
**
Arja masuk keruangan Tiara dan membawa 3 bungkus nasi kucing yang dipesan Tiara.
" ini Ra, nasi bungkusnya.!" kata Arja menghampiri Tiara.
" mbak tolong ambilkan sendok dan piring ya.!" perintah Arja pada perawat yang menjaga Tiara.
" baik. tuan muda.!" jawab perawat itu dan bergegas mengambilkan piring dan sendok.
" Ja besok kamu masuk kuliah saja. biar aku dirumah saja. nggak papa kok!" kata Tiara.
" nggak bisa. kamu lagi hamil muda. masih rentan kata bidan tadi.! kalau ada apa-apa sama kamu gimana.?" ucap Arja lembut pada Tiara.
" tapi.. kalau kamu cuti terus. kuliahmu bakal tertunda.!" ucap Tiara.
" nggak akan. aku udah izin sama dosen aku buat kuliah online dirumah untuk sementara." jelas Arja.
" em.. kalau begitu ya sudah." paham Tiara.
" Tiara!! syukurlah kamu sudah hamil... Mama seneng banget.!!" teriak mama Wulan mendobrak pintu.
"AH!! Mama bikin kaget saja..!" ujar Arja kaget.
" kamu kok bisa pingsan sih dikelas.! memangnya tadi pagi belum sarapan.?" tanya Mama Wulan.
" udah kok ma. mungkin kecapekan saja.!" kata Tiara sambil melirik Tajam kepada Arja.
" oh.. pasti gara-gara Arja yang selalu nyusahin kamu kan. Arja itu emang gitu. apa-apa harus nyiapin.!" sindir mamanya.
" Arja mulai sekarang kamu harus gantian nyiapin apapun yang diminta Tiara." perintah mamanya.
" Baik ma.." balas Arja.
" maaf permisi. ini piringnya tuan muda.!" kata perawat.
" oh. terima kasih.!" ucap Arja mengambil piringnya.
" Wah... pada mau makan ya..? kebetulan Mama juga belum makan.!" kata mamanya berharap bakal dibagiin makanannya.
" oh.. Mama mau.? tapi aku cuma beli buat Tiara saja.! Mama kalau mau aku beliin nanti ya..!" ujar Arja mulai menyuapi Tiara.
" eh... tiga bungkus itu buat Tiara.?" tanya Mama Wulan.
" iya lah ma. inikan juga buat janinnya.?" jawab Arja.
" Mama kalau mau ambil satu bungkus saja.!" kata Tiara.
" nggak boleh dong Ra... kamu harus banyak makan dan istirahat. kalau Mama nanti aku beliin sekalian buat aku juga.!" kata Arja.
" tapi kasihan Mama kamu Ja..!" balas Tiara melihat mertuanya melihat kearah makanan terus.
" ya sudah. ini ma.. buat Mama biar nggak ngiler lagi.!" sindir Arja yang melihat mamanya terus memandang makanan.
__ADS_1
" eh.. wah terima kasih. memang kamu abaka Mama. gak seperti yang satu ini. nggak pengertian sama sekali." kesal Wulan pada Arja.
"Wahh lagi pada makan nih. papa ikut dong.!" kata Landa yang baru masuk.
" Eh.. papa udah selesai dikantor. sini pa.. iku makan sama Mama.!" ajak Wulan.
" wah... menang istri yang pengertian." kata Landa.
" pa.ma. bisa nggak. jangan umbar kemesraan disini. lihat Tiara juga pengen!" kata Arja membuat Tiara tersedak.
"ujuk..uhuk. kamu apaan sih. biarin mereka bermesraan orang suami-istri juga.!" kata Tiara memukul pundak Arja.
" Haha... papakan nggak mau kalah sama kalian Aww.!" kata Landa mendapat cubitan dari Wulan.
" ya sudah. eh Ra. berapa usia kandungan kamu..?" tanya Landa penasaran.
" eh iya.. aku sampai lupa nanyain Lo." imbuh Wulan.
" tiga Minggu pa.ma.!" jawab Tiara.
" oh.... baru tiga Minggu. Arja kamu harus mengawasi Tiara terus. karena hamil muda itu rentan.!" kata Landa menasehati.
" iya pa. Tadi Arja juga sudah izin ke kampus dan sekolah tempat Tiara." kata Arja menjelaskan.
" oh. ya sudah... kalau begitu papa bisa tenang." ucap Landa dengan bahagia.
" pa.ma. Arja titip Tiara bentar. Arja mau ke luar untuk makan. papa mau pesan.?" kata Arja.
" oh... ya sudah papa nasi kucing 2 bungkus. enak soalnya.!" ujar Landa.
" oh baiklah. Ra kamu nggak pesan?" tanya Arja.
" eh... aku.? kalau boleh... batagor saja deh.!" ucap Tiara.
" hah... ya sudah kalau begitu. nanti aku cari tukang batagor.!" ucap Arja beranjak.
" eh Ja batagornya papa sekalian ya..!" kata Papanya.
" Mama juga.!" kata mamanya ikutan.
" iya.iya." ucap Arja pergi keluar ruangan.
" pak satpam. boleh minta tolong beli'in batagor nggak.? soalnya saya nggak tahu penjualnya." kata Arja minta tolong pada pak satpam.
" eh. em. boleh tuan muda.!" jawab satpam itu.
" terima kasih. ini. jadi'in 6 bungkus ya.!" ucap Arja menyerahkan uang seratus ribu.
" baik tuan muda.!" kata pak satpam itu bergegas pergi setelah menerima uangnya.
Sambil menunggu pak satpam. Arja membeli nasi kucing untuk dia makan dan orang tuanya.
Setelah membeli nasi kucing Arja menunggu pak satpam yang belum kembali dari membeli batagor.
__ADS_1
" Tuan muda. ini batagornya.!" ujar pak satpam membuyarkan lamunan Arja.
" eh.. terima kasih pak. ini buat bapak satu.!" ucap Arja menyerahkan satu bungkus batagor.
" nggak usah tuan muda.!" tolak pak satpam dengan sopan.
" ambil saja pak.. ini perintah.!" ucap Arja agar pak satpam mau menerima batagornya.
" um baiklah tuan muda. terima kasih.!" ucap pak satpam sedikit sungkan.
" sama-sama. ya sudah saya masuk dulu ya.!" ucap Arja berjalan ke ruangan Tiara.
Arja masuk dan makan bersama dan setelah selesai makan orang tuanya pulang karena tidak bisa membiarkan Cindy dirumah sendirian.
Sedangkan Arja menyuruh pak Anto untuk membawakan baju ganti kepuskesmas. karena Tiara harus dirawat inap, jadi dia harus menemaninya.
Selesai mandi Arja melihat Tiara sudah tertidur pulas.
Karena juga sudah merasa ngantuk, Arja ikut tidur disebelahnya setelah mengunci ruangan.
**
Pagi hari
Arja terbangun setelah mendengar teriakan dari luar.
"JA!! Bangun woii.!" teriak Usman sambil menggedor pintu.
" apaan soh kak... hoam.. ganggu orang tidur saja.!" ucap Arja sambil menguap didepan kakaknya.
"Minggir kakak mau lihat Tiara.!" dorong Siti yang tengah menggendong Arsya.
"Ra... yah.. belum bangun.!" kecewa Siti setelah masuk melihat Tiara belum bangun.
" Biarin saja kak.. jangan bangunkan.!" ujar Arja.
" ya sudah deh. Arsya. coba pegang perut Tante.! bentar lagi Arsya punya teman main.!" kata Siti membiarkan tangan Arsya menempel ke perut Tiara.
Karena merasa ada yang menggelitik akhirnya Tiara bangun.
" Ehm... Ja jangan gelitik dong....!" ucap Tiara yang masih memejamkan mata.
" hihi gelitik lagi sya..!" ucap Siti ikut menggelitik Tiara.
" ish.. ada apa sih... eh Siti.Arsya. ngapain kesini.!" ucap Tiara begitu membuka matanya.
" apaan.? kamu hamil kok gak memberi tahu aku.?" kesal Siti karena di tidak diberi tahu dan baru mendapatkan kabarnya saat ia berkunjung ke kediaman Lasmana.
" eh.. belum diberi tahu ya..? maaf lupa. hehe!" ucap Tiara yang masih mengantuk.
" hehe hehe. cuci muka dulu sana sama suami kamu.!" ucap Siti yang jijik melihat muka Tiara.
" baiklah. Ayo Ja..!" ujar Tiara menjulurkan tangannya ingin digendong.
__ADS_1
" heh... baiklah. sini. infusnya pegang sendiri.!" ujar Arja menyerahkan infus dan menggendong Tiara menuju ke kamar mandi.
" heh... yang lihat. adik kamu gendong Tiara. kamu nggak pernah gendong aku.!" ucap Siti cemburu.