GURUKU ISTRIKU

GURUKU ISTRIKU
50


__ADS_3

Tiara tertidur dipelukan Arja. Arja menggendongnya ke ranjang dan membaringkannya di samping Cindy dan Rara yang sudah tertidur.


Karena Ranjangnya sudah penuh Arja terpaksa tidur di kursi dekat jendela.


Pagi hari


Semuanya terbangun karena ada pemberitahuan kalau pesawat akan mendarat kecuali Arja yang tertidur lelap di kursi.


" Eh... kak Arja man cin..?" tanya Tiara baru bangun tidur.


" nggak tahu kak. aku juga baru bangun tidur." jawab cindy mengusap matanya.


" eh..Rara udah bangun ya.... sini bunda gendong.." ucap Tiara melihat putrinya terbengong setelah bangun tidur.


Tiara menggendong putrinya mencari Arja.


" kok tidur Disini..?" tanya Tiara begitu melihat Arja yang tidur di kursi.


" Bangunin papa Ra.." perintah Tiara menaruh Rara dipangkuan Arja.


Rara melompat-lompat diatas pangkuan Arja sambil dipegangi Tiara.


" Auh... ukh.... Rara.!! kamu ini suka banget ganggu aku tidur." ujar Arja terbangun.


" kamu kenapa tidur disini..? apa nggak capek.?" tanya Tiara kembali menggendong Rara.


" yah.... mau bagaimana lagi... tempat tidurnya sudah penuh..... kita turun yuk.. sudah nyampek nih.." ajak Arja.


" huh.. baiklah." kata Tiara.


" papa,pak li, Mama, bunda. yuk turun.!" teriak Arja mengajak orangtuanya dan mertuanya.


" kok nggak ada jawaban.? apa udah keluar duluan.?" tanya Arja.


" tuan muda. tuan dan nyonya sudah turun sejak tadi... mereka sudah menuju ke kediaman tuan besar Gunawan bersama tuan dan nyonya li. " kata salah satu pilot yang berjaga.


" oh... baiklah." paham Arja.


" Cindy ayo keluar...!" ajak Arja yang melihat adiknya masih memejamkan mata saat duduk.


" oh. baiklah kak. gendong ya...." manja Cindy karena masih mengantuk.


" haih.... baiklah. dasar anak manja...." setuju Arja.


Arja menggendong Cindy didepan dan Tiara menggendong Rara.


" Kamu mau langsung ke rumah atau sarapan dulu..?" tanya Arja pada Tiara.


" makan dulu kak.. Cindy laper soalnya." sahut Cindy..


" aku tanya pada kak Tiara bukan ke kamu..." jengkel Arja dengan adiknya.


" baiklah kita sarapan dulu.... lagian aku juga lapar." kata Tiara setuju dengan Cindy.


Setelah keluar dari pesawat diluar sudah ada mobil yang menunggu Arja.


" kita ke restoran dulu pak..." ujar Arja pada pak sopir yang bernama pak jason.


" baiklah tuan muda..." jawab pak Jason segera masuk kedalam mobil kembali.


" keluarga pak Jason sehat disini.?" tanya Arja pada pak Jason yang merupakan sopir pribadi kakeknya.


" sehat tuan muda." jawab pak Jason.

__ADS_1


" syukurlah..." kata Arja.


Seperempat jam mengemudi akhirnya sampai disalah satu restoran mewah di Paris.


" sudah sampai tuan muda.." kata pak Jason memberi tahu.


" baiklah. pak Jason dan lainya kalau belum sarapan ikut sarapan saja.!" balas Arja.


" baiklah tuan muda." jawab pak Jason.


" ayo turun Ra.Cin." ajak Arja.


" baiklah... Ja.kak." jawab Tiara dan Cindy bersama.


Setelah masuk kedalam restoran yang tenang itu. Arja langsung duduk dan menunggu sarapan diantar karena sebelumnya Arja sudah memesan saat di mobil tadi.


" apa nggak kemahalan Ja.? kita makan disini.?" tanya Tiara yang melihat restoran mewah itu.


" puff hahaha..." tawa Cindy dan Arja.


" kenapa kalian ketawa...?" tanya Tiara bingung.


" kamu ini.... padahal udah jadi istriku setahun lebih...." kata Arja.


" iya. kak Tiara itu bagaimana sih.... kak Arja kan mampu membayarnya.." imbuh Cindy menahan tawa.


" um.... tapi juga nggak boleh boros...." kata Tiara lagi.


" sudah... udah terlanjur memesan..." kata Arja menyudahi pembicaraan karena pesanannya sudah datang.


" s'il vous plaît profiter du jeune maître.!" kata seorang pelayan dengan bahasa Perancis setelah menaruh piring dimeja.


" Merci." jawab bahasa Perancis.


" um..." gumam Tiara mengunyah sarapannya.


" Setelah ini kita langsung menyusul papa dikediaman Gunawan ya... aku masih ngantuk soalnya... pengen lanjut tidur." kata Arja disela makan sambil menyuapi Tiara.


" baiklah." setuju Tiara.


" kakak... kita hari ini nggak jalan-jalan.?" tanya Cindy.


" nanti sore.... kita berkunjung ke makam Kakek dan nenek ya... setelah ini kakak mau tidur..." jawab Arja.


" hum... ya sudah deh." kata Cindy.


Selesai sarapan mereka langsung ke kediaman Gunawan.


Sesampainya di kediaman Gunawan mereka sudah disambut oleh seorang pelayan.


" Selamat datang tuan muda." sapa pelayan itu.


" um.." angguk Arja berjalan masuk kedalam.


" eh..... kok baru sampai Ja.?" tanya Landa.


" kami sarapan dulu pa." jawab Arja ikut duduk di sofa.


" oh.... kalau begitu papa juga mau sarapan. yuk ma..." ujar Landa sambil menarik tangan istrinya.


" Pak Li dan bunda udah sarapan.?" tanya Arja yang melihat mertuanya diam.


" nanti saja Ja... Pak Li masih pusing.. hehehe." jawab pak Li.

__ADS_1


" Pak Li mendingan istirahat di kamar saja..." kata Arja merasa khawatir pada mertuanya.


" baiklah." jawab pak li berdiri dan berjalan ke kamar.


" bunda mau bikin sarapan dulu buat pak li... kalian istirahat saja." ujar bunda lati.


" aku bantuin ya Bun..." kata Tiara.


" nggak usah. kamu mandiin Rara saja. kamu juga belum mandi kan.?" balas bunda lati.


" hehehe. baiklah bun." jawab Tiara.


Arja pergi kekamar bersama Tiara. sedangkan Cindy ikut papa,mamanya sarapan diluar karena dia masih pengen jalan-jalan.


" dirumah ini cuma ada pelayan saja Ja.?" tanya Tiara saat dikamar mandi.


" iya.... soalnya Om aku lagi berlibur sama keluarganya di Amerika..." jawab Arja yang sedang berendam karena dia kedinginan.


" oh.... Om kamu yang suka bercanda itu..." kata Tiara yang ingat saat resepsi pernikahannya.


" iya.... Om aku emang begitu. suka becanda. tapi kalau serius dia juga serius masang muka menjijikkannya." kata Arja mengingat saat dia Rapat bersama Om nya itu.


" oh.... sama dong kayak kamu...." balas Tiara merasa jijik saat melihat Arja tersenyum.


" aku kenapa.?" bingung Arja.


" muka kamu yang tersenyum menjijikan.." jujur Tiara.


" kamu kok ngehina suamimu sendiri.? durhaka nanti loo...!" kata Arja kesal.


" Lo. aku kan jujur. coba kamu tersenyum terus ngaca! pasti merasa jijik sendiri." ujar Tiara.


" humph.... aku udah berendamnya. mau tidur. ngantuk soalnya semalaman tidur dikursi." kata Arja kesal dengan istrinya dan membilas tubuhnya.


" bocah...." ejek Tiara melihat Arja begitu cemberut.


Arja tidak menghiraukannya dan setelah membilas tubuhnya dia langsung keluar untuk mengeringkan rambut dan memakai pakaian yang sudah disiapkan Tiara.


" Tuh... papa ngambek seperti Rara saat tidak dikasih susu." kata Tiara pada Rara yang baru selesai mandi.


" nggak takut kehabisan nafas Ja.? ditutup penuh kayak gitu.!" ejek Tiara melihat suaminya menutup seluruh muka dan badannya.


" biarin. biar kamu gak jijik ngelihat wajahku." balas Arja.


" Hahaha.... tuh... papa ngambek... ayo godain papa yuk...." ajak Tiara Setelah mengenakan pakaian buat Rara.


" pa...pa..." jerit Rara saat diatas tubuh Arja yang terbungkus selimut.


" yah.... papa ngambek beneran. Rara duduk diatas papa sama bunda. nanti papa biar kehabisan nafas...." kata Tiara ikut naik dia atas tubuh Arja.


" ukh..... berat Ra..... turun dong..." kata Arja.


" huh... dasar bunda sama anak sama saja suka ngejahili papa ya..." kata Arja mencubit pipi istri dan putrinya.


" Rara tidur sama papa yuk..." kata Arja mendekap Rara dengan selimut.


" pa...pa....huhuhu.." tangis Rara karena kehabisan nafas saat didekap Arja.


" kamu ini apaan sih Ja.? Rara kan jadi kehabisan nafas.!" ujar Tiara menjewer kuping Arja dan mengambil Rara dari dekapan suaminya.


" Rara tidur sama bunda saja.... papa jahat." kata Tiara.


" iya..... biar papa yang ngelonin bunda...." balas Arja memeluk Tiara dari belakang.

__ADS_1


___________


__ADS_2