
"Aika, si Nenek sihir itu telah mengambil alih semua saham Grup Alexander. Dia menghancurkan perusahannya Alexander"
"Aku sudah perhitungkan itu. Aku juga udah punya rencana untuk menyelesaikan masalah itu. Aku juga udah punya rencana untuk menghancurkan Aika. Aku menahan diri selama ini karena ia pernah menolongku. Namun, aku rasa aku udah cukup menahan diri" Sahut Mario.
"Hmm. Aku setuju. Aku akan selalu mendukungmu" Sahut Rendy.
"Terima kasih, Bro" Mario tersenyum tulus ke Rendy.
Saat Mario sampai di panti asuhan, Mama Mia langsung memeluk erat Mario sambil berkata, "Ana ada di kamar. Tapi, dia hanya pura-pura tidur"
Mario menarik diri dari pelukannya Mama Mia dan sambil tersenyum geli, ia berkata, "Benarkah? Kenapa ia harus pura-pura tidur?"
"Dia bingung dan malu. Dia bingung bagaimana harus bersikap sama kamu, karena ia telah mengetahui semua kebenarannya. Dia tahu kalau bukan kamu yang jahat melainkan Papanya. Dia malu karena ia, telah salah menilai kamu"
Mario melebarkan senyumnya, lalu berkata, "Terima kasih Ma, infonya. Aku akan masuk ke kamar" Mario menepuk pundak Mama Mia dengan senyum lebar dan terkekeh geli.
Mario membuka pintu dengan pelan. Menutup kembali pintu itu dengan tumitnya, lalu ia melangkah pelan tanpa mengeluarkan suara. Ia terus tersenyum geli melihat Joana meringkuk kaku di dalam selimut. Mario terus melangkah dan saat ia duduk di tepi ranjang, ia berkata dengan mengulum bibir menahan tawa, "Ayolah jangan memunggungiku terus! Aku tahu kau pura-pura tidur"
Namun, Joana Alexander bergeming.
Mario berinisiatif menyibak selimut yang menutupi tubuh Joana dan dia langsung terkesiap kaget, lalu spontan berdiri sambil berkata, "Berpakaianlah!"
Joana langsung memutar badan, menatap Mario, lalu lidahnya menjilat bibir atasnya. Saat ia melihat Mario melangkah mundur, Joana sontak bertanya, "Ada apa? Apa aku menakutkan bagimu?'
Mario mengunci pintu dan berbalik badan untuk menatap Joana, lalu berkata, "Begini, ya, yang dikatakan sikap wanita yang tengah kebingungan dan malu?"
"Aku kegerahan. Apa salah kalau aku begini?"
"Kalau kegerahan kenapa pakai selimut?"
"Biar nggak digigit nyamuk"
Mario terus menatap dada Joana. Tubuh ramping Joana bergetar halus dan dadanya menonjol sempurna.
Saat Joana menatap mulut Mario dengan penuh gairah yang tidak ditutup-tutupi, Mario tanpa sadar terus melangkah maju.
Saat Mario duduk di tepi ranjang dengan pelan, Joana langsung menarik Mario dan mengajaknya berciuman. Ciuman yang penuh dengan kerinduan dan menuntut hingga berakhir ke pergulatan panas yang sangat sulit untuk dipadamkan.
Joana menyerah kalah di ronde kedua pergulatannya dengan Mario. Melihat istrinya tertidur pulas, Mario menyelimuti tubuh polos istrinya lalu memakai kaos dan celananya kembali.
Saat Mario membuka pintu kamar, ia dikejutkan dengan wajah paniknya Rendy.
__ADS_1
"Ada apa?" Mario langsung bertanya panik.
"Aika di sini"
"Bagaimana dia bisa tahu tempat ini?"
"Entahlah"
"Di mana dia sekarang?"
"Di aula utama"
"Anak-anak sudah kau amankan?"
"Sudah. Anak-anak dibawa Mama Mia ke rumah kamu. Lalu, Ana?"
"Ana tidur. Tolong jangan bangunkan Ana. Biarkan dia tidur. Tempatkan saja semua anak buah kit di depan pintu ini!"
"Baik" Sahut Rendy
"Kau sudah hubungi detektif Jake dan memberitahukan ke dia kalau Aika ada di sini?"
"Sudah. Beliau sudah bersiap dengan anak buahnya sejak kemarin siang. Detektif Jake dan anak buahnya terus menjaga tempat ini sejak kau menghubungi beliau. Dan beliau sudah tidak sabar untuk segera membekuk Aika si Nenek sihir itu"
Mario berlari kencang ke aula utama dan saat ia membuka pintu besar aula tersebut, ia langsung disambut seringaian khasnya Aika Pramanathan.
"Halo, apa kabar Tampan? Aku sangat merindukanmu. Untuk itulah aku nekat datang ke sini? Bagaimana denganmu? Apa kau merindukan aku?"
"Bagaimana kau bisa tahu tempat ini?"
"Aku mencintaimu. Cinta memampukan kita untuk mencari tahu segalanya tentang orang yang kita cintai" Aika tersenyum lebar ke Mario sambil melenggak lenggok cantik berjalan mendekati Mario.
Mario mematung di tempatnya dan langsung menyemburkan, "Cih! Cinta? Kau pikir kau tahu benar apa itu cinta?"
Aika berhenti di depan Mario dan sambil meletakkan kedua telapak tangannya di atas dada bidangnya Mario, ia berkata, "Tahu dong. Saat aku menyentuhmu seperti ini, jantungku berdegup kencang"
"Itu bukan cinta, tapi napsu"
"Aku lebih suka kalau kau mengatakan itu gairah bukan napsu"
"Katakan saja apa maksud kedatangan kamu kemarin Jangan banyak basa-basi!"
__ADS_1
Aika berjinjit dan setelah mengecup bibir Mario, ia berucap, "Aku tahu kau sembunyikan Joana Alexander di sini. Sayangnya aku datang bertepatan dengan kepulangan kamu ke sini. Sedih deh hatiku tidak bisa membawa Joana Alexander jalan-jalan denganku"
Mario langsung menangkap kedua tangan Aika dan menghempaskannya ke udara bebas sambil menggeram, "Jangan sentuh Istriku! Ana tidak ada hubungannya dengan peperangan yang ada di antara aku, kau, dan Leonard Alexander"
"Tapi, Joana Alexander adalah putri tunggalnya Leonard Alexander. Jika ingin balas dendam, maka jangan tanggung-tanggung! Tumpas habis semuanya" Aika mengelus pipinya Mario dan kembali mengecup bibirnya Mario.
Mario menepis tangan Aika sambil menggeram, "Berhenti mengecupku!"
"Atau apa? Kau takut Joana Alexander tahu soal kita? Apa kau takut Joana Alexander tau hubungan intim dan indah kita dulu? Atau kau takut dia tahu siapa kau yang sebenarnya? Si busuk Mario Alexei"
"Kau yang busuk. Kau mengeksploitasiku. Kau menipuku. Kau wanita paling hina di dunia ini, cih!"
"Aku hanya membuat balas dendam kamu ke Leonard menjadi lebih seru. Aku jadikan kamu mainan pemuas ranjangku itu untuk bayaran kebaikanku membebaskanmu dari penjara. Aku berbisnis narkoba juga untuk menghidupi kita berdua dan membiayai biaya rumah sakit Akihiro yang tidak sedikit. Kau ingat, kan, Akihiro koma selama berbulan-bulan di rumah sakit dan itu memakan biaya yang sangat banyak"
Mario menyeringai dan langsung berteriak, "Kalian sudah rekam semua perkataannya, kan? Maka keluarlah dan tangkap eanita busuk ini!"
"A......apa maksudmu?" Aika mendelik percaya. Dia berteriak memanggil anak buahnya, namun tak satu pun dari anak buahnya muncul di hadapannya.
Mario menyeringai saat detektif Jake masuk dan berkata ke Aika, "Anak buah kamu sudah kami lumpuhkan semua"
Aika menjerit penuh amarah saat tangannya diborgol dan dia diseret ke mobil tahanan.
Mario akhirnya bisa bernapas lega. Semua musuhnya sudah berhasil ia jebloskan ke penjara.
Beberapa bulan kemudian...........
Mario berpasangan dengan Joana dan Rendy berpasangan dengan Novi. Mereka berdiri di altar untuk mengukuhkan janji pernikahan mereka secara bersama-sama.
Beberapa jam kemudian, Mario memeluk Joana di atas ranjang di salah satu resort kepunyaannya. Joana mengelus dada suaminya dan berkata, "Terima kasih sudah berjuang mati-matian menyelamatkan perasaanku. Menyelematkan pernikahan kita dan menyelematkan perusahaan Papaku. Terima kasih juga, berkat kamu, Papa tidak dihukum mati. Papa hanya dihukum seumur hidup. Terima kasih kamu telah mencintaiku sebesar itu"
"Terima kasih kau telah hadir di barku saat itu. Jika tidak, aku tidak akan pernah tahu kalau di dunia ini ada bidadari secantik kamu"
Joana tersenyum malu dan Mario langsung memagut bibir Istrinya dengan penuh cinta.
...❤️❤️❤️The End❤️❤️❤️...
Terima kasih atas dukungannya selama ini sampai akhirnya saya bisa menyelesaikan kisah ini dengan baik. GBU all readers 🙏❤️😘🤗.
...🌹Promo Novel terbaru🌹...
__ADS_1
Jika berkenan silakan mampir🙏😘🤗❤️