
Mario dan Rendy langsung masuk ke ruang rahasia. Berganti pakaian. Rendy dan Mario menyamar untuk menangkap seseorang.
Mario mengenakan wig panjang berwarna emas, memakai kumis pasangan emas pula, lalu memakai topi dan kacamata hitam.
Sedangkan Rendy hanya mengenakan topi dan kumis palsu berwarna hitam.
Mereka naik mobil Van berwarna hitam yang khusus mereka pakai untuk misi rahasia mereka. Di dalam mobil tersebut terdapat banyak alat elektronik dan sebuah layar khusus untuk memantau keadaan sekitar saat mereka menjalankan misi.
Di hari itu, Mario masuk ke dalam sebuah kasino yang berada di dalam hotel bintang lima yang baru saja ia akuisisi tanpa sepengetahuannya Aika. Mario melihat targetnya tengah bermain di meja Blackjack. Mario tersenyum lebar lalu duduk di samping pria itu dan ikutan bermain Blackjack.
Sedangkan Rendy duduk di jok belakang Van, terus mengamati layar di depannya dan menunggu aba-aba dari Mario.
Beberapa menit kemudian, Mario berhasil membawa targetnya masuk ke dalam mobil Van dan membawa targetnya ke bar Hewitt. Bar Hewitt kosong dan tidak beroperasi lagi sejak ditemukannya narkoba di dalamnya, lima tahun silam. Namun, Mario menugaskan orang kepercayaannya untuk tetap menjaga kebersihan bar Hewitt dan bar itu menjadi tempat rahasia keduanya Mario untuk menjalankan misinya.
Dia menyuruh Rendy mengikat orang itu di bangku lalu Mario menampar keras pria itu sampai pria itu membuka kedua kelopak matanya.
"Siapa kamu?! Kenapa aku diikat?" Pria itu langsung panik.
"Katakan siapa yang menyuruh kamu memasukkan narkoba ke bar ini lima tahun yang lalu?"
Pria itu mengalihkan pandangannya dari Mario sambil berkata, "Aku nggak ngerti apa maksud kamu"
Mario langsung menekan luka goresan pisau di bahu pria itu dan sambil mendelik ia berkata, "Katakan atau kau akan menyesal! Aku bisa lebih kejam dari ini"
"Aaarrrghhhhh!" Pria itu mengerang kesakitan saat luka di bahunya ditekan keras oleh Mario. Namun, pria itu masih bungkam.
Mario menoleh ke Rendy dan Rendy langsung menunjukkan rekaman video seorang anak kecil tengah berman riang di taman bermain dan pria yang terikat di depan Mario langsung panik dan berteriak, "Jangan sakiti Putraku! Dia masih berumur sebelas tahun dan dia nggak ngerti apa-apa"
__ADS_1
"Maka katakan, siapa yang menyuruh kamu memasukkan narkoba ke bar ini lima tahun silam? Siapa yang menjebak Arga Hewitt?"
Rendy langsung mempersiapkan alat rekam untuk merekam perkataan pria itu.
"Yang menyuruhku memasukkan narkoba ke bar Hewitt lima tahun silam dan menjebak Arga Hewitt adalah seorang wanita yang sangat cantik dan seksi berumur tiga puluhan akhir. Tapi, aku nggak tahu siapa namanya. Arga Hewitt tidak pernah memakai narkoba. Bar Hewitt juga bersih dari narkoba. Aku kenal baik dengan Arga Hewitt. Arga Hewitt sering memberikan uang saku ke Putraku dan menjaga Putraku yang masih berumur lima tahun saat Istriku masih di rumah sakit dan aku harus banting tulang bekerja menjual buah keliling kompleks ini. Arga Hewitt pria yang sangat baik dan berhati emas"
Mario tertegun sejenak. Dia memang mengenal pria itu. Namun, dia yang tengah menyamar kala itu, berpura-pura tidak mengenal pria itu. Mario lalu menoleh ke Rendy dan berkata, "Matikan rekamannya!"
"Bukannya Leonard Alexander yang menyuruh kamu?" Tanya Mario.
"Siapa itu? Aku nggak pernah dengar nama itu dan belum pernah bertemu dengannya" Sahut pria itu.
Lalu, Mario berkata ke pria itu, "Lalu, kenapa kau tega menjebak Arga Hewitt?"
"Istriku harus pasang ring di jantungnya. Aku nggak punya uang untuk biasa memasang ring jantung. Kalau nggak dipasangi ring, Istriku hanya bisa bertahan selama dua Minggu. Wanita itu entah kenapa bisa tahu soal Istriku. Dia menemuiku di rumah sakit dan mengajakku bekerja sama. Dia memberikan uang yang sangat banyak dan juga memberikan kios buah untukku. Jadi, aku nggak perlu keliling kompleks naik motor panas-panasan untuk menjajakan buahku. Berkat uang dari wanita itu, usahaku maju pesat dan aku kaya raya sekarang"
"Itu memang hobi baruku sejak dua tahun lalu. Aku kecanduan bermain Blackjack"
"Maka nikmatilah hobi baru kamu itu di penjara" Mario bangkit berdiri dan kembali membuat pria itu jatuh pingsan dengan membiusnya memakai sapu tangan.
Setelah pria itu tidak sadarkan diri, Mario melepas ikatan dan dengan bantuannya Rendy, ia membaringkan pria itu di lantai dan menyelipkan alat rekaman di tangan pria itu.
Mario mengembalikan kursi pada tempatnya dan Rendy menggulung tali. Setelah selesai, mereka keluar dan masuk ke dalam mobil Van. Lima belas menit kemudian petugas kepolisian datang dan meringkus pria itu.
"Ah, aku laper banget" Ucap Mario sambil duduk di meja kerjanya
"Aku juga. Aku akan ke ruangannya Ana untuk mengambil makanan kita"
__ADS_1
Mario mengacungkan ibu jarinya dan tersenyum lebar ke Rendy.
Rendy muncul di ruang kerjanya Joana dan terkejut saat ia tidak mendapatkan keranjang makanan dan meja bar, meja makan mini dan meja sofa kosong melompong.
"Cari apa?" Tanya Joana sambil bersedekap.
"Mana makanannya?"
"Aku sengaja nggak masak hari ini. Sayang, kan, kalau makanan yang aku masak dengan segenap hati dan penuh cucuran keringat, dikasihkan ke Jojo" Joana mendengus kesal dengan masih bersedekap.
Mitha langsung menunduk saat Rendy melihat ke arahnya.
Rendy menghela napas panjang lalu menatap Joana kembali dan berkata, "Bos mau makan masakan kamu kalau kamu menemaninya makan. Masak secepatnya! Apa aja. Aku akan balik lagi ke sini, emm, tidak, tidak, kau antarkan langsung aja ke ruangan Bos dan temani dia makan"
"Kau! Nggak mau! Biar aja Bos kamu mati kelaparan. Biar dia merasakan sulitnya memasak dan betapa berharganya makanan itu" Joana mendelik ke Rendy.
"Kau baca kontrak kerja kamu dengan perusahaan ini?"
"Sial! Aku nggak baca secara detail waktu itu" Joana langsung panik dan menyemburkan tanya, "Apakah ada point yang merugikan aku?"
Rendy tersenyum tipis lalu berkata, "Kalau kamu nggak mau menuruti permintaan Bos, maka......." Rendy memajukan wajahnya ke telinga Joana dan berbisik, "rekaman video di kamar hotel akan kita sebar ke seluruh medsos"
Joana langsung mendorong keras bahu Rendy sambil memekik kesal, "Sial! Oke, aku masak sekarang! Tunggu setengah jam lagi! Dasar brengsek kalian semua!"
Rendy menyeringai puas lalu berbalik badan dan pergi meninggalkan Joana.
Rendy lalu membelokkan langkahnya ke arah kantin sambil berkata, "Aku akan berikan kesempatan ke kamu untuk berduaan dengan Ana. Kau harus memberiku imbalan setelah ini, hihihi"
__ADS_1