GURUKU ISTRIKU

GURUKU ISTRIKU
25


__ADS_3

Mereka menikmati eskrim dan sesekali Arja menggoda Tiara seperti menjilati tanganya saat menyuapi eskrim dan mendapatkan cubitan di pinggangnya oleh Tiara.


" Sudah habis ayo pulang.!" ajak Tiara Setelah menghabiskan eskrimnya.


" kita mampir makan dulu ya..!" kata Arja mengajak Tiara karena dia tahu Tiara pasti juga sudah lapar.


" baiklah. aku juga lapar.!" setuju Tiara.


Arja mengayuh sepeda ke warung makan dekat rumahnya. Setelah turun sepeda Tiara tidak menunggu Arja dan langsung memesan makanan karena sudah sangat lapar.


" ish... wanita ini... apa gak bisa nungguin orang dulu.!" kesal Arja yang selalu ditinggalin Tiara.


" mbak pesan rendang 1 porsi sate ayam 30 tusuk dan es teh manis. kamu mau apa Ja.?" tanya Tiara pada Arja yang baru sampai.


" astaga kamu pesan banyak sekali. aku rendang sama es jeruk saja.!" kata Arja yang awalnya kaget melihat porsi makan Tiara, walaupun bukan yang pertama kali.


" baiklah mbak,mas. mohon ditunggu ya.!" ucap pelayan tersebut.


" baiklah. terima kasih." balas Tiara sopan.


Setelah menunggu beberapa menit akhirnya pesanan mereka sampai.


" glekk. kamu beneran bisa menghabiskannya.? nanti kamu nggak habiskan lagi kayak kemarin." kata Arja.


" ini kan sedikit. lagipula kalau aku nggak bisa menghabiskannya kasih kamu saja.!" ujar Tiara.


" makan saja deh makananmu!" tambah Tiara lagi dan menyantap hidangannya.


Arja ikut menyantap makanannya dan membantu Tiara menghabiskan makanannya.


" ahhh... nikmat. Ayo pulang udah ngantuk.!" ajak Tiara Setelah membayar makanan.


" kamu ini habis makan tidur.! nggak takut gemuk apa.?" tanya arja.


" memangnya aku bisa gemuk ya..?" kata Tiara menunduk melihat badannya.


" nanti kalau hamil.! pasti gemuk. pengen.?" tanya Arja menggoda.


" sudah. cepet kayuh sepedanya.!" kata Tiara memukul punggung Arja.


" baik nyonya muda.!" kesal Arja yang diperlakukan seperti kuda oleh istrinya.


Sesampainya dirumah Tiara mandi karena badannya bau keringat, Arja juga menyusul Tiara mandi.


" kamu kenapa ikut masuk.?" tanya Tiara menutup matanya.


" kenapa menutup mata. bukannya sudah pernah melihat semuanya.?" kata Arja memeluknya.


" kamu ngapain asal peluk.. aku mau mandi.!!" ujar Tiara mendorong Arja.


" aku juga mau mandi. tapi setelah kita buat anak ya..!" ujar Arja mencium bibir Tiara dan tanganya sudah menggerayangi tubuhnya.


" um.... aku mau mandi Ja..!" dorong Tiara.

__ADS_1


" iya. tapi setelah kita puas ya.!" kata Arja lembut ditelinga Tiara.


BYURRR.


" baiklah. aku juga pengen.!" kata Tiara membalikkan Arja dan mulai menggigit dada Arja.


Arja pasrah akan apa yang dilakukan istrinya.


Setelah puas mereka mandi bersama. dan setelah mandi seperti biasa mereka tidur karena kecapekan tanpa memakai pakaiannya.


**


Dirumah Usman. Cindy sedang bermain dengan Arsya. sedangkan Usman dia didalam kamar bersama Siti sedang bermain.


" akh.. um.. udah dong yang. aku udah capek." desah Siti karena sudah 3 ronde.


" satu kali lagi ya ahh.." valas Usman yang masih belum puas.


"akh.. um..." desah Siti membuat Usman bersemangat.


Setelah puas Siti terkapar ditempat tidur dan usman mandi.


" Kak Usman!! Arsya nangis. ngantuk katanya.!" seru Cindy dari luar kamar.


" iya. Cindy. tungguin bentar.. ya..." jawab Siti malas dan memakai pakaiannya.


" mana Arsyanya.?" tanya Siti pada Cindy yang masih diluar pintu kamar.


" udah tidur kak. di karpet bawah.!" kata Cindy menujuk lantai bawah.


" aku pulang saja deh. nanti Mama kesepian nggak ada orang dirumah.!" pamit Cindy.


" oh baiklah. hati-hati dijalan. naik sepeda pelan-pelan saja.!" kata Siti mengingatkan.


" baik kak.! aku pulang ya.." kata Cindy berjalan keluar.


" Cindy udah pulang.?" tanya usman.


" sudah.!" jawab istrinya yang menidurkan Arsya diranjang dan ikut tidur.


" mau tidur yang.?" tanya usman.


" iya. capek.!" kata istrinya.


" ya sudah.aku ikutan tidur.!" kata Usman ikutan tidur disebelah Arsya.


Karena sudah sore Tiara bangun dan memasak. setelah itu, ia mandi dan membangunkan Arja untuk makan malam.


"Ja.. bangun.. sudah malam Lo.. kamu nggak makan.?" kata Tiara membangunkan Arja dengan lembut.


" kamu membangunkan aku dengan pakaian begini nggak takut yang kumakan itu kamu.!" kata Arja menarik Tiara dipelukannya.


KRAUKK "Aww sakit.! aku gigit balas nih.!" kata Arja seraya ingin menggigit Tiara.

__ADS_1


" kamu ngapain juga narik-narik aku." ujar Tiara bangun dari pelukan suaminya.


" cepetan turun. aku udah lapar.!" kata Tiara beranjak mengganti pakaiannya.


" Aku pengen makan kamu.!" kata Arja genit.


" kamu.. tadi siang sudah.!" kata Tiara mengingatkan.


" berarti malamnya nggak dapat.?" tanya Arja.


" nggak.. cepetan turun. nanti aku nyusul.!" ujar Tiara malu hendak ganti baju.


" yah... padahal aku pengen kayak tadi siang. kamu ganas!!" bisik Arja ditelinga Tiara.


"kamu apaan siglh cepet keluar.!" dorong Tiara.


" iya.iya.!" kata Arja puas melihat wajah Tiara merona.


" Ra.. Minggu depan kita pindah rumah ya..!" kata Arja memberi tahu.


" oh. dimana.?" tanya Tiara.


" sebelah rumahnya kak Usman.!" jawab Arja.


" baiklah. nanti aku bisa sering ketemu Arsya.." senang Tiara.


" nanti kamu juga punya sendiri.!" goda Arja.


" Apaan sih. memangnya kamu udah siap jadi bapak.?" sindir Tiara.


" kalau nggak siap. ngapain aku nikah.!" polos Arja.


" kan kamu belum kuliah. nanti memangnya nggak repot ngurus anak,perusahaan, dan kuliah secara bersamaan.?" kata Tiara.


" kamu ini gimana sih. itukan udah kebiasaan aku sejak SMP dulu. kerja,sekolah dan ngurus Cindy." kata Arja mengingat masa lalunya.


" oh. ya sudah... Minggu depan tunangannya temanmu itu bagaimana.?" tanya Tiara.


" oh itu. aku udah siapin hadiahnya. kamu mau nyiapin hadiah apa.?" tanya Arja balik.


" aku belum mikirin apa-apa sih.!" jawab Tiara yang masih kebingungan.


" ya sudah pikirin setelah makan.!" ujar Arja melanjutkan makannya.


" iya deh.!" kata Tiara ikut melanjutkan makan.


Seperti biasa setelah makan Arja menemani Tiara menonton televisi, karena Tiara takut sendirian.


Mereka menjalani hidup dengan bahagia cinta yang mulanya tidak ada karena terpaksa dan merasa cocok akhirnya jadi ada.


Cinta juga gak cuma sayang juga harus ada tanggung jawabnya terhadap pasangan masing-masing..!


TERIMA KASIH SUDAH MELIHAT CERITA KARANGAN SAYA.

__ADS_1


KALAU ADA YANG TERSINGGUNG SAYA MINTA MAAF.


SAMPAI JUMPA..!!


__ADS_2