Godaan Tetangga

Godaan Tetangga
Hancur


__ADS_3

Fahri, menggedor-gedor pintu rumah mantan istrinya itu.


Ceklekk....


Pintu terbuka lebar, terlihat sesosok pria jauh lebih besar darinya. Tengah bertelanjang dada, penampilannya sangat bersih.


Tidak seperti dirinya, sungguh memprihatinkan sekali. Sangat mirip dengan gelandang jalanan, tidak mandi beberapa hari.


Mata Fahri, melebar sempurna dan mengepalkan kedua tangannya. "Siapa kamu,ha?". Tanya Fahri, dadanya naik turun mengontrol emosi.


"Seharusnya saya yang nanya,kamu siapa ha? Main gedor-gedor pintu segala,gak sopan". Bentak pria itu, menatap tajam ke arah Fahri.


"Siapa,mas?". Tanya Shania, sungguh penampilannya acak-acakan. "Eee...Mantan suami, ngapain ke sini? Gak jelas banget, bukankah sudah menjatuhkan talak kepada ku ha! Kenalkan mas,dia calon suamiku Mahen". Shania,mendempet kan tubuhnya kepada sang kekasih.


"Shania,kamu kurang ajar sekali! Baru berpisah dengan ku,kamu malah membawa pria lain! Dasar wanita murahan, pembawa sial". Teriak Fahri, seketika kerah bajunya di cengkeram pria tersebut.


"Berani sekali kamu, teriak-teriak kepada calon istri saya ha! Mau saya hajar habis-habisan,badan kurus kering ini. Sok-sokan teriak cempreng,bikin sakit telinga". Ucap Mahen,tepat di wajah Fahri.


Fahri, nyalinya langsung ciut menghadapi Mahen. "Lepaskan,aku tidak ada urusan dengan mu. Aku ingin memberikan pelajaran kepada, wanita murahan itu. Berani sekali menjual mobil dan menghabiskan semua uangku! Kembalikan milikku, Shania! Brengsek kau!".


"Oh,itu hak ku mas. Karena kamu tidak pernah memberikan uang kepada ku, sebagai memenuhi kebutuhan mewahku. Rupanya kamu pelit dan perhitungan sekali, itulah karma mas. Nikmatilah keserakahan mu itu,". Shania, tersenyum smrik dan mengibas-ngibas rambutnya.


"Pergi dari sini,atau saya tonjok wajah jelek mu itu!". Mahen, mendorong tubuh Fahri.


"Oh yah,mas. Selama kamu cuti, siap-siaplah untuk kehilangan jabatan mu". Kata Shania, sebelum menutup pintu rumahnya.


"Apa? Aaarghhh...Apa maksud mu, Shania? Jangan macam-macam kamu, terhadap ku. Awas kamu,ouyy.... wanita murahan,******,". Teriak Fahri, memaki-maki mantan istrinya itu.


"Aaarghhh.... Sekarang aku tidak memiliki apapun,sial,sial...!". Teriak Fahri, mengusap wajahnya dengan kasar.


"Dasar licik kamu, Shania! Wanita mandul,sok belagu kamu..!". Teriak Fahri, menendang ban mobil Shania. Otaknya berjalan dengan baik,ada senyuman kecil dan merencanakan sesuatu. Fahri, ingin memberikan pelajaran kepada mantan istrinya. Dia langsung membocorkan ban mobil, Shania. Tidak tanggung-tanggung, Fahri menancapkan beberapa paku di ban mobil.


"Hahahaha... Rasakan kamu, Shania. Makanya jangan sok belagu kamu, kebetulan sekali aku memiliki video panas. Ketika bermain dengan ku, gampang aku potong durasi dan memperlihatkan dirimu saja. Aku yakin sekali, dirimu akan di permalukan oleh karyawan perusahaan". Fahri, langsung melancarkan aksinya. Mengirim video panas,di group perusahaan.


*************


Besok harinya, Shania berangkat kerja seperti biasanya.


Namun kali ini, sungguh berbeda dengan hari yang lain. semua mata tertuju kepadanya, membuat dirinya kebingungan.


Shania,merasa tak nyaman dengan tatapan mereka. Dia merasakan risih, samar-samar mendengar bisikan mereka.

__ADS_1


"Murahan,".


"******,".


"Wanita kotor,".


"Obralan,gak ada harganya".


"Menjijikkan sekali,".


"Tidak pantas berada di perusahaan ini,".


"Semoga saja, wanita murahan itu di pecat".


Itulah bisik-bisik mereka,namun Shania masih kebingungan.


Sedangkan Fahri, tersenyum puas dan tidak sia-sia menyebarkan video panas Shania. Tepatnya di group perusahaan,tanpa ada Shania. Karean Fahri, baru membuat group.


Braakkkk....


Dwi, menggebrak meja Shania. "Eeee.... Di panggil pak Randy,di minta ke ruangannya".


"Cewek murahan kaya loh,gak pantas di lemah lembutin. Takutnya malah ngelunjak,berapa sekali main? Iyuhhh...Gak takut kena penyakit, pantesan di ceraikan oleh Fahri. Rupanya menjaja tubuhmu kepada,pria maupun". Dwi, tersenyum smrik. Mulutnya nyorocos kemana-mana, tidak memperdulikan tatapan Shania.


"Eeee...Jaga yah, omongan loh! Gak usah ngatain macam-macam,kalau gak ada bukti". Shania, mendorong tubuh Dwi.


"Oh,dasar wanita murahan. Cuiihh...Jangan sentuh gue,jijik dengan tangan mu yang kotor dan menjijikan". Decak Dwi, bergidik ngeri.


"Shania, seisi perusahaan sudah tau loh! Apa yang kamu lakukan di luar sana,mau tau". Salah satu karyawan, memperlihatkan video panasnya.


Degggg....


Shania, menggeleng kepalanya dan syok berat. Dia terduduk lemas di kursi,masih tidak percaya dengan video itu.


"Hahahaha...Dasar murahan,******! Kenapa, kaget kamu! Aduhhh....Gak usah sok nangis segala deh,bilang aja ratu drama,". Dwi, mendorong kepala Shani.


"Huuuu.....******!".


"Huuuuu.... pelakoooorrr...!".


"Huuuu....Murahan!".

__ADS_1


Shania, menatap tajam ke arah mereka semua."Berhentiiiii.....! Itu bukan aku,itu pasti editan". Teriak Shania, sekencang mungkin.


"Mana ada editan, ini asli kok". Sahut lainnya.


"Stop! Jangan pada ribut, kembali bekerja masing-masing". Bentak pak Randy,sang atasan. "Shania,ikut saya ke keruangan".


"Baik,pak". Jawab Shania, menundukkan kepalanya. Air bening mengalir deras, langsung di hapusnya. Masih terdengar caci-maki dari mereka semuanya.


Fahri, melambaikan tangannya dan tersenyum puas. Ketika Shania, melewati ruang kerjanya. Sekarang Shania, paham dengan senyuman mantan suaminya. Masalah sebesar ini, pasti ulah Fahri.


Sesampai di ruang atasan, Shania tidak berani bersuara apapun.


"Shania, kamu tau apa kesalahan mu?". Tanya pak Randy, langsung di angguki olehnya. "Video mu sudah tersebar kemana-mana, membuat malu nama perusahaan. Karena kesalahan fatal ini,saya harus memecat mu".


Degggg....


Shani, terdiam sejenak dan menggelengkan kepalanya. "Jangan pak, saya mohon. Jangan pecat saya, ini semua gara-gara pak Fahri. Dia menyebar video itu,lalu menjatuhkan saya".


"Maafkan saya, Shania. Saya tidak bisa berbuat apa-apa,ini sudah keterlaluan sekali. Mau taruh dimana wajah saya dan nama perusahaan. Ini adalah kesalahan mu sendiri,jangan menyalahkan orang lain". Ucap pak Randy, dengan suara kerasnya.


"Pak,saya mohon sekali. Jangan pecat saya,pak". Shania, bersimpuh di hadapan pak Randy.


"Tidak ada kesempatan untuk mu, Shania. Keluar dari sini,lalu buat surat pengunduran diri mu. Jangan sampai saya,menyeretmu". Bentak Randy, dengan mata nyalangnya. "Keluarrrrr....!". Teriaknya, membuat Shania terkejut dan ketakutan.


"Pak,saya mohon". Shania, meminta iba kepada atasannya. Derai air matanya mengalir deras,tak mampu meluluhkan perasaan pak Randy.


Akhirnya Shania,di seret keluar dari ruangan tersebut. Sungguh pemandangan yang memalukan, Shania langsung bangkit dan menuju ke ruang mantan suaminya itu.


"Fahri,kurang ajar sekali kamu ha! Berani sekali menyebar video itu, asalkan kalian taju ha! Pria yang bermain dengan ku,itu adalah dia". Shania, menunjukkan jarinya ke arah Fahri.


Karena ada kesempatan emas,teman Fahri langsung merebut ponselnya. Membuat Fahri, gelabakan jadinya.


"Wouy... Balikin Ponsel ku, tidak berhak atas privasi ku". Fahri, mencoba merebut ponselnya kembali.


Namun sayang, mereka malah saling melempar Ponselnya ke sana kemari.


"Baguslah,cek galeri Ponselnya. Aku yakin sekali,video panasnya masih ada". Ucap Shania, tersenyum puas.


Fahri, langsung di tangkap dan di tahan. Mereka semua tidak sabar, melihat yang kebenarannya.


Beruntung sekali, Shania mengetahui kata sandi Fahri. Yang belum di ubahnya, mereka semua terkejut melihat galeri sang pemilik ponsel.

__ADS_1


__ADS_2