GURUKU ISTRIKU

GURUKU ISTRIKU
51


__ADS_3

Arja terbangun karena tubuhnya ditepuk Tiara.


" oi... bangun Ja... udah mau sore Lo...." ucap Tiara yang pinggangnya masih dipeluk Arja.


" bentar lagi Ra... aku masih ingin tidur..." balas Arja.


" tapi kamu lepasin dulu pelukanmu ini... aku mau siap-siap untuk berkunjung ke makam Kakek mertua." kata Tiara berusaha melepaskan tangan Arja dari pinggangnya.


" nggak mau... aku masih mau meluk kamu..." bantah Arja menguatkan pelukannya.


" nih Ra... Ayo bantuin bunda Jambak rambut papa biar lepasin bunda..!" kata Tiara menjambak rambut Arja.


" ah.... sakit. iya aku lepasin..." jerit Arja meringis kesakitan.


" huhuhu... sampai rontok rambutku..." kata Arja mengusap kepalanya.


" Siapa suruh papa nakal...." balas Tiara beranjak dari ranjang dan masuk kekamar mandi untuk bersiap mengunjungi makam Kakek dan nenek suaminya.


Setelah bersiap Arja dan Tiara berserta keluarganya mengunjungi makam Kakek dan neneknya bersama-sama.


Selesai mengunjungi makam orangtuanya Arja memilih untuk pulang, sedangkan Tiara dan orang tuanya diajak Arja makan bersama di restoran karena tadi pagi ia sudah berjanji.


Selesai makan malam mereka pulang untuk istirahat.


Sesampainya dirumah mereka masuk ke kamar masing-masing untuk membersihkan badan.


" Ra... biasa...." ujar Arja mengisyaratkan ingin dipijat.


" Iya. nanti... Rara baru tidur nih... nggak mau ditinggal." balas Tiara yang sedang menyusui Rara yang sedang tidur.


" Huh... baiklah." kecewa Arja.


Setelah merasa putrinya tidur nyenyak Tiara bangun dan menuju ke ranjang Arja.


" sudah...?" tanya Arja saat melihat Tiara yang sudah duduk diranjang bersamanya.


" sudah. cepetan... aku udah ngantuk nih..." kata Tiara menyuruh Arja untuk tengkurap.


" Ah.... " desah Arja merasa nikmat saat dipijat Tiara.


" Kita disini sampai kapan Ja.?" tanya Tiara.


" dua Minggu mungkin..." jawab Arja.


" oh...." ucap Tiara.


" Sudah ya Ja. aku ngantuk nih..." pinta Tiara.


" Baiklah. Kamu tidur dulu.! Aku mau cek laporan sebentar. " setuju Arja membuka laptopnya yang disimpan ditas.


" Cepetan. Jangan-jangan sampai larut." kata Tiara.


" Iya..." jawab Arja.


Tiara tidur dan Arja mengecek laporan dari perusahaan papanya. Karena merasa tidak ada masalah Arja menyusul istrinya tidur disampingnya.


" malam... istriku" ucap Arja mengecup kening istrinya yang sudah tertidur.

__ADS_1


Arja tidur sambil memeluk istrinya.


***


Dua Minggu kemudian.


" uhk.... capeknya... tidur semalaman dikursi..." keluh Arja yang baru turun dari pesawat.


" Siapa suruh kakak nakal sama kak Tiara hahaa." ejek Cindy.


" kamu bocah kecil. masih berani ejek kakak lagi ha.?" geram Arja mencubit pipi Cindy.


" Mama... kak Arja nyakitin aku..." adu Cindy pada mamanya.


" Sudah Ja..." ujar Mamanya.


" Iya ma." kata Arja melepas cubitannya.


" Sini Ra.! Biar Rara aku yang gendong.!" kata Arja pada Tiara yang sedang ngambek.


" Enggak. humph." kesal Tiara.


" Maaf lah Ra... aku kan nggak tahu kalau itu bukan kamu...." kata Arja meminta maaf karena sebelumnya saat di bandara Perancis Arja salah meluk orang didepan Tiara.


" Nggak mau tahu... Ayo kita pulang Pak.bun.!" ajak Tiara kepada bapak dan bundanya.


" Sabar ya nak Arja..." goda pak li.


" Aku pulang sama siapa dong.?" tanya Arja bingung.


" Hahaha. Sudah Ja..... kamu turutin kemauan istri kamu saja...." kata papanya tertawa melihat anaknya dipermainkan.


" Gitu ya pa....? Papa dulu juga pernah salah orang.?" tanya Arja pada papanya.


" Ya enggaklah.! kan ma.?" kata Papanya dengan bangga.


" Enggak pernah sih... Tapi para mantan kamu yang bikin ngeselin.." balas Mama Wulan membuat Arja gemetaran karena mengingat dia pernah diculik oleh mantan pacar papanya.


" Kamu..... !" bisik Landa mencubit Wulan.


" Kamu nggak papa Ja.?" tanya mamanya yang baru ingat.


" eng...nggak papa kok ma.. lagian itu juga sudah lama. Arja mau nyusul Tiara dulu ya...." kata Arja berlari menuju kearah Tiara sambil membawa koper.


" Kamu ini... lihat Arja jadi trauma..." kata Landa.


" maaf." balas Wulan merasa bersalah.


" ya sudah Ayo pulang." kata Landa.


Sesampainya dirumah Arja langsung masuk kekamar karena dia mengingat kembali apa yang dialaminya saat kecil.


Tanpa sadar Arja tertidur diranjangnya.


" Ja... Makan siang yuk....." teriak Tiara membangunkan Arja yang sedang tertidur.


" Jangan... Tolong.... Tolong aku... Panas..." teriak Arja yang sedang mimpi buruk dan badannya yang penuh keringat.

__ADS_1


" Ada apa Ja.? Bangun Ja..." teriak Tiara khawatir.


" Bangun Ja..." kata Tiara memeluk Arja untuk menenangkannya.


" Bangun Ja...huhuhu.." kata Tiara mulai menangis.


" Kamu kenapa menangis.?" tanya Arja yang baru bangun dan melihat Tiara menangis diatasnya.


" Kamu sudah bangun.? Kamu tadi.. kamu tadi.. teriak-teriak minta tolong. Terus badanmu basah kuyup karena keringat... aku takut..." balas Tiara.


" Aku nggak papa kok. Cuma mimpi buruk saja..." ujar Arja menenangkan Tiara dan mengusap Air matanya.


" cep..cep...cep... udah jangan nangis lagi dong.." kata Arja menenangkan Tiara.


" Iya.... Ayo makan siang..." ajak Tiara.


" Iya... Aku kekamar mandi bentar, mau mandi dulu..." jawab Arja yang badanya bau karena berkeringat.


" Cepetan. Aku tunggu." balas Tiara bangkit dan mulai menyiapkan pakaian untuk Arja.


Selesai mandi Arja turun bersama Tiara ke meja makan.


" Baru bangun Ja.?" tanya bunda lati yang sedang mengasuh Rara yang merangkak kesana kemari.


" tidak bun. Tadi mandi dulu.!" jawab Arja.


" Oh..... Kamu cepetan makan siang. Bunda mau kekamar dulu. Mau tidur siang..." kata Bunda lati yang sudah mengantuk karena dari tadi menjaga Rara.


" Iya bun." jawab Arja.


" Nih Ja..." kata Tiara menyerahkan piring yang sudah berisi nasi dan lauk.


" Kamu sudah makan.?" tanya Arja yang melihat Tiara tidak ikut makan.


" Sudah tadi bersama Rara." Jawab Tiara.


" Oh.. ya sudah." kata Arja melanjutkan makannya.


" Ra.... besok aku sudah mau masuk kuliah lagi..." kata Arja memberitahukan kepada Tiara saat selesai makan.


" Iya... aku sudah tahu.." jawab Tiara sedikit kecewa karena hari full timenya bersama Arja akan hilang.


" Jangan sedih gitu dong. kan cuma aku tinggal sembilan jam saja." kata Arja.


" Iya... " jawab Tiara pura-pura ceria.


Arja yang melihat Tiara sedih ikut sedih juga. Sebenarnya Arja juga ingin fulltime terus bersama Tiara. Tapi mau bagaimana lagi, dia harus kuliah dan setelah kuliah dia harus bekerja sampai malam. Saat memikirkannya Arja tambah pusing.


BERSAMBUNG.!!!


*OH YA, TEMAN-TEMAN JANGAN LUPA UNTUK MAMPIR DI KARYA AKU YANG BERJUDUL " MENIKAH TANPA CINTA* " Kisahnya bercerita tentang action dan romantis gitu... Pokoknya dijamin seru deh. Ceritanya Cocok buat cowok dan cewek.


*JANGAN LUPA MAMPIR YA***.....!!


______+ DAN JANGAN LUPA UNTUK STAY DIRUMAH SAJA. KELUARLAH DARI RUMAH HANYA UNTUK BEROLAHRAGA DAN HARUS MEMAKAI MASKER. INGAT ATURAN PEMERINTAH AGAR NEGARA TIDAK SEMAKIN MERUGI AKIBAT WABAH YANG MENIMPA NEGARA KITA SEKARANG. +______


SAYANGI NYAWA ANDA !

__ADS_1


__ADS_2