GURUKU ISTRIKU

GURUKU ISTRIKU
34


__ADS_3

Setelah masuk kedalam mobil Arja langsung menghubungi Tiara.


" halo Ra. kamu dimana.?" tanya arja.


" aku sudah dirumah. tadi pulang siang. karena tidak mau mengganggu kamu kuliah, aku suruh bapak untuk jemput aku.!" jawab Tiara menjelaskan.


" oh... ya sudah kalau begitu.!" ucap Arja merasa tenang.


Setelah memutuskan sambungan telepon Arja langsung mengendarai mobil menuju rumah.


Sesampainya dirumah Arja masuk kedalam dan melihat Tiara yang sedang memasak bersama bunda lati.


Karena tidak mau mengganggu Arja berjalan ke kamar untuk ganti baju dan mengecek pasar saham. Arja juga masih mengecek laporan kantor papanya.


Saat mengecek salah satu laporan yang bermasalah Arja langsung menghubungi papanya.


" halo pa.!" ucap Arja.


" iya ada apa.!" jawab papanya.


" itu pa. aku baru dapat laporan. seperti ada masalah di kantor ya..?" ujar arja.


" iya sih." kata Papanya.


" apa perlu Arja yang selesai'in pa.? sepertinya semenjak arja tinggal para karyawan pada ngelunjak.!" tawar Arja merasa geram.


" oh. bagus kalau begitu. kamu kan tahu sendiri papa sudah kuwalahan. dan kakak kamu juga ngurus yang diluar negeri.!" kata Papanya setuju.


" ya sudah pa. papa adakan rapat dadakan jam setengah tujuh nanti. suruh semua karyawan ikut rapat.!" kata Arja.


" baiklah. sepertinya kamu sudah tahu siapa yang membuat masalah.?" tebak papanya.


" hehehe papa tenang saja. Arja bakal nepatin janji Arja saat itu.!" kata Arja tersenyum miring.


" baiklah. papa tunggu.!" kata Landa menutup telpon.


Landa merasa tenang karena dia tidak harus menyelesaikan masalah sepele itu.


" sekertaris susan segera adakan rapat dadakan untuk seluruh karyawan diaula besar.! 2 jam lagi" perintah Landa.


" baik pak komisaris.! kalau begitu saya permisi untuk menyiapkan rapatnya." kata sekretaris susan pamit.


" baiklah.!" setuju Landa.


Arja yang selesai mengecek seluruh laporan bergegas ganti baju dengan setelan jas dan menuju ke meja makan.


" kamu mau kemana Ja. kok pakai jas? mau ke kantor?" tanya Tiara.


" iya. soalnya dikantor ada masalah.!" Jawab arja.


" oh.. ya sudah makan dulu sini.!" kata Tiara mengambilkan nasi buat Arja.


" memangnya sariawan kamu susah sembuh Ja.? kok ingin bekerja.?" tanya Tiara mengingat Arja sedang sakit.

__ADS_1


" um... aku cuma nemanin papa aku kok.! dan sariawanku juga sudah mendingan" jawab Arja beralasan.


" oh ya sudah. kalau begitu.!" kata Tiara merasa tenang.


" pak li nggak ikut makan bun.?" tanya Arja.


" pak li mungkin masih tidur Ja. kamu duluan saja biar pak li nanti sama bunda saja.!" ujar bunda lati.


" oh.." gumam Arja.


Selesai makan Arja berpamitan dengan Tiara.


" aku berangkat dulu ya.... cuma bentar kok." kata Arja.


" baiklah.!" kara Tiara bersalaman pada Arja.


" aku masih ingat janji kamu tadi pagi Lo.... jadi tunggu aku ya.." bisik Arja. seketika wajah Tiara memerah.


" apaan sih aku sudah ngantuk. mau tidur, nggak nungguin kamu.!" kata Tiara kesal.


" ya sudah. kalau ngantuk tidur saja. besok kan hari libur.! jadi bisa besok saja.!" kata Arja dengan tersenyum.


" ih... cepetan berangkat sana.!" jengkel Tiara.


" ya sudah." ucap Arja puas mengerjai Tiara.


Arja langsung bergegas ke kantor papanya mengendarai mobilnya.


Sesampainya di kantor Arja tidak memarkirkan mobilnya diparkiran melainkan di lobi kantor.


" oh. baiklah tuan muda.!" kata satpam tersebut sambil membungkukkan badan.


" um..." angguk Arja.


" siapa sih yang parkir mobil disini.?" teriak seorang wanita asing.


Arja yang mendengar teriakan itu langsung berbalik dan melihat wanita asing itu.


" maaf nona. itu mobil saya.!" sahut Arja.


" oh jadi mobil kamu.! pangkat kamu apa parkir mobil sembarangan. menghalangi jalan saya saja.!" kaya wanita itu dengan arogan.


" maafkan saya nona. saya cuma sebentar kok.!" kata Arja meminta maaf.


" maaf. maaf. memangnya kamu nggak tahu siapa saya.? cepat minggirin mobil kamu.!" perintah wanita itu.


" saya cuma sebentar kok. setelah urusan saya selesai saya bakal pergi dari sini nona.!" kata Arja memohon.


" satpam!! cepetan pindahin mobil ini.! sekalian usir cowok udik ini.!" teriak wanita itu menghina Arja.


" maaf nona.! tapi... dia.." kata satpam tersebut.


" nggak usah tapi-tapian. kamu mau aku laporin ke kepala HRD untuk memecat kamu.?!" potong wanita itu dengan arogan.

__ADS_1


" kalau saya boleh tau anda ada urusan apa ya disini nona.?" tanya salah satu resepsionis yang keluar karena merasa terganggu dengan teriakan wanita itu.


" urusan apa.!? saya adalah pacar calon istri kepala HRD dikantor ini.!" ujar wanita itu.


" oh... jadi kamu calon istri dari kepala HRD itu.? kebetulan sekali. saya juga ada urusan dengan kepala HRD itu. mbak rapatnya sudah siap.?" tanya Arja pada resepsionis setelah berkata pada wanita asing itu.


" sudah tuan muda. hanya tinggal menunggu tuan muda saja.!" kata resepsionis itu.


" baiklah. saya masuk kedalam terlebih dahulu. untuk wanita ini. pak satpam tahan dia dan jangan biarkan kabur. bawa dia ke depan ruang rapat dan tunggu aba-aba saya" ucap Arja pada satpam.


" baiklah tuan muda.!" kata satpam tersebut segera memegangi wanita itu.


" hei tunggu. apa hak kamu menahan saya hah..!! saya bakal suruh calon suami saya untuk memecat kalian semua.!" teriak wanita itu meronta saat di pegang dua satpam.


" dimana rapatnya.?" tanya Arja pada resepsionis itu.


" di aula besar tuan muda.!" jawab resepsionis itu.


" oh.. baiklah." paham Arja.


Arja langsung menuju ke aula besar dan sudah ada seluruh karyawan yang menunggu.


" maaf saya terlambat. karena saat dilobi saya bertemu anjing liar entah dari mana.!" kata Arja menatap tajam kearah kepala HRD.


" kenapa Saya meminta Anda sekalian untuk rapat dadakan saat ini karena, Saya tadi baru mendapatkan laporan bahwa ada salah satu karyawan yang menyalahgunakan kekuasaan dan mengorupsi gaji para karyawan.!" kata Arja membuat badan salah satu karyawan berkeringat dingin.


" Saya ingin menanyakan pendapat pada para karyawan. apakah gaji Anda merasa kurang dari sebelumnya.?" tanya Arja.


" iya tuan muda.!" jawab seluruh karyawan kecuali kepala HRD.


" oh... jadi yang mengorupsi gaji kalian. ingin kalian apakan.?" tanya Arja tersenyum licik.


" POTONG TANGANYA. JADIKAN DIA TIKUS JALANAN SEPERTI JANJI TUAN MUDA.!!" seru seluruh karyawan.


" Hahahaha baiklah. karena kalian masih mengingat janji saya. silahkan yang merasa mengorupsi gaji karyawan untuk memotong tanganya. dan bayarlah hutangmu pada para karyawan.!" perintah Arja, tapi tidak ada jawaban dari karyawan yang melakukan korupsi.


" baiklah karena tidak mau memotong tanganta sendiri. maka apakah ada perwakilan dari para karyawan yang mau memotongnya.?" tanya Arja.


dua karyawan maju untuk siap memotong tangan karyawan yang korupsi.


" oh... kenapa kamu mau memotong tangan karyawan yang korupsi.?" tanya Arja penasaran.


" saya menjawab tuan muda. saya tidak terima karena gaji saya dikorupsi. karena gaji saya kurang istri saya pergi kerumah orang tuanya.!" jawab karyawan itu pertama.


" oh... kalau kamu.?" tanya Arja.


" um.. saya. juga diputus sama pacar saya tuan muda. karena... saya... tidak memberikan uang yang cukup untuknya.!" Jawab karyawan kedua dengan ragu dan takut yang tak lain adalah kepala HRD.


" oh... " baiklah karena kalian sudah berani maju maka saya akan memanggilkan koruptor itu.!" kata Arja mengisyaratkan pada resepsionis yang diajak Arja tadi.


" silahkan bawa masuk pak.!" ucap resepsionis itu membukakan pintu.


kepala HRD kaget serta badannya gemetar.

__ADS_1


" nah.... nona itu pacar Anda kan.? saat rapat tadi. dia ingin memotong tangan koruptor di perusahan ini.! apakah nona bangga.?" tanya Arja tersenyum licik.


__ADS_2