GURUKU ISTRIKU

GURUKU ISTRIKU
70


__ADS_3

" Sayang.... Lagi bikin rujak ya.... Minta dong..." seru Arja.


" Eh. Katanya ngurus kerjaan.?" balas Tiara.


" Sudah selesai... Mana rujaknya.?" tanya Arja lagi.


" Sudah habis...." balas Siti.


" Hahh... Habis.?" bingung Arja.


" Iya... Kan Siti yang minta dibikinin rujak." kata Tiara.


" Yahh... Padahal aku pengen loo... Rara juga... Lihat.! Dia gigit jari aku..." ujar Arja kecewa.


" Apaan... Orang kamu yang sengaja masukin jari kamu ke Rara.!" kata Tiara.


" Hehehe... Arsya mana kak.?" tanya Arja.


" Tidur dirumah.!"jawab Siti.


" Terus... Kakak kok malah disini.?" bingung Arja.


" Iya... Tadi aku ajak Siti ke sini... Eh... Saat buka kulkasnya Mama kamu... Dia lihat bengkoang.... Jadi dia minta dibikinin rujak..." jelas Tiara.


" Ohh... Ya sudah deh. Aku ke kantor Papa saja kalau gitu..." ujar Arja.


" Bukan baru pulang.?" tanya Tiara bingung.


" Tadi kan ngurus kerjaan lain..." ujar Arja.


Saat Arja berbalik dan ingin keluar rumah, Di diberhentikan Tiara.


" Ja... Ini apa.?" tanya Tiara yang melihat noda merah dibaju Arja.


" Eh... Ini... Saus tadi habis makan gorengannya bunda..." alasan Arja.

__ADS_1


" Kamu pikir aku bodoh.! Jujur ini apaan.!" Bentak Tiara.


" Umm... Tadi aku nabrak anjing orang... mungkin terkena darahnya kalik saat mengangkat anjingnya.." bohong Arja lagi.


" Jujur Ja... Kamu itu nggak bisa bohong... Tadi pagi aja aku udah curiga... Jujur.! Ksmu habis dari mana.!" kata Tiara marah.


" Ngurus kerjaan.!" ujar Arja.


" Nggak. Emangnya apa pekerjaan kamu..? Ngebunuh orang... sampai-sampai ada bercak darah di sini..." kata Tiara menarik keras baju Arja.


" Umm.." Arja kehabisan kata-kata karena nggak tahu harus ngomong apa lagi.


" Jujur Ja...!! Kamu habis dari mana...! Dan lihat.!! Astaga... Tangan kamu juga lecet...?" Kamu habis berantem ya..." Kata Tiara kaget saat memegangi tangan Arja.


" Wah... Beneran Ra... Kamu berantem Ja..?" kaget Siti.


" Umm..." Bingung Arja.


" Ada apa sih kok teriak-teriak...." kata Mama Wulan yang baru masuk ke rumah.


" Apa itu.. Ra...?" tanya Mama Wulan.


" Bercak darah Ma... Dan lihat.! tangan Arja juga lecet..." ujar Tiara hampir menangis.


" Eh... Kamu habis berantem Ja...?" kaget Mama Wulan.


" Ung... Nggak berantem Ma..." jawab Arja.


" Nggak berantem apa.! Orang jelas-jelas ada buktinya gini..." bentak Tiara.


" Aku tadi latihan..." ujar Arja.


" Tadi bilangnya ngurus kerjaan... Sekarang latihan.... Kamu bohong lagi sampai mana Ja...?" tanya Tiara.


" Mana HP kamu..?!!" tanya Tiara.

__ADS_1


" Untuk Apa.?" tanya Balik Arja.


" Cepet sini...!!" bentak Tiara.


" Iya.... Ini..!" kata Arja menyerahkan HPnya ke Tiara.


Tiara mencari nomor telepon Asisten Yuno dan menelponnya.


" Halo... Asisten Yuno.? Tolong ke kediaman Lasmana sebentar...!!" perintah Tiara menutup telponya Arja kembali.


" Kita tunggu Asisten Yuno kesini...!! Biar dia yang jelasin.. !!" kata Tiara.


" Aku kan udah ngomong sama kamu..!!" kata Arja.


" Nggak. Kamu bohong...!!" balas Tiara duduk disofa.


" Tunggu Asisten Yuno kemari saja...!" kata Tiara.


" Kan aku udah jelasin kalau Aku ngurus kerjaan dan setelah itu latihan..." Kata Arja.


" Nggak... Mana ada orang ngurus kerjaan, latihan, nabrak anjing cepet begitu..." kata Tiara menggabungkan kebohongan Arja.


Arja tidak bisa berkata-kata lagi karena dia memang tidak pandai berbohong.


Setelah menunggu selama sepuluh menit, Asisten Yuno muncul.


" Tuan, Nyonya, Nyonya besar.!" sapa Asisten Yuno.


" Duduk.!!" perintah Tiara.


" Ah.. Baik nyonya muda.!" jawab Asisten Yuno kaget.


@$


follow IG : arjun_s._30

__ADS_1


Facebook : Arjun Su


__ADS_2