia dan dia melihat Joana telah duduk di bangku yang ada di depan kaca besar transparan di depan toko baju mama Mia dan mama Mia menemani Joana duduk. Arga melihat mama Mia bisa mengobrol santai dan akrab dengan Joana.


Arga mematikan mesin mobilnya dengan bergumam lirih, "Aku nggak pernah melihat mama Mia mengobrol seakrab dan seceria itu dengan Paloma" Arga kemudian membuka pintu mobil dan melompat turun dari atas mobil pickup-nya.


Mama Mia dan Joana langsung bangkit berdiri dan Joana langsung mengangkat paper bag yang dia jinjing di tangan kanannya sambil memekik riang, "Aku dapat tiga kaos gratis dari Mama Mia"

__ADS_1


Mama Mia tertawa riang dan menoleh ke Joana dengan berkata, "Ah, jangan berlebihan gitu. Mama cuma kasih tiga kaos yang murah kok"


Joana menoleh ke mama Mia dan dengan wajah ceria ia berkata, "Aku suka, Ma. Terima kasih banyak dan aku rasa aku mencintaimu, Ma"


Mama Mia tertawa senang dan sambil memeluk Joana ia berucap, "Mama rasa Mama juga mencintaimu. Sering-seringlah main ke sini"


"Kalau main ke sini, harus bawa uang. Karena, kalau main ke sini, kamu harus beli" Sahut Arga dan mama Mia sontak membahanakan tawa renyahnya ke udara bebas.


Arga lalu mengajak Joana pulang ke bar yang sekaligus menjadi tempat tinggalnya.


Joana mengoceh di dalam mobil di sepanjang perjalanan menuju ke rumahnya Arga sambil terus menatap Arga dari arah samping, "Terima kasih sudah mengajakku berbelanja baju di toko bajunya Mama Mia. Dia baik. Sangat baik. Dia bahkan membiarkan aku mencoba baju pesta. Aku tidak pernah pergi ke pesta, jadi tidak pernah pakai baju pesta. Dan dia, memilihkan aku baju dalam yang berbahan bagus karena, aku nggak pernah beli baju dalam, jadi nggak tahu bahan yang bagus untuk dipakai itu yang sepeti apa. Aku sangat bahagia menghabiskan waktu bersama Mama Mia Aku merasa memiliki kasih sayang seorang Mama yang tidak pernah aku dapatkan"


Arga bertanya tanpa menoleh ke Joana, "Ke mana Mama kamu?"


"Mamaku sudah meninggal sejak aku dilahirkan" Sahut Joana.


"Terima kasih. Emm, kenapa kau cemberut terus? Apa kamu masih memikirkan ciuman kita tadi pagi?" Joana bertanya dengan wajah polos.


Arga menghela napas berat dan bertanya ke Joana tanpa menoleh ke Joana, "Berapa umur kamu?"


"Tujuh belas tahun lebih sedikit. Kenapa kau tanya umurku?" Sahut Joana yang masih menatap Arga dari arah samping.


"Kamu masih berumur tujuh belas tahun ternyata. Mulai detik ini, sebagai pria yang jauh lebih dewasa dari kamu, aku melarangmu untuk membicarakan soal ciuman lagi!" Arga berucap dengan masih fokus menatap ke arah depan.


"Kenapa?" Tanya Joana.


"Ada tiga alasan. Pertama, karena kamu masih anak bau kencur. Kedua, karena kamu melakukan ciuman itu saat alkohol masih tersisa di tubuh kamu. Ketiga, ciuman itu sesuatu yang berbahaya dan jangan pernah coba-coba lagi" Sahut Arga dengan masih fokus menyetir mobil pickup-nya.

__ADS_1


"Bahkan denganmu?" Tanya Joana.


"Astaga! Kenapa denganku? Iya, tentu saja bahkan denganku" Sahut Arga dengan nada kesal.


"Kenapa?"


"Dan kenapa kau terus tanya kenapa, hah?!" Arga menoleh sekilas ke Joana dengan nada kesal.


"Karena, aku pikir ciuman pertamaku adalah dengan dirimu. Jadi, aku pikir, kita........"


"Nggak ada kita" Arga langsung memotong kalimatnya Joana dengan nada suara yang sangat tegas.


"Kenapa?" Joana mulai menatap ke arah depan dengan wajah kecewa.


"Oh, astaga! kenapa, kamu bilang kenapa terus, sih?" Arga mendengus kesal sembari menghentikan mesin mobilnya di lorong samping barnya. Dan saat Arga melepas sabuk pengamannya dan menoleh ke jok sebelah, Joana sudah menghilang dan Arga turun dari dalam mobil pickup-nya dengan kesal. Pria tampan itu kemudian masuk ke dalam bar dengan bergumam, "Sabar..... sabaaarrrr, Huufftt"


Joana naik ke lantai atas dan bergegas masuk ke dalam kamar untuk menaruh semua paper bag yang berisi baju, celana, dan pakaian dalam yang dia beli ti toko bajunya mama Mia.


Sedangkan Arga masuk ke bar untuk mengecek beberapa minuman dan makanan.


Joana kemudian mandi karena ia ingin segera memakai baju pilihannya. Dia bersemangat ingin segera memakai baju pilihannya karena ia belum pernah berbelanja baju.


Joana berendam di bathtub dan karena keasyikan melamun di dalam air hangat, Joana ketiduran di sana.


Arga naik ke lantai atas kediamannya setelah semua urusan di bar selesai dan karena tergesa-gesa ingin mandi, Arga melupakan keberadaan gadis kecil yang semalam ia tolong dan di beberapa jam yang lalu mengobrol dengannya.


Arga masuk ke dalam kamar mandi dan sontak berteriak, "Astaga!!!!!" Saat ia melihat Joana ada di dalam bath-tub dan tubuh Joana ia perhatikan merosot turun perlahan dan hampir tenggelam. Arga bergegas menarik tubuh Joana tanpa memperhatikan tubuh Joana yang polos.

__ADS_1


Tiba-tiba Joana membuka kedua kelopak mata lentiknya dan membeku saat kedua bola matanya bertabrakan dengan kedua bola matanya Arga. Mereka bersitatap cukup lama di dalam kebekuan mereka dengan degup jantung yang mulai abnormal.............


__ADS_2