GURUKU ISTRIKU

GURUKU ISTRIKU
23


__ADS_3

Karena Arja sudah tidak bisa tidur, dia memilih bermain game ps4nya yang belum pernah dimainkan sejak pindah dirumah Tiara.


Karena sibuk bermain game Arja tidak tahu bahwa hari sudah sore dan Tiara tidak ada di ranjangnya.


" eh.? Tiara sudah bangun ya.! dimana dia.!?" kata Arja menanyakan pada dirinya sendiri.


"Ra..Ra..!" panggil Arja.


"Apaan sih. berisik banget. aku lagi mandi nih..!" ujar Tiara dari kamar mandi.


" oh.... ya sudah. cepetan.! aku juga mau mandi Lo. !" ujar Arja tiduran diranjang sambil memainkan HPnya.


Setelah menunggu 10 menit, akhirnya Tiara keluar.


" udah nih...!" ujar Tiara.


" oh... mau aku keringin nggak rambutmu.!" tawar Arja.


" nggak usah. kamu cepetan mandi sana. nanti temenin aku ke mall buat belanja.!" perintah Tiara.


" memangnya mau beli apa.?" tanya arja penasaran melihat Tiara belanja di mall, karena biasanya dia nggak pernah ke mall.


" mau habisin uang di ATM ini. kalau nggak habis nanti suamiku sedih.!" canda Tiara mengeluarkan kartu dari dompetnya.


" siapa suamimu.?" tanya Arja pura-pura tidak tahu.


" cepetan mandi sana.. keburu malam nanti.!" perintah Tiara kesal.


" siap nyonya muda.!" goda Arja membuat wajah Tiara memerah.


"Ja..Arja.. sudah siap belum..?" teriak Tiara dari bawah.


" iya tunggu sebentar.!" balas Arja.


"sudah ayo.!" ucap Arja menuruni tangga.


"pufss Haha... ini apaan.?" kata Tiara melihat kerah baju Arja berantakan.


"eh....?" bingung Arja.


" sini aku betulin.! udah gede juga masih gak bisa pakai baju yang bener.!" ucap Tiara menasehati arja.


"Cup.. memang aku sengaja. biar dibetulin kamu.!" kata Arja setelah mencium kening Tiara.


" kamu apaan sih.!" kesal Tiara karena dikerjai Arja dan meninggalkannya menuju mobil.


"Ayo cepetan.!!" ujar Tiara kesal.


" baiklah hehe.!" senang Arja berhasil mengerjai Tiara.


Sesampainya di mall Tiara langsung berlari masuk.


"eh.? tungguin dong.!" ujar Arja berlari menyusul Tiara.


Bruak.." maaf. maaf. saya tidak sengaja.!" ucap Tiara Setelah menabrak wanita.

__ADS_1


" kamu ini nggak punya mata ya.? lihat gaun yang kupesan dari desainer dikota ini jadi rusak.!" bentak wanita asing tersebut.


" maaf mbak. nanti saya ganti rugi deh.!" ucap Tiara meminta maaf.


" kamu ini memangnya siapa.? kamu bisa ganti gaunku ini hah.? dasar kampungan.!" bentak wanita tersebut mengundang keramaian.


Arja yang melihat Tiara dibentak wanita asing itupun menghampirinya.


" maaf mbak. kalau istri saya buat salah saya akan ganti rugi kok. saya akan menghubungi desainer buat mengirimkan gaun baru buat mbak.!" kata Arja berdiri di samping Tiara dan memeluknya.


"Ohh jadi kamu suami dari cewek kampungan ini. memangnya kamu siapa.? PLAKK." tamparan keras di wajah arja.


" sekarang sudah impas kan mbak.! karena masalah sudah selesai saya permisi dulu.!" pamit Arja menggandeng tiara.


" heii siapa yang kamu kata impas.. kamu nggak tahu siapa saya.? saya adalah anak dari pengusaha terkenal dinegara ini.! kalau kamu nggak ganti rugi gaunku maka bersiaplah untuk mati.!" kata cewek asing tersebut dengan arogan.


"Oh... jadi mbaknya mau saya ganti rugi kan.! Ctak.. ini mbak gaunya.!" ucap Arja menyerahkan gaun dari merek terkenal di dunia yang baru sampai dibawa oleh bodyguardnya.


" memangnya kamu anggap aku apa.? kamu kasih barang imitasi kayak gini.!" bentak cewek tersebut melemparkan gaun kemuka Arja.


" Ra kamu sama bodyguard ku dulu ya.. biar aku urus cewek gila ini dulu.!" kara Arja mengelus kepala Tiara.


" tapi.. Ja..." ucap Tiara khawatir pada Arja.


" kamu kan sudah pernah melihatku menyelesaikan masalah seperti ini jadi tenang saja..ya.!" ucap Arja meninggalkan Tiara.


" maaf mbak tadi ayahnya dari perusahaan mana ya.?" tanya Arja.


" memangnya kamu mau apa.?" bentak cewek asing itu.


" jawab saja. atau itu hanya khayalan mbak saja.!" ucap Arja meremehkan.


"oh.... patahkan tangannya dan aku ingin melihat perusahaan orang tuanya hilang besok.!" ucap Arja pada asisten ayahnya yang kebetulan tadi bertemu Arja diparkiran.


" baik tuan muda.!" ucap asisten tersebut.


" halo susan. perusahan baju xxx harus hilang besok. perintah tuan muda.!" kata Sapta(nama asisten papanya).


"oh... baiklah." jawab susan.


" patahkan sekarang.!" kata Sapta pada bodyguardnya arja.


" baik.!" jawab bodyguard tersebut.


" ka.. kamu mau apa... akh adalah anak dari pengusaha terkenal dinegara ini... Ahkkhh.... sakit.. akhh.." jerit cewek tersebut yang tanganya sudah patah satu.


" lempar kedepan rumah orang tuanya. dan beri tahu orang tuanya kalau dia sudah gagal mendidik anaknya. sudah kita bantu mendidiknya." perintah Arja pada bodyguardnya.


" baik tuan muda.!" kara bodyguard tersebut menyeret cewek asing itu.


" Arja... kamu nggak papa kan. pipi kamu masih sakit nggak.!" kata Tiara berlari memeluk Arja karena khawatir.


" sudah. tidak apa-apa kok. lain kali jangan lari meninggalkanku lagi ya. !" kata Arja menasehati Tiara.


" um. baiklah.!" angguk Tiara.

__ADS_1


" kalau masalahnya sudah selesai saya pamit dulu tuan muda. istri saya sudah menunggu.!" pamit Sapta menujuk istrinya.


" baiklah. terima kasih sudah membantu.!" kata Arja.


" tidak apa-apa tuan muda.!" balas Sapta.


"Ayo kita jalan.!" ajak Arja.


" baiklah. ayo. kita ke bioskop dulu.!" kata Tiara.


"eh.. jadi kamu ngajak aku buat nonton.!" tebak Arja.


" iya. sebenarnya dari dulu aku ingin menonton film romantis tapi.. nggak ada pasangannya.!" jujr Tiara.


" Haha... sama aku juga.." tawa arja miris.


" Haha kalau begitu ayo cepat masuk.!" ajak Tiara menarik tangan Arja.


" pelan-pelan saja. nanti nabrak orang lagi loo.!" ujar Arja.


" tapi... nanti kita bisa kehabisan kursi." khawatir Tiara.


" nggak akan. mall ini kan punya keluargaku.!" ujar Arja.


" eh.. kenapa nggak bilang dari tadi.! kalau tau begini aku kan nggak perlu khawatir." kesal Tiara.


" kamukan nggak nanya. maen lari saja.!" ucap Arja.


" ya udah. aku pesen cemilan csama minuman dulu.!" pamit Tiara menuju ke toko cemilan.


"eh.? tunggu. ishh wanita ini..! " keluh Arja karena harus mengejar Tiara terus.


" hosh..hosh.!"


" egmh.? kamu kenapa.?" bingung Tiara melihat Arja ngos-ngosan.


" kamu nggak sadar kalau larimu lebih cepat daripada maling.!" kesal Arja.


" siapa yang suruh kamu ngejar aku.? ini bawa minumannya.!" cuek Tiara berjalan masuk ke bioskop.


"hah... punya istri kok gini amat ya... " ngeluh Arja.


" ayo cepetan. malah berdoa disitu.!". ujar Tiara.


" baik nyonya muda.!" balas Arja.


" tuh kan kita dapat yang paling belakang. kamu sih lambat banget.!" cemberut Tiara.


" maaf. kursi belakang juga oke kok." kata Arja membayangkan apa yang bisa dibayangkan dipikirkannya.


" kamu kenapa.?" tanya Tiara heran.


" nggak.. nggak papa kok.!" gugup Arja.


" kenapa gugup. pasti... lagi mikir jorok ya.?" selidik Tiara.

__ADS_1


" eng... enggak kok.!" elak Arja.


" ngapain gugup orang lain kan bisa salah paham.!" heran Tiara melihat Arja gugup tanpa sebab.


__ADS_2