
Ketika Joana hendak melempar protes.ke Rendy, Telepon genggamnya berbunyi nyaring. Saat Joana menerima panggilan telepon itu, Rendy bergegas keluar dari dalam ruang kerjanya Joana sebelum Joana melemparkan sesuatu ke dia,
Joana terpaksa membiarkan Rendy lepas dari genggamannya lagi.
Ketika Joana masih sibuk menerima panggilan teleponnya di lobi, Mitha membereskan perabot makan dan terkejut saat ia melihat Rendy melambaikan tangan dari luar pintu secara diam-diam. Mitha bergegas keluar untuk bertanya ke Rendy, "Ada apa, Pak?"
"Katakan ke partner kamu, nanti malam dia harus lembur. Harus bikin makan malam untuk Bos. Ini uang kartu kredit untuk belanja. Dia boleh belanja apa aja terserah dia. Nanti aku akan ambil kembali kartu kredit ini sekalian aku ambil makanannya"
"Baik, Pak" Sahut Mitha sambil menerima kartu kredit berwarna hitam dari tangan Rendy.
"Bilang ke Ana kalau kode pin kartu kreditnya, aku kirimkan ke ponselnya Ana, via pesan text"
"Baik, Pak" Sahut Mitha sambil menganggukkan kepala.
Joana menggenggam erat telepon genggamnya dan bergumam sedih, "Kamu bakalan lembur. Tapi, kamu beneran lembur apa pergi ke hotel lagi dengan selingkuhan kamu, Mas?"
Wanita cantik berumur dua puluh dua tahun jalan ke angka dua puluh tiga tahun itu, melangkah kembali ke dalam dengan helaan napas panjang dan Mitha langsung bertanya, "Ada apa, Mbak?"
"Aku mau nanya sama kamu. Emm, temenku suaminya selingkuh. Tapi, itu juga karena temenku sudah nggak perawan di malam pertama pernikahannya. Jangan salah paham dulu. Temenku sudah pernah menikah sebelumnya. Dan karena suatu hal, dia nggak diperbolehkan jujur ke suaminya yang sekarang kalau dia pernah menikah sebelumnya? Menurut kamu, temenku itu harus bagaiman? Harus diam saja atau melabrak suaminya?"
"Labrak dong, Mbak. Kalau nggak dilabrak takutnya semakin menjadi-jadi. Keenakan pelakornya, tuh, kalau dibiarkan begitu aja"
"Begitu, ya?" Tanya Joana.
"Iya"
"Tapi, semua itu terjadi karena kesalahan temenku juga"
"Iya tetap harus dilabrak dan masalah malam pertama itu harus dijelaskan. Hubungan suami istri itu harus terbuka. Saya udah menikah dua tahun. Baru, sih. Tapi, saya sama suami saya berprinsip kalau suami istri itu harus terbuka" Ucap Mitha.
"Gitu, ya?"
"Mbak, kita ngobrol sambil belanja, yuk!"
"Hah?! Belanja?"
"Iya, Pak Rendy tadi balik lagi ke sini. Kasih kartu ini dan katanya pin kartu ini dikirim di ponsel Mbak. Kata Pak Rendy, kita boleh belanja apa aja dan Kita diharuskan lembur hari ini"
"Okelah. Suamiku juga lembur hari ini. Jadi, nggak masalah kalau aku juga lembur hari ini. Daripada aku bengong juga di rumah sendirian, mending lembur sama kamu di sini. Yuk! Kita belanja sekarang" Sahut Joana dengan senyum ramah sambil merangkul bahunya Mitha.
Joana berbelanja daging sapi, kentang, wortel, buncis, saos tomat merk terbaik, sosis sapi, kecap asin, kecap manis, kecap asin, saos tiram, berbagai macam bawang jagung manis kalengan, dan yang terakhir ia ambil adalah oven.
Mitha langsung nyeletuk,."Kok mobil oven, Mbak?"
"Di ruang kerja kita belum ada oven. Kalau bikin kue kukus terus lama-lama bosen. Kalau ada oven, kita bisa bikin kue apa aja dan bisa bikin daging ayam panggang yang isinya sayuran" Sahut Joana.
"Tapi, kalau Pak Rendy marah gimana?" Mitha seketika menghentikan langkahnya.
__ADS_1
"Nggak akan marah. Kalau dia marah, biar aku yang menghadapinya. Lagian, dia bilang kalau kita boleh belanja apa aja, kan?"
Mitha dengan terpaksa menganggukan kepala.
"Kita juga perlu beli roti tawar dan roti untuk bikin burger. Kalau pas kira kehabisan ide atau bahan, kita bisa bikin burger atau sandwich" Ucap Joana sambil memasukkan roti tawar putih tanpa pinggiran dan roti bulat khusus untuk burger ke dalam keranjang belanjaan.
Sepulang dari belanja, Joana mengajak Mitha mampir ke sebuah restoran untuk makan.
Mitha mengerutkan alisnya dan langsung berkata, "Mbak, jangan pakai kartu kreditnya Bos untuk beli makan. Nanti Pak Bos ........"
"Tenang aja! Makanan ini aku yang bayar. Aku nggak pakai kartu kredit Bos kita. Kita beli makan untuk tenaga kita. Bentar lagi kita, kan, harus lembur"
"Benarkah? Wah! Makasih banyak ya, Mbak, udah traktir Mitha di tempat sebagus ini"
"Sama-sama. Terima kasih juga kamu udah baik sama aku dan sudah kasih saran yang bagus tadi. Saran untuk temanku"
Mitha tersenyum tulus dan berkata ,"Aku senang menjadi sahabatnya Mbak"
"Aku juga senang kamu anggap sebagai sahabat. Seumur hidupku, aku hanya punya satu sahabat namanya Novi dan aku senang saat ini bisa nambah sahabat lagi"
Begitu sampai ke ruangannya, Mitha dan Joana langsung mulai menata hasil belanjaan mereka dan beristirahat sebentar untuk menyandarkan punggung dan meluruskan kaki mereka.
Setelah dirasa cukup beristirahat, Mitha dan Joana mulai memasak steak sapi dengan wortel, kentang, buncis, dan jagung manis.
Joana membuat dua porsi steak sapi spesial ala Joana.
"Nggak dibaca dulu struk belakangnya?" Tanya Joana.
"Nanti aja" Sahut Rendy.
Sesampainya di ruang kerjanya Mario, Rendy meletakkan keranjang makanan di meja makan mini yang ada di pojok kiri kantornya Mario. Belum lama.dia duduk, Rendy berdiri kembali sambil berteriak kencang, "What?!!!!!!!"
Mario langsung menoleh ke Rendy dan langsung menyemburkan protes, "Hush! Bikin kaget aja. Kenapa kamu teriak kayak gitu?"
"Ana belanja oven. Berani benar dia belanja oven tanpa ijin dariku"
Mario bangkit berdiri dan sambil berjalan mengitari meja kerjanya, ia berkata, "Biarkan saja. Yang penting masakannya enak"
Rendy menunjukkan struk belanjaan ke Mario, "Lihat, nih! Totalnya lima juta rupiah"
"Biar aja. Ayo kita makan! Dia bikin apa kali ini?" Mario menatap.keranjang makanan dengan penuh semangat.
"Steak sapi dengan sayuran yang komplit banget"
"Kayaknya enak" Mario langsung memotong daging steak dan mengerjap senang, "Hmm! Enak banget!"
"Iya benar" Sahut Rendy.
__ADS_1
Rendy menatap Mario dengan heran dan langsung menyemburkan tanya, "Kau makan juga wortelnya?"
"Iya"
"Tapi, kau benci wortel, kan?"
"Mulai hari ini, nggak. Mulai hari ini, aku akan makan semua sayuran kalau itu masakannya Ana" Sahut Mario.
Beberapa menit kemudian, Mario bangkit dan berdiri sambil menenteng keranjang makanan, ia bertanya, "Aku bilang apa kali ini ke Ana?"
"Katakan kalau makanannya nggak enak dan suruh dia bikin makanan lagi roti tawar berisi es krim dan mie instan pakai pokcoy"
"Kau masih mau makan lagi?" Tanya Rendy.
"Aku harus lembur malam ini"
"Aku mau pulang. Aku capek menemani kamu lembur hari ini"
"Nggak papa. Pulang aja" Sahut Mario.
Beberapa menit kemudian, Rendy sampai di depan Joana dan sambil meletakkan keranjang makanan di meja bar, dia berkata, "Makanannya dikasih ke Jojo lagi. Bos nggak cocok. Bos minta kamu bikin roti tawar berisi es krim dan mie instan dikasih sayuran pokcoy"
"What?!!!!! Di lemari es nggak ada sayuran pokcoy" Joana mendelik kesal ke Rendy. "Jangan macam-macam deh. Antar aku ke ruangan Bos kamu. Aku pengen banget ketemu sama Bos gila itu. Aku pengen nanya soal foto dan soal masakanku. Kenapa semua masakanku dia kasih ke anjingnya? Dasar brengsek!"
"Jangan mengatai Bosku! Bos masih belum pengen ketemu sama kamu, jadi aku nggak akan antarkan kamu ke sana. Bikin aja masakan yang Bos suruh" Rendy langsung meninggalkan Joana.
Joana mendengus kesal. Lalu, ia menoleh ke Mitha, "Kamu boleh pulang kalau capek. Ini udah jam sepuluh"
"Lalu, Mbak?"
"Aku nggak papa sendirian di sini. Aku akan pergi belanja di mini market depan untuk beli pokcoy"
"Oke. Saya temani Mbak ke minimarket dulu setelah itu saya pulang"
"Apa kamu tahu di mana kantor Presdir?"
"Tahu. Ruangannya Presdir ada di lantai paling atas kantor ini. Di lantai paling atas, hanya ada ruang meeting, ruang kerjanya Pak Rendy dan ruangannya Presdir"
"Wah, makasih infonya" Sahut Joana dengan wajah semringah.
Tepat jam sepuluh malam, seorang wanita mengetuk pintu dan masuk ke dalam ruang kerjanya Joana dan berkata, "Saya sekretarisnya Presdir. Pak Rendy udah pulang dan saya yang ditugaskan untuk mengambil makanan"
"Oh, oke. Ini makanannya udah siap dibawa" Jalan menyerahkan keranjang makanan ke wanita di depannya.
"Masuk!" Sahut Mario dari dalam sambil makan dengan lahap masakannya Joana.
Joana melihat seorang pria tengah makan dengan lahap dan karena Mario tengah menunduk dan Joana melihatnya dari arah samping, ia masih belum bisa melihat wajah Presdir grup Alexei. Namun, Joana bisa melihat, Presdir itu makan dengan lahap dan Joana langsung menyemburkan protes, "Ada yang bilang masakan saya nggak enak dan dikasihkan ke anjingnya. Tapi, saya lihat saat ini, Anda sepertinya sangat menyukai masakan saya"
__ADS_1
Mario seketika mematung dan tanpa ia sadari, sendoknya terjatuh ke lantai.