GURUKU ISTRIKU

GURUKU ISTRIKU
59


__ADS_3

Setelah capek bermain, Arja mengajak Tiara dan anaknya untuk makan siang di sebuah restoran dekat taman hiburan karena Rara masih kepingin bermain.


Arja kini kerepotan karena harus menyuapi tiga orang termasuk dirinya saat makan.


" Gimana... Enak nggak.?" tanya Arja.


" Us... Su..." oceh Rara meminta susu setelah makan ke Tiara.


Arja Segera membayar makananya dan membawa Tiara masuk kembali kedalam mobil agar bisa menyusui Rara.


" Aku juga pengen...!" ujar Arja mencolek dada Tiara.


Tiara menampar tangan Arja, karena risih.


" Eh... Sekarang sudah bisa menampar ya... Hahaha..." kata Arja berlinang air mata.


" Ya sudah. Kita kemana lagi.?" tanya Arja pada Tiara.


" Oh iya... Tadi Rara masih pengen main ya...? Kita main yang mana Ra.?" tanya Arja pada putrinya yang asik mengemut dada Tiara.


" Eh.! Udah bobok ya.? Ya sudah. Kita pulang saja." ucap Arja ngomong sendiri karena Tiara masih belum merespon.


Arja mengemudikan mobilnya pulang ke rumah.


Sesampainya di rumah, ternyata Bunda Lati dan Pak Li sudah menunggu di teras.


" Kok baru pulang Ja.?" tanya Bunda Lati penuh khawatir.


" Iya. Bun. Tadi Rara nggak mau di ajak berhenti bermain. Dan kita juga makan siang di restoran." jawab Arja sambil menggendong Rara keluar dari mobil.


" Terus, Tiara ada perkembangan Ja.?" Tanya Pak Li.


" Ada Pak.! Tadi sempat nampar tangan Arja, saat Arja goda." balas Arja senang.


" Kamu... ini bisa saja... Ya sudah, bawa Rara ke kamar.!" perintah Pak Li.


" Baik Pak. Ayo Ra..." ajak Arja menarik tangan Tiara.


Tiara menurutinya dan berjalan sambil ditarik-tarik Arja.


Sebulan kemudian.


Tiara kini sudah bisa berbicara dan mulai kembali normal. Tapi karena ingin sengaja mengerjai Arja, dia bersama orang tuanya berkompromi untuk menyembunyikan.


Arja yang sudah tahu Tiara bisa mengurus dirinya sendiri seperti makan dan mandi sendiri. Arja berani meninggalkan Tiara untuk berangkat bekerja dan kuliah kembali seperti dulu.


" Kamu mau gini sampai kapan Ra.?" tanya Bunda Lati yang sebelumnya menentang ide Tiara untuk menyembunyikan keadaanya sekarang.

__ADS_1


" Sampai Tiara puas Bun... Tiara masih pengen mengerjai Arja..." balas Tiara yang sedang menonton televisi bersama Rara yang sedang sibuk memukul-mukul mainan.


" Udah dong Sayang... Berisik...." ujar Tiara menyita mainan milik putrinya karena terganggu dengan suaranya.


" Nggak baik lo Ra... Kasihan Arja yang sudah merawat kamu tanpa mikirin dirinya sendiri." Ujar Bunda Lati.


" Biarin Bun.... Gara-gara dia juga aku harus kebakar...." balas Tiara.


" Arja juga nggak tahu Ra... Kasihan Dia... Nggak tidur, masih bekerja dan kuliah di tambah mengurus kamu... Malam ini kamu ngomong saja....!!" perintah Bunda Lati karena takut kalau Tiara menjadi istri durhaka.


" Iya... Bun.. Malam ini Tiara bakal ngomong..." kata Tiara malas.


" Bagus kalau begitu..." angguk Bunda Lati senang karena Tiara mau menuruti nasehatnya.


Arja yang tidak sengaja mendengar pembicaraan antara Tiara dan Bundanya dari luar rumah, dia kesal karena selama ini sudah ditipu. Dia balik ke kampus dan tidak jadi makan siang di rumah.


" Lo kenapa Ja.? Muka Lo kok merah begitu.?" tanya Bayu.


" Gua kesal.! Istri gua udah kembali normal... Tapi nggak ngasih tau gua..." Jawab Arja.


" Eh. Tiara udah sembuh.? Syukurlah..." kata Bayu senang.


" Sembuh sih sembuh... Tapi ya... nggak usah dirahasiain segala... Gua udah sabar menunggu sembuhnya, Eh pas udah sembuh malah ngerjain gua...!" ujar Arja.


" Mungkin Istri Lo pengen buat kejutan kali..." balas Bayu menenangkan Arja.


" Sabar deh Ja... Ikutin maunya Tiara..." saran Bayu.


" Nggak bisa lah.! Gua nggak terima selama ini dibohongin kayak gini..." kata Arja.


" Ya...Lo maunya gimana Ja..?" tanya Bayu mulai menyerah menenangkan Arja.


" Gua mau pulang ke rumah orang tua gua aja...Buat nenangin diri..." balas Arja mengusap rambutnya.


" Lo nggak takut dimarahin Om Landa.?" tanya Bayu.


" Ya... Aku bilang saja sama mereka kalau aku dibohongi Tiara." jawab Arja.


" Terserah Lo aja Ja..." pasrah Bayu yang sepenuhnya menyerah menenangkan Arja.


Malam hari.


Arja sengaja pulang ke rumah orang tuanya larut malam, karena dia tahu kalau Tiara bakal nyariin dia kerumah sore hari tadi.


" Eh.! Loh... Kok pulang kesini.?" tanya mamanya yang kaget melihat Arja pulang membawa tas kuliahnya.


" Pengen tidur dikamar Arja ma... Kangen..." balas Arja.

__ADS_1


" Istri kamu tau.? Tadi dia kesini nyariin kamu...?" kata mana Wulan keceplosan.


" Oh. Dia udah bisa nyariin aku ma.?" tanya Arja.


" Eh.. um... itu... maksudnya bundanya yang nyariin.." jawab Mamanya berdalih.


" Oooh. Biarin Ma... Sekarang Tiara udah bisa mengurus dirinya lagi kok. Aku juga capek... pengen istirahat bentar..." kata Arja yang mengerti kalau mamanya ikut membohonginya.


Arja melanjutkan berjalan ke kamarnya.


" Eh Ja kok pulang kesini..?" tanya papanya yang baru keluar dari ruang kerja nya.


" Pengen tidur sini Pa.!" jawab Arja kesal dan membanting pintu kamarnya.


" Arja kenapa Ma.?" tanya Landa pada istrinya.


" Nggak tau. Dia udah tau mungkin kalau dibohongin sama istrinya." jawab Mama Wulan.


" Oh.... Biarin aja kalau begitu... Biar mereka nyelesain masalahnya sendiri..." balas Landa.


" he em.." angguk Wulan sambil menikmati cemilannya.


**


Tiara dikamarnya sedang khawatir karena Arja masih belum pulang. Dia sudah bertanya sama semua teman Arja tapi nggak ada yang tahu dimana Arja.


" Arja kemana sih..?" tanya Tiara menggenggam erat handphonenya.


Tiara keluar kamar dan turun ke bawah untuk menunggu Arja pulang.


" Arja masih belum pulang Bun.?" tanya Tiara pada Bundanya yang sedang menonton televisi.


" Belum. Kamu udah menelponnya.?" tanya balik Bunda Lati.


" Udah Bun.. Tapi nomornya tidak Aktif.!" jawab Tiara.


" Kamu sih... pakai bohongin dia segala... Kena karma kan.!" kata Bundanya.


" Bunda...!! Bunda kok malah nyalahin Tiara..." teriak Tiara.


" Durhaka kamu sama Arja.... Sekarang Dia udah nggak pulang... Mungkin besok ada surat cerai yang datang kerumah..." kata Pak Li menakut-nakuti Tiara. Sebenarnya Arja udah izin ke Pak Li untuk tidak pulang malam ini dan menginap di kediaman Lasmana.


" Bapak kok malah nakut-nakutin Tiara.! Tiara sedang khawatir tau.!" ujar Tiara makin kesal karena di takut-takuti bapaknya.


" Sudah... Mending kamu tidur duluan...! Arja mungkin masih ada kerjaan. Makanya belum pulang." kata Bunda Lati menenangkan Tiara.


" Nggak bisa dong Bun.! Suamiku belum pulang, mana boleh aku tidur..." ujar Tiara tetep kekeh ingin menunggu Arja pulang.

__ADS_1


" Terserah kamu saja..." Pasrah Bundanya.


__ADS_2