
" Sayang.... Lagi bikin rujak ya.... Minta dong..." seru Arja.
" Eh. Katanya ngurus kerjaan.?" balas Tiara.
" Sudah selesai... Mana rujaknya.?" tanya Arja lagi.
" Sudah habis...." balas Siti.
" Hahh... Habis.?" bingung Arja.
" Iya... Kan Siti yang minta dibikinin rujak." kata Tiara.
" Yahh... Padahal aku pengen loo... Rara juga... Lihat.! Dia gigit jari aku..." ujar Arja kecewa.
" Apaan... Orang kamu yang sengaja masukin jari kamu ke Rara.!" kata Tiara.
" Hehehe... Arsya mana kak.?" tanya Arja.
" Tidur dirumah.!"jawab Siti.
" Terus... Kakak kok malah disini.?" bingung Arja.
" Iya... Tadi aku ajak Siti ke sini... Eh... Saat buka kulkasnya Mama kamu... Dia lihat bengkoang.... Jadi dia minta dibikinin rujak..." jelas Tiara.
" Ohh... Ya sudah deh. Aku ke kantor Papa saja kalau gitu..." ujar Arja.
" Bukan baru pulang.?" tanya Tiara bingung.
" Tadi kan ngurus kerjaan lain..." ujar Arja.
Saat Arja berbalik dan ingin keluar rumah, Di diberhentikan Tiara.
" Ja... Ini apa.?" tanya Tiara yang melihat noda merah dibaju Arja.
" Eh... Ini... Saus tadi habis makan gorengannya bunda..." alasan Arja.
__ADS_1
" Kamu pikir aku bodoh.! Jujur ini apaan.!" Bentak Tiara.
" Umm... Tadi aku nabrak anjing orang... mungkin terkena darahnya kalik saat mengangkat anjingnya.." bohong Arja lagi.
" Jujur Ja... Kamu itu nggak bisa bohong... Tadi pagi aja aku udah curiga... Jujur.! Ksmu habis dari mana.!" kata Tiara marah.
" Ngurus kerjaan.!" ujar Arja.
" Nggak. Emangnya apa pekerjaan kamu..? Ngebunuh orang... sampai-sampai ada bercak darah di sini..." kata Tiara menarik keras baju Arja.
" Umm.." Arja kehabisan kata-kata karena nggak tahu harus ngomong apa lagi.
" Jujur Ja...!! Kamu habis dari mana...! Dan lihat.!! Astaga... Tangan kamu juga lecet...?" Kamu habis berantem ya..." Kata Tiara kaget saat memegangi tangan Arja.
" Wah... Beneran Ra... Kamu berantem Ja..?" kaget Siti.
" Umm..." Bingung Arja.
" Ada apa sih kok teriak-teriak...." kata Mama Wulan yang baru masuk ke rumah.
" Apa itu.. Ra...?" tanya Mama Wulan.
" Bercak darah Ma... Dan lihat.! tangan Arja juga lecet..." ujar Tiara hampir menangis.
" Eh... Kamu habis berantem Ja...?" kaget Mama Wulan.
" Ung... Nggak berantem Ma..." jawab Arja.
" Nggak berantem apa.! Orang jelas-jelas ada buktinya gini..." bentak Tiara.
" Aku tadi latihan..." ujar Arja.
" Tadi bilangnya ngurus kerjaan... Sekarang latihan.... Kamu bohong lagi sampai mana Ja...?" tanya Tiara.
" Mana HP kamu..?!!" tanya Tiara.
__ADS_1
" Untuk Apa.?" tanya Balik Arja.
" Cepet sini...!!" bentak Tiara.
" Iya.... Ini..!" kata Arja menyerahkan HPnya ke Tiara.
Tiara mencari nomor telepon Asisten Yuno dan menelponnya.
" Halo... Asisten Yuno.? Tolong ke kediaman Lasmana sebentar...!!" perintah Tiara menutup telponya Arja kembali.
" Kita tunggu Asisten Yuno kesini...!! Biar dia yang jelasin.. !!" kata Tiara.
" Aku kan udah ngomong sama kamu..!!" kata Arja.
" Nggak. Kamu bohong...!!" balas Tiara duduk disofa.
" Tunggu Asisten Yuno kemari saja...!" kata Tiara.
" Kan aku udah jelasin kalau Aku ngurus kerjaan dan setelah itu latihan..." Kata Arja.
" Nggak... Mana ada orang ngurus kerjaan, latihan, nabrak anjing cepet begitu..." kata Tiara menggabungkan kebohongan Arja.
Arja tidak bisa berkata-kata lagi karena dia memang tidak pandai berbohong.
Setelah menunggu selama sepuluh menit, Asisten Yuno muncul.
" Tuan, Nyonya, Nyonya besar.!" sapa Asisten Yuno.
" Duduk.!!" perintah Tiara.
" Ah.. Baik nyonya muda.!" jawab Asisten Yuno kaget.
@$
follow IG : arjun_s._30
__ADS_1
Facebook : Arjun Su