
" Kemarin malam... Kan ada acara bola... kakak nonton bersama kak Siti... Dan kakak bertaruh kalo jagoan kakak menang... Kak Siti harus menuruti semua keinginan kakak selama seminggu. Sedangkan kalau jagoan kak Siti yang menang... Semua harta kakak sekarang akan menjadi miliknya sepenuhnya....! Huhuhu... sekarang kakak miskin... Sampai-sampai harus minta uang saku kepada Kak Siti...!" kata Usman menjelaskan.
" Bwuhahaha... ternyata taruhan sama kak Siti..." tawa Arja.
" Kakak pinjam uang kamu dong... Nanti Kakak ganti setelah gajian.!" ujar Usman.
" Kalau seratus juta Arja ada. Tapi kalau lebih, Arja nggak ada... Soalnya Besok, Arja mau jalan-jalan bersama Tiara keluar kota....!" kata Arja yang mengingat setiap mengajak Tiara jalan-jalan pasti akan menguras dompet dan tenaganya.
" Baiklah... Seratus juta juga udah banyak kok... Huhuhu... Nanti kamu saja yang ikut pesta amal di SSR grup ya...!" Tangis Usman yang mengingat harus menghadiri beberapa acara amal dalam beberapa hari ke depan.
" Kenapa nggak kakak saja sih.! Kan kakak tahu... Arja nggak suka acara begituan...!!" balas Arja yang teringat kembali setiap mendapatkan undangan pesta, dirinya akan mendapat masalah karena ketampanannya. ( Tampan/Cantik itu dosa ya...)
" Kamu kan tahu sendiri itu acara amal... Kan malu kalau kakak ikut cuma bawa uang sedikit...!" ujar Usman.
" Kenapa harus malu.?" bingung Arja.
" Ya malu lah.! Seorang Usman... Yang terbiasa memegang uang miliyaran masa' cuma nyumbang nggak ada seratus juta... Yang ada nanti kena marah sama papa lagi...!" ujar Usman.
" Emangnya kakak biasa nyumbang berapa.?" tanya Arja.
" Yah.. tergantung... Acara amal nanti kan untuk membantu anak-anak yatim... dan panti asuhan... Jadi biasanya kakak akan menyumbang setidaknya sepuluh miliyar. lah...!" jawab Usman.
" Oh. Baiklah. Nanti Arja akan datang ke acara Amalnya...!" kata Arja.
__ADS_1
" Um.. bagus...!" kata Usman tiba-tiba langsung senang.
Setelah sampai dikantor, Usman langsung pergi menuju pinggiran kota ditemani sekretarisnya.
" Tuan muda... Ini laporan untuk hari ini...!" kata Seorang karyawan wanita magang yang cantik.
" Hum...!" angguk Arja.
" Kenapa masih disini.?" tanya Arja pada karyawan wanita itu yang masih berdiri didepannya.
" Um.... Itu... Ung... Kemarin dosen saya menghubungi saya untuk mengajak tuan muda ke... kampus saya sebagai motivator..!" kata karyawan magang itu dengan ragu-ragu takut.
" Kenapa harus saya. Bukannya urusan seperti itu lebih tepat untuk Papa atau kakak saya...!" ujar Arja dengan nada dingin.
" Saya menolak. Saya sendiri masih kuliah...!" kata Arja.
" Umm... Tapi..." tangis karyawan wanita itu.
" Kenapa malah nangis dikantor saya..?" tanya Arja kesal.
" Itu Tuan muda..hiks... Um.. Kalau saya tidak berhasil mengundang tuan muda. Saya akan dikeluarkan dari kampus... karena uang semesteran saya belum lunas dan dosen saya bilang, asalkan membawa tuan muda ke kampus sebagai motivator... uang semesteran saya akan dilunasi...!" Tangis Karyawan itu menjelaskan.
" Oh... Bukannya gaji magang disini sudah banyak ya...? Harusnya cukup untuk membayar uang kuliah...!" ujar Arja.
__ADS_1
" Gaji magang saya, saya gunakan untuk membiayai adik saya yang sakit tuan...!" jawab Karyawan wanita itu.
" Sakit apa adik kamu.? Sampai harus menghabiskan banyak uang.?" tanya Arja.
" Leukimia tuan... Kemarin baru selesai operasi transplantasi darah...!" ujar karyawan itu.
" Huh baiklah. Berapa uang kuliah kamu.?" tanya Arja.
" Hah.?" bingung Karyawan wanita itu.
" Tujuh juta tuan...!" jawab Karyawan wanita menunduk.
" Humm.. Baiklah. Ini uang untuk kuliah kamu... Dan uang untuk biaya pengobatan adik kamu..." ujar Arja menyerahkan cek yang baru di tulisnya.
" Tidak usah tuan muda...!" tolak wanita itu.
" Terima saja...! Dan segera bayar uang kuliah kamu...!" ujar Arja.
" Tapi tuan...!" kata Wanita itu ragu.
" Uang ini bukan untuk kamu... tapi untuk adik kamu... Saya akan menengoknya dan berkunjung ke kampus kamu saat ada waktu...!" kata Arja.
" Eee..Terima kasih tuan muda... Saya akan mengembalikan uang ini saat saya sudah ada uang.!" kata karyawan wanita itu menerima uangnya.
__ADS_1