Godaan Si Lugu

Godaan Si Lugu
Kesukaan


__ADS_3

"Kita akan hidup sederhana di sana. Apa kamu keberatan? Kita akan tinggal di rumah kecil dan kalau mandi, kita harus turun ke sungai" Tanya Arga sambil melirik Joana tanpa melepaskan tangan Joana yang masih terus ia genggam di atas pahanya.


"Tidak. Aku tidak keberatan hidup di mana pun. Asal ada kamu di sampingku, aku rasa aku akan bahagia hidup di mana pun. Selama ini, aku hidup bergelimang harta, tinggal di rumah mewah, tapi aku tidak pernah merasa bahagia" Sahut Joana.


Arga mencium kembali tangannya Joana dan berkata, "Aku janji akan menjadi suami yang baik dan Papa yang bisa dibanggakan oleh anak kita"


"Aku percaya itu" Sahut Joana sambil menoleh ke Arga untuk memberikan senyum manisnya.


Akhirnya Arga dan Joana berdiri di depan meja resepsionis sebuah hotel bintang lima untuk memesan sebuah kamar.


"Satu kamar atau dua kamar?" Tanya wanita di balik meja resepsionis.


"Satu kamar" Arga berkata dengan terus mengulas senyum lebar di wajah tampannya.


"Apakah Anda berdua pengantin baru?" Tanya wanita di balik meja resepsionis.


"Ya" Sahut Arga.


"Tidak" Sahut Joana.


Arga dan Joana lalu saling pandang.


"Yang mana yang benar? Ya atau tidak?"


Arga langsung menoleh kesal, "Ya. Tentu saja iya. Apa tidak tampak di wajah kami kalau kami tengah berbahagia dan saling cinta? Dan apa Anda tidak melihat tangan kami terus terpaut seperti ini dari tadi?" Arga mengangkat tangannya dan tangan Joana yang masih terpaut.


"Ah, iya, baiklah. Ini kuncinya. Bell Boy kami akan mengantarkan Anda ke kamar dan membantu membawakan barang bawaan Anda. Selamat untuk pernikahan kalian" Sahut wanita di balik meja resepsionis dengan senyum ramah.


Setelah memberikan tip Bell Boy, Arga masuk ke kamar dan saat ia melihat Joana duduk di tepi ranjang dengan canggung.


"Kamu nggak mandi?" Tanya Arga.


"Ah, iya" Joana lalu mengambil baju dari koper dan bergegas masuk ke kamar mandi. Di dalam kamar mandi, Joana mengelus dadanya, "Kenapa aku deg-degan terus? Aku sudah hamil anaknya. Tapi, kenapa membayangkan kalau malam ini aku akan tidur satu ranjang dengannya, jantungku berdegup sekencang ini?"


Begitu Joana keluar dari dalam kamar mandi, Arga langsung masuk ke kamar mandi. "Dia sudah hamil anakku dan beberapa jam yang lalu bahkan kami berciuman dengan sangat panas. Tapi, membayangkan aku akan tidur berdua dengannya di ranjang yang sama, kenapa hatiku berdesir aneh dan jantungku berdegup abnormal kayak gini?"


Arga menautkan alisnya saat ia melihat Joana rebah di atas ranjang kayak lemper. Kenapa ia memakai selimut untuk membungkus semua badannya? Apa dia kedinginan?


Arga duduk di tepi ranjang dan dia merebahkan diri dengan belahan, tidur miring dan bertanya, " Kamu sakit?" Arga menyentuh pelan bahunya Joana.


Joana tersentak kaget begitu pula dengan Arga.

__ADS_1


"Ada apa? Apa yang membuatmu kaget? Apa kamu kedinginan? Aku akan matikan AC........."


"Aku baik-baik saja" Sahut Joana.


"Lalu, kenapa kamu membungkus tubuh kamu pakai selimut kayak lemper gini? Dan kamu kaget saat aku sentuh?"


"Kata dokter, Papa anak ini nggak boleh menyentuh Mama anak ini sebelum kandungan ini genap berumur empat bulan"


Arga mengulum bibir menahan geli, lalu terkekeh dan berkata, "Karena itu kamu, jadi kayak lemper begini?"


Joana memutar badan untuk menghadap Arga dan berkata, "Kenapa ketawa? Aku menyelamatkan kamu dari khilaf, kok,.malah ketawa"


"Buka aja. Kamu pengap nanti. Lagian, kasihan anak kita, dia nggak bebas, tuh" Sahut Arga.


"Mas, nggak akan sentuh aku kalau aku buka selimut ini?" Tanya Joana.


"Iya. Aku nggak akan sentuh kamu. Aku janji" Sahut Arga. "Lagian, kamu perlu buka lemper kamu itu, karena kita perlu bangun untuk makan" Sahut Arga.


Joana membuka selimut yang melilit tubuhnya, lalu bernapas lega dan berkata, "Lega sekarang"


Arga tersenyum geli, lalu bangun dan bertanya, "Kamu pengen makan apa?"


Joana tertegun menatap Arga.


"Belum pernah ada yang bertanya seperti itu padaku. Aku selalu makan apa yang disediakan oleh Tante Alma dan nggak pernah ditanya ataupun pilih-pilih makanan" Sahut Joana.


"Lalu, apa makanan kesukaan kamu? Lucu, ya, kita akan punya anak, tapi aku nggak tahu apa makanan kesukaan kamu, apa warna kesukaan kamu, apa film kesukaan kamu, dan apa minuman kesukaan kamu"


"Iya" Sahut Joana.


"Kalau gitu, kita duduk dulu. Kita kasih tahu kesukaan kita masing-masing dulu sebelum kita jalan-jalan untuk belanja dan makan malam" Arga duduk di tepi ranjang dan Joana ikutan duduk di samping Arga.


"Lady first" Arga menoleh ke Joana.


"Baiklah. Aku suka makanan manis. Aku suka cupcake. Aku jago bikin cupcake. Tante Alma yang ajari. Kalau liburan, semua temanku pergi berlibur sama Papa dan Mama mereka. Sedangkan aku liburan panjang di rumah aja, bikin cupcake sama Tante Alma"


Arga menatap Joana dengan prihatin dan sambil mengelus rambutnya Joana ia tersenyum penuh sayang, lalu berkata, "Lanjutkan!"


Joana tersenyum, lalu berkata, "Aku nggak suka pedas. Aku suka minuman yang berasa asam, seperti yoghurt, lemon, mangga, jeruk, leci, strawberry dan aku juga suka buah yang asam. Aku nggak suka minum susu dan nggak suka bunga. Aku suka warna pastel. Emm, apalagi, ya?"


"Film yang kamu suka? Kamu suka nonton film?" Tanya Arga.

__ADS_1


Joana menggelengkan kepalanya, "Aku nggak suka nonton film karena hidupku lebih dramatis daripada semua film yang ada"


Arga yang masih mengelus rambut Joana terkejut geli mendengar ucapannya Joana.


"Sekarang giliran kamu, Mas" Joana tersenyum ke Arga.


"Kenapa kamu nggak suka sama bunga?"


"Kalau bau wangi bunga, aku mual dan pusing" Sahut Joana.


"Kalau begitu, kamu suka cokelat?" Tanya Arga.


"Suka. Tapi, yang rasa almond. Kenapa tanya kesukaanku terus? Sekarang giliran Mas untuk katakan semuanya yang Mas suka"


"Aku suka kamu" Arga menatap Joana penuh arti.


Joana menepuk bahu Arga dan merona malu.


"Aku suka kalau kamu merona malu kayak gitu"


Jantung Joana berdegup kencang tanpa dikomando saat ia mendengar ucapannya Arga. Lalu, dengan cepat Joana menepuk bahu Arga sambil berkata, "Jangan menggodaku terus, Mas. Ayo buruan katakan apa yang kamu suka dan yang nggak kamu suka!"


Arga tersenyum geli dan berkata, "Baiklah. Aku juga suka makanan manis. Aku juga suka cokelat almond. Yeeaaayyy, hore! Kita ada kesamaan"


Joana terkejut geli dan sambil menepuk bahunya Arga ia berucap, "Teruskan, Mas!"


"Aku suka susu dan aku suka semua jenis minuman karena aku suka meracik minuman. Aku suka semua warna, tapi lebih suka pakai warna hitam dan putih.Aku suka nonton. Semua jenis film aku suka" Arga meraih tangan Joana dan setelah ia cium tangan itu, ia berkata, "Dan aku suka kamu"


Jantung Joana kembali berdegup kencang tanpa dikomando. Saat Joana kembali merona malu, Arga menarik tengkuk Joana dan mencium bibir Joana.


Arga mencium bibir yang sudah membuatnya kecanduan itu dengan intens, namun penuh dengan kelembutan.


Joana mendorong pelan dada Arga dan degan dada yang naik turun, ia berucap, "Mas, belum katakan apa yang tidak Mas sukai"


"Aku nggak suka dikhianati, dibohongi, dan tidak dipercayai" Sahut Arga.


Joana tersenyum dan berkata, "Aku janji, aku nggak akan pernah mengkhianati, membohongi, Mas. Dan aku janji, aku akan selalu memercayai kamu, Mas"


"Terima kasih, Ana. Kalau gitu, ayo kita keluar makan. Kita akan lihat selera anak kita, ikut aku atau ikut kamu" Sahut Arga sambil menggandeng tangan wanita yang tengah hamil anaknya dan wanita itu adalah wanita yang sangat ia cintai saat ini.


Joana tertawa bahagia berjalan bergandengan tangan dengan pria yang baik dan lembut seperti Arga.

__ADS_1


Sementara itu, Paloma terbang ke Jepang untuk menemui kekasihnya yang lain.


__ADS_2