GURUKU ISTRIKU

GURUKU ISTRIKU
21


__ADS_3

karena merasa nyaman Tiara malah tidur dipangkuan Arja.


Selesai memeriksa laporan Arja baru sadar kalau tiara sudah tertidur.


lalu ia menggendongnya ke kamar dan membaringkannya diranjang dan tidur disampingnya.


**


pagi hari.


Seperti biasa Tiara bangun lebih awal untuk memasak sarapan. karena cutinya sudah selesai jadi Tiara harus bangun lebih awal agar bisa melayani suaminya.


Orang tuanya sudah pulang ke kampung bersama rombongan orang dari kampung kemarin.


selesai menyiapkan sarapan Tiara mandi dan memakai seragam gurunya.


" Ja.. bangun.. kamu nggak ke kantor papamu.?" ucap Tiara menggoncang tubuh Arja.


" um iya... Ra.. kamu siapin bajuku dong aku mau mandi dulu.!" perintah Arja dengan mata terpejam beranjak ke kamar mandi.


" sudah aku siapin dari tadi.!!" balas Tiara.


" cepetan Ja. nanti telat Lo..!" kata Tiara mengingatkan.


" iya.iya. keringin rambutku.!" ucap Arja keluar dari kamar mandi.


" sini cepetan.!" ucap Tiara menarik Arja duduk diranjang.


" kamu kenapa sih buru-buru banget ini kan masih pagi.!" heran Arja.


" kamu kan harus nganterin aku dulu sebelum ke kantor.!" jawab Tiara.


" oh.. ya sudah. kamu udah sarapan.?" tanya Arja.


" belum. kan nungguin kamu.!" jawab Tiara.


" ya udah. ayo sarapan.!" ujar Arja memakai pakaian.


" baiklah.!" ucap Tiara Setelah membantu Arja mengenakan dasi.


Mereka berdua mulai mencintai satu sama lain. Dan keduanya juga sudah mulai menunjukkan sifat aslinya. seperti Arja yang suka nanya. dan Tiara yang cerewet selalu tidak seperti dulu.


" Ra nanti kalau mau pulang telpon dulu ya..!" perintah Arja saat sampai sekolah.


" iya." singkat Tiara.


" ya sudah. aku ke kantor dulu.!" ucap Arja.


" hati-hati dijalan.!" ujar Tiara.


Arja berangkat ke kantor yang jaraknya lumayan dekat dari sekolah.


Sesampainya di kantor Arja langsung diajak rapat darurat oleh papanya.


Arja bingung kenapa ada rapat darurat dan melihat papanya marah.


" baiklah. katakan kenapa ada laporan keuangan salah yang saya terima.!" ujar Landa dengan tatapan tajam.

__ADS_1


Arja kaget karena ada laporan keuangan salah. padahal Arja sudah memperingatkan kalau tidak boleh ada penyelewengan dana.


" maaf pa. boleh Arja periksa.!" kata Arja.


" baiklah.!" kata Landa menyodorkan laporannya.


" oh... kalau ini aku tau pa. siapa yang menyelewengkanya. aku juga sudah mau mencari orangnya tadi.!" ucap Arja membuat seluruh dewan yang disana gemetar ketakutan.


" baiklah. karena orangnya tidak disini semuanya boleh bubar.!" perintah Arja yang sudah tahu siapa orangnya.


" kamu sudah tahu, siapa.?" tanya Landa penasaran.


" sebenarnya pa. aku sudah mencurigai dia. dan sebenarnya saat rapat waktu itu aku mengancam dia. tidak aku sangka malah diulangi lagi.!" kata Arja.


" ooo ya sudah. terus gimana sekarang.?" tanya Landa pura-pura bingung.


" nggak usah pura-pura pa. terlalu palsu.!" ujar Arja.


" hehe ya sudah. kalau begitu papa serahin kekamu saja.!" ucap Landa mulai tenang melihat anaknya sudah ada persiapan.


"JEBRUAKK." orang dari luar pintu di lempar ke dalam.


" oh. jadi orang ini Ja.?" tanya Landa yang kaget melihat orang dilempar ke dalam dan tanganya sudah patah keduanya.


" gimana rasanya.? enak kan sekarang sudah jadi orang cacat. nanti kamu nggak perlu Bekerja keras lagi.!" ujar arja senang.


" ampuni saya tuan muda. saya nggak bakal ngulangin lagi kesalahan saya.!" ucap pegawai tersebut.


" oh... ya sudah. karena kamu juga sudah cacat, istri kamu juga banyak pasti mau kan ngurus pengangguran cacat seperti kamu.!" ujar Arja yang tahu kalau pegawai tersebut sering selingkuh.


" ambil rumahnya dan semua tabungannya.! buat bayar hutangnya..!" perintah arja pada asisten papanya.


" dan kamu. aku nggak bakal laporin kamu kepolisi.! lempar ke rumah istrinya dan tunjukan semua foto ini.!" perintah Arja menyerahkan puluhan foto.


" baik tuan muda.!" ujar bodyguardnya.


" jangan tuan muda. ampuni saya. saya bersalah. ampun tuan muda.!!" teriak pegawai itu.


" bagus nak. kalau begini papa bisa tenang pensiun.!" ujar papanya senang.


" tapi Arja belum kuliah pa..! Arja juga bantu sedikit doang kok..!" ujar Arja.


"ya sudah." kesal papanya.


Setelah kejadian tersebut para pegawai, dewan mulai tenang dan berhati-hati agar tidak membuat kesalahan yang sama. Dan para pegawai juga mulai bekerja bersungguh-sungguh.


" Arja aku udah mau pulang.!" kata Tiara ditelpon.


" baik Ra. tunggu aku.!" balas Arja.


" ya udah pa. aku pulang jemput Tiara dulu.!" pamit Arja.


" ya sudah. cepat bikin cucu buat papa.!" goda Landa.


" aku usahain pa.!" ucap Arja tanpa sadar.


"eh.?" bingung papanya.

__ADS_1


Arja yang sadar mengucapkan kata yang salah berlari keluar dengan cepat.


Arja menggunakan mobil sport yang baru datang tadi siang diantar ke kantornya.


mobilnya mengundang banyak perhatian orang-orang dijalan.


" ayo Bu. naik.!" ajak Arja membukakan pintu dari dalam.


" eh. Arja. mobil kamu baru.?" tanya Tiara.


" iya. hadiah dari kak Usman.!" jawab Arja.


" oh.." paham Tiara.


" mampir ke supermarket dulu Ja. bahan masak sudah habis.!" perintah Tiara.


" baiklah.!" kata arja.


saat turun dari mobil Arja dan Tiara menjadi pusat perhatian karena keduanya sangat mempesona dan bikin iri.


" kamu mau makan apa.?" tanya Tiara.


" oh. terserah kamu saja.!" jawab Arja.


Selesai mengambil bahan makan Tiara pergi ke kasir untuk membayar.


" ini.! buat bayar.!" ucap Arja menyodorkan kartu ATM.


" oh. baiklah.!" kata Tiara.


selesai melakukan pembayaran Tiara mengembalikan kartunya kepada Arja.


" ini.!" sodorkan Tiara.


" kamu pakai saja.! aku udah punya sendiri.!" ujar Arja.


" em. beneran. kamu nggak takut aku habisin.?" ragu Tiara.


" justru itu untuk kamu habiskan.!" ujar Arja.


"tapi...." kata Tiara.


" nggak usah tapi-tapian kalau kamu nggak menerima nanti aku yang sedih. nanti orang tuamu dan orang tuaku nyalahin aku karena nggak nafkahin kamu.!" jelas Arja.


" kalau begitu. baiklah. terima kasih.!" ucap Tiara mencium pipi Arja.


"ya sudah. ayo pulang.!" kata arja mengajak Tiara dan mengambil belanjaan.


Tiara cukup bahagia karena mendapatkan suami yang tanggung jawab dan dapat diandalkan seperti Arja walaupun usianya jauh lebih tua, Arja nggak mempermasalahkan hal tersebut.


Sesampainya Dirumah mereka ganti pakaian dan setelah itu Arja menonton tv sedangkan Tiara menyiapkan makan malam.


" Tiara bagaimana kalau kita pindah rumah yang lebih besar.?" tawar Arja saat makan malam.


" kalau rumah yang lebih besar aku takut kalau sendirian.!" jujur Tiara.


"oh.. kalau masalah itu aku tahu. nanti saat pindah rumah aku bakal memperkerjakan pelayan. lagian aku juga terus sama kamu kok. sabtu-minggu juga perusahaan libur kalau nggak lembur.!" kelas Arja.

__ADS_1


" kalau begitu baiklah. aku setuju.!" kata Tiara tenang.


__ADS_2