GURUKU ISTRIKU

GURUKU ISTRIKU
40


__ADS_3

Satu Minggu kemudian.


Karena terlalu capek mengurus anak dan istrinya Arja sakit demam sejak dari pagi tadi.


" Arja sudah baikan Ra.?" tanya usman yang baru pulang dari luar negeri berlibur bersama Siti dan Arsya.


" belum kak. kepalanya masih panas." jawab Tiara sedih melihat Arja sakit.


" ya sudah. biarkan dia istirahat terlebih dahulu. mungkin terlalu bahagia dia." canda Usman sambil mengejek adiknya.


" Apa bener begitu kak.?" tanya Tiara polos.


" pufss ha-ha-ha. kamu ini.." tawa Usman keluar ruangan saat mendengar pertanyaan polos Tiara.


Tiara yang tidak tau kenapa kakak iparnya tertawa, dia memeluk Arja yang tengah berbaring tidur.


Karena mendengar tangisan bayinya Tiara beranjak dan mengambil bayinya dari box bayi.


" kenapa nak.cups.cups.cups. lapar ya..?" tanya Tiara menenangkan bayinya dengan menyusui-inya.


" lapar ya Ra.?" tanya Arja terbangun karena tangisan bayinya.


" iya. aku bawa Rara keluar dulu ya biar nggak ganggu kamu istirahat." ujar Tiara melihat Arja begitu lemah.


" nggak usah. disini saja." balas Arja lembut.


" tapi..." gumam Tiara.


" gak usah tapi-tapian dengan melihat Rara aku udah merasa baikan kok.!" potong Arja menarik tangan Tiara agar duduk disampingnya.


" kata dokter kamu harus banyak istirahat Ja." kata Tiara mengingatkan.


" iya... tapi kamu juga harus di sisiku terus.!" manja Arja.


" huh. baiklah." desah Tiara menuruti kemauan suaminya.


"Hum.. sudah kenyang ya nak.?" tanya Tiara melihat bayinya tidak mau menyedot susu.


" taruh sini Ra.! kamu... ambilkan aku minum!" pinta Arja yang merasa haus setelah bangun tidur.


" baiklah. kamu sama papa dulu ya... bunda mau ambil sarapan sama minum buat pa." ucap Tiara pada bayinya dan menaruhnya di samping Arja.


Arja sebenarnya sudah baikan, tapi dia pengen dimanja sama Tiara.


" nih Ja. minumnya." ujar Tiara menyerahkan gelas berisi air.


" um." angguk Arja menerima gelas dan meminumnya.


" suapi ya..!" manja Arja.


" baiklah..." balas Tiara senang karena merasa Arja sudah membaik.


Arja menikmati sarapannya yang disuapi Tiara.


" woi Ja. udah jadi bapak kok masih lemah saja.!" celetuk Usman begitu masuk kekamar.

__ADS_1


" kakak ini. pagi-pagi udah ganggu orang lain saja." ujar Arja merasa terganggu karena sedang romantisan dengan Tiara.


" kamu.. ini. kakak bela-belain mengorbankan waktu liburan bersama keluarga, begitu mendengar kamu sakit. eh. kamu malah senang-senang begini." ucap Usman seolah-olah dirinya begitu menderita.


" sudah, nggak usah sok menderita begitu. mana oleh-oleh dari liburan.?" tanya Arja.


" um... kalau buat kamu nggak ada Ja. kelupaan." jawab Usman malu.


" oh.... Arsya kamu bawa pulang nggak.?" tanya Arja curiga.


" bawa lah. masa anak sendiri nggak dibawa pulang." balas Usman.


" syukur deh." kata arja.


" aku kebawah dulu deh. gak mau jadi obat nyamuk disini." ucap Usman iri melihat Arja yang dari tadi disuapi Tiara.


" cih. baru sadar. " decih Arja.


" udah Ra. aku udah kenyang." ujar Arja pada Tiara.


" oh baiklah. minum obat dulu.!" kata Tiara mengambilkan obat dari dokter.


" um... nggak usah deh Ra... aku cuma butuh istirahat saja." tolak Arja karena dia nggak bisa menelan pil.


" jangan bantah.!" paksa Tiara.


" pijit saja ya Ra... aku nggak bisa nelan obat soalnya. dari pada muntah malah ngerepotin kamu lagi." pinta Arja menolak keras minum obat.


" huh... baiklah. dasar bocah. udah gede masa nggak bisa minum obat.!" balas Tiara menggelengkan kepalanya.


Tiara memijit Arja dari leher sampai kaki.


Saat memijit Tiara masih merasakan tubuh Arja yang masih hangat.


Selesai memijit Tiara melihat Arja tertidur dan membalikkan badan Arja.


" dasar. udah tau masih muda tapi... tetep ngerjain apa yang seharusnya dikerjakan oleh orang dewasa." gumam Tiara merasa bersalah karena lagi-lagi ngerepotin Arja untuk mengurusnya ditambah bayinya.


Tiara menggendong bayinya yang belum sempat dijemur kebalkon.


" hum.. hangat ya nak.?" tanya Tiara pada anaknya saat merasakan hangatnya mentari pagi di kursi balkon kamar.


" iya.. bunda.!" sahut Arja merangkul pundak Tiara dari belakang yang terbangun karena tidak merasakan dipijat Tiara.


" kok bangun lagi.?" tanya Tiara kaget karena dirangkul tiba-tiba.


" pengen nikmati mentari pagi bersama istri dan anak masa nggak boleh.!" jawab Arja membuat Tiara malu.


" kamu ini.. bisa aja.." malu Tiara sekaligus bahagia karena bisa menikmati hangatnya pagi bersama keluarga kecilnya.


Setelah merasa panas mataharinya Tiara membawa masuk bayinya untuk dimandikan.


Arja juga ikut mandi walaupun sudah dilarang Tiara, dia tetap kekeh untuk mandi. akhirnya Tiara menyiapkan air hangat terlebih dahulu untuk Arja mandi.


" emang mau kemana sih Ja.? kamu kan baru baikkan." tanya Tiara penasaran saat Arja selesai mandi.

__ADS_1


" mau reunian teman SMP. mau ikut.?" jawab Arja.


" kok bar bilang.?" tanya Tiara lagi.


" aku juga baru tadi baca pesannya dihp." jawab arja sambil mengenakan pakaian yang sudah disiapkan Tiara.


" ya sudah. jangan lama-lama." ucap Tiara mengizinkan.


" iya..." balas Arja yang sebenarnya tidak mau meninggalkan istri dan anaknya.


Selesai bersiap Arja berpamitan dan meminta uang saku pada Tiara, karena semua uangnya Arja diberikan kepada Tiara.


Setelah berpamitan Arja langsung mengendarai mobilnya ke restoran tempat reuniannya.


Sesampainya disana Arja langsung disambut oleh ketua kelasnya saat SMP yang berjaga di pintu depan restoran.


" selamat Ja.. udah jadi bapak sekarang." sapa ketua kelas.


" terima kasih. kamu juga kapan nyusul yan." tanya Arja pada ketua kelasnya bernama iyan.


" aku belum mikir Ja. masih harus kuliah sama ngurus adik aku yang masih sekolah." jawab Iyan yang sebetulnya belum punya pacar.


" kamu ini memang bertanggung jawab sama keluargamu." bangga Arja pada mantan ketua kelasnya.


" sudah-sudah. langsung masuk saja, udah ditungguin sama teman-teman yang lain di dalam." kata Iyan yang malu dipuji Arja.


" hehehe baiklah." balas Arja masuk duluan kedalam.


" wih... bapak baru kita nih.!" ejek salah satu teman Arja saat melihatnya masuk kedalam restoran.


" ucapkan selamat pada pendingin kelas kita." seru salah satu temanya lagi.


" apaan sih. semoga kalian cepet nyusul." ucap Arja pada temannya.


"Bayu mana Ja.? biasanya barengan sama kamu terus." tanya temanya tersebut yang bernama Andre.


" nggak tau. mungkin masih ngurusin istrinya yang lagi ngidam." balas Arja.


" wah... kalian ini. diam-diam udah pada punya anak saja.!" kagum Andre.


" makanya kamu cepetan lamar dan nikahin pacar kamu.!" ujar Arja.


" lagi proses Ja... lagian aku sama dia masih harus kuliah." balas Andre.


" oh... semoga kalian langgeng sampai nikah." ucap Arja mendoakan.


" semoga begitu Ja.." kata Andre.


Reuni berjalan lancar dan Arja terpaksa pulang duluan karena sudah di telpon Tiara.


Sesampainya dirumah Arja melihat Tiara tengah memasak makan siang bersama Mama Wulan dan bunda lati.


" aku masuk ke kamar dulu ya.." ujar Arja.


"iya." balas singkat Tiara yang fokus mengupas bawang.

__ADS_1


....


__ADS_2