
"Siapa Anda dan apa maksud Anda bertanya seperti itu?" Arga langsung menautkan kedua alisnya.
"Aku mantan pacar Papa kamu. Aku juga sahabat dari Mama dan Papa kamu. Stevan Alexei dan Maria. Aku tahu semua cerita yang kamu alami. Aku tahu Mama Brenda, Nenek kamu, sudah meninggal dunia. Aku yang biayai semua biaya pemakamannya. Aku tahu Istri kamu minta cerai. Aku tahu sahabat kamu, si Leo sudah meninggal. Kamu saat ini pasti ingin mati, kan?"
"Terima kasih banyak. Itu sangat berarti buat saya. Terima kasih banyak. Tapi, saya nggak pengen mati sebelum saya melihat Leonard Alexander membusuk di penjara" Arga berucap dengan menitikkan air mata dan itu adalah air mata haru dan penyesalan karena untuk mengurus pemakaman dan menghadiri pemakaman nenek kandungnya saja, ia tidak bisa.
"Namaku Aika Pramanathan Papaku orang Jepang dan Mamaku orang sini. Tapi, ah, itu nggak penting. Aku yang membantu Mama Brenda selama ini karena, Mama Brenda yang memberikan ginjalnya untukku di saat aku butuh. Dan berkat Mama Brenda aku bisa hidup sampai sekarang Itulah kenapa di saat Mama Brenda menemuiku untuk meminta bantuan membalaskan dendamnya ke Leonard Alexander dan ingin mencari Stevan, aku langsung mau membantunya. Walaupun sebenarnya masih ada sedikit ganjalan di hatiku. Karena penyakit ginjalku, Papa kamu memilih menikahi Maria. Tapi, berkat ginjal uang diberikan oleh Nenek kamu, aku bisa menerima pernikahannya Stevan dan Maria. Pernikahan itu bukan masalah lagi buat aku Aku bisa menerimanya"
"Lalu, kenapa Anda menemui saya saat ini?" Arga menatap penuh tanya wanita cantik yang ada di depannya.
"Aku pebisnis sejati. Berprinsip memberi dan menerima. Kalau aku menerima aku juga akan memberi dan kalau aku memberi maka aku juga harus menerima"
"Lalu, apa yang akan Anda berikan ke saya dan saya harus mematuhi persyaratan yang seperti apa?" Arga menyahut cepat.
"Kamu cerdas seperti Papa kamu dan lugu seperti Mama kamu. Aku akan berikan kamu kebebasan, kamu bisa bebas dari penjara ini hanya dalam hitungan jam, lalu aku akan berikan identitas baru ke kamu, aku juga akan berikan harta dan tahta untuk kamu biar kamu bisa membalaskan dendam kamu ke Leonard Alexander. Tapi, kamu harus mau memuaskan aku di ranjang setiap kali aku membutuhkan kamu"
"Anda belum menikah?" Tanya Arga.
"Aku nggak bisa move on dari Papa kamu. Aku selama ini memuaskan diriku dengan cara menyewa call boy. Dan saat ini aku ingin menolong kamu. Tapi, aku lihat kamu udah nggak punya apa-apa. Padahal aku memiliki prinsip kalau aku memberi, aku harus menerima Dan aku lihat, yang bisa kamu berikan ke aku hanyalah tubuh kamu"
"Saya butuh waktu untuk berpikir dan........"
"Pengacara yang tadi menemui kamu, belum pergi. Dia masih menunggu di luar. Aku yakin kalau aku keluar nanti, dia akan berkata, Ana nggak mau menemui kamu dan tetap minta bercerai"
Arga meremas surat yang dibawa Mona yang katanya dari Ana. Lalu, pria tampan berbola mata hijau itu seketika mematung
Wanita muda yang sangat cantik itu, meletakkan bungkusan plastik kecil dengan Zip di sisi atasnya dan di dalam plastik itu ada pil kecil berwarna oranye terang. Lalu, wanita itu menggeser plastik itu sampai berhenti di depannya Arga.
"Apa ini?" Arga spontan menunduk dan dengan cepat mengangkat kepalanya lagi untuk menatap wanita cantik di depannya
Wanita itu menyandarkan punggungnya di kursi dan sambil bersedekap, ia berkata, "Itu adalah pil yang bisa menghentikan detak jantung kamu selama dua jam. Itu cukup untuk mengeluarkan kamu dari penjara ini dan membawa kamu untuk menemui dokter pribadiku yang bisa membuat jantung kamu berdetak kembali"
Arga memasukkan segera plastik bening ber-zip ke dalam saku seragam penjara dan terus menatap wanita cantik di depannya dengan tatapan ragu.
__ADS_1
"Kalau kamu masih ragu soal pemuas ranjang tadi, aku kasih penawaran lagi ke kamu. Karena kamu adalah putranya Maria dan Stevan, aku bebaskan kamu memiliki pacar selama kamu masih menjadi pria pemuas ranjangku. Aku nggak akan mengikat kamu karena aku bukan tipe wanita yang cemburuan"
"Saya akan pikirkan"
"Minumlah pil itu kalau kamu menerima tawaranku. Anak buahku yang aku tanam di sini, akan kasih kabar ke aku dan aku akan suruh orang-orangku mengeluarkan kamu dari penjara ini"
"Baiklah" Arga menyahut singkat.
Wanita itu keluar dan benar saja, pengacaranya Leonard Alexander kembali masuk menemui Arga dan berkata, "Joana Alexander tidak bersedia menemui Anda. Dia tetap ingin bercerai dengan Anda, Tuan Arga Hewitt"
Arga langsung bangkit berdiri sambil membawa surat perceraian berkata, "Datanglah besok. Aku akan serahkan surat cerai yang sudah aku tanda tangani, besok"
"Baiklah" Pengacara tersebut langsung berbalik badan dan pergi meninggalkan Arga.
Sipir penjara yang menunggu Arga sedari tadi di ruangan sempit khusus untuk narapidana menerima tamu itu, masuk ke dalam dengan bersungut-sungut, "Banyak banget tamu kamu hari ini. Aku capek berdiri di luar dari tadi tahu!" Plak! Pukulan mendarat di kepalanya Arga. Sipir itu memukul kepalanya Arga untuk melampiaskan kekesalannya karena ia kelelahan harus menunggu Arga menerima tamu di hari itu selama dua jam.
Arga didorong masuk ke dalam sel dan sambil mengunci kembali selnya Arga, sipir itu berkata, "Aku benci dengan tampang sok tampan kamu itu, cih!"
Arga diam seribu bahasa. Dia malas meladeni sipir tersebut.
Anak buahnya Aika Pramanathan yang berdiri nggak jauh dari selnya Arga langsung menghubungi bosnya dan setelah itu ia berteriak, "Tolong! Ada tahanan bunuh diri dengan menelan pil! Tolong!"
Beberapa sipir datang dengan berlari kencang dan salah satu sipir langsung membuka selnya Arga. Sipir itu menemukan Arga tergeletak di atas lantai dingin penjara dan refleks menyentuh nadi di lehernya Arga. Sipir itu tersentak kaget dan segera menempelkan telinganya ke dada Arga. Lalu, sipir itu bangkit berdiri sambil berkata, "Dia sudah mati. Detak jantungnya udah berhenti"
Seseorang dengan seragam dokter muncul di depan selnya Arga dan langsung berkata sambil menunjukkan kartu identitasnya, "Saya dokter yang bertugas di lapas ini, siang ini. Saya akan bawa narapidana ini ke rumah sakit untuk diautopsi"
Semua sipir yang ada di dalam selnya Arga mengijinkan dokter tersebut dan seluruh tim medis yang mengikuti dokter tersebut membawa Arga ke rumah sakit terdekat.
Dokter tersebut langsung menghidupkan Arga kembali saat mereka berada di alam mobil ambulans yang tengah melaju di panasnya aspal.
Arga langsung membuka lebar-lebar kedua kelopak matanya dan dia terbatuk-batuk beberapa kali.
Pria berseragam dokter tersenyum kepada Arga dan berkata, "Welcome back to the jungle world, Bro"
__ADS_1
Arga sontak bangun saking kagetnya dan dia langsung menyemburkan tanya, "Di mana aku?" Arga bertanya sembari mengedarkan pandangannya.
"Kita ada di dalam ambulans. Kita ini semua satu tim. Jadi, jangan takut! Kita menuju ke markas saat ini"
Beberapa jam kemudian tersiar kabar kematiannya Arga di seluruh siaran chanel televisi.
Joana yang masih berada di dalam rumah sakit menonton siaran berita kematiannya Arga Hewitt yang dikabarkan bunuh diri di dalam sel penjara sontak berteriak histeris, menangis kencang, lalu pingsan.
Keesokan harinya, Leonard Alexander pergi ke pemakamannya Arga Hewitt yang diadakan di salah satu kamar duka yang ada di rumah sakit swasta. Pemakaman Arga Hewitt diadakan di sana karena Arga, tidak lagi memiliki rumah dan sanak saudara. Leonard Alexander pergi ke sana untuk memastikan bahwa Arga Hewitt benar-benar telah mati.
Joana menyalami Rosa, Rendy, dan Bramantyo dengan dipapah oleh Alma dan Boy. Joana lalu jatuh bersimpuh di depan petinya Arga dan menangis sejadi-jadinya di sana.
"Apakah petinya boleh dibuka?" Tanya Leonard ke penjaga peti.
"Boleh. Silakan dibuka"
Leonard menyuruh anak buahnya membuka peti mati itu dan dia tersenyum tipis saat ia benar-benar melihat wajah Arga di dalam peti mati itu dan Joana yang melongok untuk ikut melihat wajah suaminya yang terakhir kalinya, kembali pingsan.
Arga Hewitt yang masih segar bugar, yang berada di dalam mobil Limousine bersama dengan Aika Pramanathan, bertanya, "Siapa yang ada di dalam peti mati itu sampai Ana jatuh pingsan"
"Yang dilihat Istri dan mertua kamu si Leonard brengsek itu, ya, tentu saja wajah kami. Tapi, Istri kamu pingsan itu hanya akting" Sahut Aika Pramanathan.
"Aku tahu kalau Ana hanya akting. Tapi, kenapa bisa ada wajah aku di sana? Aku nggak punya kembaran dan......."
"Itu boneka. Boneka yang aku pesan ke salah satu pengrajin boneka di Jepang. Aku pesan satu Minggu yang lalu"
"Kamu sudah siapkan semuanya? Sedetail dan serapi ini?"
"Aku pebisnis. Aku selalu punya rencana cadangan. Di saat plan A jalan, aku sudah siapkan plan B" Sahut Aika. "Aku sudah keluarkan banyak uang maka sekarang ini kamu harus tandatangani kontrak kerja sama kita"
Arga membaca kontrak kerjasama dia dan Aika sambil bertanya, "Kenapa nggak ada tenggat waktunya?" Arga lalu menoleh ke Aika Pramanathan.
Aika tersenyum lebar dan berkata, "Aku tipe orang yang nggak suka dibatasi oleh waktu. Kalau kamu nggak setuju, maka aku akan melemparkan kamu ke mereka saat ini juga. Simple, kan?"
__ADS_1
Arga Hewitt langsung menandatangani kontrak kerja samanya dengan Aika Pramanathan.