
Arja bergegas menuju ke gudang.
Sesampainya disana Arja langsung berjalan masuk kedalam karena penasaran siapa yang mencelakai istrinya.
Saat melihat wajah yang tak asing bagi Arja. Arja benar-benar marah, Dan dia meminta semua orang untuk mengambil senjata.
" Aku sudah memperingatkan kamu tapi malah kamu anggap peryataan perang.! Ok. aku terima perang kamu..... Cih.." kata Arja sambil menendang wajah Violin.
" Asisten Yuno. Cari tahu dimana suaminya dan seluruh keluarganya. Bawa kemari segera.!!" perintah Arja.
Asisten Yuno segera menghubungi anak buahnya yang sudah mengawasi rumah Violin dan suaminya setelah menyelidikinya.
" Ka... Kamu... Kamu mau ngapain.?" tanya Violin takut.
" Coba tebak. Aku sudah menyelidiki semuanya. Kamu didukung Suamimu dan ayahmu kan.?" tanya Arja dengan nada menekan.
"....." Violin hanya menunduk tidak berani menatap Arja.
" Baiklah. Kamu diam berarti kamu mengakuinya. Dan untuk kalian berdua... Kalian punya keluarga kan.? Bagaimana kalau seluruh keluarga kalian aku bakar hidup-hidup... Dan aku pastikan semua Keluarga itu akan matang... kalau perlu aku tambahkan bumbu....." ujar Arja kejam.
" Ja...jangan tuan...Ampuni keluarga saya...." kata Anak buahnya Violin itu.
" Hahaha.... meminta ampunilah lagi... Pasti istri saya juga begitu..meminta ampun tapi kalian tidak menghiraukannya. Hahaha...." Tawa Arja puas.
" Persiapan untuk keluarga anjing ini sudah selesai.?" tanya Arja pada asisten Yuno.
" Um... Sudah tuan muda. Tinggal menunggu perintah tuan muda. Cuma... Kita tidak menyiapkan bumbu..." kata Asisten Yuno sedikit takut.
" Tidak papa.... nyalakan videonya..!" perintah Arja untuk menyalakan layar proyektor yang menunjukkan sebuah rumah lumayan bagus itu.
" Hahaha... Kamu pasti akrab kan dengan rumah itu...?" tanya Arja pada salah satu anak buahnya Arja.
" Tuan kumohon jangan... mereka tidak bersalah... Tolong jangan bakar mereka tuan.... Saya mohon tuan..." teriak histeris pria itu.
" Hahahaha... Bakar....!!" tawa Arja memerintahkan anak buahnya untuk membakar rumah itu.
anak buahnya Violin teriak sekencang-kencangnya dan menangis.
" Hahahaha.... Lihat... Sudah terbakar...Hahaha.." tawa Arja seperti orang gila membuat semua orang disitu ketakutan.
" Ka...Kamu benar-benar kejam.!!" kata Violin.
" Hahaha kejam.? Aku perlihatkan apa itu kejam.!" kata Wilda sambil mengisyaratkan menginginkan korek.
__ADS_1
" Hei kamu.... Keluargamu tidak apa-apa. Cuman rumah kamu saja yang terbakar.
Kalau kamu mau bertemu keluargamu lagi, Setelah ini kamu jangan menjahati orang lagi..." kata Arja.
" Beneran tuan.? Terima kasih tuan.. Terima kasih banyak. Saya janji setelah pulang dari sini saya nggak bakal berbuat kejahatan lagi..." Kata Anak buahnya Violin itu sambil mencium kaki Arja.
" Sebagai tanda terima kasih aku mau kamu.... membakar rambut bos kamu ini..." perintah Arja pada anak buahnya Violin itu.
" Baiklah tuan. Saya juga ingin balas dendam dengan wanita sialan ini yang sudah membuat saya masuk kedalam masalah." kata Anak buahnya Violin itu mengambil korek yang dilempar Arja.
" Jangan... Kumohon... Ah... Tolong.. panas..." Jerit Violin yang rambutnya sudah menyala dan hangus dalam beberapa detik.
" Hahaha... Bagus.. Kamu boleh pergi.!" kata Arja.
" Baik. Tuan. Terima kasih banyak." kata Pria itu bersalaman dengan Arja dan berlari keluar gudang.
" Baiklah untuk kamu... Kamu sudah tidak memiliki keluarga sekarang. Jadi hukuman mu... Nanti saja..." kata Arja.
" Sudah sampai mana.?" tanya Arja pada asisten Yuno.
" sebentar lagi mereka sampai tuan.!" jawab asisten Yuno.
" Baiklah kita tunggu dulu... Gimana sambil menunggu kita tes senjata sebentar.?" tanya Arja pada anak buahnya.
Suami dan ayahnya Violin yang sudah didepanpun kaget dan takut.
" Oh... pas banget mereka sudah sampai... Oh jadi kamu yang mendukung Violin untuk mencelakai istri saya.?" kata Arja yang sudah kenal dengan suami Violin.
" Ya itu saya. Memangnya kenapa.?" Tanya suami Violin dengan tenang.
" Hahaha... Nggak ada apa-apa. lebih baik kamu diam saja dan terima hukuman.... " kata Arja.
" Hahahaha... hukuman.? Lihatlah baik-baik siapa yang akan dihukum.!" tawa Suami Violin diikuti munculnya semua anak buahnya yang sudah menodongkan senjata.
" Hahaha... Bagus.... bagus... Kamu belum pernah mendengar nama kaisar bawah tanah ya...?" tanya Arja.
" Hahaha buat apa aku mengenalnya. Yang aku tahu hari ini kamu bakal mati..." ujar suami Violin.
" Hahaha" tawa seluruh pasukan Arja yang baru keluar dari persembunyiannya mengepung seluruh anak buahnya Suami Violin.
" SIAPA YANG INGIN SELAMAT SEGERA PULANG.!! SIAPA YANG SIAP MATI TETAP DISINI... SALAM KAISAR BAWAH TANAH.!!" seru seluruh pasukan Arja.
Saat mendengar seruan itu, Semua anak buah Suami Violin menurunkan senjatanya dan berlari pergi dari gudang itu.
__ADS_1
" Haha...whahahaha.... Gimana keren kan pasukan kaisar bawah tanah.? Hahaha Beraninya menantang ku...? HAHAHA." tawa Arja diikuti semua pasukannya.
" Aku beri tahu. DIDUNIA ini tidak ada yang berani menyentuh keluarga LASMANA. Tapi kalian para orang ***** malah menyerahkan nyawa kalian sendiri." kata Arja.
" Baiklah. Langsung ke pertunjukan utama saja. Mulai dari yang tua terlebih dahulu." perintah Arja membuat Violin dan ayahnya ketakutan.
" Tolong tuan muda... Ampuni saya... AAAHHH" Jerit ayahnya Violin yang sudah kehilangan satu tangannya.
" Uh... Benar-benar rindu dengan darah seperti ini..." ujar Arja.
" Sudah kehilangan satu tangan...? Aduh.... Sepertinya Anjing yang ada disini bakal kenyang malam ini..." ujar Arja membuat Violin dan suaminya gemetar ketakutan.
Saat menghukum Keluarga Violin Arja mendapatkan telepon dari papanya.
" Ja... Tiara sudah sadar. Kamu cepetan kesini...." kata Papanya.
" Oh baik pa... Aku bakal kesana sekarang." jawab Arja menutup telponnya.
" Yah istriku sudah sadar. Gimana nih.? Kita sudahi saja. ya... Tenang saja tubuh kalian nggak bakal sia-sia kok.!" kata Arja.
" Tembak sekarang." kata Arja menyuruh semua pasukannya untuk menembak violin, suaminya, ayahnya dan Anak buahnya yang ikut membakar Tiara tadi.
DUAR.DUAR... Suara tembakan diikuti darah yang keluar dari seluruh tubuh violin,suaminya,ayshnya dan anak buahnya.
" Kasih makan binatang saja mayatnya.!" perintah Arja pada anak buahnya yang biasa memberikan makan Anjing dan buaya yang ada dibelakang gudang itu.
" Yuno kita balik ke balik ke rumah sakit." ajak Arja.
" Baik tuan muda." jawab Asisten Yuno.
" Kalian... balik ke pos masing-masing dan seratus orang lainya berjaga secara rahasia disekitar rumah sakit.!" perintah asisten Yuno pada anak buahnya.
" Baik.!" jawab semua orang.
Arja balik ke rumah sakit bersama asisten Yuno.
BERSAMBUNG.!!!
**OH YA, TEMAN-TEMAN JANGAN LUPA UNTUK MAMPIR DI KARYA AKU YANG BERJUDUL " MENIKAH TANPA CINTA " (AS) Kisahnya bercerita tentang action dan romantis gitu... Pokoknya dijamin seru deh. Ceritanya Cocok buat cowok dan cewek.
***JANGAN LUPA MAMPIR YA*.....!!
______+ DAN JANGAN LUPA UNTUK STAY DIRUMAH SAJA. KELUARLAH DARI RUMAH HANYA UNTUK BEROLAHRAGA DAN HARUS MEMAKAI MASKER. INGAT ATURAN PEMERINTAH AGAR NEGARA TIDAK SEMAKIN MERUGI AKIBAT WABAH YANG MENIMPA NEGARA KITA SEKARANG. +______
__ADS_1
SAYANGI NYAWA ANDA** !