
"Ini apa mah?". Tanya Rania,kepada bu Ara.
Bu Ara, memanggilnya dengan sebutan Mamah. Sudah di anggap sebagai menantu, keluarga Barreto.
"Surat perceraian Aldo dan Rossa. Tetap, Rossa enggan untuk mendatangani surat perceraian itu. Benar-benar keras kepala". Jawab bu Ara, langsung.
Rania, tersenyum kecil dan memiliki ide cemerlang. "Oh,aku aja mah. Membawa surat perceraian ini,lalu meminta tandatangan".
"Ee...Kamu yakin, Rania? Dia wanita bar-bar loh, takutnya kamu kenapa-kenapa sayang". Bu Ara,jelas mengkhawatirkan Rania.
"Percaya sama Rania, pasti dapat tandatangani surat perceraian ini". Ucap Rania, tersenyum. Bu Ara, mengangguk kepalanya dan berharap benar sekali. Rossa,akan mendatangani surat perceraian itu.
Rania,pamit pergi dan ingin menemui Rossa. Dia menitipkan Nick,kepada neneknya sementara.
Bu Ara, memberitahu kepada Rania. Jika Rossa, berada di tempat pemotretan di villa Flower.
Menempuh perjalanan sekitar 1 jam, akhirnya Rania sampai.
Sesampai di villa, memberitahu seseorang untuk bertemu dengan Rossa. Rupanya Rossa, langsung mengijinkannya masuk kedalam.
Rania, tersenyum manis dan matanya tertuju pada seorang wanita yang tengah merias diri.
Rossa, beranjak berdiri dan menatap intens ke arah Rania. "Silahkan duduk,aku terkejut dengan kedatangan mu ke sini".
Rania, meletakkan surat perceraian di hadapannya. Mata Rossa, langsung menatap nyalang ke arahnya. Beranjak berdiri,lalu..
Plakkkk....
Rossa, menampar pipi mulusnya Rania dan menyunggingkan senyumnya. "Pelakoooorrr.... Gara-gara kamu, Aldo menggugat cerai kepadaku! Wanita murahan, tidak tahu diri". Bentaknya keras.
Rania, langsung menatap tajam ke Rossa. Menggulung rambutnya, memajukan langkahnya.
__ADS_1
Plakkkk
Plakkk
Rania, tersenyum smrik dan membalas tamparannya dikedua pipinya Rossa.
Rossa, tersungkur di lantai dan ada darah di sudut bibirnya. Tamparannya Rania, sangat keras. Sehingga dirinya,meringis kesakitan dan perih.
"Aku bukan pelakor,kalian bercerai sebelum mendekati ku lagi. Lantas, bagaimana dengan mu? Menyukai sesama jenis,oh...Jangan kira aku tidak tahu apa-apa,". Rania, mendorong kepala Rossa.
"Kamu! Jangan sembarang menuduhku macam-macam, aku bisa menuntut dirimu". Ancam Rossa, dengan suara melengking nya.
"Baguslah, silahkan tuntut aku sekarang. Lihatlah,siapa yang hancur duluan". Rania, duduk santai dan menantang Rossa.
"Pelakor, tidak tahu malu. Tentu saja,aku akan menang ha! Sekarang Aldo, tidak ada bersamamu. Lalu,siapa yang membelamu ******!". Teriak Rossa, tersenyum smrik.
"Aku tidak membutuhkan bantuan, Aldo. Karena aku mampu berdiri dan melawan mu,sayang". Rania, cekikikan tertawa. Seakan-akan meremehkan, Rossa.
Rossa, menggeretakkan giginya dan mengepalkan kedua tangannya. "Brengseeekk....Aku tidak mau mendatangani surat perceraian itu,kau tidak berhak Rania".
"Aku mempunyai pilihan, Rania. Biarkanlah aku berstatus sebagai istri, Aldo. Kau akan menjadi istri keduanya, tidak masalah di madu". Rossa, memiliki ide yang lainnya.
"Mana sudi aku, menjadi adik madumu. Aldo, tidak mau menjadikan mu seorang istri. Tandatangan saja,jangan basa-basi lagi. Mau aku sebarkan video mesum mu,bersama dengan wanita yang di depan sana". Tunjuk Rania,ke pintu luar.
Glekkkk...
Rossa, tidak menyangka jika Rania mengetahui siapa wanita tersebut.
"Hahahaha...Kamu terkejut mendengarnya,aku mengetahui tentang wanita itu. Apa perlu,aku memintanya masuk hemmm... Astaga, aku tidak sabar menunggu momen indah. Dimana video panasmu, tersebar kemana-mana? Lalu,kau hancurrrr...! Apa susahnya,kamu tandatangani surat itu". Kata Rania, tersenyum sumringah.
"Pelakoooorrr.... Segitunya kah dirimu, menginginkan Aldo. Ck, munafik kau". Teriak Rossa, sorotan matanya yang tajam.
__ADS_1
"Aku melakukan hal ini, karena cinta kami berdua. Ayo, tandatangani surat perceraian itu. Cepat..!". Bentak Rania, nafasnya yang tak beraturan lagi
Rossa, bingung harus berbuat apa-apa. Dia takut salah memilih keputusannya,di sisi lainnya. Rania, mengancam akan menghancurkan dirinya dan semuanya. Lalu, bagaimana dengan menjawab pertanyaan wartawan dan lainnya. Jika dirinya di gugat cerai oleh sang suami, apakah tidak terpengaruh dengan reputasi dan lainnya.
"Tidak,apa yang harus aku lakukan Rania? Awak media, pasti menanyakan tentang Aldo menggugat cerai kepadaku! Sama saja, mempengaruhi reputasi dan lainnya". Lagi-lagi Rossa, menolaknya.
"Tidak masalah,kamu bisa beralasan bahwa tidak cocok. Atau tidak,kalian berlawanan pikiran. Masih untung kamu di beri pertanyaan seperti itu, daripada hancur segalanya". Jawab Rania, dengan santainya.
"Gila! Apa susahnya menuruti perkataan ku,aku rela di madu. Lagipula kamu sepenuhnya milik, Aldo. Sedangkan aku menyukai sesama jenis,jadi Aldo tidak ada hak untukku. Biarlah status ku istrinya Aldo, aku mohon". Pinta Rossa,yang tak masuk akal.
"Hahahah...Lalu, orang-orang sekitar akan bersimpati kepadamu. Reputasi kamu bisa naik drastis, dimana-mana kamu akan di sanjung karena mau di madu. Sedangkan aku, kebalikannya bukan? Aku tidak bodoh, Rossa. Tandatangan surat perceraian itu, sebelum aku pergi. Karena jika aku pergi,kau siap-siap kehilangan segalanya". Tegas Rania, tersenyum manis. "1 lagi Rossa,bukan kau saja yang hancur. Tetap, wanita itu termasuk".
Rossa,bergidik ngeri mendengar perkataan Rania. Sungguh pilihan yang sulit, baginya.
Tangannya meraih pulpen, matanya tertuju pada surat perceraian itu.
Rania, tersenyum sumringah dan sebentar lagi berhasil mendapatkan tandatangannya.
Ada air bening mengalir di kedua pipinya, Rossa. setelah selesai mendatangani nya, dadanya terasa sesak. Luruh di lantai, kakinya teras lemas.
Rania, langsung mengambil surat perceraian itu. Yang sudah di tandatangani oleh Rossa, sungguh melelahkan baginya. "Terimakasih, Rossa". Ucap Rania, sebelum meninggalkan ruang rias Rossa.
Selepas kepergian Rania, barulah bunga kekasihnya Rossa masuk kedalam. Ada senyuman merekah,karena mendengar pembicaraan mereka. Akhirnya Rossa, resmi bercerai dengan Aldo.
"Rossa,kamu kenapa menangis? Bukankah ini, berita yang bahagia untuk kita. Inikan yang kita inginkan, Aldo menggugat cerai". Bunga, langsung mendekati kekasihnya itu.
"Aku menyesal Bunga, tiba-tiba ada cinta yang tumbuh di hatiku untuk Aldo. Sekarang aku menyesalinya,". Rossa, menipis tangan Bunga.
"maksudnya kamu mulai mencintai, Pria? Lalu, bagaimana dengan ku ha! Kita sepasang kekasih,aku tidak mau hubungan ini berakhir". Bentak Bunga,yang manja dan suka cemburuan.
"Ayo, kita akhiri hubungan ini. Aku ingin menjalankan kehidupan ku,yang normal". Lirih Rossa,tak sanggup melihat wajah Bunga.
__ADS_1
"Brengseeekk....Aku tidak mau, Rossa. Jika kamu mulai jatuh cinta dengan pria,aku gak segan-segan untuk menyebar video panas kita berdua. Aku sakit hati mendengar ucapan mu,". Ancam Bunga, matanya menatap tajam ke Rossa.
Rossa, menangis kesegukan meratapi nasibnya. Apa yang sudah terjadi, tidak mau kehilangan semuanya. Hasil jerih payahnya selama ini, hatinya bergemuruh. Tidak menyangka Bunga, bisa mengancamnya.