Godaan Tetangga

Godaan Tetangga
Mantan suami


__ADS_3

Hari demi hari berlalu,Rania menyiapkan Nick yang mau di jemput orangtuanya Aldo.


"Bunda,gak papakan sendirian". Tanya Nick, tersenyum manis.


"Gak papa sayang,ingat jangan nakal sama oma". Rania, mengecup kening anaknya.


"Pasti bunda, Nick gak bakalan nakal sama Oma. Makasih sudah mengijinkan Nick,sama Oma". Nick,merasa senang bersama neneknya pergi ke arisan. Kata Nick,banyak teman-temannya.


Biasa para nenek-nenek, membawa cucu-cucu mereka. Bagaikan ajang pameran,bagi mereka.


Dulu bu Ara, merasa sedih karena tidak memiliki seorang cucu. Sekarang tidak lagi,karena cucunya paling tampan di antara cucu teman arisannya.


"Pak,apa benar Tama di pindahkan ke perusahaan luar kota". Tanya Rania, penasaran dengan pindahnya Tama.


"Gak,kata HRD dia sendiri mau mengundurkan diri". Jawab pak Gito.


"Jadi tetangga mu,pindah?". Tanya bu Ara, melihat rumah di sebelah Rania sepi. "Ya sudah,tinggal sama kami aja".


"Gak bisa bu,gimana pekerjaan Rania? Maaf,". Tolak Rania, tersenyum.


"Ya sudah,kami berangkat dulu. Gak papakan bawa Nick?". Tanya pak Gito, tersenyum sumringah.


"Gak papa,pak. Bawa aja,". Rania, sepenuhnya mempercayai mereka membawa Nick.


Rania, melambaikan tangannya dan menatap kepergian Nick bersama orangtuanya Aldo.


**********


Tiba di supermarket,banyak barang-barang datang. Karyawannya pada sibuk semua, Rania langsung membantu mereka. Apa lagi pelanggan terus berdatangan,dia menjadi kasir dan melayani pembeli.


"Rania". Ucap salah satu,pembeli.


Rania, langsung mendongakkan kepalanya ke arah pembeli tersebut. Matanya berkedip-kedip tak percaya,dia bertemu dengan mantan suaminya. "Mas Fahri,". Gumamnya.

__ADS_1


"Apa kabar, Rania? Kita sudah lama tidak bertemu, rupanya kamu jadi kasir di supermarket ini". Di akhir kalimat Fahri, seakan-akan mengejek dirinya.


"Iya mas, silahkan ke samping dulu. Kasian mereka pada antri untuk bayar,". Pinta Rania, dengan ramah.


"Oh,maaf,maaf". Kekehnya Fahri, membungkuk badannya sedikit.


Rania,sigap melayani pembeli di kasir. Sampai selesai,di gantikan oleh karyawannya.


"Aku kira kamu bakalan hidup enak dengan,duda karatan itu. Nyatanya lebih parah dan menjadi kasir di supermarket ini. Ck, sok-sokan menggugat cerai dengan ku. Aku kasian kepada mu, setelah papahmu meninggal dunia. Tempat tinggal mewahmu,jadi milik orang. Apa jangan-jangan, duda karatan itu tidak menikahi mu. Hahahaha....Kasian sekali dengan nasibmu,Rania. Lihatlah aku, memiliki mobil banyak dan menjadi bos sekarang. Uang selalu mengalir deras, mobil-mobil ku menghasilkan uang". Fahri, membanggakan dirinya.


"Oh, Alhamdulillah mas. Sudah sukses sekarang,". Kata Rania, tersenyum kecil. Bilang saja kamu,mau menyombongkan diri. Ck,berlagak seperti bos besar.


"Sangat jelaslah,aku ke kota ini kerumahnya mertuaku. Biasa baru nikah sebelum yang lalu,gak sengaja mampir di sini. Malah ketemu mantan istri". Fahri, berlagak seperti bos besar. Sialnya Rania, bertambah semakin cantik dan menarik. Kalah lagi deh,sama istriku.


"Selamat yah,atas pernikahan mu". Kata Rania, tidak mood meladeni perkataan Fahri. Rania, langsung mengambil tasnya dan ingin pergi dari supermarket.


"Loh,mau kemana kamu? Gak takut di pecat,zaman sekarang susah cari kerjaan". Ledek Fahri, tersenyum. "Kalau jadi simpanan aku,gak papa. Apapun akan aku belikan,".


"Idihhhh....Maaf, tidak berlaku untuk ku. So,sana pergi ngapain ngikutin aku ha? Takutnya, istrimu mengamuk-ngamuk seperti singa kelaparan". Ejek Rania, menyunggingkan senyumnya.


Rania, menggeleng kepalanya dan masuk kedalam mobil. Sontak membuat Fahri,melongo melihatnya. Mobil Rania,jauh lebih mahal dari mobilnya.


Rania, tidak menyangka bertemu dengan mantan suaminya itu. Sama saja, menambah beban pikirannya.


************


Rania, tengah asik menyapu teras rumahnya. Sudah 1 hari,di tinggalkan anaknya. Sungguh merasakan kesepian, tidak ada canda tawa Nick.


"Astaga,aku lupa bayar arisan". Gumam Rania, bergegas ke rumahnya bu Rt.


Di rumah bu Rt, sudah banyak ibu-ibu lainnya.


"Hehehehe...Maaf,telat datang". Kekehnya Rania,membayar uang arisannya.

__ADS_1


"Gak papa, kok. Belum mulai juga,". Jawab bu Rt, tersenyum kecil."Loh, cuman 1 juta. Mana 1 jutanya lagi?.


Rania,mengerutkan keningnya karena tidak paham sama sekali. "Ha? Tapi,pas kan bu. Aku membayarnya 1 juta, milikku sendiri".


"Loh,kata bu Yati yang bayar bu Rania semuanya. Uang arisan perbulan, sudah di kirim ke rekening kamu". Ucap bu Rt, menyipitkan bola matanya.


"Sumpah bu, tidak ada sama sekali. Mana ada bu Yati, mengirim uang kepada ku. Soal arisan bu Yati,aku gak tau". Jawab Rania, langsung.


"Wahh...Di bohongi bu Yati,". Gumam bu Rt,mendengus dingin.


"Maaf, sudah kena apa belum arisannya ". Tanya Rania, penasaran.


"Belum kena Rania, emangnya kenapa?".Bu Rt, balik tanya. Mendengar jawabannya,ada senyuman kecil di sudut bibirnya.


Rania,harus memberikan pelajaran kepada bu Yati. Enak saja,mau di bayarkan arisannya. Tidak masalah dia,membayar arisannya. Jika kena nanti, uangnya akan menjadi milik Rania. Mungkin saja, Rania mengirim uangnya separo saja.


Akhirnya Rania, mengetahui akal licik bu Yati. Uang arisannya,di gunakan untuk membayar arisannya sendiri. Pantesan saja,bu Rt mengatakan bahwa dia sering bolong bayar. Padahal Rania, tidak pernah telat membayarnya. Ada saja akal-akalan bu Yati, bahkan menjelekkan perilaku Rania dengan ibu-ibu arisan lainnya.


Rania, semakin murka di buatnya. Apapun yang terjadi, tidak akan membantu mereka lagi.


Tiba waktunya bu Yati,kena arisan. Total keseluruhannya mencapai 30 juta,yang di bayar oleh bu Yati. Baru 10 jutaan, sisanya di bayar Rania dan masih berlanjut. Bahkan dia belum kena lagi dan banyak lainnya.


Karena sisanya Rania,yang membayar arisannya. Sudah pasti uangnya menjadi miliknya sendiri,cuman 10 juta rupiah mengirim ke rekening bu Yati. Tidak memperdulikan bu Yati, mengamuk-ngamuk di sana.


(Loh, kenapa cuman 10 juta? Bukankah kena arisan totalnya 30 juta) Tanya bu Yati, melalui telpon bu Rt.


"Loh,emang benar bu. Sisanya Rania,yang bayar sampai habis nantinya. Hak Rania, dong sisanya". Jawab bu Rt, tersenyum-senyum. Tak lupa pengeras suara, sudah pasti di dengar ibu-ibu lainnya dan termasuk Rania.


(Kok gitu bu rt, bukankah itu arisan punya ku. otomatis uangnya milikku, cepat transfer sisanya). Pinta bu Yati, dengan suara membentak.


"Bayar dulu arisannya, sudah menunggak 1 bulan gak bayar-bayar. Untung saja Rania,membayar setiap minggunya. Kalau gak,kami anggap uang bu Yati hangus". Bentak bu Rt, mendengus kesal.


(Itu,aku lagi gak punya uang. Kan dapat arisan, potong saja bu. Lalu, sisanya transfer. Janji deh, minggu depan bayar gak bakalan telat). Akhirnya bu Yati, berusaha melemahkan suaranya.

__ADS_1


"Hahahaha...Gak bisa dong, takutnya bu Yati hilang gak ada kabar. Apa lagi kami, tidak mengetahui keberadaannya bu Yati. Behh...Rugi besar kami,". Bu Rt, langsung menolaknya.


Bu Rt, langsung mematikan telponnya dan memuakkan meladeni bu Yati. Sudah pasti menginginkan uang arisannya, nyata-nyata Rania yang membayarnya.


__ADS_2