GURUKU ISTRIKU

GURUKU ISTRIKU
47


__ADS_3

Sore hari.


" aduh... aduh.. sakit. Rara.? kenapa mencakar wajah papa.? bunda mana.?" ucap Arja saat bangun dari tidurnya.


" bun...!" tunjuk Rara pada bundanya yang tidur dibelakang Arja.


" haih... ini bangunin bunda ya..!" ujar Arja menaruh putrinya diatas badan Tiara dan membiarkannya mengganggu bundanya yang sedang tertidur pulas.


" akh... aduh. sakit. Rara.? Kamu kenapa menggigit dada bunda.? Laper ya..?" ucap Tiara saat bangun tidur.


" Papa juga laper bunda.!" kata Arja menirukan suara putrinya.


" kalau papa bisa masak sendiri...." balas Tiara mulai menyusui putrinya.


" kejam banget.??" gumam Arja.


Arja turun dari ranjang dan menyalakan komputernya karena siang tadi dia belum mengecek laporan gara-gara komputernya dipakai Tiara untuk bermain game.


" Mau ngapain Ja.?" tanya Tiara pada Arja.


" Mau ngecek laporan.!" jawab Arja.


" Oh... nanti malam kita jalan-jalan yuk Ja.! kita ke Mall buat membeli barang-barang buat ke Paris." ajak Tiara pada Arja.


" Iya... Masakin mie dong Ra. buat ganjel perut.! Laper nih..." perintah Arja.


" Baiklah." balas Tiara dan turun dari ranjang sambil menggendong Rara.


" Oh ya... sekalian bunda sama bapak tanyain. apakah mau ikut ke Mall.!" perintah Arja lagi sambil mengecek laporannya.


" Iya...." paham Tiara lanjut berjalan keluar kamar.


Saat sampai didapur Tiara langsung ngomong ke bundanya.


" bun. nanti malam kita ke Mall yuk...!" ajak Tiara.


" Buat apa bunda ke Mall Ra..?" tanya bundanya.


" buat beli barang-barang untuk persiapan pergi ke Paris lah..." balas Tiara.


" Oh... baiklah." setuju bundanya.


" bapak ajak sekalian ya Bun. biar... rame.." imbuh Tiara sambil menyalakan kompor untuk memasak air.


" iya... kamu mau masak apa.?" tanya bundanya.


" tadi.. disuruh Arja masak mie. untuk makan malam dia ngajak makan di Mall saja." ujar Tiara memberi tahu bundanya.


" oh... untunglah bunda belum masak." kata bundanya mengembalikan bahan-bahan makanan ke kulkas.


" Sini Rara biar nenek yang gendong..!" kata Bunda lati mengambil Rara dari gendongan Tiara.


" uhum... Rara belum mandi ya... pantes bau.. unyuk. belum mandi...bau.." kata Bunda lati menimang Rara.


" bun. bun.." oceh Rara ingin digendong bundanya.


" Rara nggak mau sama nenek.?" tanya bunda lati.

__ADS_1


" Bun.. Bun.." oceh Rara lagi sedikit berteriak.


" iya.iya.. nih Ra.. pengen digendong kamu.." ujar bunda lati menyerahkan Rara ke Tiara.


" kenapa sayang...? kok nggak mau digendong nenek.?" tanya Tiara pada putrinya yang biasanya digendong bundanya.


" pa..pa.." oceh Rara ingin bertemu papanya.


" iya... kita masak makanan dulu buat papa." balas Tiara.


" Pa..Paaa.." tangis Rara.


" uh..iya.iya... dasar rewel." kata Tiara langsung berjalan ke kamar.


" bunda aku ke kamar dulu ya. tolong bunda awasi mienya." ujar Tiara pada bundanya.


" iya..." paham bundanya.


Karena bundanya sudah paham Tiara langsung menuju ke kamar untuk mengantarkan Rara bertemu Arja.


" nih Ja.. Rara pengen sama kamu... dari tadi ngoceh pa.pa.." ujar Tiara begitu masuk ke dalam kamar.


" ouhgg.. putrinya papa kangen sama papa ya..? sini.sini.." kata Arja duduk di karpet yang ada di sebelah pintu balkon kamarnya.


" sini.. main sama papa..." ujar Arja mengambilkan mainan Rara yang ada didalam lemari mainan.


" aku lanjut masak dulu ya Ja... sekalian aku bawa kesini.." kata Tiara.


" iya..." balas Arja.


" pa...pa..." oceh Rara berusaha merangkak kepangkuan Arja.


**


" Dasar anak tidak berguna. lihatlah hasil perbuatanmu...! Gara-gara kamu perusahaan papa dalam krisis sekarang. Apa kamu nggak mikir, berani-beraninya mencoba menculik nyonya muda Lasmana. Kamu masih hidup saja itu adalah mukzijat." teriak papanya Violin marah karena mengetahui perbuatan putrinya.


" Kok papa nyalahin aku.? Aku itu sudah cukup disiksa pa..!" balas Violin yang masih kesakitan karena digilir tiga orang.


" Itu juga kamu sendiri yang minta.. lihat.! Sekarang bukan kamu saja yang kena imbasnya, papa juga kena..." omel papanya lagi.


" Pokoknya papa nggak mau tahu. Kamu cepetan minta maaf ke nyonya muda Lasmana dirumahnya.!" perintah papanya.


" Aku nggak mau. Lagian aku belum menculiknya.!" bantah Violin.


" Kalau kamu nggak mau, papa bakal suruh kamu buat tunangan dengan teman papa untuk menyelamatkan perusahaan." ancam papanya.


" Apa.! papa tega menyuruhku buat nikah dengan teman papa.? Papa gila ya..?" teriak Violin tidak percaya dengan omongan papanya.


" Sudah tidak ada jalan lain. Kalau kamu nggak mau minta maaf. Maka hanya bisa menjodohkanmu dengan teman papa." ujar papanya.


" Huh... baiklah. Aku bakal minta maaf.!" setuju Violin karena dia nggak mau harus menikah dengan teman papanya.


" Ya sudah. Cepetan pergi.!" ujar papanya.


" Baiklah." nurut Violin berjalan keluar dan masuk kedalam mobil.


" Sialan.! menculiknya saja belum tapi sudah dapat masalah yang sangat banyak." umpat Violin didalam mobil dan segera menuju kerumah Arja.

__ADS_1


**


Saat sampai di depan rumah Arja Violin dilarang masuk oleh penjaga gerbang.


Dia terpaksa kembali pulang kerumahnya.


" Gimana.? Apakah mereka sudah memaafkanmu.?" tanya papanya saat melihat Violin masuk rumah.


" Aku dilarang masuk sama penjaga gerbang disana pa.!" balas Violin.


" Huh... sudah papa duga. Sekarang hanya bisa menikahkan kamu dengan teman papa.!" kata papanya pasrah.


" Aku nggak mau pa." Tolak langsung Violin.


" Kalau kamu nggak mau.! kamu mau jadi gelandangan.?" tanya papanya.


" nggak.! apa papa nggak ada cara lain.?" tanya Violin.


" nggak ada. pokoknya kamu harus segera menikahi temen papa. papa akan segera menghubunginya." ujar papanya segera menelpon temannya.


**


" Nih Ja, mie kamu.. cepet dimakan. aku mau mandiin Rara dulu.." ujar Tiara menyerahkan mangkok berisi mie.


" kenapa nggak mandi bareng saja biar cepet." ujar Arja.


" oh... ya sudah aku mandi sama Rara biar cepet. Kamu makan dulu." setuju Tiara.


" Aku ikut dong.." kata Arja menaruh mienya di meja.


" nggak. kamu makan saja nanti dingin." bantah Tiara malu.


" Yah... Baiklah." setuju Arja karena dia nggak mau nyia-nyiain masakan istrinya.


Tiara bergegas masuk kekamar mandi bersama Rara sambil membawa handuk.


Sedangkan Arja buru-buru makan mienya karena dia ingin menyusul istri dan putrinya mandi.


Selesai makan Arja langsung masuk ke kamar mandi telanjang.


" Kamu kenapa masuk.?" kaget Tiara melihat Arja yang sudah telanjang didepannya.


" Buat mandi bareng lah... betul tidak Rara?" balas Arja jongkok mencubit pipi putrinya yang sedang dimandikan Tiara.


" Kamu keluar dulu...!" perintah Tiara karena malu melihat bendanya arja bergelantungan.


"Udah terlanjur masuk kena air... sekalian mandi saja.." bantah Arja.


" Huh... ya sudah. kamu mandi disower saja..." perintah Tiara.


" Aku kan juga mau ikut berendam." kata Arja.


" Kalau nggak mau keluar saja." omel Tiara.


" iya.iya.." nurut Arja mulai menyalakan sower.


______________________________________________

__ADS_1


__ADS_2