
" Ada apa.?" tanya Arja pada asisten Yuno.
" Itu Tuan... Ada masalah dengan orang-orang kita. Setelah tuan menunjukkan diri kemarin pertama kali... Mereka pada nggak percaya dengan kemampuan Tuan...." kata Asisten Yuno takut.
" Ohh.... Apa banyak yang meragukan ku.?" tanya Arja.
" Hampir........hampir sembilan puluh persen Tuan dari seluruh orang kita. Karena yang tau kekuatan tuan muda hanya sepuluh persen saja....itu pun wakil dari masing-masing daerah...." kata Asisten Yuno menjelaskan.
" Humm..... Sepertinya harus menunjukkan kekuatan langsung ya...! Gimana kalau kita adakan acara.... Kamu kumpulkan seluruh anggota dan siapkan tempat yang cocok untuk bertarung.....!" kata Arja tersenyum.
" Ba...baik Tuan muda..." Takut Asisten Yuno saat melihat senyuman Arja.
" Kamu boleh pergi.!" kata Arja yang ingin meneruskan permainannya.
Asisten Yuno segera keluar kamar dan pergi keluar rumah.
" Asisten Yuno.! Kenapa gugup begitu.?" tanya Tiara yang membawa nampan berisi dua cangkir teh dan roti kering.
" Aaa.... Saya masih ada urusan lain nyonya.!" jawab Asisten Yuno.
" Lahh... Saya sudah buatkan Teh untuk kamu..." kata Tiara kecewa.
" A..aa... Kalau gitu... Biar saya minum tehnya Nyonya..." kata Asisten Yuno takut kena marah karena membuat Tiara kecewa.
" Sudah habis nyonya.... Kalau gitu, saya pamit dulu...." Kata Asisten Yuno tergesa-gesa.
" Eh. Kenapa gugup begitu.? Kayak habis melihat hantu saja..." gumam Tiara.
" Suamiku..... Aku bawakan teh dan cemilan..." seru Tiara masuk kedalam kamar.
" Wahh... Tumben perhatian.?" ujar Arja meledek Tiara.
__ADS_1
" Sialan....." umpat Tiara kesal.
" Ini minum...!" kata Tiara menyuapi Arja minum.
" Kamu ini.... Seharian main ini terus... nggak bosen apa.?" kata Tiara.
" Seharian apa.?!! Baru tiga jam juga....!" bantah Arja.
" Dibilangin istri malah ngeyel...... Matiin nggak.!! Nanti matamu sakit.... kalau kelamaan lihat itu...!" perintah Tiara marah.
" Bentar...!! Tanggung nih...." kata Arja menolak.
" Ni...Orang... Dibilangin malah bandel....!!" kesal Tiara mematikan layar monitor.
" Eh.. Kamu ini apaan sih....!!" kesal Arja.
" Apa.!! Kamu dari tadi dibilangin suruh berhenti tapi nggak berhenti-berhenti juga..." balas Tiara.
" Fyuhh... Untung cuma monitor yang mati..." lega Arja.
" Cepat simpan.!!" perintah Tiara.
" Iya.Iya. Cerewet...!!" kata Arja.
" Biarin....!" ujar Tiara.
" Sudah.!!! Puas....!!" kata Arja yang sudah mematikan game-nya.
" Humph... Anterin aku ke salon....!!" perintah Tiara.
" Eh.? Ke salon.? Untuk apa.?" bingung Arja.
__ADS_1
" Lihat.!! Rambutku kusut dan kulitku kurang perawatan.... Rambut kamu juga panjang banget kayak orang gila...." Kata Tiara.
" Ohh... Terus Rara gimana.?" tanya Arja.
" Diajak lah....!" kata Tiara dengan santai.
" Nanti kalau rewel gimana Raranya.... Disalin kan pasti lama...." ujar Arja.
" Eeee.... masih ngeyel... Nurut saja kenapa sih.... Cepat siap-siap.!!" Perintah Tiara keluar untuk memandikan Rara.
" Ni orang.... Kok Cerewet banget ya.... Apa otaknya konslet.?" gumam Arja.
" Ada apa sih Ra.? Berisik banget kalian.?" tanya Bunda Lati.
" Nggak ada apa-apa Bun. Tuh suami Tiara.... main game gak mau berhenti..." jawab Tiara.
" Oh..." paham bundanya.
" Rara mana Bun.?" tanya Tiara.
" Ada di belakang.... lagi berenang sama Bapak kamu...." kata Bunda Lati.
" Oh... Ya sudah. Tiara mau ambil Rara dulu Bun..." Kata Tiara pergi meninggalkan bundanya menuju ke kolam renang.
" Bapak ini kenapa sih.? mengajak Rara berenang.!!" kesal Tiara saat melihat putrinya ditimang-timang bapaknya diatas kolam renang.
" Nyalahin bapak.?! Orang Raranya sendiri yang merangkak kemari..." Balas bapaknya.
" Bawa sini.! Mau Tiara mandiin.!" perintah Tiara.
Bersambung...
__ADS_1
......@$.