GURUKU ISTRIKU

GURUKU ISTRIKU
67


__ADS_3

Tiara pergi mandi bersama Rara karena badannya lengket penuh keringat habis berbelanja tadi.


" Rara..... Papa ikut mandi bareng...!!" seru Arja masuk kedalam kamar mandi dengan tubuh telanjang.


" Aaa.... Papa mesum..." jerit Tiara.


" Mesum gimana.? Orang mandi bersama keluarga sendiri juga..." ujar Arja ikut masuk kedalam bak mandi yang dipakai putrinya.


" Pa..pa..." oceh Rara melompat-lompat.


" Hehehe.... Ini bebeknya Rara...." ujar Arja memainkan bebek milik putrinya.


" Bunda nggak ikut masuk berendam.?" tanya Arja.


" Enggak.!" singkat Tiara malu.


" Ya elah. Udah punya anak gede begini masih malu saja.... Sini masuk...!!" tarik Arja.


" Ah..." teriak Tiara kaget.


" Nah.... Kamu menggosok tubuh Rara. Terus aku akan menggosok tubuh kamu..." ujar Arja.


" Geli Ja...." kata Tiara.


" Hehehe.... Emang ya... kalau istri habis dari salon.... tambah cantik..." kata Arja genit.


" Iya lah." balas Tiara.


"Sudah yuk Ra. Diganggu papa kamu soalnya..." kata Tiara mengangkat tubuh putrinya keluar dari bak mandi.

__ADS_1


" Hehehe... Nanti malam minta jatah ya sayang...." kata Arja.


" Humph. Nggak ada." jawab Tiara.


" Kalau nggak mau. Bakal aku perkosa.... Hahaha..." tawa Arja.


" Aku tendang kamu keluar kamar.!!" Ancam Tiara.


" Hehehe.... tunggu nanti malam saja...." balas Arja.


". Humph... Otak mesum.!" umpat Tiara.


" Sama istri sendiri saja masa' Nggak boleh.!!" gumam Arja.


Setelah mandi dan berpakaian, mereka turun kebawah untuk makan malam menyusul orang tuanya Tiara yang sudah makan malam lebih dulu.


" Aduh.... Seharian nenek nggak lihat Rara. rasanya kangen saja...." ujar Bunda Lati yang seharian tidak mendengar ocehan cucunya itu.


" Uwu...uwu... Sini nenek suapi biar nenek suapi makan malam untuk Rara...." kata Bunda Lati meminta piring yang dibawa Tiara.


" Gemes...gemes.... Cucu nenek emang paling cantik....!" ujar Neneknya menggendong tubuh Rara ke depan televisi.


" Aku kok nggak di ambilin Ra.?" tanya Arja yang menunggunya dari tadi.


" Eh.... Biasanya bukannya ambil sendiri ya....?" balas Tiara.


" Kamu ini Ra... Layanilah suami kamu dengan baik....." ujar pak Li.


" Hehehe baiklah Pak.!" balas Tiara tersenyum.

__ADS_1


" Humph...!" kesal Arja.


" Kamu nggak ada kerjaan buat bapak Ja...? Bosan banget soalnya Bapak...Ja. Tiap hari cuma dirumah saja...." kata Pak Li yang biasanya menghabiskan waktunya dengan mengajar murid-murid di sekolah.


" Ummm Bapak pengennya ngapain.?" tanya Arja.


" Kalau bapak tau. Bapak nggak akan nanya kamu lah..." balas Pak Li.


" um..Hehehe... Bapak main saja bulu tangkis sama tetangga... Mereka kan juga sering main bulu tangkis di lapangan..." saran Tiara yang setiap yang kemarin saat membeli bakso di taman, dia melihat beberapa bapak-bapak asik bermain bulu tangkis dan voli di lapangan.


" Um... Boleh juga... Besok beliin bapak sepatu dan raket ya Ja... Sekalian itu sama ikat kepala yang biasanya dipakai anak-anak muda...." kata Pak Li.


" Hahaha.... Baiklah Pak. Besok Arja belikan.!" jawab Arja tertawa.


" Bapak ini pesennya aneh-aneh saja...." ujar Tiara.


" Biarin. Orang Arjanya mau...!!" balas Bapaknya.


" Besok kita ke Mall saja pak. Bunda juga mau beli....!" seru Bunda Lati.


" Hah..." Arja yang bosen ke Mall terus.


" Baiklah-baiklah Besok Arja akan antar bapak dan bunda untuk belanja di Mall." kata Arja setuju.


" Aku ikut Ja.." seru Tiara.


" Emang kamu nggak bosen ke Mall terus..?" tanya Arja.


" Nggak lah. Lagian Rara kan tadi masih pengen main disana..." kata Tiara.

__ADS_1


" Oke-oke.!" angguk Arja melahap makanannya.


__ADS_2