GURUKU ISTRIKU

GURUKU ISTRIKU
60


__ADS_3

Tiara mencoba menelpon Arja lagi tapi nomornya Arja masih tidak aktif.


" Tiara cari ke kampusnya saja ya Bun.?" kata Tiara yang sangat khawatir kalau terjadi apa-apa pada Arja.


" Nggak usah... Kampusnya udah tutup... Mungkin Arja pergi keluar kota disuruh sama Papanya." kata Pak Li.


" Tapi... Biasanya kalau Arja keluar kota dia bakal pamit dulu sana Tiara..." balas Tiara.


" Kan Arja taunya kamu masih belum sembuh.... Dan mungkin dia mendadak." ujar Pak Li.


" Tapi..Tapi kok dia nggak bisa dihubungi... Tiara takut kalau dia ada apa-apa dijalan.!" kata Tiara mulai menangis karena terlalu khawatir dengan Arja yang tiba-tiba tidak bisa dihubungi sana sekali.


" Siapa suruh kemarin pas ada kamu cuekin... Sekarang nggak ada kamu tangisin..!" ujar Bunda Lati.


" Tiara kan cuma bercanda Bun.! hiks huhuhu" kata Tiara memeluk Bundanya.


" Sudah.... Mungkin bener kata Bapak kamu kalau Arja sedang diluar kota..." kata Bunda Lati menenangkan Tiara.


" Tapi kenapa Arja nggak bilang ke Tiara Bun.? Tiara khawatir...huhuhu." tanya Tiara lagi.


" Mungkin karena dadakan dan baterai HPnya habis, jadi nggak bisa ngabarin kamu..." jawab bundanya mengelus rambut Tiara.


Tiara menangis dipelukan ibunya sampai tertidur.


Karena Pak Li sudah tidak kuat menggendong Tiara ke kamarnya. Tiara dibiarkan tidur disofa dan diselimuti Bunda Lati.


Pagi hari.


Tiara Bundanya karena Rara menangis keras dikamar.

__ADS_1


Saat melihat Rara ternyata kasurnya sudah basah, karena Rara mengompol.


Setelah memandikan Rara, Tiara mengeringkannya dengan handuk dan melumuri badan Rara dengan minyak kayu putih. Setelah memakaikan Rara baju, Tiara kembali menghubungi Arja.


" Halo, Ja.! Kamu dimana.? Kok nggak pulang.? kamu tidak apa-apakan.?" tanya Tiara bertubi-tubi begitu Arja mengangkat telponya.


Arja tidak menjawabnya, dia hanya diam saja.


" Halo.. Ja... Kok nggak jawab.? Ja...!!" panggil Tiara yang telponya masih tersambung.


'tut..tut..tutt..'


Arja menutup telponnya.


" Eh.! Kok Ditutup.?!" kata Tiara.


Karena khawatir, Tiara bergegas keluar kamar dan berpamitan ke bundanya untuk ke kediaman Lasmana.


Setelah sampai dirumah mertuanya, Tiara disambut oleh Mama Wulan yang sedang menyirami bunga di halaman.


" Eh. Tiara... Kok pagi-pagi udah kesini.?" heran Mama Wulan saat melihat Tiara mengunjunginya dengan baju yang masih basah setelah memandikan Rara.


" Eh... iya Ma. Itu Tiara mau nanya. Arja dinas kerja kemana ya Ma.? Kok nggak ngabarin Tiara.?" tanya Tiara pada Mama Wulan.


" Oh... Arja lagi tidur dikamarnya... Dia tadi malam pulang kesini..." jawab Mama Wulan.


" Eh. kok pulang kesini.? Terus... kok nggak bilang ke aku.?" bingung Tiara.


" Mama juga nggak tau. Kemarin malam dipulang-pulang udah marah terus nyelonong masuk ke kamarnya dan menguncinya dari dalam." balas Mama Wulan.

__ADS_1


" Oh... Aku masuk bangunin Arja ya Ma." ijin Tiara.


" Iya. Bangunin suami kamu dan ajak sarapan sama-sama. Rara biar sama Oma saja..." ujar Mama Wulan menyudahi menyiram bunganya.


" Baik Ma.." angguk Tiara menyerahkan Rara ke Mama Wulan.


Setelah menyerahkan Rara ke Mama Wulan, Tiara bergegas menuju ke kamar Arja.


Tiara menggedor pintu kamar Arja sambil memanggil namanya.


" Ja... Bangun... Udah pagi lo..." teriak Tiara.


Karena risih Arja membukakan pintunya.


" Ada apa sih... Pagi-pagi udah teriak-teriak... berisik tau..." ujar Arja sambil mengusap taik matanya.


" Kamu kenapa nggak pulang ke rumah.? Dan kenapa nggak bilang ke aku dulu kalau mau tidur di rumah orang tua kamu.?" tanya Tiara marah.


" Buat apa bilang ke kamu... Kalau sudah pasti di cuekin... Udah..ah.. Aku mau lanjut tidur..." kata Arja mengusir Tiara.


" Ja...!! Kamu tega ngusir aku...? Buka pintunya.!!" teriak Tiara sambil menggedor pintu kamar Arja.


Arja tidak menjawabnya dan pergi ke kamar mandi.


" Ja..!! Woi..!! Buka pintunya.!!" teriak Tiara terus-menerus.


" Sudah Ra... Mendingan kamu makan dulu sini... Anak itu mungkin lagi ngambek..." seru papa Landa dari bawah di meja makan.


" Huh... Baiklah Pa..." Jawab Tiara menuruti perkataan mertuanya.

__ADS_1


Bersambung!!!


...........................................................................@$


__ADS_2