GURUKU ISTRIKU

GURUKU ISTRIKU
52


__ADS_3

" Ra... Kamu... Beneran nggak pengen punya anak lagi.?" tanya Arja ragu.


" Pengen. Tapi nggak sekarang." jawab Tiara yang tengah memejamkan mata diranjang.


" Um.... Aku pengen Ra..." kata Arja sedikit takut.


" Aku capek Ja... memangnya besok nggak bisa.?" tanya Tiara sedikit kesal.


" Um.... Kita udah Hampir sebulan nggak hubungan intim loh Ra... Aku udah nggak bisa nahan." jujur Arja.


" Ya tahan semalam lagi memangnya gak bisa.?" tanya Tiara.


" Nggak bisa Ra....Mau ya..." kata Arja mulai meraba dada Tiara.


Karena tidak ada tolakan dari Tiara, Arja melanjutkan membuka pakaian Tiara dan melakukan hubungan istri.


Pagi hari.


Arja sudah berpakaian rapi untuk masuk kembali ke kampusnya.


" Ra... Aku berangkat dulu ya..." pamit Arja setelah sarapan pagi.


" Iya. Hati-hati dijalan." Kata Tiara mengingatkan Arja dan memberikan salim.


" Iya.iya. Dada... Rara. Papa berangkat cari ilmu dulu." Kata Arja sambil mencium Tiara dan Putrinya.


Setelah Arja berangkat menggunakan mobilnya Tiara kembali masuk kedalam rumah dan meletakan Rara di lantai.


" Bun... Bunda.." teriak Tiara memanggil bundanya yang sedang menyiram bunga dihalaman belakang sambil menemani Pak Li yang sedang asik berenang.


" Ada apa sih. Teriak.Teriak begitu.?" kata bundanya.


" Itu Bun. Tiara mau membeli Cemilan di mini market diujung jalan. Bunda tolong jagain Rara dong.!" pinta Tiara pada bundanya.


" Baiklah. Bawa sini Raranya. Biar bermain disini saja." setuju bundanya.


" Baik bun." balas Tiara langsung menuju ke ruang keluarga dan menggendong Rara untuk dititipkan pada bundanya.


" Rara... Mau berenang sama Kakek nggak??" gurau Pak Li.


" Rara takut dingin kakek." balas Tiara menirukan suara Rara.


" Sini Rara bantu Nenek nyiram tanaman saja. Biar bunganya subur dan indah." kata Bunda lati.


" Ya udah. Tiara tinggal mencari cemilan dulu ya..." ujar Tiara pergi meninggalkan Orang tuanya dan Putrinya keluar dan menuju keluar rumah.


Saat berjalan menuju ke minimarket Tiara dibius dari belakang oleh dua orang pria.


Tiara dibawa pergi menggunakan sebuah mobil.


Saat Tiara sadar hari sudah Siang dan dia diikat dikursi.

__ADS_1


" Oh nyonya muda Lasmana sudah bangun.?" ucap Seorang wanita.


" Kamu... Kamu Violin.?" tanya Tiara sedikit takut.


" Syukurlah kamu masih mau mengingat mantan muridmu ini..." ujar Violin.


" Kamu tahu.. gara-gara kamu. Hidup aku sekarang hancur... Gara-gara suamimu aku menikah dengan pria yang tidak aku cintai..." kata Violin.


" Kamu... mau ngapain aku.?" Tanya Tiara sedikit takut.


" Aku nggak mau ngapa-ngapain kamu kok. Sebenarnya Aku mau membalas perbuatan suamimu ke aku dengan cara yang sama. Tapi karena suamimu terlalu pintar, jadi aku hanya bisa langsung membunuhmu tanpa meninggalkan bukti.." kata Violin sedikit marah.


" Tolong lepasin aku... Aku belum mau mati.. aku masih punya anak.." pinta Tiara sambil menangis.


" Haha benar. Seperti inilah wajahku dulu saat aku memohon ampun pada suamimu... Tapi apa yang kudapat.?" tawa Violin puas.


" Kalian.. sudah selesai menyebarkan Bensinya.?" tanya Violin pada anak buah suaminya.


" Hahaha... Aku nggak bakal banyak ngomong sama kamu karena suamimu sepertinya sudah mau sampa disini." kata Violin yang tidak ingin ketahuan Arja.


" Sampai jumpa... Dineraka... Hahaha.." kata Violin menyalakan apinya yang membuat gedung itu terbakar.


Violin dan anak buahnya segera pergi meninggalkan gedung itu karena tidak ingin ketahuan oleh Arja.


" inilah pembalasanku...." Kata Violin saat pergi mengendarai mobil meninggalkan gedung yang sudah tetbakar bersama anak buahnya.


" Tolong.. uhu.uhuk. Tolooong..." Teriak Tiara yang kepanasan dan sesak napas karena terlalu menghirup banyak asap.


Setelah sampai digedung yang terbakar itu. Arja langsung masuk tanpa ragu untuk menyelamatkan Tiara.


" Ahhhhh.. panas.. tolong.." teriak Tiara yang wajah tangannta sudah terbakar.


" Sayang... huhuu maaf aku terlambat. Huhuhu bertahan sayang. Aku bakal bawa kamu keluar." kata Arja melepaskan tali yang mengikat Tiara yang sudah terbakar.


" uhuk.uhuk.. terima kasih sudah menyelamatkan ku.." ucap Tiara langsung pingsan.


Saat sudah keluar Arja terjatuh dan ikut pingsan. Bayu,dan asisten Arja langsung menolongnya untuk dibawa kerumah sakit.


Setelah sampai dirumah sakit mereka berdua dimasukan keruang UGD. Karena Hanya menderita luka bakar dan kebanyakan menghirup asap dokter berkata kalau Arja akan bangun sebentar lagi. Sedangkan Tiara mungkin akan lebih lama.


" Gimana Arja dan Tiara.?" tanya serentak Pak Li dan bunda lati.


" Kata dokter Arja cuma kebanyakan menghirup asap dan luka bakar sedikit. Dan untuk Tiara.... Tiara... Luka bakarnya cukup parah. kata dokter Tiara bakalan sadar agak lama." jawab Bayu yang tidak bisa menahan tangis.


" Huhuhu.. Tiara pak.." tangis Bunda lati terduduk sambil menggendong Rara.


Rara langsung diambil alih Bayu.


" Tiara pak... Tiara gimana pak.. " tangis Bunda lati pada Suaminya yang sama menangis.


" Gimana Arja dan Tiara.?" tanya Landa dan Mama Wulan.

__ADS_1


" masih didalam Om.tan. Arja tidak terlalu parah. Tapi... Tiara cukup serius." jawab Bayu sambil menggendong Rara.


Mama Wulan langsung memeluk bunda lati dan ikut menangis karena dia sudah menganggap Tiara seperti anak kandungnya sendiri.


Saat mereka menangis diluar. Arja keluar untuk mencari Tiara.


" Tiara dimana ma.?" tanya Arja yang jalannya terpincang-pincang karena kakinya tadi sempat tertimpa kayu dan tertancap paku.


" Dia.. lagi di ICU Ja... belum bisa di jenguk." jawab Bayu.


" Apa. Tiara.." kata Arja berlari dengan kaki pincang nya menuju ke ICU.


" Ra..." ucap Arja tidak kuat menahan tangisnya saat melihat Tiara masih belum sadar dan wajah tangannya terbalut perban.


" Aku harus masuk.!" kata Arja berusaha untuk masuk tapi ditahan oleh asistennya yang bernama Yuno.


" Biarin aku masuk.!" teriak Arja.


" Jangan Bos. Dokter bilang Nyonya Tiara tidak boleh dijenguk." larang Yuno berusaha menahan Arja.


" Huhuhu... Kenapa nggak gua saja yang ada didalam.? Kenapa.?" tangis Arja dan memukul dada Yuno.


" Sudah bos. bos juga sudah menderita. Bos mendingan istirahat terlebih dahulu. Biar nanti saat nyonya sudah boleh dijenguk Bos bisa menemaninya terus." saran Asisten Yuno.


" Nggak Aku mau disini terus untuk mengawasi Tiara." bantah Arja.


" Hizz.. Ya sudah. Oh ya bos. Tadi anak buah menangkap seorang perempuan dan dua orang pria saat berusaha melakukan diri menggunakan mobil di jalan selatan." Kata Asisten Yuno memberi tahu.


" Hahaha... baiklah. Bawa aku ke mereka." kata Arja.


" Tapi kondisi bos.?" khawatir asisten Yuno.


" Jangan bantah. bawa saja aku kesana.!" perintah Arja.


" kamu mau kemana Ja.?" tanya Papanya yang melihat Arja hendak pergi.


" itu pa. tadi orang Arja menemukan bukti." jawab Arja.


" Papa ikut.!" kata Papanya.


" Jangan. Papa disini saja menemani pak li.bunda. Mama. dan Rara. serta saat Tiara sudah boleh dijenguk nanti kabarin aku ya pa.." kata Arja.


" Oh baiklah. Kamu cepetan kembali." pesan papanya.


" Baiklah pa...." jawab Arja.


BERSAMBUNG.!!!


**OH YA, TEMAN-TEMAN JANGAN LUPA UNTUK MAMPIR DI KARYA AKU YANG BERJUDUL " MENIKAH TANPA CINTA " (AS) Kisahnya bercerita tentang action dan romantis gitu... Pokoknya dijamin seru deh. Ceritanya Cocok buat cowok dan cewek.


*JANGAN LUPA MAMPIR YA*.....!!

__ADS_1


______+ DAN JANGAN LUPA UNTUK STAY DIRUMAH SAJA. KELUARLAH DARI RUMAH HANYA UNTUK BEROLAHRAGA DAN HARUS MEMAKAI MASKER. INGAT ATURAN PEMERINTAH AGAR NEGARA TIDAK SEMAKIN MERUGI AKIBAT WABAH YANG MENIMPA NEGARA KITA SEKARANG. +______


SAYANGI NYAWA ANDA** !


__ADS_2