GURUKU ISTRIKU

GURUKU ISTRIKU
65


__ADS_3

" Ada apa.?" tanya Arja pada asisten Yuno.


" Itu Tuan... Ada masalah dengan orang-orang kita. Setelah tuan menunjukkan diri kemarin pertama kali... Mereka pada nggak percaya dengan kemampuan Tuan...." kata Asisten Yuno takut.


" Ohh.... Apa banyak yang meragukan ku.?" tanya Arja.


" Hampir........hampir sembilan puluh persen Tuan dari seluruh orang kita. Karena yang tau kekuatan tuan muda hanya sepuluh persen saja....itu pun wakil dari masing-masing daerah...." kata Asisten Yuno menjelaskan.


" Humm..... Sepertinya harus menunjukkan kekuatan langsung ya...! Gimana kalau kita adakan acara.... Kamu kumpulkan seluruh anggota dan siapkan tempat yang cocok untuk bertarung.....!" kata Arja tersenyum.


" Ba...baik Tuan muda..." Takut Asisten Yuno saat melihat senyuman Arja.


" Kamu boleh pergi.!" kata Arja yang ingin meneruskan permainannya.


Asisten Yuno segera keluar kamar dan pergi keluar rumah.


" Asisten Yuno.! Kenapa gugup begitu.?" tanya Tiara yang membawa nampan berisi dua cangkir teh dan roti kering.


" Aaa.... Saya masih ada urusan lain nyonya.!" jawab Asisten Yuno.


" Lahh... Saya sudah buatkan Teh untuk kamu..." kata Tiara kecewa.


" A..aa... Kalau gitu... Biar saya minum tehnya Nyonya..." kata Asisten Yuno takut kena marah karena membuat Tiara kecewa.


" Sudah habis nyonya.... Kalau gitu, saya pamit dulu...." Kata Asisten Yuno tergesa-gesa.


" Eh. Kenapa gugup begitu.? Kayak habis melihat hantu saja..." gumam Tiara.


" Suamiku..... Aku bawakan teh dan cemilan..." seru Tiara masuk kedalam kamar.


" Wahh... Tumben perhatian.?" ujar Arja meledek Tiara.

__ADS_1


" Sialan....." umpat Tiara kesal.


" Ini minum...!" kata Tiara menyuapi Arja minum.


" Kamu ini.... Seharian main ini terus... nggak bosen apa.?" kata Tiara.


" Seharian apa.?!! Baru tiga jam juga....!" bantah Arja.


" Dibilangin istri malah ngeyel...... Matiin nggak.!! Nanti matamu sakit.... kalau kelamaan lihat itu...!" perintah Tiara marah.


" Bentar...!! Tanggung nih...." kata Arja menolak.


" Ni...Orang... Dibilangin malah bandel....!!" kesal Tiara mematikan layar monitor.


" Eh.. Kamu ini apaan sih....!!" kesal Arja.


" Apa.!! Kamu dari tadi dibilangin suruh berhenti tapi nggak berhenti-berhenti juga..." balas Tiara.


" Fyuhh... Untung cuma monitor yang mati..." lega Arja.


" Cepat simpan.!!" perintah Tiara.


" Iya.Iya. Cerewet...!!" kata Arja.


" Biarin....!" ujar Tiara.


" Sudah.!!! Puas....!!" kata Arja yang sudah mematikan game-nya.


" Humph... Anterin aku ke salon....!!" perintah Tiara.


" Eh.? Ke salon.? Untuk apa.?" bingung Arja.

__ADS_1


" Lihat.!! Rambutku kusut dan kulitku kurang perawatan.... Rambut kamu juga panjang banget kayak orang gila...." Kata Tiara.


" Ohh... Terus Rara gimana.?" tanya Arja.


" Diajak lah....!" kata Tiara dengan santai.


" Nanti kalau rewel gimana Raranya.... Disalin kan pasti lama...." ujar Arja.


" Eeee.... masih ngeyel... Nurut saja kenapa sih.... Cepat siap-siap.!!" Perintah Tiara keluar untuk memandikan Rara.


" Ni orang.... Kok Cerewet banget ya.... Apa otaknya konslet.?" gumam Arja.


" Ada apa sih Ra.? Berisik banget kalian.?" tanya Bunda Lati.


" Nggak ada apa-apa Bun. Tuh suami Tiara.... main game gak mau berhenti..." jawab Tiara.


" Oh..." paham bundanya.


" Rara mana Bun.?" tanya Tiara.


" Ada di belakang.... lagi berenang sama Bapak kamu...." kata Bunda Lati.


" Oh... Ya sudah. Tiara mau ambil Rara dulu Bun..." Kata Tiara pergi meninggalkan bundanya menuju ke kolam renang.


" Bapak ini kenapa sih.? mengajak Rara berenang.!!" kesal Tiara saat melihat putrinya ditimang-timang bapaknya diatas kolam renang.


" Nyalahin bapak.?! Orang Raranya sendiri yang merangkak kemari..." Balas bapaknya.


" Bawa sini.! Mau Tiara mandiin.!" perintah Tiara.


Bersambung...

__ADS_1


......@$.


__ADS_2