
Malam hari.
Arja pulang dari kantor larut malam karena harus menggantikan Papanya yang pulang duluan sore tadi.
" Ahh... Laper lagi... Dirumah ada makanan nggak ya..?" tanya Arja saat didalam taksi.
" Umm... Cari restoran yang masih buka mas.!" perintah Arja.
" Siap mas..." jawab sopir taksi online itu yang kebetulan masih muda.
" Mas ini... masih kuliah atau emang kerja tetap sebagai taksi online.?" tanya Arja.
" Saya...ya.. Saya kuliah semester enam mas dan punya pekerjaan lainya... saya jadi taksi online mahh... untuk nambah penghasilan saja... ...!" kata spoir taksi itu.
" Wah... Jadi Masnya profesinya banyak banget ya...?!" kagum Arja.
" Hehehe... gitu lah mas.!" tawa sopir taksi itu.
" Mas kuliah jurusan apa.?" tanya Arja.
" Saya jurusan hukum mas..." jawab sopir taksi itu.
" hum.. bagus-bagus.!! Kalau mas mau.... setelah lulus kuliah... mas daftar saja ke kantor saya sebagai pengacara saya....!" tawar Arja menyerahkan kartu namanya, karena kagum dengan kerja keras dan semangat sopir taksi itu.
__ADS_1
" Eh... Beneran nih mas.? Wah... terima kasih ya.... saya sebenarnya juga bingung lulus kuliah mau daftar dimana..." jujur sopir taksi itu.
" Jangan berterima kasih terlebih dahulu.... Oh ya... masnya sudah magang.?" tanya Arja.
" Hehehe belum mas. Saya lagi cari tempat magang yang nggak bentrok dengan pekerjaan tetap saya...!" ujar Sopir taksi itu.
" Kalau gitu Masnya coba saja daftar ke perusahaan saya besok sebagai karyawan saya...!" perintah Arja.
" Wah...Boleh nih mas.! Apa nggak papa saya hanya bekerja di malam hari saja..?" tanya sopir taksi itu.
" Kamu coba daftar dulu saja... kalau lulus interview... kamu undurkan diri saja dari tempat kamu bekerja sekarang... gaji di perusahaan saya lumayan kok untuk karyawan magang...!" ujar Arja.
" Baiklah mas. Besok saya akan coba untuk mendaftar ke kantor mas.!" ujar Sopir taksi itu sambil memutar kemudinya dan berhenti didepan rumah makan yang masih buka.
Selesai memesan, Arja membawa makanannya untuk dibawa pulang dan dimakan dirumah.
Arja membuka pintu dan masuk kedalam rumah menuju dapur untuk menaruh makanannya di piring.
" Bum..!!" bisik Tiara ditelinga Arja dari belakang.
" Akhh.." teriak Arja karena kaget.
" Hahaha... takut ya... Laki-laki kok penakut..?" tawa Tiara.
__ADS_1
" Ish... Apaan sih.? Siapa yang takut.? Aku kan kaget.!!" kesal Arja menjitak dahi Tiara.
" Aww... kamu kenapa baru pulang.?" tanya Tiara sambil mengusap dahinya.
" Lembur tadi.... disuruh sama Papa.." jawab Arja.
" Oh...kok cuma beli satu porsi.?" tanya Tiara saat melihat makanan Arja.
" Kan ini cuma buat aku...!" jawab Arja membawa piringnya menuju ke sofa depan TV.
" Jahat banget... nggak ingat sama istrinya dirumah..." kesal Tiara.
" Eh... Kamu kan bisa masak sendiri... kok jadi ngomel ke Aku.?" tanya Arja.
" Ya seenggaknya beliin kek. Aku rela begadang nungguin kamubm loo.." kata Tiara.
" Siapa yang tahu kalau kamu nungguin aku.? Aku tadi belum makan malam... takut dirumah nggak ada makan, jadi mampir beli makan diluar untuk dibawa pulang..." jelas Arja.
Sambil mendengarkan penjelasan Arja, Tiara mencomot lauk Arja untuk dimakan.
" Lagian... ini kan udah malam.! ngapain belum tidur.? Takut suamimu nggak pulang.?" tanya Arja.
" Iya..." ketus Tiara.
__ADS_1
" Sekarang suamimu sudah pulang... kamu mau ngapain aku.?" tanya Arja.
" Nggak di apa-apain... Aku kan takut kalau suamiku ngambek dan nggak pulang sehabis aku kerjai...." Ujar Tiara menyindir Arja yang kemarin ngambek gara-gara dikerjai Tiara.