
Aldo, yang mendapatkan kabar tentang kehamilan sang kekasih. Tak sabar untuk menikahinya, baginya sangat lama sekali menghabiskan masa Iddah Rania.
Antara keluarga besar, sudah berkumpul dan menyiapkan segalanya. Walaupun keluarga besar, tidak mengetahui tentang kehamilan Rania. Karena Aldo, meminta untuk merahasiakannya dulu.
Sudah pasti Aldo dan Rania, tengah di selimuti kebahagiaan yang tiada terkira.
"Huuuff....lama sekali sayang,dua bulan lagi baru bisa aku menikahimu". Gerutunya Aldo,tengah berbaring di ranjang bersama Rania.
"Sabar bang, semoga lancar". Kekehnya Rania, menutupi seluruh tubuhnya yang polos.
Mereka berdua menghabiskan waktu bersama,di kamar hotel. Menikmati suasana berdua,bermadu kasih tanpa ada orang yang mengganggu.
"Lepaskan pelukkan mu,sayang. Aku mau siap-siap untuk pulang, takutnya papah cariin". Rania, mulai beranjak menurunkan kakinya di atas ranjang.
Aldo,menghela nafas beratnya dan membiarkan sang kekasih pergi. Rania, menghilang di balik pintu kamar mandi.
Ponsel Aldo, berdering dan mengangkatnya. "Baik,aku akan segera ke sana". Jawabnya Aldo,lalu memutuskan panggilannya.
Dia mendekati pintu kamar mandi, meminta ijin untuk pergi lebih dulu. "Sayang,aku boleh gak pergi lebih dulu? Aku mau pergi ke kampus, laptop ku ketinggalan". Teriak Aldo,di balik pintu.
"Pergilah dulu,bang. Aku gak papa di tinggal, hati-hati di jalan". Jawab Rania, menikmati acara mandinya.
"Terimakasih,sayang. Sampai jumpa lagi,yah. Malam ini,aku akan mengunjungimu di rumah". Kata Aldo, langsung berisap-siap untuk pergi dan meninggalkan kamar hotel.
Tak berselang lama, Rania sudah selesai mandinya. "Fiuuhh... Baguslah,bang Aldo sudah pergi. Takutnya aku di terkam lagi,". Gumamnya tersenyum.
Rania, berleha-leha di dalam kamar. Berbaring dengan nyaman, menikmati kesendiriannya.
Ting....
Sebuah pesan masuk di ponselnya, tertera nama mantan sang suami.
__ADS_1
[Aku ada di kediamanmu, jelaskan tentang kehamilan Rania. Apakah itu, anakku? Jika benar,kita tidak bisa bercerai]. Mas Fahri.
Rania, menggeleng kepalanya dan bersiap untuk meninggalkan hotel tersebut. "Darimana dia tahu,jika aku hamil? Huu... Menyebalkan sekali". Gumamnya dalam hati.
**********
Rania, keluar dari mobil dan memandang ke arah mantan suaminya.
"Rania,aku sangat merindukanmu". Fahri, setengah berlarian ke arah mantan istrinya. Dia berniat untuk memeluknya.Akan tetapi,sang sopir langsung menghalang. "Menjauhlah dari hadapan ku,aku ingin memeluk istriku". Teriak Fahri, langsung.
"Kita bukan lagi sepasang suami-isteri,mas. Wajarlah sopirku, menghalangi mu". Rania, langsung menjawabnya.
"Rania,kita tidak bisa berpisah. Aku tahu jika kamu tengah mengandung buah hati kita berdua,kasian anak kita tanpa sesosok seorang ayah". Ucap Fahri, tersenyum.
"Hahahaha....Apa tadi, mas? Anak kita, gak salah. Asalkan kamu tahu mas, kandungan ku berusia 2 bulan. Sedangkan kita, sudah lama tidak berhubungan badan. Coba kamu ingat-ingat kembali, intinya anak dalam kandungan ku ini. Bukan darah daging mu, melainkan darah daging bang Aldo". Jawab Rania, tersenyum smrik.
"Apa? Tidak,aku tidak akan percaya itu. Mana mungkin bisa,ha". Bentak Fahri,yang tidak mempercayainya." Rania,ayo kita rujuk kembali. Aku sudah menceraikan Shania, demi dirimu sayang. Intinya aku tidak mempercayai,jika anak dalam kandungan mu adalah anak duda karatan itu".
Mendengar ucapan Rania, Fahri langsung syok berat. Menggeleng kepalanya, karena tidak menduga bahwa istrinya berselingkuh. "Jadi,kamu berselingkuh dengan duda karatan itu. Di saat kamu masih, berstatus istri ku ha! Wanita licik, bercinta di atas ranjang kita ha". Bentak Fahri, matanya memerah manahan amarahnya.
"Iya,mas. Apa bedanya dengan mu,ha? Kita sama mas, kamu kira aku tidak bisa melakukan hal itu. Sangat gampang sekali,asal kamu tahu. Sebentar lagi kami akan menikah dan membangun rumah tangga baru. Oh, ya mas. Aku hamil loh, dengan pria lain. Apa jangan-jangan,kamu yang tidak subur. Opss....Kasian sekali kamu,mas". Rania, langsung melongos melewati mantan suaminya itu.
Fahri, terduduk lemas dan tak mampu menopang tubuhnya lagi. Selama ini dia berpikir bahwa, Rania tidak mampu melakukan hal itu. Rupanya dia bermain-main dengan tetangga barunya, sungguh tak menyangka.
"Aaaaakkkkhh....". Fahri, berteriak keras dan mengacak-acak rambutnya."Rania,mas mohon kepadamu. Tolong kembali bersamaku,aku akan menyayangi anak dalam kandungan mu. Aku mohon Rania,aku menyesalinya".
Fahri, sampai berlutut di hadapan Rania."Ck, jangan harap ada kesempatan untuk mu mas. Karena aku sudah bertekad untuk tidak kembali,". Tegas Rania, tersenyum. "Tolong usir dari sini pak, sekarang juga. Kalau perlu di seret paksa,karena papah membencinya". Pinta Rania,kepada sang sopirnya.
"Baik,non. Akan saya laksanakan,". Jawabnya, langsung sigap menarik lengan Fahri
"Lepassss....Raniaaaa... Tolong beritahu kepada mereka, untuk melepaskan ku..! Raniaa..! Raniaaa...!" Fahri, memberontak akan tetapi tidak ada gunanya.
__ADS_1
Dua penjaga lainnya, menyeret paksa dan keluar dari pintu gerbang. Fahri, berteriak keras dan memukul gerbang pintu. Tak lupa memberikan maki-maki, terhadap penjaga kediaman pak Harto.
"Aaaaaarrghhh.....". Fahri,mengusap wajahnya dengan kasar. Lalu masuk kedalam mobilnya,salah 1 penjaga tadi membawa mobilnya keluar.
**************
Fahri, memarkirkan mobilnya di perkarangan rumah orangtuanya.
"Keluarrr....". 2 orang berpakaian rapi dan langsung mendekati mobilnya Fahri.
"Apa-apa ini,kalian siapa ha? Main rampas kunci mobilku,". Bentak Fahri, terkejut dengan sikap mereka.
"Mobil ini sudah di jual,atas nama Shania". Ucap salah satu pria itu.
"Gara-gara kamu,bikin malu aja". Teriak bu Marni, keluar dari rumah.
"Ayo, kita bawa mobilnya". Dua pria itu, langsung mendorong tubuh Fahri dan tersungkur ke tanah.
"Tidaaaakkkk.... Itu mobilku, tidaaaakkkk.... Aaaakkkhh...Awas kamu, Shania ". Teriak-teriak Fahri, menjadi pusat perhatian tetangganya.
Dengan langkah gontai Fahri, ingin masuk kedalam rumah. Akan tetapi di cegah oleh ibunya, mendapatkan tatapan tajam. "Ngapain kamu ke sini? Sana pergi, tidak sudi menampung orang miskin. Omongan ku terbukti kan, Fahri! jika kamu menikahi wanita itu,akan membawa sial kepada mu. Sekarang kamu sudah mendapatkannya,ck. Dulu kami tidak mau membantu ibu dan bapak, di saat kami kesulitan. Sekarang giliran kami, tidak Sudi membantumu".
"Bu, ngomong apa sih? Aku anak ibu, tidak sepantasnya berbicara seperti itu. Minggir bu,aku lelah dan lapar". Pinta Fahri,karena ibunya menghalang di pintu.
Brakkk...
Pintu tertutup keras,sontak membuat Fahri melonjak terkejut. Apa lagi sang ibu, tidak mengijinkan Masuk.
"Sialan,awas nanti. Aku akan membalas semuanya, sekarang aku membeli motor baru saja". Gumam Fahri,mencek dompetnya. Matanya terpejam rapat karena kartu atm-nya, tidak ada. "Sial, beruntung sekali aku memiliki M-banking".
Fahri, langsung mencek M-banking dan matanya melotot sempurna. Karena isi saldonya ludes semua, menyisakan 50.000 rupiah. "Shaniaaaa...!!!" Teriak Fahri, melihat riwayat transaksi ke rekening mantan istrinya. Tidak menyangka bahwa Shania, mengetahui pin atm-nya.
__ADS_1