GURUKU ISTRIKU

GURUKU ISTRIKU
58


__ADS_3

Karena Tiara sudah bisa bergumam, Arja memanggil psikolog untuk memeriksanya.


" Nyonya di mana tuan.?" tanya psikolog itu begitu sampai dirumah Arja.


" Di kamar. Cepet periksa..!" kata Arja tidak sabar.


" Baik Tuan muda." jawab Psikolog itu segera menuju ke kamar yang dimaksud Arja.


Setelah di periksa, Psikolog itu langsung memberitahukan hasilnya kepada Arja.


" Jadi begini Tuan muda, Nyonya muda saat ini mungkin seperti seseorang yang kehilangan ingatannya. Dia membutuhkan bantuan dari luar untuk membantu merangsang kesadarannya itu... Tuan muda mungkin bisa mengajak Nyonya muda untuk melakukan yang membuatnya semangat kembali. Misalnya itu, Tuan muda membawa Nyonya muda untuk berkencan ke taman hiburan, liburan romantis, Dan.... pokoknya yang bisa membuat Nyonya muda mau mengekspresikan emosinya." jelas psikolog itu menerangkan.


" Oh. Baiklah, Saya paham." jawab Arja.


" Itu saat ini sih, kita hanya bisa mencoba metode penyembuhan tersebut. Setelah seminggu, Saya akan melihat kemajuan Nyonya muda..." kata psikolog itu.


" Baik." paham Arja.


" Kalau begitu, Saya pulang dulu...." pamit Psikolog itu berjabat tangan dengan Arja.


" Terima kasih dokter.!" balas Arja.


" Sama-sama." angguk psikolog itu.


Setelah mengantar psikolog itu, Arja langsung menetapkan apa yang dibilang dokter tadi.


Arja mulai dengan memandikan Tiara dan sesekali menggodanya, yang membuat Tiara mengerang geli.


Selesai mandi Arja memakaikan baju untuk Tiara dan merias wajahnya.

__ADS_1


" Sekarang sudah cantik... Tinggal Aku yang belum mengenakan baju.." kata Arja.


Arja bergegas memaki baju yang sama dengan Tiara.


" Lihat.! Cocok kan.?" ujar Arja.


Arja langsung membawa Tiara keluar dari kamar.


" Mau kemana Ja.? Kalian mau keluar.?" tanya bunda lati yang sedang menyuapi Rara sarapan.


" Iya Bun. Biar Tiara nggak bosen dirumah terus." Jawab Arja.


" Arja titip Rara ya Bun.!" imbuh Arja.


" Baiklah. Lagian kamu juga butuh liburan..." paham Bunda Lati mengangguk setuju.


" Terima kasih Bun. Kalau begitu Arja dan Tiara mau jalan-jalan dulu... Rara sama nenek ya...!" kata Arja berpamitan dengan Bunda Lati dan Rara.


" Rara biar sama Bunda saja.... Biar kita bisa bebas kencannya.!" kata Arja mengambil alih Rara tapi ditolak oleh Tiara.


" Huuhh... Ya sudah. Ajak Rara sekalian deh..." pasrah Arja.


" Kalau begitu Kita pamit ya Bun." kata Arja.


" Iya..." Jawab Bunda Lati senang karena bisa melihat Tiara berinteraksi.


Arja membawa mobilnya menuju ke taman hiburan. Setelah sampai dia membeli tiket masuk.


" Kita main kemana dulu.?" tanya Arja.

__ADS_1


Tiara hanya diam dan hanya menatap ke depan.


" Uh..uh..." ronta Rara menunjuk ke kuda-kudaan berputar.


" Oh... Rara mau naik komedi putar.? Ayo.!" kata Arja berusaha menggedong Rara tapi tidak boleh Tiara.


" Kenapa sih nggak boleh aku yang gendong?" kesal Arja.


Arja menarik tangan Tiara dan membawanya untuk naik komedi putar bertiga.


Awalnya tidak diperbolehkan oleh penjaganya. Tapi karena Arja menyogoknya dengan uang, akhirnya penjaga itu setuju.


Rara meronta-ronta kegirangan dipangkuan Tiara.


" Uh..uh..uh.." gumam Tiara kerana harus memegangi Rara agar tidak jatuh.


" Biar aku saja yang memegangi Rara.!" kata Arja yang kasihan melihat Tiara kesusahan memegangi Rara.


Karena Tiara sudah tidak sanggup lagi, akhirnya Tiara membiarkan Arja untuk memegangi Rara.


Setelah bermain komedi putar, Arja membawa Tiara untuk membeli permen kapas, memancing bebek, memanah sasaran, dan banyak permainan yang masing-masing mendapatkan hadiah satu.


" Lihat.! Hebat kan aku.?" bangga Arja saat membawa banyak sekali boneka.


Tiara yang melihat Arja sombong seperti itu tersenyum.


" Eh... Sekarang bisa senyum.? Syukurlah..." kata Arja memegangi kedua pipi Tiara.


" Kita naik komedi putar yuk.! Baru setelah ini kita makan siang..." ajak Arja.

__ADS_1


Seperti biasa, Arja mengambil kesempatan saat di dalam komedi putar untuk mencium Tiara.


___________________________________________@$


__ADS_2